<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>Dhany.Web.id &#187; authority</title> <atom:link href="http://dhany.web.id/tag/authority/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://dhany.web.id</link> <description>SEO, Manajemen, Internet Marketing</description> <lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2011 06:47:50 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=278</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /> <item><title>Algoritma Penilaian Google Terkini</title><link>http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html</link> <comments>http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 26 Mar 2010 09:39:29 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[arsitektur situs]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[duplicate content]]></category> <category><![CDATA[hosting]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1249</guid> <description><![CDATA[Berikut ini intisari wawancara Matt Cutts dengan StoneTemple Consulting minggu lalu tentang algoritma penilaian ranking terkini di Google. 1. PageRank dan halaman terindeks Matt Cutts menyatakan bahwa jumlah halaman situs web yang diindeks oleh Google kira-kira setara dengan PageRank situs web tersebut. PageRank dipengaruhi kualitas dan kuantitas/jumlah tautan. Artinya, halaman-halaman pada situs anda akan banyak <a href="http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html#more-1249'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini intisari wawancara Matt Cutts dengan StoneTemple Consulting minggu lalu tentang algoritma penilaian <em>ranking </em>terkini di Google.</p><h2>1. PageRank dan halaman terindeks</h2><p>Matt Cutts menyatakan bahwa jumlah halaman situs web yang diindeks oleh Google kira-kira setara dengan PageRank situs web tersebut. PageRank dipengaruhi kualitas dan kuantitas/jumlah tautan. Artinya, halaman-halaman pada situs anda akan banyak terindeks jika memiliki  banyak <em>inbound link</em> berkualitas.</p><p>Kalau anda punya situs dengan konten/URL internal yang sangat banyak, maka tingkatkan PageRank situs agar Google mau &#8220;membaca&#8221; semua konten itu.</p><p>Untuk diingat/diketahui, bahwa Google  menggunakan<span id="more-1249"></span> PageRank <em>realtime </em>dalam algoritma penilaian, bukan PageRank yang  ditampilkan pada Google toolbar (atau <em>tool </em>lainnya).</p><h2>2. <em>Server hosting</em> yang lambat</h2><p>Kalau Google cuma bisa menjelajah dua halaman pada satu waktu karena <em>server hosting</em> yang lambat,  maka Google akan menerapkan <em>limit </em>atas untuk berapa banyak halaman  yang akan &#8220;dibaca&#8221;. Gunakan <a rel="nofollow" href="http://dhany.web.id/mwn" target="_blank"><em>server hosting</em> yang cepat</a> (aff) atau gunakan <em>dedicated server</em> kalau harus dan memungkinkan.</p><h2>3. Konten duplikat</h2><blockquote><p>&#8220;Imagine we crawl three pages from a site, and then we discover that the two other pages were duplicates of the third page. We&#8217;ll drop two out of the three pages and keep only one, and that&#8217;s why it looks like it has less good content.&#8221;</p></blockquote><p>Seperti disebutkan di poin 1, Google akan mengindeks halaman web berdasarkan PageRank. Kalau ditemukan konten duplikat, beberapa halaman akan &#8220;dibuang&#8221; dan terbuanglah kesempatan untuk mendapat <em>ranking</em>.</p><p>Matt kemudian &#8216;mengindikasikan&#8217; (tersirat, tidak tersurat) bahwa kalau sebuah halaman menaut ke halaman duplikat, maka penilaian PageRank menjadi kacau. Google juga akan mencoba untuk  &#8216;mengalihkan&#8217; PageRank dan membaca sinyal dari halaman duplikat ke halaman asli.</p><p>Jika anda menggunakan tag <strong>rel=canonical</strong> pada semua halaman maka halaman-halaman tersebut seharusnya tidak berupa duplikat yang sama persis tetapi bersifat duplikat konsep,  atau hal-hal yang terkait dengan topik konten.</p><blockquote><p>&#8220;It&#8217;s totally fine for a page to link to itself with rel=canonical, and it&#8217;s also totally fine, at least with Google, to have rel=canonical on every page on your site.&#8221;</p></blockquote><p>Google tidak  selalu mematuhi tag <em>canonical</em>:</p><blockquote><p>&#8220;The crawling and indexing team wants to reserve the ultimate right to determine if the site owner is accidentally shooting themselves in the foot and not listen to the rel=canonical tag.&#8221;</p></blockquote><h2>4. Halaman afiliasi</h2><p>Kalau sebuah situs web hanya berupa situs afiliasi yang sangat mirip dengan situs/halaman lain  (cuma beda logo, dll) maka halaman ini tidak akan  mendapatkan <em>ranking</em>.</p><p>Kalau Google mendeteksi <em>link </em>afiliasi (<em>affiliate link</em>) maka <em>link </em>ini tidak akan memberikan PageRank atau otoritas apapun.</p><h2>5. Pengalihan (<em>redirection</em>) dan PageRank</h2><p>Jika Anda mengubah nama  domain atau mengalihkan halaman lama ke halaman baru dengan <strong>301 redirect</strong> maka <em>link power</em> akan disalurkan ke nama domain atau alamat  baru tapi kekuatannya berkurang. <a id="aptureLink_IKmGjkB5wg" href="http://en.wikipedia.org/wiki/HTTP%20301">301 redirect</a> tidak mengalihkan PageRank secara penuh.</p><p>Pikirkan dan pilih struktur permalink atau URL pada blog/situs web anda sejak dini. Mengubah struktur di belakang hari akan sangat merepotkan dan secara signifikan menurunkan penilaian dan ranking/posisi di mesin pencari.</p><h2>6. Panjang konten</h2><blockquote><p>&#8220;If there are a large number of pages that we consider low value, then we might not crawl quite as many pages from that site, but that is independent of rel=canonical.&#8221;</p></blockquote><p>Kalau anda memiliki banyak  halaman web dengan tulisan yang terlalu sedikit maka Google akan &#8220;malas&#8221;  menjelajah situs anda. Matt menyarankan bahwa setiap halaman web punya konten yang &#8216;cukup&#8217;:</p><blockquote><p>&#8220;You really want to have most of your pages have actual products with lots of text on them.&#8221;</p></blockquote><h2>7. PageRank <em>sculpting </em>dan  navigasi situs</h2><p>Google tidak suka anda &#8220;memahat&#8221; situs hanya untuk alasan PageRank. Cara tepat untuk menyalurkan <em>link juice/link power</em> dari satu halaman ke halaman lain adalah dengan menggunakan navigasi yang baik.</p><blockquote><p>&#8220;Site architecture, how you make links and structure appear on a page in a way to get the most people to the products that you want them to see, is really a better way to approach it than trying to do individual sculpting of PageRank on links.&#8221;</p><p>&#8220;You can distribute that PageRank very carefully between related products, and use related links straight to your product pages rather than into your navigation. I think there are ways to do that without necessarily going towards trying to sculpt PageRank.&#8221;</p></blockquote><h2>8. JavaScript dan <em>link </em>navigasi situs</h2><p>Jangan gunakan JavaScript link untuk navigasi situs anda karena Google tidak akan (walaupun bisa) membaca tautan tersebut, sehingga PageRank dan link power &#8220;tidak tersalur&#8221;.</p><blockquote><p>&#8220;For a while, we were scanning within JavaScript, and we were looking for links. Google has gotten smarter about JavaScript and can execute some JavaScript.</p><p>I wouldn&#8217;t say that we execute all JavaScript, so there are some conditions in which we don&#8217;t execute JavaScript.</p><p>We do have the ability to execute a large fraction of JavaScript when we need or want to. One thing to bear in mind if you are advertising via JavaScript is that you can use NoFollow on JavaScript links.&#8221;</p></blockquote><h2>9. Tautan berbayar</h2><p>Google tidak mau iklan mempengaruhi penilaiannya dan nampaknya akan menggunakan lebih banyak tenaga manusia/<em>reviewer </em>untuk melaporkan lebih banyak <em>link </em>spam dalam beberapa bulan mendatang. Matt Cutts mengatakan  bahwa Google &#8220;melakukan banyak hal&#8221; untuk mendeteksi <em>advertising </em>dan  memastikan bahwa <em>link </em>iklan tidak akan terlalu mempengaruhi penilaian Google.</p><p><strong>Kesimpulan:</strong> Jika Anda ingin  memanfaatkan algoritma penilaian Google terkini dan mendapat posisi teratas di Google, anda harus menggunakan metode  optimasi mesin pencari (SEO &#8211; Search Engine Optimization) yang mengarah pada hasil yang tahan lama. Jangan menipu mesin pencari dan jangan menipu penggunanya. <em>If you want love, don&#8217;t cheat</em>. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><p>Lihat <a href="http://www.stonetemple.com/articles/interview-matt-cutts-012510.shtml" target="_blank">wawancara aslinya</a>.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html.pdf"> <span>Algoritma Penilaian Google Terkini</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> <item><title>Membuat Rencana SEO</title><link>http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html</link> <comments>http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 29 Jan 2010 12:14:34 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Manajemen]]></category> <category><![CDATA[arsitektur situs]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[duplicate content]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[planning]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[sitemap]]></category> <category><![CDATA[trust]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=676</guid> <description><![CDATA[Sia-sia saja punya informasi tapi tidak punya pengetahuan dan keinginan untuk menggunakannya secara efektif. Anda sedang membaca salah satu artikel Panduan SEO, jadi saya anggap anda punya keinginan untuk memanfaatkan ilmu SEO. Setelah punya keinginan, anda harus punya rencana. Dalam ilmu manajemen, rencana terbaik adalah rencana yang fleksibel, tapi mengandung detail yang cukup untuk memandu <a href="http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html#more-676'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Sia-sia saja punya informasi tapi tidak punya pengetahuan dan keinginan untuk menggunakannya secara efektif. Anda sedang membaca salah satu artikel <a href="http://dhany.web.id/panduan-seo">Panduan SEO</a>, jadi saya anggap anda punya keinginan untuk memanfaatkan ilmu SEO.</p><p>Setelah punya keinginan, anda harus punya rencana. Dalam ilmu manajemen, rencana terbaik adalah rencana yang fleksibel, tapi mengandung detail yang cukup untuk memandu anda dan memungkinkan anda untuk memodifikasinya sesuai kebutuhan.</p><p>Artikel ini akan memperkenalkan 4 fase dalam perencanaan SEO.</p><p>Kenapa 4, bukan 5 atau 3? Yah, karena buat saya 4 langkah ini memberikan hasil terbaik &#8211; dan 4 langkah ini adalah <em>template </em>dasar untuk kampanye SEO yang biasa saya lakukan. Empat fase ini bukan sesuatu yang baku, silakan saja anda ubah (bukan dikurangi substansinya). Misal pada fase peluncuran situs, kalau anda merasa fase tersebut sebaiknya dipecah menjadi 2, lakukan saja. Kemudian kalau anda mau menggabungkan langkah 2 dan 3 (optimalisasi situs dan peluncuran situs), silakan gabungkan. Bebas.</p><p>Apapun perubahan yang anda buat, tetap lakukan langkah-langkah yang harus dilakukan, diubah boleh, dikurangi jangan. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-676"></span></p><h2>Fase 1: Riset</h2><p>Ini bagian penting pertama dari perencanaan SEO dan sebetulnya tidak terlalu sulit dan membosankan seperti yang diduga banyak calon pejuang SEO.</p><p>Harus diakui, saya bukan orang yang suka tenggelam dalam perencanaan dan riset ini. Saya sendiri biasanya &#8216;<em>just do it</em>&#8216; dan memperbaiki berbagai hal belakangan. Riset harus dilakukan, tapi jangan sampai membuat anda terlalu banyak menimbang sehingga tidak pernah beraksi.</p><p>Fase riset ini juga sangat mudah dilewatkan, bisa karena tidak tahu caranya, bisa karena godaan untuk &#8216;<em>just do it</em>&#8216; terlalu tinggi pada saat menemukan sesuatu yang menurut anda menarik.</p><p>Apapun alasannya, ingat satu hal; kalau anda ingin menaklukkan segmen pasar yang diincar, anda HARUS melakukan riset. Titik.</p><p><strong>Penentuan Tujuan</strong></p><p>Apa tujuan situs anda, bayangkan audien ideal untuk situs tersebut.</p><p><em><strong>Keyword Research</strong></em></p><p>Kalau anda sudah tahu topik yang akan diambil (dan punya gambaran tentang audien anda), kumpulkan kata kunci apa saja yang biasa digunakan dan data yang terkait dengan <em>keyword </em>tersebut.</p><p><em><strong>Competitive Analysis</strong></em></p><p>Analisis persaingan yang akan dihadapi. Siapa yang menjadi pesaing, dan apa yang sudah mereka lakukan dalam SEO/<em>online marketing</em>.</p><h2>Fase 2: Membangun/Optimalisasi Situs</h2><p>Fase ini berbeda untuk tiap proyek SEO, tergantung pada apakah situs tersebut baru atau lama/mapan.</p><p><strong><em>Keyword </em>dan Konten Situs</strong></p><p>Bagaimana cara menggunakan <em>keyword </em>pada situs anda, bagaimana memecah kata-kata kunci tersebut pada beberapa halaman dan bagaimana cara mengorganisir situs berdasarkan kata kunci.</p><p><em><strong>On-Page SEO</strong></em></p><p>Optimalisasi elemen halaman situs; tag title, tag meta, penggunaan keyword dan hindari duplikasi konten.</p><p><strong>Arsitektur Situs</strong></p><p><a title="SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Situs" href="http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html">Arsitektur situs</a> adalah tentang bagaimana anda mengatur halaman-halaman situs (<em>internal linking</em>), <em>search engine friendly</em> URL dan penggunaan <em>sitemap</em>.</p><h2>Fase 3: Peluncuran Situs</h2><p><strong>Dasar-dasar <em>Link Building</em></strong></p><p>Hal-hal dasar pada praktek <em>link building</em> yang efektif, jenis tautan yang dibutuhkan, dan bagaimana anda akan melakukannya dalam jangka panjang.</p><p><em><strong>Site Launch Links</strong></em></p><p>Jenis-jenis tautan yang dibutuhkan saat situs diluncurkan (<em>go online</em>) agar eksistensinya diketahui mesin pencari, agar halaman-halaman situs ter-indeks dan sekaligus terdongkrak posisinya karena <a title="trust dan authority - Apa sih yang Google mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html"><em>trust </em>dan </a><em><a title="trust dan authority - Apa sih yang Google mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html">authority</a> </em>yang diperoleh.</p><h2>Fase 4: SEO Jangka Panjang</h2><p>Sudah dijelaskan dari awal bahwa <a title="Pola Pikir SEO" href="http://dhany.web.id/pola-pikir-seo.html"><em>Search Engine Marketing</em> adalah komitmen jangka panjang</a> dan harus dilakukan secara konsisten. Ini berarti anda harus konsisten membangun konten, konsisten melakukan <em>link building</em> dan konsisten memonitor hasil pekerjaan anda (berdasarkan trafik dan posisi pada SERP), kemudian lakukan <em>fine tuning</em> (penyempurnaan) pada aktivitas SEO anda.</p><p><strong>Sumber-sumber Tautan</strong></p><p>Dari mana situs anda mendapat tautan? Nanti akan ditunjukkan 10 sumber tautan dan cara menemukannya.</p><p><em><strong>Link Partner</strong></em></p><p>Bagaimana menggunakan mesin pencari untuk menemukan <em>link partner</em> yang potensial.</p><p><strong>Penilaian Tautan</strong></p><p>Bagaimana menilai kualitas sebuah tautan, dan bagaimana kualitas ini mempengaruhi praktek <em>link building</em>.</p><p><strong>Konten Berkualitas</strong></p><p>Konten bagaimana yang tepat untuk menyisipkan tautan dan bagaimana membentuk kebiasaan untuk membuat konten berkualitas.</p><p><em><strong>Monitoring</strong></em></p><p>Menggunakan <em>tools analisis</em> dan <em>search ranking data</em> untuk mempersempit dan mengarahkan kampanye SEO/<em>link building</em>.</p><p>Itulah hal-hal yang harus anda ketahui dan cantumkan pada saat membuat rencana SEO. Ini hanya gambaran dulu. Setiap fase diatas akan dijelaskan dalam artikel-artikel tersendiri.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html.pdf"> <span>Membuat Rencana SEO</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>13</slash:comments> </item> <item><title>SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Tautan</title><link>http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-2.html</link> <comments>http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-2.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 21 Jan 2010 05:51:13 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[anchor text]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[link age]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[link growth]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[sandbox]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[topical authority]]></category> <category><![CDATA[trust]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=625</guid> <description><![CDATA[Link based analysis membentuk inti algoritma penilaian oleh mesin pencari, bahkan site based factors yang dijelaskan sebelumnya memperhitungkan tautan/link pada satu atau beberapa bagian. Nah, saya tidak ingin terobsesi dengan urusan link, tapi tetap harus dijelaskan sepenting apa link-based factors ini terhadap posisi situs anda di mesin pencari. Jadi bagaimana cara membangun tautan (link building) <a href="http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-2.html#more-625'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><em>Link based analysis</em> membentuk inti algoritma penilaian oleh mesin pencari, bahkan <em>site based factors</em> yang dijelaskan sebelumnya memperhitungkan tautan/link pada satu atau beberapa bagian.</p><p>Nah, saya tidak ingin terobsesi dengan urusan <em>link</em>, tapi tetap harus dijelaskan sepenting apa <em>link-based factors</em> ini terhadap posisi situs anda di mesin pencari.</p><p>Jadi bagaimana cara membangun tautan (<em>link building</em>) yang tepat? Silakan lahap artikel 2 bagian ini sampai habis.<span id="more-625"></span></p><h2>Usia Tautan (<em>Link Age</em>)</h2><p>Seiring dengan perkembangan teknologi pencarian, mesin-mesin pencari terus berupaya untuk menyaring konten spam dari <a title="Komponen SERP: Search Engine Results Page" href="http://dhany.web.id/komponen-serp-search-engine-results-page.html">halaman hasil pencarian (SERP &#8211; <em>Search Engine Result Page</em>)</a>, salah satu caranya berdasarkan otoritas (<em>authority</em>) dan kualitas tautan dengan menilai <em>link age</em>. Apa itu <em>link age</em>? Yaitu waktu sejak pertama kali ditemukannya sebuah tautan oleh mesin pencari.</p><p>Ini terkait erat dengan <a title="Google Sandbox – Indikator Kualitas Berbasis Waktu" href="http://dhany.web.id/google-sandbox-indikator-kualitas-berbasis-waktu.html">penjelasan tentang <em>Sandbox</em></a>. Situs-situs yang sudah <em>online </em>cukup lama dan mapan biasanya punya sifat berikut; tautan yang sudah &#8216;berumur&#8217;, halaman-halaman internal yang saling terkait, dan &#8216;gelar&#8217; <em>topical authority</em>. Mesin pencari menggunakan profil generik ini sebagai ukuran kepercayaan (<em>trust</em>). Bagi anda pelaku SEO, tautan berkualitas harus punya usia tertentu sebelum efeknya dapat dirasakan secara maksimal.</p><p>Aspek usia tautan juga berkaitan dengan penilaian atas seberapa permanen tautan tersebut merujuk sumber lainnya. Suka atau tidak, tautan yang berumur diberi nilai lebih karena dianggap memiliki nilai referensi jangka panjang &#8211; Perihal apakah tautan ini sebetulnya lupa dihapus oleh pemilik situs atau memang sengaja dipelihara, itu lain cerita.</p><h2><em>Link Growth</em></h2><p>Terjemahan langsungnya apa ya? Intinya, mesin pencari &#8216;memantau&#8217; apakah tautan ke sebuah situs atau halaman web terus bertambah dalam suatu periode.</p><p>Sebuah situs atau web page (sudah tahu bedanya kan?) yang terus mendapat tautan (dijadikan referensi) di masa yang akan datang adalah indikasi kuat bahwa informasinya masih relevan dan berguna, ini kunci untuk mendapatkan otoritas di mata mesin pencari.</p><p>Mesin-mesin pencari sangat efektif dalam mengukur pertumbuhan tautan&#8230; halah&#8230; <em>link growth</em> dan dalam menganalisis apakah pola pertumbuhannya alami atau artifisial (buatan).</p><p>Kekurangan metode ini adalah bahwa situs-situs populer akan terus mendapat tautan, sementara situs-situs yang kurang populer dan tidak banyak menawarkan nilai tambah tidak akan sesukses itu karena hanya sedikit orang yang menemukan dan menaut. Yang &#8216;kaya&#8217; makin kaya dengan cepat, yang &#8216;miskin&#8217; lama kayanya.</p><h2><em>Anchor text</em> pada tautan</h2><p><em>Anchor text</em> digunakan untuk &#8216;menjelaskan&#8217; tujuan sebuah tautan &#8211; misal sebuah link ke halaman yang berisi review tentang headset Bluetooth, idealnya memiliki <em>anchor text</em> &#8216;Review headset Bluetooth&#8217; atau &#8216;Bluetooth headset reviews&#8217; kalau halaman tersebut in English.</p><p>Mesin pencari menggunakan <em>anchor text</em> untuk men-judge topik tautan dari &#8216;penjelasan&#8217; yang diberikan situs yang menaut. Tentu saja ini mudah dimanipulasi. Dugaan saya, untuk meminimalisirnya mesin pencari menggabungkan kepercayaan (<em>trust</em>) terhadap halaman dan situsnya dengan <em>anchor text</em> yang ditampilkan.</p><p>Maksudnya, mesin pencari bukan hanya melihat <em>anchor text</em>-nya, tapi juga konten yang mengelilingi tautan tersebut &#8211; dan sebetulnya konteks konten ini lebih efektif dalam &#8216;menjelaskan&#8217; tautan daripada <em>anchor text</em> tautan itu sendiri.</p><h2><em>Topical authority</em> halaman yang menaut</h2><p>Seperti yang dijelaskan dalam artikel sebelumnya tentang <a title="SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Situs" href="http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html">faktor-faktor penilaian mesin pencari pada sebuah situs</a>, <em>topical authority</em> ditentukan dengan mengevaluasi nilai agregat/umum seluruh referensi ke sebuah halaman, baik dari lingkup <em>topical community</em> dan dari luar.</p><p>Mendapat link dari halaman dengan topical authority yang sesuai dengan niche situs atau topik halaman web anda adalah cara fokus (walaupun relatif lebih sulit) untuk memapankan otoritas situs atau halaman web anda dibandingkan dengan hanya mengandalkan <a title="Google Pagerank Masih Penting" href="http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html">PageRank/PR</a>, meski PageRank mempengaruhi <em>link value</em> juga (dan lebih gampang karena PageRank mudah terlihat).</p><h2><em>Topical authority</em> situs yang menaungi halaman yang menaut</h2><p>Bingung? <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> Intinya sama dengan di atas, hanya, yang satu ini diterapkan dengan fokus website secara menyeluruh alih-alih satu halaman tertentu.</p><p>Sementara sudah dulu. Lanjut ke Faktor Penilaian Berdasarkan Tautan Bagian 2 dalam artikel berikutnya.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-2.html.pdf"> <span>SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Tautan</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-2.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>8</slash:comments> </item> <item><title>SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Situs</title><link>http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html</link> <comments>http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 15 Jan 2010 01:33:50 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[arsitektur situs]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[link popularity]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[topical authority]]></category> <category><![CDATA[trust]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=561</guid> <description><![CDATA[Selain faktor pemeringkatan on-page dan link based (link based ranking factors &#8211; akan dibahas dalam artikel selanjutnya), ada sejumlah faktor yang diperhitungkan untuk menilai domain (website) itu secara menyeluruh (bukan halaman secara individu &#8211; web page). Memang faktor domain/situs ini kemudian mempengaruhi lagi halaman web. Sebelum diteruskan, harap pahami dulu perbedaan website dan web page. <a href="http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html#more-561'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Selain faktor pemeringkatan <em>on-page</em> dan <em>link based</em> (<em>link based ranking factors</em> &#8211; akan dibahas dalam artikel selanjutnya), ada sejumlah faktor yang diperhitungkan untuk menilai domain (<em>website</em>) itu secara menyeluruh (bukan halaman secara individu &#8211; <em>web page</em>). Memang faktor domain/situs ini kemudian mempengaruhi lagi halaman web. Sebelum diteruskan, harap pahami dulu perbedaan <em>website </em>dan <em>web page</em>.</p><h2>Link Popularity</h2><p><em>Link popularity</em> adalah ukuran yang menyatakan jumlah tautan yang menunjuk/mengarah ke sebuah website. Mesin pencari melibatkan kualitas tautan (<em>link quality</em>)  untuk mengevaluasi nilai dan seberapa penting tautan-tautan ini, kemudian memberi bobot yang berbeda pada tiap tautan tergantung pada kualitasnya (<em>link quality</em> akan dibahas lebih lanjut dalam artikel tentang <em>link building</em>).</p><p>Kenapa <em>link popularity</em> ini harus diperhatikan? <span id="more-561"></span>Karena seperti halnya <em>link quality</em>, punya banyak <em>inbound links</em> &#8211; artinya banyak situs lain yang &#8216;<em>vote</em>&#8216; untuk situs anda &#8211; adalah sesuatu yang sangat diperhatikan oleh mesin pencari. Dan seperti yang akan atau mungkin sudah anda pahami, kalau anda bisa menghindari tautan yang &#8216;tidak berkualitas&#8217;, maka link yang anda dapat akan mendongkrak posisi di mesin pencari, dan memang itu yang anda mau kan?</p><h2>Topical authority</h2><p>Pertama harus dijelaskan dulu tentang <em>topical community</em>, yaitu perspektif yang dimiliki mesin pencari terhadap sekelompok website yang saling menaut dan memiliki kesamaan topik/tema.</p><p>Bisa dipastikan bahwa untuk setiap <em>niche</em> akan terbentuk komunitas atau hub inti dengan banyak situs dan tautan yang saling terhubung. Situs-situs ini dianggap sebagai <em>topical authority sites</em>, dan untuk <em>niche</em> atau sektor apapun yang anda terjuni, tujuan anda adalah untuk menempatkan situs anda sebagai bagian dari <em>authority </em>pada <em>niche</em> tersebut.</p><p>Tautan dari situs-situs dalam <em>topical community</em> punya nilai lebih karena dianggap besar kemungkinannya situs-situs tersebut saling mengevaluasi secara kritis dan objektif daripada situs lain yang tidak familier dengan topik komunitas tersebut.</p><h2>Topik Situs</h2><p>Topik utama sebuah situs (yang ditentukan mesin pencari dengan menganalisis halaman-halaman yang terkandung di dalamnya) mempengaruhi seberapa kuat halaman-halaman tersebut mampu menanjak menuju posisi puncak untuk pencarian <em>on-topic</em> (serupa) dan <em>off-topic</em> (beda niche).</p><p><em>Website </em>dengan sub-topik khusus mampu menempati posisi lebih tinggi daripada situs dengan topik umum (seperti blog bala-bala ini). Tapi ini bisa saja tidak berlaku bagi situs yang memang sudah mendapat <em>trust</em> dan <em>authority</em>. Contohnya <a href="http://www.bbc.co.uk" target="_blank">BBC</a> atau <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama" target="_blank">Wikipedia</a> yang meliput banyak topik yang luar biasa luasnya, walaupun sangat luas, situs-situs seperti ini mampu mendominasi mesin pencari untuk kebanyakan atau bahkan semua topik yang ada di dalamnya.</p><p>Yah&#8230; <em>big deal</em>, kebanyakan dari kita tidak akan membuat situs seperti kedua situs besar tersebut, jadi usahakan fokus saja.</p><h2>Arsitektur Situs</h2><p>Tentang struktur internal situs &#8211; bagaimana halaman saling terkait, bagaimana kategorisasi digunakan dan bagaimana konten tersegmentasi pada berbagai kategori.</p><p>Seperti halnya tautan eksternal yang dianggap sebagai <em>vote</em>, tautan dari satu halaman pada situs yang sama juga dianggap sebagai <em>vote</em>. <em>Internal linking</em> seperti ini diperhitungkan oleh mesin pencari sebagai poin tersendiri dalam kemudahan navigasi.</p><p>Cara anda men-<em>setup </em>situs menentukan; seberapa cepat situs tersebut dijelajah oleh bot mesin pencari, apakah semua halaman internal dapat ditemukan atau tidak, dan seberapa dominan halaman-halaman tersebut pada <a title="Komponen SERP: Search Engine Results Page" href="http://dhany.web.id/komponen-serp-search-engine-results-page.html">SERP</a>. Tentu hal ini harus didukung oleh kuantitas, <a title="Google Pagerank Masih Penting" href="http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html">Pagerank</a> dan kualitas tautan eksternal yang &#8216;menunjuk&#8217; situs anda.</p><p><strong>Tips:</strong></p><ul><li>Buat seksi-seksi/kategorisasi berbeda kemudian masukkan konten yang &#8216;cukup&#8217; ke dalam kategori-kategori tersebut. Lakukan <em>cross-link</em> (bisa dengan cara membuat halaman yang cocok untuk dua kategori atau lebih) tapi pastikan bahwa kategorisasi (dan sub-kategorisasi), serta konten yang dibuat jelas, bukan sekedar suka-suka dan tidak terkait (sekali lagi, blog bala-bala ini bukan contoh yang baik).</li><li>Gunakan menu navigasi untuk menandai seksi-seksi atau kategori utama dan munculkan navigasi ini pada seluruh halaman situs.</li><li>Kembangkan <em>reusable system</em> &#8211; kombinasi yang sudah dijelaskan di atas, yaitu strategi <em>internal linking</em> + navigasi standar agar halaman-halaman utama bisa terekspos secara maksimal.</li><li>Gunakan <em>sitemap</em> untuk membantu mesin pencari menemukan semua halaman pada situs (tanpa <em>sitemap</em> ranking situs tidak akan melorot, adapun tidak akan mendongkrak, tapi keberadaan <em>sitemap </em>mempermudah mesin pencari untuk menemukan dan meng-indeks halaman-halaman baru).</li></ul><h2>Kepercayaan (Trust)</h2><p>Lagi-lagi soal <em>trust</em>. Bagaimana cara mesin pencari menilai &#8216;<em>trust</em>&#8216;? Ini bukan pertanyaan yang gampang dijawab, dan jujur saja saya tidak tahu dan tidak ada yang tahu jawaban tepatnya (kecuali Google <em>dong</em>).</p><p>Bagaimana kita menganggap sebuah situs &#8216;terpercaya&#8217;? Nah, untuk ini lazimnya ada tiga cara:</p><ol><li>Sebuah situs kita percayai karena menyediakan informasi akurat, dapat diandalkan (<em>reliable</em>) dan tepat waktu.</li><li>Kita mempercayai sebuah situs karena hanya merekomendasikan situs-situs yang sesuai kriteria pertama di atas.</li><li>Sebuah situs mendapat <em>trust </em>dari kita karena direkomendasikan oleh situs-situs yang punya otoritas.</li></ol><p>Dengan kata lain, <em>trust </em>ditetapkan berdasarkan <em><a title="Relevansi - Apa sih yang Google Mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html">relevancy</a>, <a title="Authority: Apa sih yang Google Mau? - Bagian 2" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html">authority</a> </em>(poin 1 dan 3) dan &#8216;pola pergaulan&#8217; (poin 2). Kalau sebuah situs mendapat status <em>topical authority</em> dan menaut hanya ke situs-situs yang punya otoritas juga, maka situs tersebut &#8216;dipercaya&#8217; oleh mesin pencari.</p><p><strong>Tapi apa artinya kepercayaan ini?</strong></p><p><em>Trust </em>digunakan dalam konteks ini untuk mengevaluasi tautan yang menunjuk ke sebuah situs &#8211; sebuah <em>link </em>dari situs yang &#8216;terpercaya&#8217; akan punya nilai lebih daripada tautan dari situs yang &#8216;tidak terpercaya&#8217;.</p><p>Praktisnya: kalau Site A konsisten menaut ke situs-situs berkualitas tinggi (yang ditetapkan mesin pencari) dan kemudian Site A ini menaut ke situs anda, maka tautan yang anda dapat dari Site A punya nilai lebih di mata mesin pencari. Sedangkan <em>link </em>dari misal Site B, yang biasa menaut ke siapa saja tanpa peduli siapa yang ditaut dan bagaimana &#8216;reputasinya&#8217;, dianggap tidak berharga.</p><p>Jadi, <span style="text-decoration: underline;"><em>jaim </em>itu memang perlu</span>. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p><p><em>Trust </em>atau kepercayaan ini menjadi faktor yang semakin penting di masa yang akan datang, dengan berbagai perubahan pada algoritma mesin pencari yang mulai memperhitungkan dan memberi bobot besar pada sejarah situs (ranking, pola <em>link building</em>, pola menaut/<em>link-out</em>, pola penambahan konten, dlsb).<br /> Nah, cobalah untuk menjaga dan memperhatikan <em>track-record</em> situs anda dengan baik.</p><p>Fiuh&#8230; tepat 900 kata. Kurang lebihnya, hitung aja sendiri. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> Saatnya diakhiri &amp; have a nice weekend.<br /> Artikel selanjutnya tentang <em>link based ranking factors</em>. Jangan lupa <a title="Pantau Dhany.web.id via email" href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=dhany&amp;loc=en_US" target="_blank" rel="nofollow">pantau</a> ya.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html.pdf"> <span>SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Situs</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>6</slash:comments> </item> <item><title>Google Pagerank Masih Penting</title><link>http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html</link> <comments>http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 07 Jan 2010 23:19:50 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[crawling frequency]]></category> <category><![CDATA[link popularity]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=365</guid> <description><![CDATA[Belakangan ini berkembang pandangan bahwa PageRank (PR) sudah tidak penting, tapi kalau saya amati pernyataan tersebut seringkali terlalu didramatisir dan mencerminkan persepsi terbatas (mungkin juga disebabkan frustasi karena periode pembaruan nilai PageRank yang terlalu lama, sehingga efeknya sulit diamati). Google PageRank masih penting. Pernyataan ini bukan karena alasan komersil penggunaan PageRank untuk patokan harga dalam <a href="http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html#more-365'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini berkembang pandangan bahwa <em>PageRank</em> (PR) sudah tidak penting, tapi kalau saya amati pernyataan tersebut seringkali terlalu didramatisir dan mencerminkan persepsi terbatas (mungkin juga disebabkan frustasi karena periode pembaruan nilai PageRank yang terlalu lama, sehingga efeknya sulit diamati).</p><p><span style="text-decoration: underline;">Google PageRank masih penting</span>. Pernyataan ini bukan karena alasan komersil penggunaan PageRank untuk patokan harga dalam aktivitas jual beli tautan, namun karena kenyataannya Google juga masih menggunakan PageRank dalam <span id="more-365"></span>proses <em>crawling, indexing, dan ranking</em>-nya.</p><h2>Bagaimana PageRank (PR) mempengaruhi situs anda?</h2><ul><li>Sebuah halaman situs (<em>web page</em>) butuh level PR tertentu sebelum <a title="memahami mesin pencari" href="http://dhany.web.id/memahami-mesin-pencari-search-engine.html">Google bot</a> mengunjunginya &#8211; jadi agar situs anda terjelajah sepenuhnya oleh Google (Google membaca semua halaman pada situs), situs tersebut harus mendapat PageRank tertentu. Perhatikan, tool apapun yang anda pakai untuk melihat PageRank <span style="text-decoration: underline;">semuanya menampilkan PR yang sudah <em>out-of-date</em>,</span> tapi itulah indikator terbaik yang kita punya.</li><li>Walaupun tidak selalu benar, PageRank tinggi sering dihubungkan dengan situs-situs yang <a title="Apa sih yang Google Mau? - Bagian 2" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html">punya otoritas (<em>authority</em>)</a>. Tautan dari halaman/situs dengan PR tinggi (tentu bila sekaligus relevan dan tepat konteks) adalah cara yang baik untuk membangun <em>authority links</em>.</li><li>Kalau semua aspek dianggap sama, tautan dengan PageRank tinggi lebih berharga daripada tautan dengan PR rendah.</li><li>PageRank sekaligus berperan dalam mengukur <strong><em>link popularity</em></strong> (berapa banyak tautan &#8216;menunjuk&#8217; sebuah situs/halaman web), dan setelah kita tahu bahwa <a title="Faktor yang dinilai oleh mesin telusur Internet selain Google" href="http://dhany.web.id/bagaimana-dengan-mesin-pencari-lain.html">Yahoo dan MSN</a> memberi bobot lebih pada <em>link popularity</em>, maka PR dapat menjadi indikator yang baik untuk mengetahui bagaimana situs anda akan tampil di mesin pencari.</li></ul><p>PageRank kalau berdiri sendiri tidak menjamin posisi di mesin pencari. Situs dengan PR tinggi belum tentu posisinya top pada <a title="Komponen SERP: Search Engine Results Page" href="http://dhany.web.id/komponen-serp-search-engine-results-page.html">SERP</a>. Jadi jangan terlalu &#8216;membanggakan dan mendambakan&#8217; PageRank tinggi.</p><p>Meski demikian <em>Google PageRank</em> masih menjadi metrik penting dalam memperhitungkan nilai tautan dan berperan terbatas dalam memberi peringkat pada halaman hasil pencarian.</p><p>Catatan: Untuk mengetahui<em> Google Pagerank</em> situs anda, gunakan tool gratis <em><a href="http://toolbar.google.com/" target="_blank">Google toolbar</a></em> atau favorit saya <em><a href="https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/321" target="_blank">plugin Search Status</a></em> untuk peramban Firefox.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html.pdf"> <span>Google Pagerank Masih Penting</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> <item><title>Google Sandbox &#8211; Indikator Kualitas Berbasis Waktu</title><link>http://dhany.web.id/google-sandbox-indikator-kualitas-berbasis-waktu.html</link> <comments>http://dhany.web.id/google-sandbox-indikator-kualitas-berbasis-waktu.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 06 Jan 2010 00:53:53 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[link age]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[sandbox]]></category> <category><![CDATA[site age]]></category> <category><![CDATA[trust]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=360</guid> <description><![CDATA[Terlepas dari percaya bahwa &#8216;Google Sandbox&#8216; ini eksis atau tidak, tetap harus diingat bahwa Google menetapkan kualitas (sebuah situs/website atau halaman web/webpage) menggunakan sejumlah indikator berbasis waktu. Indikator ini berhubungan dengan profil dan usia tautan (link age), profil dan usia situs itu sendiri (site age/domain age) dan juga faktor-faktor lainnya. Faktanya tidak ada &#8216;orang luar&#8217; <a href="http://dhany.web.id/google-sandbox-indikator-kualitas-berbasis-waktu.html#more-360'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Terlepas dari percaya bahwa &#8216;<em>Google Sandbox</em>&#8216; ini eksis atau tidak, tetap harus diingat bahwa Google <span style="text-decoration: underline;">menetapkan kualitas</span> (sebuah situs/<em>website</em> atau halaman web/<em>webpage</em>) <span style="text-decoration: underline;">menggunakan sejumlah indikator berbasis waktu</span>.</p><p>Indikator ini berhubungan dengan profil dan usia tautan (<em>link age</em>), profil dan usia situs itu sendiri (<em>site age<strong>/</strong>domain age</em>) dan juga faktor-faktor lainnya. Faktanya tidak ada &#8216;orang luar&#8217; yang bisa tahu (atau &#8216;sok tahu&#8217;) dengan tepat faktor apa saja yang Google pakai atau bagaimana cara Google menggunakannya.</p><p>Apa yang kita tahu pasti adalah <span id="more-360"></span>Google menggunakan indikator berbasis waktu untuk &#8216;mempercayai&#8221; sebuah website. Cara terbaik untuk menyikapi fakta ini adalah dengan terus melakukan <em>link building</em> yang biasa anda lakukan, tapi upayakan untuk memperoleh tautan &#8216;terbaik&#8217; sedini mungkin, kemudian jangan lupa perhitungkan faktor waktu dalam ekspektasi anda. Dengan kata lain, posisi situs anda di Google saat ini adalah hasil yang anda lakukan (dan tidak lakukan) beberapa bulan yang lalu.</p><p>Mungkin anda sudah mendapat posisi untuk target kata kunci/keyword yang disasar dalam 1 sampai 2 bulan di MSN/Bing, dan 2 sampai 4 bulan di Yahoo. Adapun Google bisa membuat anda menunggu sepanjang tahun, dan pada <em>niche </em>yang kompetitif, bisa lebih lama lagi.</p><p>Pada <em>niche </em>dan segmen yang kompetitif anda punya pesaing yang harus &#8216;dikalahkan&#8217;, dimana kompetitor sudah start lebih awal, jadi secara waktu pesaing anda lebih unggul.</p><p>Anda mungkin sudah mendengar banyak teori tentang cara &#8216;keluar dari <em>Sandbox</em>&#8216;, dan semuanya bisa dibilang sama saja; dapatkan tautan masuk (<em>inbound links</em>) yang <a title="google mau relevansi" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html"><span style="text-decoration: underline;">relevan</span> (<em>relevancy</em>)</a>, <a title="google menilai otoritas (authority) dan kepercayaan (trust)" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html"><span style="text-decoration: underline;">punya otoritas</span> (<em>authority</em>), dan <span style="text-decoration: underline;">terpercaya</span> (<em>trusted</em>)</a>, lalu tunggu <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p><h2>Bagaimana cara &#8216;menghadapi Google Sandbox&#8217;?</h2><p>Untuk menghadapi indikator-indikator berbasis waktu ini, silakan gunakan aturan sederhana (walaupun harus diakui dalam prakteknya tidak terlalu sederhana) berikut:</p><ul><li>Usahakan mendapat tautan berkualitas 4-in-1; <em>inbound links</em> yang relevan, punya otoritas, berasal dari sumber terpercaya, dan dari halaman / situs ber-<em>Pagerank </em>tinggi (ya, PageRank masih punya peran).</li><li>Buat situs anda sekarang, dan mulai membangun <em>inbound links</em> sekarang juga. Hari-hari yang tidak anda gunakan untuk melakukan <em>link building</em> adalah hari yang tersia-siakan dalam rangka memburu posisi <em>top ranking</em> di Google.</li><li>Prioritaskan tautan berkualitas &#8211; yaitu <em>inbound links</em> yang punya status terpercaya (<em>trusted</em>) &#8211; lebih dulu.</li></ul><p><em>Site age</em> dan <em>link age</em> sangat mujarab khasiatnya dalam hal <em>trust</em>, sehingga situs-situs lama dengan profil/sejarah tautan (<em>link profile</em>) yang baik punya peluang bagus untuk mendapat ranking di Google daripada situs-situs muda walaupun punya <em>inbound links</em> yang lebih banyak. Kalau anda punya situs yang &#8216;sudah mapan&#8217; dan melakukan aktivitas <em>link building</em> di masa lalu, kemungkinan besar website tersebut sudah lolos dari ujian kepercayaan (<em>trust</em>) dan sudah berada &#8216;diluar <em>Sandbox</em>&#8216;.</p><p>Situs-situs yang mapan punya keunggulan daripada situs-situs baru, dan kalkulasi kualitas yang digunakan Google memperhitungkan keunggulan tersebut.</p><p>Walau begitu, tidak semua situs &#8216;tua&#8217; mendapat penilaian bagus dari Google, yaitu kalau situs anda tidak punya <em>link profile</em> yang baik dan belum lulus uji kualitas si &#8216;<em>uncle Google</em>&#8216;. Jika demikian keadaannya maka nasib <em>website </em>tersebut sama dengan situs-situs muda lainnya, tapi punya peluang besar untuk keluar dari &#8216;kotak pasir&#8217; lebih cepat.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/google-sandbox-indikator-kualitas-berbasis-waktu.html.pdf"> <span>Google Sandbox - Indikator Kualitas Berbasis Waktu</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/google-sandbox-indikator-kualitas-berbasis-waktu.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>2</slash:comments> </item> <item><title>Faktor-faktor Penilaian Pada Mesin Pencari</title><link>http://dhany.web.id/faktor-peringkat-mesin-pencari.html</link> <comments>http://dhany.web.id/faktor-peringkat-mesin-pencari.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 03 Jan 2010 23:35:43 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[ask.com]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[sandbox]]></category> <category><![CDATA[strategi seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=347</guid> <description><![CDATA[Tidak semua faktor penilaian peringkat pada mesin pencari itu penting, beberapa ranking factor seperti PageRank (PR) hanya penting dalam kondisi-kondisi tertentu. Yang lainnya seperti META tags, fungsinya hanya untuk menyempurnakan detil dan tidak terlalu besar pengaruhnya pada posisi di mesin pencari. Harus diketahui faktor-faktor apa saja yang diperlukan untuk mendominasi 3 mesin pencari utama secara <a href="http://dhany.web.id/faktor-peringkat-mesin-pencari.html#more-347'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Tidak semua faktor penilaian peringkat pada mesin pencari itu penting, beberapa ranking factor seperti <span style="text-decoration: underline;">PageRank (PR)</span> hanya penting dalam kondisi-kondisi tertentu. Yang lainnya seperti META tags, fungsinya hanya untuk menyempurnakan detil dan tidak terlalu besar pengaruhnya pada posisi di mesin pencari.</p><p>Harus diketahui faktor-faktor apa saja yang diperlukan untuk mendominasi 3 mesin pencari utama secara efektif. Mulai dari artikel ini saya akan membahas tentang faktor-faktor utama dan bagaimana tiap faktor tersebut mendapat perlakuan yang berbeda dari mesin-mesin pencari. Akan dibahas pula faktor-faktor lain dan contoh optimalisasinya.</p><p>Umumnya sulit bagi sebuah website untuk menempati posisi puncak pada satu mesin pencari, apalagi pada lebih dari satu pada saat bersamaan. <span id="more-347"></span>Webmaster sering mengeluh soal &#8216;ketiadaan&#8217; situs mereka di Google, padahal situs itu menempati posisi puncak di Yahoo, atau kasus lainnya, menempati posisi &#8216;bagus&#8217; di Google tapi tidak punya posisi sama sekali di Bing.</p><p>Mengembangkan <span style="text-decoration: underline;"><strong>strategi SEO</strong></span> yang mujarab agar dapat &#8216;menguasai&#8217; Google. Yahoo, dan Bing (kita sertakan juga Ask sebagai pembanding) sekaligus adalah hal yang sulit, tapi bukannya tidak mungkin.</p><p>Pada artikel sebelumnya tentang <a title="faktor-faktor yang dinilai berbagai mesin pencari" href="http://dhany.web.id/bagaimana-dengan-mesin-pencari-lain.html">faktor-faktor yang dinilai berbagai mesin pencari</a> anda sudah lihat bagaimana sifat masing-masing mesin pencari dalam memberi peringkat. Selanjutnya saya akan menjelaskan dulu sedikit tentang Ask (search engine terpopuler keempat) kemudian kita akan bicara tentang faktor-faktor yang bisa mendongkrak posisi situs anda di semua mesin pencari pada artikel-artikel selanjutnya.</p><p>Saya juga akan membahas lebih detil tentang <strong><em>Google Sandbox</em></strong> dan <strong><em>Pagerank</em></strong>, dan kenapa dua faktor ini penting untuk dipahami serta bagaimana anda bisa memanfaatkannya &#8211; ya, kalau dipikir-pikir, ada cara untuk memanfaatkan &#8216;<span style="text-decoration: underline;">efek Sandbox</span>&#8216; ini.</p><p>Apakah situs anda akan dijamin berada pada posisi puncak di Google, Yahoo, dan Bing nantinya? Tidak, saya tidak memberi garansi apapun (apalagi angin surga).</p><p>Yang pasti, saya akan menunjukkan bahwa ada cara-cara untuk mendapat ranking pada ketiga mesin pencari utama dan anda juga bisa melakukannya.</p><p>Top position? Belum tentu.</p><p>Halaman pertama? Sangat, sangat mungkin.</p><h2>Ask &#8211; Mesin Pencari yang Terlupakan</h2><p>Ask.com seringkali disebut sebagai mesin pencari yang paling akurat, tapi kurang dikenal, dan karena dominasi pasar yang saat ini dinikmati Google dan Yahoo membuat nyaris tidak ada tempat lagi untuk mesin-mesin pencari alternatif.</p><p>Meski begitu, kalaupun Ask hanya menguasai 5 persen pangsa pasar pencarian, ini adalah 5 persen yang BISA anda jaring dengan menggunakan prinsip-prinsip <em>search marketing</em> yang baik. Jadi kenapa tidak?</p><p>Hal-hal yang harus diketahui tentang Ask:</p><ul><li>Punya bobot besar terhadap penilaian otoritas (<em><strong>authority</strong></em>) suatu topik dan <span style="text-decoration: underline;">relevansi</span> tautan.</li><li>Lambat dalam mengindeks dan memberi peringkat</li><li>Mirip Google dalam hal memberi bobot lebih terhadap tautan/link alih-alih optimalisasi on-page.</li></ul><p>Bobot besar yang diberikan Ask terhadap tautan yang bersifat on-topic, menjadikan Ask.com sebagai alat ukur yang baik untuk menilai apakah situs anda mendapat <a title="link authority dan link relevancy" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html">jenis tautan yang tepat (<strong>relevan dan punya otoritas</strong>)</a>. Penekanan Ask pada pengelompokan topik juga berarti bahwa situs anda tidak akan mendapat peringkat bagus (bahkan tidak akan terindeks dengan tepat) kalau tidak punya beberapa <span style="text-decoration: underline;"><strong>inbound links dari niche sejenis</strong></span>.</p><p>Soal Ask ini tidak usah terlalu dipikirkan, saya juga tidak akan membahasnya lebih jauh. Yang patut diingat adalah mengecek posisi situs anda di Ask.com adalah cara bagus untuk menilai seberapa on-topic situs anda dan apakah aspek on-topic ini harus ditingkatkan.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/faktor-peringkat-mesin-pencari.html.pdf"> <span>Faktor-faktor Penilaian Pada Mesin Pencari</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/faktor-peringkat-mesin-pencari.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>10</slash:comments> </item> <item><title>Apa sih yang Google Mau? &#8211; Bag.2</title><link>http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html</link> <comments>http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 30 Dec 2009 05:43:39 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[deep linking]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[sandbox]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[trust]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=270</guid> <description><![CDATA[Melanjutkan artikel sebelumnya tentang apa yang Google mau. Kita bicara tentang relevansi, trust, dan authority. Bagian pertama sudah menjelaskan apa itu relevansi (relevance), dan bagaimana kita meningkatkan kualitas relevansi halaman web kita dengan apa yang dicari. Bagian 2 ini bicara soal trust dan authority. Otoritas (Authority) Authority adalah indikator &#8216;sosial&#8217; atas seberapa kuatnya sebuah situs <a href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html#more-270'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan artikel sebelumnya tentang <strong><a title="Apa sih yang Google Mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html">apa yang Google mau</a></strong>. Kita bicara tentang <strong>relevansi, <em>trust</em>, dan <em>authority</em></strong>. Bagian pertama sudah menjelaskan apa itu relevansi (<em>relevance</em>), dan bagaimana kita meningkatkan kualitas relevansi halaman web kita dengan apa yang dicari. Bagian 2 ini bicara soal <em>trust </em>dan <em>authority</em>.</p><h2>Otoritas (<em>Authority</em>)</h2><p><em>Authority </em>adalah indikator &#8216;sosial&#8217; atas seberapa kuatnya sebuah situs atau halaman web dianggap sebagai &#8216;sumber&#8217; topik tertentu. Otoritas menandai keahlian, dan pengakuan atas keahlian tersebut dari dunianya dan juga dari luar industri.</p><p>Kalau misal anda punya situs &#8216;aksesoris golf&#8217; dan ada banyak situs golf lainnya yang menaut ke situs anda, hal itu menunjukkan (di mata Google) bahwa situs anda adalah sumber yang punya otoritas tentang &#8216;aksesoris golf&#8217;.</p><p>Kemudian, kalau ada sejumlah situs diluar topik golf yang menaut ke situs anda, maka status authority semakin menguat. Meski begitu, tautan yang berasal dari situs yang se-topik dengan anda punya nilai lebih, karena<span id="more-270"></span> situs-situs tersebut juga dianggap punya authority pada topik yang sama dengan situs anda.</p><p>Kualitas tautan masuk atau <em>inbound links</em> yang menaut ke situs anda berdasarkan dari yang kurang sampai yang paling berkualitas adalah dari:</p><ol><li>Situs dengan sedikit <em><strong>backlink</strong> </em>dan tidak terkait dengan <em>niche </em>situs anda.</li><li>Situs dengan banyak <strong><em>inbound links</em></strong> (punya <em>authority</em>) dan tidak terkait dengan segmen situs anda.</li><li>Situs dengan sedikit <em>backlink </em>dan berhubungan dengan segmen situs anda.</li><li>Situs dengan banyak <strong><em>incoming link</em></strong> (punya otoritas) dan punya topik yang berhubungan dengan <em>niche </em>situs anda.</li></ol><p><span style="text-decoration: underline;"><em>Backlink, inbound link, incoming link</em></span>, punya arti kira-kira sama dengan tautan masuk. <em>Niche</em>, dan segmen juga sama. Jangan bingung ya. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p><p>Poin-poin di atas harus dipikirkan saat anda sampai pada proses <strong><em>link building</em></strong>. Memburu tautan yang punya otoritas adalah hal yang lebih bersifat seni. Ya, akan ada topik bahasan khusus tentang <em>link building</em> ini. <a title="Pantau Dhany.web.id via email" rel="nofollow" href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=dhany&amp;loc=en_US" target="_blank">Langganan aja dulu</a> biar ngga ketinggalan dan gampang nagihnya kalo saya lupa. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><p>Masing-masing halaman web juga bisa punya <em>authority </em>seperti halnya website utama, oleh karena itu menaut ke halaman-halaman web secara tersendiri (istilahnya; <span style="text-decoration: underline;"><em>deep linking</em></span>) adalah hal yang sangat penting sebagai bagian dari proses <span style="text-decoration: underline;"><em>link building</em></span>.</p><h2>Kepercayaan (<em>Trust</em>)</h2><p>Terakhir, tentang <em>trust</em>, yaitu suatu ukuran yang menyatakan seberapa dapat diandalkannya sebuah website dalam meyediakan informasi yang akurat. Google menggunakan sejumlah faktor untuk mengukur <em>trust; authority</em> dan <em>relevance </em>adalah dua di antaranya, faktor penentu berikutnya adalah tautan masuk dari situs-situs &#8216;terpercaya&#8217; lainnya.</p><p>Satu faktor lainnya yang penting dalam mengukur kepercayaan adalah waktu, dan faktor terakhir inilah yang sering membuat para SEOer dan webmaster menjadi gila, karena faktor waktu ini menimbulkan apa yang dikenal sebagai &#8216;<strong><em>sandbox</em></strong>&#8216;.</p><p>Istilah <em>sandbox </em>ini diartikan sebagai sejumlah filter dalam algoritma pemeringkatan Google yang mencegah sebuah situs atau halaman web mendapat peringkat yang tinggi sebelum &#8216;lulus&#8217; beberapa titik ambang (<em>threshold</em>).</p><p>Terlepas dari apakah <span style="text-decoration: underline;"><em>sandbox</em></span> ini memang ada, saya cenderung berpendapat bahwa Google gak ada urusan untuk &#8216;mendiskriminasi&#8217;, tapi mereka punya tujuan jelas sebagai alasan penetapan kualitas, yaitu untuk menyajikan hasil pencarian yang paling &#8216;bermutu&#8217; kepada pencari. Dan filter berbasis waktu ini, yang mengukur usia situs, seberapa sering di-update, usia tautan dengan otoritas, dll adalah ukuran-ukuran yang saat ini masuk akal untuk menilai kualitas tersebut.</p><p><em>Trust </em>atau kepercayaan seperti halnya di dunia nyata; perlu waktu dan perlu dibuktikan. Tapi ada beberapa strategi (masih dalam koridor yang diperbolehkan Google) yang bisa anda jalankan untuk mempercepat proses <em>trust </em>dan <em>authority </em>ini. Meski demikian, mendapat ranking di Google masih tetap butuh waktu dan bersifat jangka panjang, jadi tetap siapkan mental anda untuk sabar. Tergantung niche yang dipilih dan strategi SEO yang digunakan, hasil bisa terasa dalam 6 sampai 18 bulan.</p><p>Ada sejumlah aspek yang tumpang tindih dari ketiga faktor yang dijelaskan di atas. <em>Anchor text</em> misalnya, bisa digunakan untuk mengukur relevansi, sekaligus otoritas, sementara tautan dari situs populer dan berperingkat tinggi erat kaitannya dengan <em>authority </em>dan <em>trust</em>.</p><p>Okeh&#8230; saya kira cukup dulu untuk tahun ini. Sekarang, tutup browser anda, matikan komputer yang sedang anda pandangi. Pergilah berlibur. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Artikel-artikel tentang <a title="Belajar SEO" href="http://dhany.web.id/panduan-seo">panduan SEO</a> akan saya lengkapi &#8216;tahun depan&#8217;. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br /> Selamat tahun baru 2010, semoga apapun target anda dalam ber-SEO akan lebih mantap lagi hasilnya di tahun yang akan datang. Salam.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html.pdf"> <span>Apa sih yang Google Mau? - Bag.2</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>12</slash:comments> </item> </channel> </rss>
