Blog tentang SEO, manajemen dan internet marketing

. Dhany Esperanza; mengajar, meneliti, dan netpreneur.
 

7 Tips: Bocoran Buku Panduan Penilai Kualitas Google

Facebook It:SukaBiasaBenci

Bulan Oktober lalu Google membocorkan buku panduan terkini untuk penilai kualitas (quality rater). Buku panduan ini kira-kira berisi informasi tentang bagaimana Google menilai kualitas sebuah website. Apakah situs web Anda cukup baik menurut standar Google?

Panduan Kualitas Google

Apa itu buku panduan penilai kualitas?

Sebagaimana diketahui bahwa Google mempekerjakan para penilai kualitas. Mereka adalah orang-orang yang memeriksa hasil pencarian Google secara manual untuk memastikan bahwa algoritma ranking bekerja sesuai harapan.

Seorang penilai kualitas bertugas mengunjungi situs yang diberikan Google untuk sebuah query, yang kemudian mengevaluasi hasil query berdasarkan relevansi. Jika sebuah situs web tidak pantas untuk hasil pencarian, mereka bisa menandai situs tersebut sebagai spam.

Buku panduan penilai kualitas berisi pedoman yang digunakan para penilai untuk mengevaluasi halaman web. Meskipun Google segera menghapus tautan ke buku tersebut, isinya sudah cukup diketahui publik.

Beberapa hal terpenting dari buku panduan tersebut: Read more…

Subscribe by Email


« Dapatkan artikel terbaru. Masukkan email dan ikuti petunjuknya

Tips: Cara Mengetahui Apakah Spammer Mengubah Website Anda

Facebook It:SukaBiasaBenci

Spam cloaking jenis baru semakin populer belakangan ini: spammer meng-hack website populer yang memiliki ranking tinggi di Google dan kemudian memasukkan tautan penuh kata kunci yang diarahkan ke situs-situs lain. Apa yang bisa Anda lakukan untuk memastikan bahwa website Anda tidak disalahgunakan oleh spammer?

WEBSPAM plate: I hope he was against it

Image by mathowie via Flickr

Apa itu cloaking?

Cloaking adalah teknik spamming di mana konten yang ditunjukkan kepada spider mesin pencari berbeda dari konten yang disajikan untuk pengguna biasa.

Hal ini dilakukan dengan memberikan konten yang berbeda berdasarkan user-agent HTTP header dari pengguna yang mengunjungi halaman situs, alamat IP pengunjung, atau halaman yang merujuk:

  1. Bila pengguna teridentifikasi sebagai search engine spider, skrip pada server akan memberikan versi halaman web yang berbeda.
    Spider mesin pencari dapat diidentifikasi berdasarkan alamat IP dan pada user-agent HTTP header.
  2. Ketika seorang pengguna datang dari halaman tertentu (misalnya halaman hasil pencarian Google), server web memberikan versi halaman yang lain dengan apa yang didapatkan kalau pengguna memasukkan URL secara langsung di browser.

Metode-metode ini dapat dikombinasikan. Sebuah halaman web dapat melakukan cloaking didasarkan pada alamat IP, user-agent, halaman web perujuk atau kombinasi ketiganya.

Bagaimana spammer penyalahgunaan situs web Anda?

Banyak website yang memiliki lubang keamanan. Spammer menggunakan celah ini untuk meng-hack ke server dan mengubah isi halaman web. Mereka dapat melakukan hal di bawah ini pada halaman website Anda: Read more…


Update PageRank – Matinya Bisnis Jual Beli Link?

Facebook It:SukaBiasaBenci

Cukup lama saya tidak mem-posting tulisan baru. Alasannya selalu sama; busy… busy… busy… alias sibuk! Kebetulan Minggu malam ini tidak seperti biasanya saya kehabisan ide :D dan timbul keinginan untuk update blog ini.

Kejadian paling menarik di dunia SEO ala Google akhir-akhir ini (setelah ramainya update Panda) adalah update PageRank (PR). Ya, tentu saja ini menarik bagi para webmaster yang juga sedikit banyak mendalami SEO karena walaupun PR sebetulnya tidak secara langsung mempengaruhi posisi pada SERP tapi masih banyak yang bangga bila situs atau blognya ber-PR, apalagi bila mendapat peningkatan.

Yang membuat update PageRank belakangan ini menarik adalah karena rajinnya Google meng-update PR, sampai dua kali dalam satu bulan. Bahkan ada yang mengalami dua kali update dalam Read more…


3 Keuntungan Menggunakan Blog untuk Public Relation (PR)

Facebook It:SukaBiasaBenci

Baru-baru ini, saya dipercayakan untuk mengelola sebuah blog dari sebuah perusahaan yang menjual produk-produk alat pemadam api, brankas, dan CCTV. Produk pemadam api yang mereka jual dulunya dikenal dengan nama Chubb namun karena telah melakukan rebranding merek, maka perusahaan ini merasa perubahan nama ini perlu diinformasikan kepada para customer ataupun calon customer potensial mereka melalui Public Relation (PR).

Itulah sebabnya mengapa mereka membuat blog, yaitu sebagai salah satu media PR dalam menginformasikan perubahan mereka produk pemadam ini.

Pertanyaannya: mengapa blog dijadikan sebagai salah satu tool PR perusahaan tersebut?

Perkembangan dunia digital dan internet telah membuat dunia terbagi menjadi dua bagian, yaitu offline dan online. Para stakeholder kini tidak lagi hanya hidup di dunia offline, namun mereka juga banyak menghabiskan waktu  mereka di dunia online. Artinya, apa yang Anda lakukan atau Anda komunikasikan di dunia offline harus Anda lakukan juga di dunia online.

Nah, untuk kebutuhan Public Relation, media online yang cocok untuk digunakan adalah BLOG.

Lalu, apa kelebihan menggunakan blog sebagai media PR dibandingkan dengan media lainnya? Read more…


Kongres PSSI, Parade Monyet Berjas

Facebook It:SukaBiasaBenci

Kongres PSSI yang gagal hanya menunjukkan bahwa mereka yang menyebut dirinya sebagai pengurus, dan yang merasa sebagai pemilik hak suara hanya menunjukkan sifat kekanak-kanakannya. Dengan penampilannya yang berjas dan berdasi, namun dengan cara berpikir dan perilaku ala preman dan topeng monyet berkolor.

Sudah tidak heran bahwa demokrasi yang dibuka selebar-lebarnya membuat banyak pihak (lagi-lagi yang merasa dirinya sebagai pemilik hak suara) selalu merasa “berhak” dan tentu bersuara paling lantang tanpa ada kompromi untuk apapun yang dianggap menghalangi “hak-nya”. Padahal Tuhan sudah memberikan dua telinga dan hanya satu mulut, bukan sebaliknya.

Kebijaksanaan dalam rangka kebaikan kolektif bukanlah bagian dari alam pikiran sadar maupun bawah sadarnya.

Ya, seakan-akan hak adalah hadiah gratis tanpa disertai kewajiban dan konsekuensi. Mungkin memang inilah sifat orang Indonesia yang terlalu lama dijajah. Apa betul Indonesia merdeka karena logika dan strategi yang sistematis? Atau jangan-jangan para penjajah kita angkat kaki lebih karena sebal menghadapi kebebalan dan keberingasan orang Indonesia yang juga tidak segan memangsa bangsanya sendiri.

Jauh dari perilaku silih asah, silih asih dan silih asuh. Yang ada hanya silih gasak, gesek, dan gosok.

Ya, sangat mungkin FIFA akan menjatuhkan sangsi, dan kalau itu terjadi kesalahan terletak pada kelompok-kelompok yang menyebabkan kegagalan pada kongres tersebut. Kelompok-kelompok yang merasa paling benar dan selalu memaksakan kehendak. Orang yang tidak mampu berpikir secara menyeluruh. Kelompok “No Action Talking Only”. Kelompok yang senang mempersulit hal yang seharusnya tidak terlalu sulit, dan menyepelekan masalah besar yang diakibatkan dari perilakunya.

Ya, memang bangsa Indonesia (yang katanya besar) patut ditangisi oleh sesamanya dan ditertawakan serta dilecehkan bangsa luar, karena tidak becus mengurus dirinya sendiri.


Next Page »