<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>Dhany.Web.id &#187; arsitektur situs</title> <atom:link href="http://dhany.web.id/tag/arsitektur-situs/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://dhany.web.id</link> <description>SEO, Manajemen, Internet Marketing</description> <lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2011 06:47:50 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=232</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /> <item><title>Latent Semantic Indexing (LSI) &#8211; Apa dan Bagaimana?</title><link>http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html</link> <comments>http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 02 May 2010 08:05:26 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Teknologi]]></category> <category><![CDATA[arsitektur situs]]></category> <category><![CDATA[article directory]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[directory submission]]></category> <category><![CDATA[latent semantic indexing]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category> <category><![CDATA[siloing]]></category> <category><![CDATA[strategi seo]]></category> <category><![CDATA[topical authority]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1380</guid> <description><![CDATA[Latent Semantic Indexing (LSI) adalah algoritma yang dikembangkan mesin-mesin pencari utama sekarang ini. Apakah situs anda sudah siap menghadapinya? Bagaimana pengaruhnya terhadap posisi halaman web anda di SERP? Apa itu latent semantic indexing? LSI berarti bahwa mesin telusur internet mencoba mengaitkan sebuah istilah dengan suatu konsep saat mengindeks halaman situs. Misal, Paris dan Hilton dihubungkan <a href="http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Latent Semantic Indexing (LSI)</strong> adalah algoritma yang dikembangkan mesin-mesin pencari utama sekarang ini. Apakah situs anda sudah siap menghadapinya? Bagaimana pengaruhnya terhadap posisi halaman web anda di SERP?</p><h2>Apa itu latent semantic indexing?</h2><p>LSI berarti bahwa mesin telusur internet mencoba mengaitkan sebuah istilah dengan suatu konsep saat mengindeks halaman situs. Misal, Paris dan Hilton dihubungkan dengan nama seorang perempuan, alih-alih nama kota atau hotel, Tiger dan Woods diasosiasikan dengan golf.</p><p>Untuk mengetahui <em>keyword</em> lain yang terkait dengan sebuah kata kunci, lakukan pencarian untuk kata kunci tersebut dengan menambahkan <em>tilde</em> (~) di depan kata kunci tersebut. Google akan menebalkan (<em>bold</em>) keyword terkait pada SERP. Contohnya, Google menemukan bahwa kata &#8220;Nokia&#8221; terkait dengan &#8220;<a href="http://www.google.co.id/#hl=en&amp;q=~phone&amp;fp=1&amp;cad=b" target="_blank">phone</a>&#8220;.</p><p>Teknik yang digunakan <em>webmaster</em> untuk menghadapi LSI biasa disebut metode <em>siloing</em>.</p><h2>Bagaimana Google mengaitkan keyword dengan konsep?</h2><p>Google punya<span id="more-1380"></span> milyaran halaman situs dalam database indeks-nya. Kalau Google menemukan banyak halaman yang mengandung kata Paris dan Hilton sekaligus maka Google mengasumsikan bahwa kedua kata ini terkait. Kata-kata lain yang terkandung bersamaan pada sebuah halaman memberi petunjuk pada Google bahwa kombinasi kedua kata ini secara sekaligus adalah tentang seorang perempuan.</p><p>Kata-kata yang sering muncul berdekatan satu sama lain menunjukkan hubungan keeratan relevansi. Google punya sangat banyak data yang memungkinkannya mengkalkulasi relasi antar kata.</p><h2>Apa artinya untuk posisi halaman web anda di hasil pencarian?</h2><p>Kalau ingin tercantum untuk sebuah kata kunci, anda harus menunjukkan pada Google bahwa situs anda relevan dengan sebuah topik. Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan relevansi:</p><ol><li><strong>Optimasi halaman-halaman situs untuk kata-kata kunci berbeda</strong>. Kalau anda menyasar kata kunci &#8220;used cars&#8221; maka anda juga perlu membuat halaman-halaman lain yang relevan dengan kata kunci tersebut, seperti &#8220;auto&#8221;, &#8220;suv&#8221;, dll.<br /> Semakin banyak halaman situs yang relevan dengan sebuah topik, semakin besar kemungkinannya situs anda akan tercantum untuk kata kunci yang terkait dengan topik tersebut (lihat contoh Nokia di atas).</li><li><strong>Mendapat <em>backlink</em> dari halaman-halaman yang terkait semantik</strong>. Kalau anda anda menjual mobil (&#8220;cars&#8221;), maka tautan dari halaman lain seharusnya bukan tentang film (&#8220;movie&#8221;). Tautan dari halaman-halaman dengan topik sejenis akan menguntungkan secara semantik.<br /> <em>Backlink</em> dari sebuah halaman yang mengandung tautan ke halaman-halaman web lain dengan topik sejenis akan memberi efek lebih besar untuk peringkat situs daripada <em>backlink</em> dari halaman yang menaut ke sembarang halaman dan juga menaut ke halaman/situs anda.<br /> Karena itu, upayakan mendapat <em>backlink</em> dari situs-situs sejenis. Dan kalau anda memanfaatkan direktori (direktori internet dan direktori artikel) tempatkanlah pada kategori yang tepat. Penempatan pada kategori yang salah akan berpengaruh negatif untuk ranking situs di mesin pencari.</li><li><strong>Terapkan arsitektur situs yang &#8220;bermakna&#8221;</strong>. Tata konten situs secara logis. Buat kategorisasi atau seksi yang tepat untuk menampung keragaman topik utama dan tempatkan sedemikian rupa agar mudah ditemukan baik oleh pembaca (manusia) dan mesin pencari.</li><li><strong>Cari tahu kenapa situs lain menempati posisi lebih tinggi</strong>. Kalau anda bertanya-tanya kenapa halaman situs lain punya ranking lebih tinggi daripada halaman situs anda meskipun anda sudah sesempurna mungkin mengoptimalkan halaman-halaman situs untuk kata kunci yang diincar, maka anda harus menganalisa <em>backlink</em> yang diperoleh halaman-halaman tersebut.<br /> Jumlah dan &#8220;<em>power/authority</em>&#8221; yang dimiliki sebuah tautan sangat penting. Demikian, sama pentingnya bahwa tautan berasal dari halaman-halaman yang terkait secara topik dan semantik.</li></ol><h2>Kesimpulan</h2><p>Dalam menghadapi <em>latent semantic indexing</em> jangan fokus hanya pada satu kata kunci saat mengoptimalkan halaman situs. Algoritma canggih mesin pencari terkini berarti anda harus membuat situs yang dioptimasi untuk beragam kata kunci berbeda tapi terkait.</p><p>Tambahan lagi, tautan yang &#8220;masuk&#8221; ke situs anda berasal dari halaman/situs yang berhubungan topiknya dengan situs anda agar mesin telusur internet menempatkan situs anda pada konteks yang tepat.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html.pdf"> <span>Latent Semantic Indexing (LSI) - Apa dan Bagaimana?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>7</slash:comments> </item> <item><title>Algoritma Penilaian Google Terkini</title><link>http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html</link> <comments>http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 26 Mar 2010 09:39:29 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[arsitektur situs]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[duplicate content]]></category> <category><![CDATA[hosting]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1249</guid> <description><![CDATA[Berikut ini intisari wawancara Matt Cutts dengan StoneTemple Consulting minggu lalu tentang algoritma penilaian ranking terkini di Google. 1. PageRank dan halaman terindeks Matt Cutts menyatakan bahwa jumlah halaman situs web yang diindeks oleh Google kira-kira setara dengan PageRank situs web tersebut. PageRank dipengaruhi kualitas dan kuantitas/jumlah tautan. Artinya, halaman-halaman pada situs anda akan banyak <a href="http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini intisari wawancara Matt Cutts dengan StoneTemple Consulting minggu lalu tentang algoritma penilaian <em>ranking </em>terkini di Google.</p><h2>1. PageRank dan halaman terindeks</h2><p>Matt Cutts menyatakan bahwa jumlah halaman situs web yang diindeks oleh Google kira-kira setara dengan PageRank situs web tersebut. PageRank dipengaruhi kualitas dan kuantitas/jumlah tautan. Artinya, halaman-halaman pada situs anda akan banyak terindeks jika memiliki  banyak <em>inbound link</em> berkualitas.</p><p>Kalau anda punya situs dengan konten/URL internal yang sangat banyak, maka tingkatkan PageRank situs agar Google mau &#8220;membaca&#8221; semua konten itu.</p><p>Untuk diingat/diketahui, bahwa Google  menggunakan<span id="more-1249"></span> PageRank <em>realtime </em>dalam algoritma penilaian, bukan PageRank yang  ditampilkan pada Google toolbar (atau <em>tool </em>lainnya).</p><h2>2. <em>Server hosting</em> yang lambat</h2><p>Kalau Google cuma bisa menjelajah dua halaman pada satu waktu karena <em>server hosting</em> yang lambat,  maka Google akan menerapkan <em>limit </em>atas untuk berapa banyak halaman  yang akan &#8220;dibaca&#8221;. Gunakan <a rel="nofollow" href="http://dhany.web.id/mwn" target="_blank"><em>server hosting</em> yang cepat</a> (aff) atau gunakan <em>dedicated server</em> kalau harus dan memungkinkan.</p><h2>3. Konten duplikat</h2><blockquote><p>&#8220;Imagine we crawl three pages from a site, and then we discover that the two other pages were duplicates of the third page. We&#8217;ll drop two out of the three pages and keep only one, and that&#8217;s why it looks like it has less good content.&#8221;</p></blockquote><p>Seperti disebutkan di poin 1, Google akan mengindeks halaman web berdasarkan PageRank. Kalau ditemukan konten duplikat, beberapa halaman akan &#8220;dibuang&#8221; dan terbuanglah kesempatan untuk mendapat <em>ranking</em>.</p><p>Matt kemudian &#8216;mengindikasikan&#8217; (tersirat, tidak tersurat) bahwa kalau sebuah halaman menaut ke halaman duplikat, maka penilaian PageRank menjadi kacau. Google juga akan mencoba untuk  &#8216;mengalihkan&#8217; PageRank dan membaca sinyal dari halaman duplikat ke halaman asli.</p><p>Jika anda menggunakan tag <strong>rel=canonical</strong> pada semua halaman maka halaman-halaman tersebut seharusnya tidak berupa duplikat yang sama persis tetapi bersifat duplikat konsep,  atau hal-hal yang terkait dengan topik konten.</p><blockquote><p>&#8220;It&#8217;s totally fine for a page to link to itself with rel=canonical, and it&#8217;s also totally fine, at least with Google, to have rel=canonical on every page on your site.&#8221;</p></blockquote><p>Google tidak  selalu mematuhi tag <em>canonical</em>:</p><blockquote><p>&#8220;The crawling and indexing team wants to reserve the ultimate right to determine if the site owner is accidentally shooting themselves in the foot and not listen to the rel=canonical tag.&#8221;</p></blockquote><h2>4. Halaman afiliasi</h2><p>Kalau sebuah situs web hanya berupa situs afiliasi yang sangat mirip dengan situs/halaman lain  (cuma beda logo, dll) maka halaman ini tidak akan  mendapatkan <em>ranking</em>.</p><p>Kalau Google mendeteksi <em>link </em>afiliasi (<em>affiliate link</em>) maka <em>link </em>ini tidak akan memberikan PageRank atau otoritas apapun.</p><h2>5. Pengalihan (<em>redirection</em>) dan PageRank</h2><p>Jika Anda mengubah nama  domain atau mengalihkan halaman lama ke halaman baru dengan <strong>301 redirect</strong> maka <em>link power</em> akan disalurkan ke nama domain atau alamat  baru tapi kekuatannya berkurang. <a id="aptureLink_IKmGjkB5wg" href="http://en.wikipedia.org/wiki/HTTP%20301">301 redirect</a> tidak mengalihkan PageRank secara penuh.</p><p>Pikirkan dan pilih struktur permalink atau URL pada blog/situs web anda sejak dini. Mengubah struktur di belakang hari akan sangat merepotkan dan secara signifikan menurunkan penilaian dan ranking/posisi di mesin pencari.</p><h2>6. Panjang konten</h2><blockquote><p>&#8220;If there are a large number of pages that we consider low value, then we might not crawl quite as many pages from that site, but that is independent of rel=canonical.&#8221;</p></blockquote><p>Kalau anda memiliki banyak  halaman web dengan tulisan yang terlalu sedikit maka Google akan &#8220;malas&#8221;  menjelajah situs anda. Matt menyarankan bahwa setiap halaman web punya konten yang &#8216;cukup&#8217;:</p><blockquote><p>&#8220;You really want to have most of your pages have actual products with lots of text on them.&#8221;</p></blockquote><h2>7. PageRank <em>sculpting </em>dan  navigasi situs</h2><p>Google tidak suka anda &#8220;memahat&#8221; situs hanya untuk alasan PageRank. Cara tepat untuk menyalurkan <em>link juice/link power</em> dari satu halaman ke halaman lain adalah dengan menggunakan navigasi yang baik.</p><blockquote><p>&#8220;Site architecture, how you make links and structure appear on a page in a way to get the most people to the products that you want them to see, is really a better way to approach it than trying to do individual sculpting of PageRank on links.&#8221;</p><p>&#8220;You can distribute that PageRank very carefully between related products, and use related links straight to your product pages rather than into your navigation. I think there are ways to do that without necessarily going towards trying to sculpt PageRank.&#8221;</p></blockquote><h2>8. JavaScript dan <em>link </em>navigasi situs</h2><p>Jangan gunakan JavaScript link untuk navigasi situs anda karena Google tidak akan (walaupun bisa) membaca tautan tersebut, sehingga PageRank dan link power &#8220;tidak tersalur&#8221;.</p><blockquote><p>&#8220;For a while, we were scanning within JavaScript, and we were looking for links. Google has gotten smarter about JavaScript and can execute some JavaScript.</p><p>I wouldn&#8217;t say that we execute all JavaScript, so there are some conditions in which we don&#8217;t execute JavaScript.</p><p>We do have the ability to execute a large fraction of JavaScript when we need or want to. One thing to bear in mind if you are advertising via JavaScript is that you can use NoFollow on JavaScript links.&#8221;</p></blockquote><h2>9. Tautan berbayar</h2><p>Google tidak mau iklan mempengaruhi penilaiannya dan nampaknya akan menggunakan lebih banyak tenaga manusia/<em>reviewer </em>untuk melaporkan lebih banyak <em>link </em>spam dalam beberapa bulan mendatang. Matt Cutts mengatakan  bahwa Google &#8220;melakukan banyak hal&#8221; untuk mendeteksi <em>advertising </em>dan  memastikan bahwa <em>link </em>iklan tidak akan terlalu mempengaruhi penilaian Google.</p><p><strong>Kesimpulan:</strong> Jika Anda ingin  memanfaatkan algoritma penilaian Google terkini dan mendapat posisi teratas di Google, anda harus menggunakan metode  optimasi mesin pencari (SEO &#8211; Search Engine Optimization) yang mengarah pada hasil yang tahan lama. Jangan menipu mesin pencari dan jangan menipu penggunanya. <em>If you want love, don&#8217;t cheat</em>. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><p>Lihat <a href="http://www.stonetemple.com/articles/interview-matt-cutts-012510.shtml" target="_blank">wawancara aslinya</a>.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html.pdf"> <span>Algoritma Penilaian Google Terkini</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> <item><title>Membuat Rencana SEO</title><link>http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html</link> <comments>http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 29 Jan 2010 12:14:34 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Manajemen]]></category> <category><![CDATA[arsitektur situs]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[duplicate content]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[planning]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[sitemap]]></category> <category><![CDATA[trust]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=676</guid> <description><![CDATA[Sia-sia saja punya informasi tapi tidak punya pengetahuan dan keinginan untuk menggunakannya secara efektif. Anda sedang membaca salah satu artikel Panduan SEO, jadi saya anggap anda punya keinginan untuk memanfaatkan ilmu SEO. Setelah punya keinginan, anda harus punya rencana. Dalam ilmu manajemen, rencana terbaik adalah rencana yang fleksibel, tapi mengandung detail yang cukup untuk memandu <a href="http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Sia-sia saja punya informasi tapi tidak punya pengetahuan dan keinginan untuk menggunakannya secara efektif. Anda sedang membaca salah satu artikel <a href="http://dhany.web.id/panduan-seo">Panduan SEO</a>, jadi saya anggap anda punya keinginan untuk memanfaatkan ilmu SEO.</p><p>Setelah punya keinginan, anda harus punya rencana. Dalam ilmu manajemen, rencana terbaik adalah rencana yang fleksibel, tapi mengandung detail yang cukup untuk memandu anda dan memungkinkan anda untuk memodifikasinya sesuai kebutuhan.</p><p>Artikel ini akan memperkenalkan 4 fase dalam perencanaan SEO.</p><p>Kenapa 4, bukan 5 atau 3? Yah, karena buat saya 4 langkah ini memberikan hasil terbaik &#8211; dan 4 langkah ini adalah <em>template </em>dasar untuk kampanye SEO yang biasa saya lakukan. Empat fase ini bukan sesuatu yang baku, silakan saja anda ubah (bukan dikurangi substansinya). Misal pada fase peluncuran situs, kalau anda merasa fase tersebut sebaiknya dipecah menjadi 2, lakukan saja. Kemudian kalau anda mau menggabungkan langkah 2 dan 3 (optimalisasi situs dan peluncuran situs), silakan gabungkan. Bebas.</p><p>Apapun perubahan yang anda buat, tetap lakukan langkah-langkah yang harus dilakukan, diubah boleh, dikurangi jangan. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-676"></span></p><h2>Fase 1: Riset</h2><p>Ini bagian penting pertama dari perencanaan SEO dan sebetulnya tidak terlalu sulit dan membosankan seperti yang diduga banyak calon pejuang SEO.</p><p>Harus diakui, saya bukan orang yang suka tenggelam dalam perencanaan dan riset ini. Saya sendiri biasanya &#8216;<em>just do it</em>&#8216; dan memperbaiki berbagai hal belakangan. Riset harus dilakukan, tapi jangan sampai membuat anda terlalu banyak menimbang sehingga tidak pernah beraksi.</p><p>Fase riset ini juga sangat mudah dilewatkan, bisa karena tidak tahu caranya, bisa karena godaan untuk &#8216;<em>just do it</em>&#8216; terlalu tinggi pada saat menemukan sesuatu yang menurut anda menarik.</p><p>Apapun alasannya, ingat satu hal; kalau anda ingin menaklukkan segmen pasar yang diincar, anda HARUS melakukan riset. Titik.</p><p><strong>Penentuan Tujuan</strong></p><p>Apa tujuan situs anda, bayangkan audien ideal untuk situs tersebut.</p><p><em><strong>Keyword Research</strong></em></p><p>Kalau anda sudah tahu topik yang akan diambil (dan punya gambaran tentang audien anda), kumpulkan kata kunci apa saja yang biasa digunakan dan data yang terkait dengan <em>keyword </em>tersebut.</p><p><em><strong>Competitive Analysis</strong></em></p><p>Analisis persaingan yang akan dihadapi. Siapa yang menjadi pesaing, dan apa yang sudah mereka lakukan dalam SEO/<em>online marketing</em>.</p><h2>Fase 2: Membangun/Optimalisasi Situs</h2><p>Fase ini berbeda untuk tiap proyek SEO, tergantung pada apakah situs tersebut baru atau lama/mapan.</p><p><strong><em>Keyword </em>dan Konten Situs</strong></p><p>Bagaimana cara menggunakan <em>keyword </em>pada situs anda, bagaimana memecah kata-kata kunci tersebut pada beberapa halaman dan bagaimana cara mengorganisir situs berdasarkan kata kunci.</p><p><em><strong>On-Page SEO</strong></em></p><p>Optimalisasi elemen halaman situs; tag title, tag meta, penggunaan keyword dan hindari duplikasi konten.</p><p><strong>Arsitektur Situs</strong></p><p><a title="SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Situs" href="http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html">Arsitektur situs</a> adalah tentang bagaimana anda mengatur halaman-halaman situs (<em>internal linking</em>), <em>search engine friendly</em> URL dan penggunaan <em>sitemap</em>.</p><h2>Fase 3: Peluncuran Situs</h2><p><strong>Dasar-dasar <em>Link Building</em></strong></p><p>Hal-hal dasar pada praktek <em>link building</em> yang efektif, jenis tautan yang dibutuhkan, dan bagaimana anda akan melakukannya dalam jangka panjang.</p><p><em><strong>Site Launch Links</strong></em></p><p>Jenis-jenis tautan yang dibutuhkan saat situs diluncurkan (<em>go online</em>) agar eksistensinya diketahui mesin pencari, agar halaman-halaman situs ter-indeks dan sekaligus terdongkrak posisinya karena <a title="trust dan authority - Apa sih yang Google mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html"><em>trust </em>dan </a><em><a title="trust dan authority - Apa sih yang Google mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html">authority</a> </em>yang diperoleh.</p><h2>Fase 4: SEO Jangka Panjang</h2><p>Sudah dijelaskan dari awal bahwa <a title="Pola Pikir SEO" href="http://dhany.web.id/pola-pikir-seo.html"><em>Search Engine Marketing</em> adalah komitmen jangka panjang</a> dan harus dilakukan secara konsisten. Ini berarti anda harus konsisten membangun konten, konsisten melakukan <em>link building</em> dan konsisten memonitor hasil pekerjaan anda (berdasarkan trafik dan posisi pada SERP), kemudian lakukan <em>fine tuning</em> (penyempurnaan) pada aktivitas SEO anda.</p><p><strong>Sumber-sumber Tautan</strong></p><p>Dari mana situs anda mendapat tautan? Nanti akan ditunjukkan 10 sumber tautan dan cara menemukannya.</p><p><em><strong>Link Partner</strong></em></p><p>Bagaimana menggunakan mesin pencari untuk menemukan <em>link partner</em> yang potensial.</p><p><strong>Penilaian Tautan</strong></p><p>Bagaimana menilai kualitas sebuah tautan, dan bagaimana kualitas ini mempengaruhi praktek <em>link building</em>.</p><p><strong>Konten Berkualitas</strong></p><p>Konten bagaimana yang tepat untuk menyisipkan tautan dan bagaimana membentuk kebiasaan untuk membuat konten berkualitas.</p><p><em><strong>Monitoring</strong></em></p><p>Menggunakan <em>tools analisis</em> dan <em>search ranking data</em> untuk mempersempit dan mengarahkan kampanye SEO/<em>link building</em>.</p><p>Itulah hal-hal yang harus anda ketahui dan cantumkan pada saat membuat rencana SEO. Ini hanya gambaran dulu. Setiap fase diatas akan dijelaskan dalam artikel-artikel tersendiri.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html.pdf"> <span>Membuat Rencana SEO</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>13</slash:comments> </item> <item><title>SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Situs</title><link>http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html</link> <comments>http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 15 Jan 2010 01:33:50 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[arsitektur situs]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[link popularity]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[topical authority]]></category> <category><![CDATA[trust]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=561</guid> <description><![CDATA[Selain faktor pemeringkatan on-page dan link based (link based ranking factors &#8211; akan dibahas dalam artikel selanjutnya), ada sejumlah faktor yang diperhitungkan untuk menilai domain (website) itu secara menyeluruh (bukan halaman secara individu &#8211; web page). Memang faktor domain/situs ini kemudian mempengaruhi lagi halaman web. Sebelum diteruskan, harap pahami dulu perbedaan website dan web page. <a href="http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Selain faktor pemeringkatan <em>on-page</em> dan <em>link based</em> (<em>link based ranking factors</em> &#8211; akan dibahas dalam artikel selanjutnya), ada sejumlah faktor yang diperhitungkan untuk menilai domain (<em>website</em>) itu secara menyeluruh (bukan halaman secara individu &#8211; <em>web page</em>). Memang faktor domain/situs ini kemudian mempengaruhi lagi halaman web. Sebelum diteruskan, harap pahami dulu perbedaan <em>website </em>dan <em>web page</em>.</p><h2>Link Popularity</h2><p><em>Link popularity</em> adalah ukuran yang menyatakan jumlah tautan yang menunjuk/mengarah ke sebuah website. Mesin pencari melibatkan kualitas tautan (<em>link quality</em>)  untuk mengevaluasi nilai dan seberapa penting tautan-tautan ini, kemudian memberi bobot yang berbeda pada tiap tautan tergantung pada kualitasnya (<em>link quality</em> akan dibahas lebih lanjut dalam artikel tentang <em>link building</em>).</p><p>Kenapa <em>link popularity</em> ini harus diperhatikan? <span id="more-561"></span>Karena seperti halnya <em>link quality</em>, punya banyak <em>inbound links</em> &#8211; artinya banyak situs lain yang &#8216;<em>vote</em>&#8216; untuk situs anda &#8211; adalah sesuatu yang sangat diperhatikan oleh mesin pencari. Dan seperti yang akan atau mungkin sudah anda pahami, kalau anda bisa menghindari tautan yang &#8216;tidak berkualitas&#8217;, maka link yang anda dapat akan mendongkrak posisi di mesin pencari, dan memang itu yang anda mau kan?</p><h2>Topical authority</h2><p>Pertama harus dijelaskan dulu tentang <em>topical community</em>, yaitu perspektif yang dimiliki mesin pencari terhadap sekelompok website yang saling menaut dan memiliki kesamaan topik/tema.</p><p>Bisa dipastikan bahwa untuk setiap <em>niche</em> akan terbentuk komunitas atau hub inti dengan banyak situs dan tautan yang saling terhubung. Situs-situs ini dianggap sebagai <em>topical authority sites</em>, dan untuk <em>niche</em> atau sektor apapun yang anda terjuni, tujuan anda adalah untuk menempatkan situs anda sebagai bagian dari <em>authority </em>pada <em>niche</em> tersebut.</p><p>Tautan dari situs-situs dalam <em>topical community</em> punya nilai lebih karena dianggap besar kemungkinannya situs-situs tersebut saling mengevaluasi secara kritis dan objektif daripada situs lain yang tidak familier dengan topik komunitas tersebut.</p><h2>Topik Situs</h2><p>Topik utama sebuah situs (yang ditentukan mesin pencari dengan menganalisis halaman-halaman yang terkandung di dalamnya) mempengaruhi seberapa kuat halaman-halaman tersebut mampu menanjak menuju posisi puncak untuk pencarian <em>on-topic</em> (serupa) dan <em>off-topic</em> (beda niche).</p><p><em>Website </em>dengan sub-topik khusus mampu menempati posisi lebih tinggi daripada situs dengan topik umum (seperti blog bala-bala ini). Tapi ini bisa saja tidak berlaku bagi situs yang memang sudah mendapat <em>trust</em> dan <em>authority</em>. Contohnya <a href="http://www.bbc.co.uk" target="_blank">BBC</a> atau <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama" target="_blank">Wikipedia</a> yang meliput banyak topik yang luar biasa luasnya, walaupun sangat luas, situs-situs seperti ini mampu mendominasi mesin pencari untuk kebanyakan atau bahkan semua topik yang ada di dalamnya.</p><p>Yah&#8230; <em>big deal</em>, kebanyakan dari kita tidak akan membuat situs seperti kedua situs besar tersebut, jadi usahakan fokus saja.</p><h2>Arsitektur Situs</h2><p>Tentang struktur internal situs &#8211; bagaimana halaman saling terkait, bagaimana kategorisasi digunakan dan bagaimana konten tersegmentasi pada berbagai kategori.</p><p>Seperti halnya tautan eksternal yang dianggap sebagai <em>vote</em>, tautan dari satu halaman pada situs yang sama juga dianggap sebagai <em>vote</em>. <em>Internal linking</em> seperti ini diperhitungkan oleh mesin pencari sebagai poin tersendiri dalam kemudahan navigasi.</p><p>Cara anda men-<em>setup </em>situs menentukan; seberapa cepat situs tersebut dijelajah oleh bot mesin pencari, apakah semua halaman internal dapat ditemukan atau tidak, dan seberapa dominan halaman-halaman tersebut pada <a title="Komponen SERP: Search Engine Results Page" href="http://dhany.web.id/komponen-serp-search-engine-results-page.html">SERP</a>. Tentu hal ini harus didukung oleh kuantitas, <a title="Google Pagerank Masih Penting" href="http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html">Pagerank</a> dan kualitas tautan eksternal yang &#8216;menunjuk&#8217; situs anda.</p><p><strong>Tips:</strong></p><ul><li>Buat seksi-seksi/kategorisasi berbeda kemudian masukkan konten yang &#8216;cukup&#8217; ke dalam kategori-kategori tersebut. Lakukan <em>cross-link</em> (bisa dengan cara membuat halaman yang cocok untuk dua kategori atau lebih) tapi pastikan bahwa kategorisasi (dan sub-kategorisasi), serta konten yang dibuat jelas, bukan sekedar suka-suka dan tidak terkait (sekali lagi, blog bala-bala ini bukan contoh yang baik).</li><li>Gunakan menu navigasi untuk menandai seksi-seksi atau kategori utama dan munculkan navigasi ini pada seluruh halaman situs.</li><li>Kembangkan <em>reusable system</em> &#8211; kombinasi yang sudah dijelaskan di atas, yaitu strategi <em>internal linking</em> + navigasi standar agar halaman-halaman utama bisa terekspos secara maksimal.</li><li>Gunakan <em>sitemap</em> untuk membantu mesin pencari menemukan semua halaman pada situs (tanpa <em>sitemap</em> ranking situs tidak akan melorot, adapun tidak akan mendongkrak, tapi keberadaan <em>sitemap </em>mempermudah mesin pencari untuk menemukan dan meng-indeks halaman-halaman baru).</li></ul><h2>Kepercayaan (Trust)</h2><p>Lagi-lagi soal <em>trust</em>. Bagaimana cara mesin pencari menilai &#8216;<em>trust</em>&#8216;? Ini bukan pertanyaan yang gampang dijawab, dan jujur saja saya tidak tahu dan tidak ada yang tahu jawaban tepatnya (kecuali Google <em>dong</em>).</p><p>Bagaimana kita menganggap sebuah situs &#8216;terpercaya&#8217;? Nah, untuk ini lazimnya ada tiga cara:</p><ol><li>Sebuah situs kita percayai karena menyediakan informasi akurat, dapat diandalkan (<em>reliable</em>) dan tepat waktu.</li><li>Kita mempercayai sebuah situs karena hanya merekomendasikan situs-situs yang sesuai kriteria pertama di atas.</li><li>Sebuah situs mendapat <em>trust </em>dari kita karena direkomendasikan oleh situs-situs yang punya otoritas.</li></ol><p>Dengan kata lain, <em>trust </em>ditetapkan berdasarkan <em><a title="Relevansi - Apa sih yang Google Mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html">relevancy</a>, <a title="Authority: Apa sih yang Google Mau? - Bagian 2" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html">authority</a> </em>(poin 1 dan 3) dan &#8216;pola pergaulan&#8217; (poin 2). Kalau sebuah situs mendapat status <em>topical authority</em> dan menaut hanya ke situs-situs yang punya otoritas juga, maka situs tersebut &#8216;dipercaya&#8217; oleh mesin pencari.</p><p><strong>Tapi apa artinya kepercayaan ini?</strong></p><p><em>Trust </em>digunakan dalam konteks ini untuk mengevaluasi tautan yang menunjuk ke sebuah situs &#8211; sebuah <em>link </em>dari situs yang &#8216;terpercaya&#8217; akan punya nilai lebih daripada tautan dari situs yang &#8216;tidak terpercaya&#8217;.</p><p>Praktisnya: kalau Site A konsisten menaut ke situs-situs berkualitas tinggi (yang ditetapkan mesin pencari) dan kemudian Site A ini menaut ke situs anda, maka tautan yang anda dapat dari Site A punya nilai lebih di mata mesin pencari. Sedangkan <em>link </em>dari misal Site B, yang biasa menaut ke siapa saja tanpa peduli siapa yang ditaut dan bagaimana &#8216;reputasinya&#8217;, dianggap tidak berharga.</p><p>Jadi, <span style="text-decoration: underline;"><em>jaim </em>itu memang perlu</span>. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p><p><em>Trust </em>atau kepercayaan ini menjadi faktor yang semakin penting di masa yang akan datang, dengan berbagai perubahan pada algoritma mesin pencari yang mulai memperhitungkan dan memberi bobot besar pada sejarah situs (ranking, pola <em>link building</em>, pola menaut/<em>link-out</em>, pola penambahan konten, dlsb).<br /> Nah, cobalah untuk menjaga dan memperhatikan <em>track-record</em> situs anda dengan baik.</p><p>Fiuh&#8230; tepat 900 kata. Kurang lebihnya, hitung aja sendiri. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> Saatnya diakhiri &amp; have a nice weekend.<br /> Artikel selanjutnya tentang <em>link based ranking factors</em>. Jangan lupa <a title="Pantau Dhany.web.id via email" href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=dhany&amp;loc=en_US" target="_blank" rel="nofollow">pantau</a> ya.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html.pdf"> <span>SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Situs</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>6</slash:comments> </item> </channel> </rss>
