<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>Dhany.Web.id &#187; backlink</title> <atom:link href="http://dhany.web.id/tag/backlink/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://dhany.web.id</link> <description>SEO, Manajemen, Internet Marketing</description> <lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2011 06:47:50 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=288</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /> <item><title>Evaluasi Kata Kunci</title><link>http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci.html</link> <comments>http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 08 Mar 2011 05:40:44 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[keyword research]]></category> <category><![CDATA[long tail keywords]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1484</guid> <description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-search-competition-300x201.png" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Memperkirakan persaingan dengan Google" title="google-search-competition" />Setelah anda memiliki daftar kata kunci yang terkait dengan niche dan kebiasaan pencarian audien, langkah selanjutnya adalah menemukan kata kunci mana saja yang paling bernilai dari daftar tersebut. Tidak ada cara yang benar-benar pasti untuk mengevaluasi nilai suatu kata kunci, meski demikian metode/kriteria yang dipaparkan berikut ini bisa digunakan untuk niche atau audien manapun, sekaligus <a href="http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Setelah anda memiliki daftar kata kunci yang terkait dengan niche dan kebiasaan pencarian audien, langkah selanjutnya adalah menemukan kata kunci mana saja yang paling bernilai dari daftar tersebut.</p><p>Tidak ada cara yang benar-benar pasti untuk mengevaluasi nilai suatu kata kunci, meski demikian metode/kriteria yang dipaparkan berikut ini bisa digunakan untuk niche atau audien manapun, sekaligus memberi ruang untuk kustomisasi seandainya ada faktor-faktor pembatas lain yang tidak disebutkan di sini.</p><p>Ada 3 faktor utama yang bisa digunakan untuk menilai kata kunci:</p><ul><li><strong>Kompetisi</strong><br /> Jumlah halaman web (bukan cuma situs web) yang harus &#8220;dihadapi&#8221; untuk kata kunci tertentu, termasuk kekuatan halaman-halaman web utama pada niche ini</li></ul><ul><li><strong>Permintaan</strong><br /> Estimasi jumlah pencarian untuk kata kunci tersebut</li></ul><ul><li><strong>Relevansi</strong><br /> Seberapa terkait kata kunci tersebut dengan <a title="Apa Tujuan Situs (Website) Anda?" href="http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html">tujuan situs anda</a></li></ul><h2>Memperkirakan Persaingan</h2><p><strong>Catatan</strong>: saya hanya akan menggunakan hasil dari Google</p><p>Ada beberapa tolok ukur yang bisa digunakan untuk menilai tingkat persaingan sebuah kata kunci. Pada dasarnya anda melihat pada <span id="more-1484"></span>berapa banyak halaman web dimana situs atau halaman web anda akan bersaing untuk kata kunci tersebut.</p><p>Angka tersebut bisa didapat dengan mudah dari Google &#8211; misal, untuk kata kunci &#8220;wordpress theme designer&#8221;, kalau kita melakukan pencarian dengan kata kunci ini di Google, dapat kita lihat ada sekian ratus juta hasil (halaman web) untuk frase kata kunci tersebut &#8211; jumlah yang amat sangat banyak.</p><div id="attachment_1640" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-search-competition.png"><img class="size-medium wp-image-1640" title="google-search-competition" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-search-competition-300x201.png" alt="Memperkirakan persaingan dengan Google" width="300" height="201" /></a><p class="wp-caption-text">Estimasi jumlah halaman web untuk kata kunci &quot;wordpress theme designer&quot; di Google. Perhatikan tanda yang digaris bawahi.</p></div><p>Meski begitu ada satu hal yang perlu diperhatikan tentang mesin pencari; seringkali halaman web yang tidak dioptimasi untuk sebuah kata kunci juga bisa disertakan pada hasil pencarian karena halaman tersebut dianggap masuk kualifikasi atas beberapa kriteria penilaian.</p><p>Cara untuk mempersempit pencarian dan menemukan persaingan yang sesungguhnya adalah dengan menggunakan perintah-perintah yang berlaku di Google sebagai berikut:</p><p><strong>allintitle:</strong> &#8211; ini adalah parameter pencarian untuk menampilkan hanya halaman-halaman yang mengandung <span style="text-decoration: underline;">semua</span> kata kunci sasaran pada tag title. Parameter pencarian ini menghasilkan hasil yang fokus, tapi bisa menghilangkan beberapa halaman dengan ranking tinggi kalau anda menggunakan long tail keyword yang terdiri atas lebih dari 3 kata.</p><p><strong>intitle:</strong> &#8211; parameter pencarian ini hanya menampilkan halaman-halaman yang mengandung satu atau lebih kata dari kata kunci sasaran pada tag title. Menghasilkan gambaran yang lebih luas, dan bisa digunakan sebagai indikator persaingan yang lebih umum.</p><p><strong>inanchor:</strong> &#8211; parameter ini hanya menampilkan halaman-halaman yang mendapat tautan masuk (inbound links) dengan anchor text yang mengandung satu atau lebih kata kunci sasaran.</p><p>Ada parameter pencarian lain yang bisa digunakan (seperti allinanchor: atau menggunakan tanda kutip &#8220;&#8221; yang melingkupi kata kunci untuk targeting yang lebih spesifik) namun 3 parameter yang ditampilkan diatas sudah cukup untuk memberi gambaran persaingan suatu kata kunci.</p><p>Berikut ini persaingan &#8216;wordpress theme designer&#8217; menggunakan parameter diatas:</p><p>1) Hasil pencarian untuk allintitle:wordpress theme designer</p><p><a href="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-allintitle-keyword.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-1643" title="google-allintitle-keyword" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-allintitle-keyword-300x214.png" alt="Hasil pencarian untuk allintitle:wordpress theme designer" width="300" height="214" /></a></p><p>2) Hasil pencarian untuk intitle:wordpress theme designer</p><p><a href="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-intitle-keyword.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-1645" title="google-intitle-keyword" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-intitle-keyword-300x206.png" alt="Hasil pencarian Google untuk intitle:wordpress theme designer" width="300" height="206" /></a></p><p>3) Hasil pencarian untuk inanchor:wordpress theme designer</p><p><a href="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-inanchor-keyword.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-1646" title="google-inanchor-keyword" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-inanchor-keyword-300x199.png" alt="Hasil pencarian untuk inanchor:wordpress theme designer" width="300" height="199" /></a></p><p>Untuk memperkirakan persaingan pada kata kunci, idealnya anda butuh hasil pencarian dari 4 jenis pencarian; pencarian dasar, intitle, allintitle, dan inanchor. Untuk kata kunci yang tidak terlalu teroptimasi, anda akan menemukan sangat banyak hasil pencarian untuk pencarian dasar, namun untuk intitle, hasilnya sangat sedikit.</p><p>Karena tautan adalah faktor yang sangat penting untuk proses pemeringkatan di mesin pencari, maka parameter inanchor diperlukan juga untuk menentukan tingkat persaingan. Pada contoh pencarian diatas, terlihat bahwa terdapat puluhan juta halaman web  yang mengandung satu atau lebih kata kunci yang digunakan pada frase yang terdapat pada anchor text yang mengarah ke halaman tersebut.</p><p>Perbandingan pencarian untuk allinanchor menghasilkan 3,4 juta halaman web, hal ini mengungkapkan bahwa dari sekian banyak halaman web yang menempati posisi puncak hanya sedikit saja yang teroptimasi langsung dengan anchor text &#8220;wordpress theme designer&#8221;, kebanyakan halaman lainnya yang tampil pada hasil pencarian dasar adalah karena backlink dan optimalisasi on-page yang terkait topik wordpress / wordpress theme.</p><p>Setelah membuat daftar dan meninjau ulang gambaran persaingan untuk pencarian dasar (tanpa tanda kutip), intitle, allintitle, dan inanchor, kemudian bisa dibuat peringkat persaingan dengan menggunakan skala berikut:</p><p>1 &#8211; Sangat Rendah<br /> 2 &#8211; Rendah<br /> 3 &#8211; Menengah<br /> 4 &#8211; Tinggi<br /> 5 &#8211; Sangat Tinggi</p><p>Jadi pada dasarnya anda harus membandingkan gambaran persaingan dengan menggunakan parameter pencarian yang berbeda dan menggunakannya untuk memperkirakan seberapa keras persaingan yang sesungguhnya.</p><p>Saya menilai &#8220;wordpress theme designer&#8221; memiliki persaingan &#8216;Menengah&#8217; sampai &#8216;Tinggi&#8217; &#8211; kemudian kata kunci yang sangat populer seperti &#8216;wordpress themes&#8217; memiliki persaingan &#8216;Tinggi&#8217;, dan kata kunci generik seperti &#8216;wordpress&#8217; memiliki persaingan &#8216;Sangat Tinggi&#8217; &#8211; juga terlalu luas untuk dijadikan sasaran secara efektif.</p><p>Mengincar kata kunci yang sangat kompetitif biasanya bukan hal yang bagus, selain sangat sulit dan butuh waktu cukup lama, juga karena cakupannya terlalu luas dan belum tentu cocok dengan niche yang digarap. Pengecualian untuk hal ini adalah kalau anda sudah memiliki situs yang mapan dengan sejarah backlink dan peringkat yang baik di mesin pencari. Bukan untuk situs web yang baru dibuat.</p><p>Artikel ini saya akhiri dulu. Estimasi permintaan dan relevansi akan dibahas pada artikel selanjutnya.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci.html.pdf"> <span>Evaluasi Kata Kunci</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>3 Cara Membuat Orang Lain Memberikan Link ke Blog Anda</title><link>http://dhany.web.id/3-cara-membuat-orang-lain-memberikan-link-ke-blog-anda.html</link> <comments>http://dhany.web.id/3-cara-membuat-orang-lain-memberikan-link-ke-blog-anda.html#comments</comments> <pubDate>Sat, 05 Mar 2011 11:34:56 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Blogging]]></category> <category><![CDATA[Guest Post]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1628</guid> <description><![CDATA[Jika Anda menerapkan SEO (Search Engine Optimization) di blog Anda, tentu Anda sudah tahu betapa bernilainya one-way backlink yang berkualitas yang diberikan blog/ website lain kepada blog Anda. One-way backlink yang berkualitas sangat penting jika Anda ingin blog Anda terindex di halaman 1 Google (terutama untuk keyword-keyword yang sangat kompetitif) sehingga bisa meningkatkan trafik blog <a href="http://dhany.web.id/3-cara-membuat-orang-lain-memberikan-link-ke-blog-anda.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda menerapkan SEO (Search Engine Optimization) di blog Anda, tentu Anda sudah tahu betapa bernilainya one-way backlink yang berkualitas yang diberikan blog/ website lain kepada blog Anda. One-way backlink yang berkualitas sangat penting jika Anda ingin blog Anda terindex di halaman 1 Google (terutama untuk keyword-keyword yang sangat kompetitif) sehingga bisa meningkatkan trafik blog Anda.</p><p>Dulu, tukar menukar link (link exchange) atau disebut juga two-way link masih dianggap efektif untuk meningkatkan ranking. Sekarang, teknik tersebut semakin tidak bernilai di mata Google. Dengan demikian, one-way backlink yang berkualitas menjadi semakin penting.</p><p>Lalu, bagaimana cara mendapatkan link dari blog/ website lain secara sukarela tanpa perlu kita membayarnya? Berikut adalah 3 tips agar orang lain mau memberikan link ke blog Anda secara sukarela:<span id="more-1628"></span><strong></strong></p><h2><strong>1. </strong><strong>Buat Posting Blog yang Menyelesaikan Masalah/ Memberikan Informasi yang Sedang Dicari Orang</strong></h2><p>Sebelum Anda memulai posting, pikirkanlah dahulu sebuah topic yang dapat menyelesaikan masalah yang sedang dicari banyak orang. Atau pikirkanlah informasi atau tips dan trik yang akan membantu banyak orang dalam menyelesaikan masalahnya.</p><p>Tapi perlu diingat, berikanlah informasi/ solusi/ tips yang unik dan otentik, bukan sesuatu yang copy-paste atau contekan dari orang lain. Karena kalau solusi Anda tidak unik, kenapa orang lain harus repot-repot link ke Anda? Karena cuma Anda-lah yang memiliki solusi tersebut, makanya orang lain bersedia link ke Anda, bukan ke blog yang lain.<strong></strong></p><h2><strong>2. </strong><strong>Tambahkan Charts, Statistics, atau Screenshot Dalam Blog Post Anda</strong></h2><p>Tips ini merupakan tips yang masih jarang dipakai, karena cukup menghabiskan waktu. Namun, cara ini layak diterapkan karena sebanding dengan hasil yang akan Anda dapatkan.</p><p>Jika memungkinkan, tambahkan chart, statistic, diagram, dashboard, atau screenshot yang mendukung topik di posting Anda. Misalnya Anda menulis blog tentang “Bagaimana Memanfaatkan SEO untuk Toko Online”, maka Anda mungkin bisa menampilkan chart dari Google Keyword Analysis yang menunjukkan betapa banyaknya jumlah pencarian untuk keyword “online shop”, chart pertumbuhan online shop di internet, statistic peningkatan orang yang belanja via internet, dll.<strong></strong></p><h2><strong>3. </strong><strong>Promosikanlah Blog Anda</strong></h2><p>Setelah Anda menulis sebuah blog posting yang berisi tips-tips menarik, merangkainya dengan chart dan statistik-statistik, kini saatnya Anda mulai mempromosikan blog Anda. Ingat, tidak ada gunanya memiliki posting blog yang berkualitas jika tidak ada yang tahu keberadaan blog Anda!</p><p>Untuk promosi blog, Anda bisa gunakan social bookmark, blog comment, atau dibantu dengan share link di akun social media Anda seperti Facebook dan Twitter. Anda juga bisa mencari di forum apakah ada member/ thread yang sedang membahas sebuah permasalahan yang tips penyelesainnya terdapat di blog Anda, kemudian Anda bisa tinggalkan link Anda disana (dijamin pasti banyak yang klik!).</p><p>Anda juga bisa menggunakan Guest Blogging sebagai salah satu cara efektif mempromosikan blog Anda, seperti yang saya lakukan di blog ini untuk mempromosikan blog saya yang berisi informasi seputar <a href="http://indolokbaktiutama.blogspot.com/2011/01/cara-basic-pemakaian-pemadam-fire.html" target="_blank">fire extinguisher</a>.</p><p>Semoga ketiga tips diatas bermanfaat. Silahkan share pendapat Anda atau tips dan trik lainnya.</p><p><a href="http://indolokbaktiutama.blogspot.com" target="_blank">Hendra</a></p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/3-cara-membuat-orang-lain-memberikan-link-ke-blog-anda.html.pdf"> <span>3 Cara Membuat Orang Lain Memberikan Link ke Blog Anda</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/3-cara-membuat-orang-lain-memberikan-link-ke-blog-anda.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>6</slash:comments> </item> <item><title>Latent Semantic Indexing (LSI) &#8211; Apa dan Bagaimana?</title><link>http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html</link> <comments>http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 02 May 2010 08:05:26 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Teknologi]]></category> <category><![CDATA[arsitektur situs]]></category> <category><![CDATA[article directory]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[directory submission]]></category> <category><![CDATA[latent semantic indexing]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category> <category><![CDATA[siloing]]></category> <category><![CDATA[strategi seo]]></category> <category><![CDATA[topical authority]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1380</guid> <description><![CDATA[Latent Semantic Indexing (LSI) adalah algoritma yang dikembangkan mesin-mesin pencari utama sekarang ini. Apakah situs anda sudah siap menghadapinya? Bagaimana pengaruhnya terhadap posisi halaman web anda di SERP? Apa itu latent semantic indexing? LSI berarti bahwa mesin telusur internet mencoba mengaitkan sebuah istilah dengan suatu konsep saat mengindeks halaman situs. Misal, Paris dan Hilton dihubungkan <a href="http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Latent Semantic Indexing (LSI)</strong> adalah algoritma yang dikembangkan mesin-mesin pencari utama sekarang ini. Apakah situs anda sudah siap menghadapinya? Bagaimana pengaruhnya terhadap posisi halaman web anda di SERP?</p><h2>Apa itu latent semantic indexing?</h2><p>LSI berarti bahwa mesin telusur internet mencoba mengaitkan sebuah istilah dengan suatu konsep saat mengindeks halaman situs. Misal, Paris dan Hilton dihubungkan dengan nama seorang perempuan, alih-alih nama kota atau hotel, Tiger dan Woods diasosiasikan dengan golf.</p><p>Untuk mengetahui <em>keyword</em> lain yang terkait dengan sebuah kata kunci, lakukan pencarian untuk kata kunci tersebut dengan menambahkan <em>tilde</em> (~) di depan kata kunci tersebut. Google akan menebalkan (<em>bold</em>) keyword terkait pada SERP. Contohnya, Google menemukan bahwa kata &#8220;Nokia&#8221; terkait dengan &#8220;<a href="http://www.google.co.id/#hl=en&amp;q=~phone&amp;fp=1&amp;cad=b" target="_blank">phone</a>&#8220;.</p><p>Teknik yang digunakan <em>webmaster</em> untuk menghadapi LSI biasa disebut metode <em>siloing</em>.</p><h2>Bagaimana Google mengaitkan keyword dengan konsep?</h2><p>Google punya<span id="more-1380"></span> milyaran halaman situs dalam database indeks-nya. Kalau Google menemukan banyak halaman yang mengandung kata Paris dan Hilton sekaligus maka Google mengasumsikan bahwa kedua kata ini terkait. Kata-kata lain yang terkandung bersamaan pada sebuah halaman memberi petunjuk pada Google bahwa kombinasi kedua kata ini secara sekaligus adalah tentang seorang perempuan.</p><p>Kata-kata yang sering muncul berdekatan satu sama lain menunjukkan hubungan keeratan relevansi. Google punya sangat banyak data yang memungkinkannya mengkalkulasi relasi antar kata.</p><h2>Apa artinya untuk posisi halaman web anda di hasil pencarian?</h2><p>Kalau ingin tercantum untuk sebuah kata kunci, anda harus menunjukkan pada Google bahwa situs anda relevan dengan sebuah topik. Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan relevansi:</p><ol><li><strong>Optimasi halaman-halaman situs untuk kata-kata kunci berbeda</strong>. Kalau anda menyasar kata kunci &#8220;used cars&#8221; maka anda juga perlu membuat halaman-halaman lain yang relevan dengan kata kunci tersebut, seperti &#8220;auto&#8221;, &#8220;suv&#8221;, dll.<br /> Semakin banyak halaman situs yang relevan dengan sebuah topik, semakin besar kemungkinannya situs anda akan tercantum untuk kata kunci yang terkait dengan topik tersebut (lihat contoh Nokia di atas).</li><li><strong>Mendapat <em>backlink</em> dari halaman-halaman yang terkait semantik</strong>. Kalau anda anda menjual mobil (&#8220;cars&#8221;), maka tautan dari halaman lain seharusnya bukan tentang film (&#8220;movie&#8221;). Tautan dari halaman-halaman dengan topik sejenis akan menguntungkan secara semantik.<br /> <em>Backlink</em> dari sebuah halaman yang mengandung tautan ke halaman-halaman web lain dengan topik sejenis akan memberi efek lebih besar untuk peringkat situs daripada <em>backlink</em> dari halaman yang menaut ke sembarang halaman dan juga menaut ke halaman/situs anda.<br /> Karena itu, upayakan mendapat <em>backlink</em> dari situs-situs sejenis. Dan kalau anda memanfaatkan direktori (direktori internet dan direktori artikel) tempatkanlah pada kategori yang tepat. Penempatan pada kategori yang salah akan berpengaruh negatif untuk ranking situs di mesin pencari.</li><li><strong>Terapkan arsitektur situs yang &#8220;bermakna&#8221;</strong>. Tata konten situs secara logis. Buat kategorisasi atau seksi yang tepat untuk menampung keragaman topik utama dan tempatkan sedemikian rupa agar mudah ditemukan baik oleh pembaca (manusia) dan mesin pencari.</li><li><strong>Cari tahu kenapa situs lain menempati posisi lebih tinggi</strong>. Kalau anda bertanya-tanya kenapa halaman situs lain punya ranking lebih tinggi daripada halaman situs anda meskipun anda sudah sesempurna mungkin mengoptimalkan halaman-halaman situs untuk kata kunci yang diincar, maka anda harus menganalisa <em>backlink</em> yang diperoleh halaman-halaman tersebut.<br /> Jumlah dan &#8220;<em>power/authority</em>&#8221; yang dimiliki sebuah tautan sangat penting. Demikian, sama pentingnya bahwa tautan berasal dari halaman-halaman yang terkait secara topik dan semantik.</li></ol><h2>Kesimpulan</h2><p>Dalam menghadapi <em>latent semantic indexing</em> jangan fokus hanya pada satu kata kunci saat mengoptimalkan halaman situs. Algoritma canggih mesin pencari terkini berarti anda harus membuat situs yang dioptimasi untuk beragam kata kunci berbeda tapi terkait.</p><p>Tambahan lagi, tautan yang &#8220;masuk&#8221; ke situs anda berasal dari halaman/situs yang berhubungan topiknya dengan situs anda agar mesin telusur internet menempatkan situs anda pada konteks yang tepat.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html.pdf"> <span>Latent Semantic Indexing (LSI) - Apa dan Bagaimana?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>7</slash:comments> </item> <item><title>Bagaimana Cara Optimalisasi Geo Targeting SEO?</title><link>http://dhany.web.id/bagaimana-cara-optimalisasi-geo-targeting-seo.html</link> <comments>http://dhany.web.id/bagaimana-cara-optimalisasi-geo-targeting-seo.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 07 Apr 2010 13:59:58 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[Teknologi]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[geotargeting]]></category> <category><![CDATA[hosting]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[strategi seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1350</guid> <description><![CDATA[Ada dua strategi geo targeting utama dalam SEO yang bisa dipilih: Menyasar wilayah geografis tertentu (strategi geografis): Buat subdomain atau subdirektori dalam bahasa ibu (native language) yang menjadi target geografis (Bahasa Jerman kalau anda mengincar pengunjung dari Jerman) dan fokuskan target geografis pada Webmaster Central Tempatkan konten subdomain pada server hosting di lokasi yang jadi <a href="http://dhany.web.id/bagaimana-cara-optimalisasi-geo-targeting-seo.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Ada dua strategi <em>geo targeting</em> utama dalam SEO yang bisa dipilih:</p><p><strong>Menyasar wilayah geografis tertentu</strong> (strategi geografis):</p><ol><li>Buat subdomain atau subdirektori dalam bahasa ibu (<em>native language</em>) yang menjadi target geografis (Bahasa Jerman kalau anda mengincar pengunjung dari Jerman) dan fokuskan target geografis pada Webmaster Central</li><li>Tempatkan konten subdomain pada <em>server hosting</em> di lokasi yang jadi sasaran</li><li>Bangun <em>backlink </em>dari TLD serupa</li></ol><p><strong>Menyasar bahasa tertentu</strong> (strategi bahasa):</p><ol><li>Buat subdirektori untuk <em>native language</em> tertentu (misal, www.situsanda.com/nl untuk Bahasa Belanda)</li><li>Bangun <em>backlink </em>dari situs dalam bahasa yang sama dengan bahasa subdirektori</li><li><strong>Jangan </strong>gunakan <em>geographic targeting</em> (strategi geografis)</li></ol><p>Alasan tidak menggunakan strategi geografis bersamaan dengan strategi bahasa adalah <span id="more-1350"></span>karena kalau pencari melakukan pencarian dalam bahasa tertentu di Google<strong>.com</strong>, maka halaman dengan bahasa yang dicari akan mendapat prioritas daripada halaman yang dioptimasi untuk wilayah geografis tertentu.</p><p>Strategi geografis berarti mendapat peluang di Google <strong>selain </strong>google.com. Adapun strategi bahasa berarti punya peluang <strong>di</strong> google.com untuk bahasa yang digunakan pencari.</p><p>Mungkin anda tidak mau memilih dan ingin menerapkan keduanya untuk meningkatkan visibilitas situs anda baik di google dot com ataupun google dot lainnya.</p><p>Perhatikan log trafik untuk menentukan asal trafik situs web anda saat ini &#8211; dengan asumsi situs anda menggunakan Bahasa Inggris atau bahasa lain yang banyak digunakan di dunia (kalau situs anda dalam bahasa Indonesia, bisa dipastikan lebih dari 90% pengunjungnya pasti dari Indonesia <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ). Perhatikan juga <em>bounce rate</em>.</p><p>Contoh; kalau trafik situs web anda banyak yang berasal dari Jerman dan tingkat <a id="aptureLink_NgssnllhrV" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bounce%20rate">bounce rate</a> -nya cukup tinggi dibandingkan pengunjung dari USA, buatlah subdirektori untuk bahasa Jerman (www.situsanda.com/de). Ini adalah strategi bahasa.</p><p>Untuk strategi geografisnya, anda kemudian membuat subdomain (de.situsanda.com) dan <em>host </em>subdomain tersebut pada <em>server </em>yang berlokasi di Jerman, kemudian setel <em>geographical targeting</em> ke Germany pada Webmaster Central. Ulangi proses ini pada semua region yang memberi kontribusi trafik pada situs anda.</p><h2>Catatan Penting</h2><ul><li>Kalau anda HANYA ingin memfokuskan dan menarget bahasa tertentu, dengan subdirektori, maka tidak usah melakukan optimasi <em>geographic targeting</em> (strategi geografis).</li><li>Anda bisa juga menjalankan strategi/<em>targeting </em>bahasa dengan subdomain, selain subdirektori, tapi kalau anda memiliki <em>gTLD (generic Top Level Domain)</em> .com gunakan subdirektori, bukan subdomain.</li><li>Judul situs dan halaman-halaman situs serta konten pada subdirektori atau subdomain harus dalam bahasa ibu (<em>native language</em>), gunakan istilah-istilah khas dari bahasa tersebut.</li><li>Selalu gunakan <a href="http://www.seoconsultants.com/meta-tags/language" target="_blank"><em>language based meta tags</em></a>.</li><li>Tempatkan subdomain untuk <em>geographic targeting</em> (strategi geografis) pada <em>server hosting</em> dari wilayah tersebut</li><li>Kalau menggunakan subdomain, beri tautan (<em>link</em>) dari situs utama.</li><li>Tiap subdomain punya <em>sitemap </em>masing-masing.</li><li>Pada <em>meta tags</em> dan konten, gunakan terminologi yang tepat (misal, kalau anda menyasar US dan UK kemudian situs anda menjual celana dan sweater, maka pants dan sweater cocok untuk US, sedangkan trouser dan jumper lebih cocok untuk UK).</li><li>Pada saat melakukan <em>link building</em>, dapatkan <em>backlink </em>dari TLD serupa (misal, tautan dari .nl untuk domain .nl dan berisi bahasa Belanda, atau .web.id menaut ke .co.id dengan konten Bahasa Indonesia).</li><li>Kalau TLD situs anda berjenis <em>ccTLD (country code Top Level Domain)</em> seperti .fr atau .de atau *.id maka anda tidak usah repot menjalankan strategi geografis karena sudah otomatis terkait dengan regional peruntukannya, tinggal tempatkan saja pada <a rel="nofollow" href="http://dhany.web.id/mwn" target="_blank"><em>server hosting</em> yang tepat</a>.</li></ul><h2>Review</h2><p>Jadi, kalau anda punya situs dengan TLD seperti .com dan .co.uk dan wilayah US dan UK memang jadi target SEO anda, maka tidak usah lagi memikirkan strategi geografis (<em>geographic targeting</em>).</p><p>Tapi kalau anda ingin menjalankan <em>geographic </em>dan <em>language targeting</em> sekaligus, maka pertama kali buatlah subdirektori dengan konten dalam <em>native language</em> dan mengaculah pada log trafik (bisa gunakan Google Analytics). Lihat asal visitor yang banyak mengunjungi situs anda.</p><p>Bahasa Inggris pun banyak variasinya, seperti US English, UK, New Zealand, Australia, kalau memang niat buatlah subdirektori untuk masing-masing variasi dan cantumkan istilah-istilah khas tiap variasi pada judul, meta tags, dan konten. Buat sitemap.xml untuk masing-masing subdirektori dan kirim semua sitemap.xml ke mesin pencari utama (Google, Yahoo, Bing).</p><p>Langkah berikutnya adalah membuat subdomain dan tempatkan subdomain-subdomain tersebut pada <em>server hosting</em> dari negara/wilayah yang anda fokuskan. Buat konten dalam <em>native language</em>, ulangi langkah diatas dan atur fokus geografis masing-masing subdomain di <a href="http://www.google.com/webmasters/" target="_blank">Webmaster Central</a>.</p><p>Dengan strategi ini, anda akan punya keunggulan atas pesaing SEO (atau malah jadi lebih sedikit pesaing). Tidak masalah apakah pencarian dilakukan dari dalam atau luar wilayah tertentu, tidak masalah apakah situs anda memang &#8216;<em>native</em>&#8216; atau cuma &#8216;numpang&#8217; di wilayah tersebut, tidak masalah apakah pencari melakukan pencarian dalam <em>native language</em> atau secara manual menggunakan domain google tertentu seperti google.com.mx atau google.es. Situs anda akan tampil di mata yang tepat. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/bagaimana-cara-optimalisasi-geo-targeting-seo.html.pdf"> <span>Bagaimana Cara Optimalisasi Geo Targeting SEO?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/bagaimana-cara-optimalisasi-geo-targeting-seo.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>6</slash:comments> </item> <item><title>Google Geotargeting</title><link>http://dhany.web.id/geotargeting-pada-google.html</link> <comments>http://dhany.web.id/geotargeting-pada-google.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 01 Apr 2010 10:45:32 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[Teknologi]]></category> <category><![CDATA[anchor text]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[bing]]></category> <category><![CDATA[geotargeting]]></category> <category><![CDATA[hosting]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category> <category><![CDATA[strategi seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1273</guid> <description><![CDATA[Cara kerja mesin telusur internet (search engine) dan hasil yang ditampilkannya selalu berubah dengan cepat. Semakin matangnya algoritma pencarian membuat anda sebagai SEOer perlu mengupayakan teknik-teknik SEO (Search Engine Optimization) terkini. Local search, advanced search, regional search, dan language-based search adalah beberapa filter yang bisa digunakan pencari sebagai &#8216;bahan pertimbangan&#8217; mesin pencari dalam menentukan situs <a href="http://dhany.web.id/geotargeting-pada-google.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Cara kerja mesin telusur internet (<em>search engine</em>) dan hasil yang ditampilkannya selalu berubah dengan cepat. Semakin matangnya algoritma pencarian membuat anda sebagai SEOer perlu mengupayakan teknik-teknik SEO (<em>Search Engine Optimization</em>) terkini. <em>Local search, advanced search, regional search</em>, dan <em>language-based search</em> adalah beberapa filter yang bisa digunakan pencari sebagai &#8216;bahan pertimbangan&#8217; mesin pencari dalam menentukan situs siapa yang tampil, kapan dan dimana akan ditampilkan.</p><p>Judulnya memang Google <a id="aptureLink_pvkgqrMTmh" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Geo%20targeting">Geotargeting</a>, tapi prinsipnya berlaku juga  pada mesin pencari besar lain seperti Bing dan Yahoo, walaupun <em>geotargeting</em> di kedua mesin pencari yang disebut terakhir ini relatif  lebih sederhana daripada Google.</p><p><em>Geotargeting</em> adalah salah satu <a id="aptureLink_X8F7hBrP8q" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Algorithm">algoritma</a> yang dikembangkan Google untuk memuaskan penggunanya, dan bisa anda (sebagai pelaku SEO) manfaatkan untuk meningkatkan ranking situs web anda.</p><p>Setiap <em>query</em> pencarian pada Google akan menghasilkan set hasil yang berbeda. Perbedaan ini bisa sangat signifikan tergantung pada:<span id="more-1273"></span></p><ol><li>Alamat IP pencari. Proxy bisa mengaburkan asal muasal</li><li>Lokasi server website, tiap negara punya jatah blok IP sendiri</li><li>Setting geografis di <a href="http://www.google.com/webmasters/" target="_blank">Webmaster Central</a>. Domain ccTLD biasanya dikunci untuk geografis peruntukannya</li><li>Penggunaan filter pencarian oleh pencari (misal, pencari melakukan <em>filtering</em> untuk <strong>Pages from [region]</strong> atau <strong>Pages in [language]</strong>)</li><li>Apakah pencari melakukan pencarian di regional Google yang berbeda dengan yang secara <em>default</em> diberikan (misal, pencari dari Indonesia menggunakan google.com alih-alih google.co.id untuk mendapatkan hasil dari US atau pencari melakukan pencarian dalam Bahasa Inggris dari situs-situs non US)</li></ol><p>Elemen lain yang sangat mempengaruhi <em>ranking</em> adalah <em>backlink</em>:</p><ol><li>Apakah tautan masuk berasal dari <a id="aptureLink_ECSBP6yG8l" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Top-level%20domain">TLD</a> yang sama dengan TLD yang ditaut (misal, .in menaut ke domain .in juga)</li><li>Apakah alamat IP yang menaut berasal dari wilayah yang sama dengan IP yang ditaut (misal server Indonesia menaut ke server Indonesia)</li><li>PageRank, <a id="aptureLink_mqhYRxhBrP" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anchor%20text">anchor text</a> pada pranala (link/tautan) dan <em>outbound link</em> lainnya pada halaman yang ditaut</li><li>Relevansi <em>onpage</em> halaman/situs yang menaut dengan halaman/situs yang ditaut.</li><li><em>Language based meta tags</em> pada situs/halaman yang ditaut</li><li>Semua hal diatas pada situs/halaman yang menaut</li></ol><p>Pencarian pada regional Google manapun (google.com, google.co.id, google.ca, google.ie) akan memberi hasil yang bervariasi kalau filter bahasa dan filter lokasi tidak digunakan oleh pencari.</p><p>Google.com.au misalnya, akan memprioritaskan halaman/situs dari Australia, dimana prioritas tertinggi diberikan pada domain *.au yang di-<em>hosting</em> pada <em>server</em> ber-IP class Aussie dengan <em>backlink</em> dari domain-domain dengan atribut Aussie dan <em>anchor text</em> serta atribut <em>onpage</em> dan <em>offpage</em> yang tepat. Kecuali situs-situs Australia ini tidak ada yang cukup pas untuk query pencarian, barulah .com dan domain lain bisa &#8216;nyundul&#8217; ke puncak di google.com.au.</p><p>Sebelas faktor diatas punya andil dalam algoritma otomatis Google saat ini dan bisa dimanfaatkan untuk mengungguli  kompetitor SEO anda. Tapi memang sulit untuk mengetahui komponen mana yang paling besar bobotnya dalam algoritma, akibatnya cukup sulit untuk mematok strategi apa yang paling efektif.</p><p>Jadi &#8216;gimana dong&#8217;?</p><p>Secara umum caranya sama saja; amati hasil pencarian yang dibuat oleh filter-filter pencarian. Perhatikan situs-situs yang menempati <em>top positions</em> dan tentukan strategi SEO yang tepat untuk situs web anda. Tentu saja anda harus melakukan analisis kompetitor yang cukup mendalam.</p><p>Sudah saya bilang &#8216;kan&#8217; <a title="Contoh Kustomisasi SEO" href="http://dhany.web.id/contoh-kustomisasi-strategi-seo.html">SEO itu perlu kustomisasi</a>, karena ada banyak cara dalam SEO.</p><p>Tiap situs web punya kondisi masing-masing dan solusi SEO-nya tergantung pada demografi, <em>site mechanics</em>, dan sumber-sumberdaya yang tersedia. Pertimbangkan hal-hal berikut:</p><ul><li>Siapa target market (target pencari) anda?</li><li>Apakah anda perlu mengoptimalkan <em>geographic targeting (geotargeting)</em>?</li><li>Apakah anda perlu membuat subdomain atau subdirektori untuk bahasa tertentu?</li><li>Apakah anda harus pindah <em>hosting</em>?</li><li>Apakah anda punya sumberdaya untuk melakukan semua hal diatas?</li></ul><p>&#8216;Ribet&#8217; yah? Tapi (hampir) semua masalah ada solusi praktisnya. <em>Stay tune</em> &#8216;aja&#8217;.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/geotargeting-pada-google.html.pdf"> <span>Google Geotargeting</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/geotargeting-pada-google.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>11</slash:comments> </item> <item><title>Apa Tujuan Situs (Website) Anda?</title><link>http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html</link> <comments>http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 19 Feb 2010 07:17:31 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Manajemen]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[controlling]]></category> <category><![CDATA[conversion rate]]></category> <category><![CDATA[google adsense]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[long tail keywords]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=963</guid> <description><![CDATA[Pada artikel seri Panduan SEO kali ini akan dibahas tentang tujuan &#8211; atau tepatnya adalah kegunaan &#8211; dari situs anda. Untuk siapa? Pada gilirannya adalah untuk anda, tapi sebelum anda &#8216;mendapat&#8217; giliran anda harus &#8216;memberi&#8217; dulu. Jadi tujuan atau kegunaan situs ini pada awalnya adalah untuk user/audien. Bagaimana situs anda memecahkan masalah utama para target <a href="http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Pada artikel seri <a href="http://dhany.web.id/panduan-seo">Panduan SEO</a> kali ini akan dibahas tentang tujuan &#8211; atau tepatnya adalah kegunaan &#8211; dari situs anda. Untuk siapa? <strong>Pada gilirannya</strong> adalah untuk anda, tapi sebelum anda &#8216;mendapat&#8217; giliran anda harus &#8216;memberi&#8217; dulu. Jadi tujuan atau kegunaan situs ini pada awalnya adalah untuk user/audien.</p><ul><li>Bagaimana situs anda memecahkan masalah utama para target audien-nya?</li><li>Informasi apa yang disajikan untuk pengguna?</li><li>Tindakan pengguna apa yang anda inginkan pada tiap halaman yang disajikan, dan bagaimana tindakan ini terkait dengan tujuan utama anda?</li></ul><p>Mungkin sekarang anda berpikir; itu bukan SEO!</p><p>Anda benar. Poin-poin di atas memang bukan SEO tradisional. Hanya harus dipahami bahwa SEO sudah sangat banyak berubah sejak beberapa tahun terakhir, saat para pelakunya sadar bahwa SEO hanyalah satu bagian saja dari proses monetisasi situs. Skill SEO berbeda dengan skill web desain atau <em>copywriting</em>, tetap anda harus tahu elemen keduanya (web desain/copywriting dan SEO) agar hasil SEO terkonversi dengan baik.</p><p>Apa gunanya trafik gratis (dari SEO) kalau tidak ada mekanisme untuk mengubahnya menjadi income?<span id="more-963"></span></p><p>Kita akan bicara tentang <em>conversion analysis</em> nanti, untuk saat ini buatlah list tentang:</p><ul><li>Informasi/fungsi/halaman apa yang akan disajikan situs anda pada penggunanya?</li><li>Bagaimana poin-poin pertama di atas berperan dalam mencapai tujuan primer (dan sekunder) situs anda?</li><li>Langkah apa yang anda ingin para pembaca lakukan di halaman-halaman tersebut?</li></ul><p>Setelah membuat list, waktunya mengevaluasi situs anda untuk menilai kondisinya saat ini dan membandingkannya dengan kondisi yang seharusnya.</p><h2>Analisa Situs yang Sudah Ada (<em>Existing</em>)</h2><p>Evaluasi situs anda dengan mengikuti ceklis berikut:</p><ul><li>Apakah sudah fokus pada masalah utama audien? Kalau belum, kenapa, dan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya?</li><li>Apakah sudah memberikan semua informasi yang diperlukan? Kalau belum, kenapa, dan bagaimana anda akan melakukannya?</li><li>Apakah setiap halaman ada hubungannya dengan <a title="SEO: Penentuan Tujuan" href="http://dhany.web.id/seo-penentuan-tujuan.html">tujuan primer/sekunder</a> yang ditetapkan? Kalau tidak ada, berarti tidak ada gunanya. Bisakah dihilangkan atau ditempatkan di halaman yang lebih relevan?</li><li>Apakah setiap halaman punya satu tujuan yang jelas? Halaman depan dan halaman kategori biasanya memang kurang fokus, tapi tiap halaman internal sangat bisa dibuat fokus dan memang seharusnya punya satu (dan hanya satu) tujuan dari eksistensinya.</li></ul><p>Sekarang posisikan diri anda sebagai pengguna, yang baru saja &#8216;mendarat&#8217; pada sebuah halaman internal melalui pencarian di mesin pencari.</p><p>Apa yang kira-kira anda inginkan?</p><p>Tentu jawabannya tergantung pada konteks dan manfaat situs tersebut, tapi kalau anda bisa mengadopsi landasan berpikirnya dan menerapkannya pada setiap halaman, maka anda akan memiliki situs yang sangat fokus, yang tidak hanya menghasilkan trafik tapi juga meng-konversi-nya menjadi <em>income</em>.</p><h2>Situs Baru</h2><p>Biasanya lebih mudah membangun situs dari nol yang langsung fokus pada konversi dan <em>on-site SEO</em> yang baik daripada mengoptimasi dan mengembangkan situs yang sudah eksis.</p><p>Di sisi lain, <em>existing website</em> biasanya sudah memiliki <em>backlink</em> sehingga upaya <em>link building</em> selanjutnya bisa lebih mudah (atau mungkin masalah saat URL banyak berubah), plus sudah &#8216;dikenal&#8217; mesin pencari.</p><p>Kalau sudah dipertimbangkan dengan matang dan ada gambaran tentang tujuan situs anda, maka saat <em>redesign</em> adalah waktu yang tepat untuk fokus ulang. Anda bisa melakukan proses SEO, <em>content writing</em> dan konversi sejak dari awal.</p><h2>Indikator Keberhasilan dan Monitoring</h2><p>Konsekuensi penetapan tujuan adalah anda juga harus menentukan indikator keberhasilan dan memantau perkembangannya.</p><p>Misal, untuk sebuah situs, saya menetapkan indikator keberhasilannya (dalam 1 tahun) sebagai berikut:</p><ul><li>3.000 <em>hits per day</em>. Niche yang digarap punya ruang yang lebih besar, tapi kisaran tersebut saya tetapkan sebagai target minimum.</li><li>$500 per bulan. Saya menggunakan <a id="aptureLink_TMTsiFlSYm" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Affiliate%20Program">affiliate program</a><em>, direct advertising</em> dan AdSense.</li><li>Menempati halaman #1 (top 10) untuk kata kunci utama, dan top 5 untuk kata-kata kunci lapis kedua dan ketiga (<a title="Menurunkan Biaya Promosi AdWords Sambil Meningkatkan Penjualan" href="http://dhany.web.id/menurunkan-biaya-adwords-meningkatkan-penjualan.html"><em>long tail keywords</em></a>).</li><li>Terbentuk komunitas (forum) dengan sedikitnya 250-500 member aktif.</li></ul><p>Tujuan di atas sangat mungkin dicapai, itu adalah target minimum (trafik dan <em>revenue</em>) yang bisa saya harapkan kalau melakukannya secara <em>fulltime</em>.</p><p>Bagaimana anda mengukur sukses? Untuk sebagian item &#8211; seperti AdSense dan <em>keyword ranking</em>, tujuan anda mungkin sangat berbeda, tergantung pada seberapa kompetitif <em>target niche</em> dan sebanyak apa trafik harian yang bisa diharapkan dari kata-kata kunci yang diincar. Posisi #1 untuk keyword populer bisa menghasilkan 10.000 <em>hits per day</em> dengan mudah, tapi kompetisinya juga pasti sengit.</p><p>Anda harus melakukan <em>keyword research</em> dan analisa persaingan sebelum bisa mematok indikator keberhasilan.</p><p>Kalau indikator keberhasilan sudah ditentukan, lakukan <em>monitoring</em> bulanan (untuk trafik dan <em>search ranking</em> akan saya tunjukkan <em>tools</em>-nya). Kalau tidak terlihat ada perkembangan setiap bulannya, maka anda harus melakukan evaluasi dan cari tahu di mana masalahnya.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html.pdf"> <span>Apa Tujuan Situs (Website) Anda?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>29</slash:comments> </item> <item><title>Apa sih yang Google Mau? &#8211; Bag.2</title><link>http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html</link> <comments>http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 30 Dec 2009 05:43:39 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[deep linking]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[sandbox]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[trust]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=270</guid> <description><![CDATA[Melanjutkan artikel sebelumnya tentang apa yang Google mau. Kita bicara tentang relevansi, trust, dan authority. Bagian pertama sudah menjelaskan apa itu relevansi (relevance), dan bagaimana kita meningkatkan kualitas relevansi halaman web kita dengan apa yang dicari. Bagian 2 ini bicara soal trust dan authority. Otoritas (Authority) Authority adalah indikator &#8216;sosial&#8217; atas seberapa kuatnya sebuah situs <a href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan artikel sebelumnya tentang <strong><a title="Apa sih yang Google Mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html">apa yang Google mau</a></strong>. Kita bicara tentang <strong>relevansi, <em>trust</em>, dan <em>authority</em></strong>. Bagian pertama sudah menjelaskan apa itu relevansi (<em>relevance</em>), dan bagaimana kita meningkatkan kualitas relevansi halaman web kita dengan apa yang dicari. Bagian 2 ini bicara soal <em>trust </em>dan <em>authority</em>.</p><h2>Otoritas (<em>Authority</em>)</h2><p><em>Authority </em>adalah indikator &#8216;sosial&#8217; atas seberapa kuatnya sebuah situs atau halaman web dianggap sebagai &#8216;sumber&#8217; topik tertentu. Otoritas menandai keahlian, dan pengakuan atas keahlian tersebut dari dunianya dan juga dari luar industri.</p><p>Kalau misal anda punya situs &#8216;aksesoris golf&#8217; dan ada banyak situs golf lainnya yang menaut ke situs anda, hal itu menunjukkan (di mata Google) bahwa situs anda adalah sumber yang punya otoritas tentang &#8216;aksesoris golf&#8217;.</p><p>Kemudian, kalau ada sejumlah situs diluar topik golf yang menaut ke situs anda, maka status authority semakin menguat. Meski begitu, tautan yang berasal dari situs yang se-topik dengan anda punya nilai lebih, karena<span id="more-270"></span> situs-situs tersebut juga dianggap punya authority pada topik yang sama dengan situs anda.</p><p>Kualitas tautan masuk atau <em>inbound links</em> yang menaut ke situs anda berdasarkan dari yang kurang sampai yang paling berkualitas adalah dari:</p><ol><li>Situs dengan sedikit <em><strong>backlink</strong> </em>dan tidak terkait dengan <em>niche </em>situs anda.</li><li>Situs dengan banyak <strong><em>inbound links</em></strong> (punya <em>authority</em>) dan tidak terkait dengan segmen situs anda.</li><li>Situs dengan sedikit <em>backlink </em>dan berhubungan dengan segmen situs anda.</li><li>Situs dengan banyak <strong><em>incoming link</em></strong> (punya otoritas) dan punya topik yang berhubungan dengan <em>niche </em>situs anda.</li></ol><p><span style="text-decoration: underline;"><em>Backlink, inbound link, incoming link</em></span>, punya arti kira-kira sama dengan tautan masuk. <em>Niche</em>, dan segmen juga sama. Jangan bingung ya. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p><p>Poin-poin di atas harus dipikirkan saat anda sampai pada proses <strong><em>link building</em></strong>. Memburu tautan yang punya otoritas adalah hal yang lebih bersifat seni. Ya, akan ada topik bahasan khusus tentang <em>link building</em> ini. <a title="Pantau Dhany.web.id via email" rel="nofollow" href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=dhany&amp;loc=en_US" target="_blank">Langganan aja dulu</a> biar ngga ketinggalan dan gampang nagihnya kalo saya lupa. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><p>Masing-masing halaman web juga bisa punya <em>authority </em>seperti halnya website utama, oleh karena itu menaut ke halaman-halaman web secara tersendiri (istilahnya; <span style="text-decoration: underline;"><em>deep linking</em></span>) adalah hal yang sangat penting sebagai bagian dari proses <span style="text-decoration: underline;"><em>link building</em></span>.</p><h2>Kepercayaan (<em>Trust</em>)</h2><p>Terakhir, tentang <em>trust</em>, yaitu suatu ukuran yang menyatakan seberapa dapat diandalkannya sebuah website dalam meyediakan informasi yang akurat. Google menggunakan sejumlah faktor untuk mengukur <em>trust; authority</em> dan <em>relevance </em>adalah dua di antaranya, faktor penentu berikutnya adalah tautan masuk dari situs-situs &#8216;terpercaya&#8217; lainnya.</p><p>Satu faktor lainnya yang penting dalam mengukur kepercayaan adalah waktu, dan faktor terakhir inilah yang sering membuat para SEOer dan webmaster menjadi gila, karena faktor waktu ini menimbulkan apa yang dikenal sebagai &#8216;<strong><em>sandbox</em></strong>&#8216;.</p><p>Istilah <em>sandbox </em>ini diartikan sebagai sejumlah filter dalam algoritma pemeringkatan Google yang mencegah sebuah situs atau halaman web mendapat peringkat yang tinggi sebelum &#8216;lulus&#8217; beberapa titik ambang (<em>threshold</em>).</p><p>Terlepas dari apakah <span style="text-decoration: underline;"><em>sandbox</em></span> ini memang ada, saya cenderung berpendapat bahwa Google gak ada urusan untuk &#8216;mendiskriminasi&#8217;, tapi mereka punya tujuan jelas sebagai alasan penetapan kualitas, yaitu untuk menyajikan hasil pencarian yang paling &#8216;bermutu&#8217; kepada pencari. Dan filter berbasis waktu ini, yang mengukur usia situs, seberapa sering di-update, usia tautan dengan otoritas, dll adalah ukuran-ukuran yang saat ini masuk akal untuk menilai kualitas tersebut.</p><p><em>Trust </em>atau kepercayaan seperti halnya di dunia nyata; perlu waktu dan perlu dibuktikan. Tapi ada beberapa strategi (masih dalam koridor yang diperbolehkan Google) yang bisa anda jalankan untuk mempercepat proses <em>trust </em>dan <em>authority </em>ini. Meski demikian, mendapat ranking di Google masih tetap butuh waktu dan bersifat jangka panjang, jadi tetap siapkan mental anda untuk sabar. Tergantung niche yang dipilih dan strategi SEO yang digunakan, hasil bisa terasa dalam 6 sampai 18 bulan.</p><p>Ada sejumlah aspek yang tumpang tindih dari ketiga faktor yang dijelaskan di atas. <em>Anchor text</em> misalnya, bisa digunakan untuk mengukur relevansi, sekaligus otoritas, sementara tautan dari situs populer dan berperingkat tinggi erat kaitannya dengan <em>authority </em>dan <em>trust</em>.</p><p>Okeh&#8230; saya kira cukup dulu untuk tahun ini. Sekarang, tutup browser anda, matikan komputer yang sedang anda pandangi. Pergilah berlibur. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Artikel-artikel tentang <a title="Belajar SEO" href="http://dhany.web.id/panduan-seo">panduan SEO</a> akan saya lengkapi &#8216;tahun depan&#8217;. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br /> Selamat tahun baru 2010, semoga apapun target anda dalam ber-SEO akan lebih mantap lagi hasilnya di tahun yang akan datang. Salam.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html.pdf"> <span>Apa sih yang Google Mau? - Bag.2</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>12</slash:comments> </item> </channel> </rss>
