<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>Dhany.Web.id &#187; conversion rate</title> <atom:link href="http://dhany.web.id/tag/conversion-rate/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://dhany.web.id</link> <description>SEO, Manajemen, Internet Marketing</description> <lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2011 06:47:50 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=113</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /> <item><title>Apa Tujuan Situs (Website) Anda?</title><link>http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html</link> <comments>http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 19 Feb 2010 07:17:31 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Manajemen]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[controlling]]></category> <category><![CDATA[conversion rate]]></category> <category><![CDATA[google adsense]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[long tail keywords]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=963</guid> <description><![CDATA[Pada artikel seri Panduan SEO kali ini akan dibahas tentang tujuan &#8211; atau tepatnya adalah kegunaan &#8211; dari situs anda. Untuk siapa? Pada gilirannya adalah untuk anda, tapi sebelum anda &#8216;mendapat&#8217; giliran anda harus &#8216;memberi&#8217; dulu. Jadi tujuan atau kegunaan situs ini pada awalnya adalah untuk user/audien. Bagaimana situs anda memecahkan masalah utama para target <a href="http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html#more-963'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Pada artikel seri <a href="http://dhany.web.id/panduan-seo">Panduan SEO</a> kali ini akan dibahas tentang tujuan &#8211; atau tepatnya adalah kegunaan &#8211; dari situs anda. Untuk siapa? <strong>Pada gilirannya</strong> adalah untuk anda, tapi sebelum anda &#8216;mendapat&#8217; giliran anda harus &#8216;memberi&#8217; dulu. Jadi tujuan atau kegunaan situs ini pada awalnya adalah untuk user/audien.</p><ul><li>Bagaimana situs anda memecahkan masalah utama para target audien-nya?</li><li>Informasi apa yang disajikan untuk pengguna?</li><li>Tindakan pengguna apa yang anda inginkan pada tiap halaman yang disajikan, dan bagaimana tindakan ini terkait dengan tujuan utama anda?</li></ul><p>Mungkin sekarang anda berpikir; itu bukan SEO!</p><p>Anda benar. Poin-poin di atas memang bukan SEO tradisional. Hanya harus dipahami bahwa SEO sudah sangat banyak berubah sejak beberapa tahun terakhir, saat para pelakunya sadar bahwa SEO hanyalah satu bagian saja dari proses monetisasi situs. Skill SEO berbeda dengan skill web desain atau <em>copywriting</em>, tetap anda harus tahu elemen keduanya (web desain/copywriting dan SEO) agar hasil SEO terkonversi dengan baik.</p><p>Apa gunanya trafik gratis (dari SEO) kalau tidak ada mekanisme untuk mengubahnya menjadi income?<span id="more-963"></span></p><p>Kita akan bicara tentang <em>conversion analysis</em> nanti, untuk saat ini buatlah list tentang:</p><ul><li>Informasi/fungsi/halaman apa yang akan disajikan situs anda pada penggunanya?</li><li>Bagaimana poin-poin pertama di atas berperan dalam mencapai tujuan primer (dan sekunder) situs anda?</li><li>Langkah apa yang anda ingin para pembaca lakukan di halaman-halaman tersebut?</li></ul><p>Setelah membuat list, waktunya mengevaluasi situs anda untuk menilai kondisinya saat ini dan membandingkannya dengan kondisi yang seharusnya.</p><h2>Analisa Situs yang Sudah Ada (<em>Existing</em>)</h2><p>Evaluasi situs anda dengan mengikuti ceklis berikut:</p><ul><li>Apakah sudah fokus pada masalah utama audien? Kalau belum, kenapa, dan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya?</li><li>Apakah sudah memberikan semua informasi yang diperlukan? Kalau belum, kenapa, dan bagaimana anda akan melakukannya?</li><li>Apakah setiap halaman ada hubungannya dengan <a title="SEO: Penentuan Tujuan" href="http://dhany.web.id/seo-penentuan-tujuan.html">tujuan primer/sekunder</a> yang ditetapkan? Kalau tidak ada, berarti tidak ada gunanya. Bisakah dihilangkan atau ditempatkan di halaman yang lebih relevan?</li><li>Apakah setiap halaman punya satu tujuan yang jelas? Halaman depan dan halaman kategori biasanya memang kurang fokus, tapi tiap halaman internal sangat bisa dibuat fokus dan memang seharusnya punya satu (dan hanya satu) tujuan dari eksistensinya.</li></ul><p>Sekarang posisikan diri anda sebagai pengguna, yang baru saja &#8216;mendarat&#8217; pada sebuah halaman internal melalui pencarian di mesin pencari.</p><p>Apa yang kira-kira anda inginkan?</p><p>Tentu jawabannya tergantung pada konteks dan manfaat situs tersebut, tapi kalau anda bisa mengadopsi landasan berpikirnya dan menerapkannya pada setiap halaman, maka anda akan memiliki situs yang sangat fokus, yang tidak hanya menghasilkan trafik tapi juga meng-konversi-nya menjadi <em>income</em>.</p><h2>Situs Baru</h2><p>Biasanya lebih mudah membangun situs dari nol yang langsung fokus pada konversi dan <em>on-site SEO</em> yang baik daripada mengoptimasi dan mengembangkan situs yang sudah eksis.</p><p>Di sisi lain, <em>existing website</em> biasanya sudah memiliki <em>backlink</em> sehingga upaya <em>link building</em> selanjutnya bisa lebih mudah (atau mungkin masalah saat URL banyak berubah), plus sudah &#8216;dikenal&#8217; mesin pencari.</p><p>Kalau sudah dipertimbangkan dengan matang dan ada gambaran tentang tujuan situs anda, maka saat <em>redesign</em> adalah waktu yang tepat untuk fokus ulang. Anda bisa melakukan proses SEO, <em>content writing</em> dan konversi sejak dari awal.</p><h2>Indikator Keberhasilan dan Monitoring</h2><p>Konsekuensi penetapan tujuan adalah anda juga harus menentukan indikator keberhasilan dan memantau perkembangannya.</p><p>Misal, untuk sebuah situs, saya menetapkan indikator keberhasilannya (dalam 1 tahun) sebagai berikut:</p><ul><li>3.000 <em>hits per day</em>. Niche yang digarap punya ruang yang lebih besar, tapi kisaran tersebut saya tetapkan sebagai target minimum.</li><li>$500 per bulan. Saya menggunakan <a id="aptureLink_TMTsiFlSYm" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Affiliate%20Program">affiliate program</a><em>, direct advertising</em> dan AdSense.</li><li>Menempati halaman #1 (top 10) untuk kata kunci utama, dan top 5 untuk kata-kata kunci lapis kedua dan ketiga (<a title="Menurunkan Biaya Promosi AdWords Sambil Meningkatkan Penjualan" href="http://dhany.web.id/menurunkan-biaya-adwords-meningkatkan-penjualan.html"><em>long tail keywords</em></a>).</li><li>Terbentuk komunitas (forum) dengan sedikitnya 250-500 member aktif.</li></ul><p>Tujuan di atas sangat mungkin dicapai, itu adalah target minimum (trafik dan <em>revenue</em>) yang bisa saya harapkan kalau melakukannya secara <em>fulltime</em>.</p><p>Bagaimana anda mengukur sukses? Untuk sebagian item &#8211; seperti AdSense dan <em>keyword ranking</em>, tujuan anda mungkin sangat berbeda, tergantung pada seberapa kompetitif <em>target niche</em> dan sebanyak apa trafik harian yang bisa diharapkan dari kata-kata kunci yang diincar. Posisi #1 untuk keyword populer bisa menghasilkan 10.000 <em>hits per day</em> dengan mudah, tapi kompetisinya juga pasti sengit.</p><p>Anda harus melakukan <em>keyword research</em> dan analisa persaingan sebelum bisa mematok indikator keberhasilan.</p><p>Kalau indikator keberhasilan sudah ditentukan, lakukan <em>monitoring</em> bulanan (untuk trafik dan <em>search ranking</em> akan saya tunjukkan <em>tools</em>-nya). Kalau tidak terlihat ada perkembangan setiap bulannya, maka anda harus melakukan evaluasi dan cari tahu di mana masalahnya.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html.pdf"> <span>Apa Tujuan Situs (Website) Anda?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>29</slash:comments> </item> <item><title>Mengurangi Biaya Promosi AdWords Sambil Meningkatkan Penjualan</title><link>http://dhany.web.id/menurunkan-biaya-adwords-meningkatkan-penjualan.html</link> <comments>http://dhany.web.id/menurunkan-biaya-adwords-meningkatkan-penjualan.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 10 Feb 2010 16:52:20 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Bisnis]]></category> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[broad match]]></category> <category><![CDATA[conversion rate]]></category> <category><![CDATA[google adwords]]></category> <category><![CDATA[long tail keywords]]></category> <category><![CDATA[negative keywords]]></category> <category><![CDATA[sem]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=902</guid> <description><![CDATA[Kalau anda baru belajar mempromosikan situs dengan Google AdWords, besar kemungkinannya anda mendapati bahwa pengeluaran kampanye promosi anda lebih besar daripada return yang didapat. Itu disebabkan karena penggunaan seting yang salah dalam campaign yang dilakukan. Long tail keywords menghasilkan konversi yang lebih baik Sejumlah studi menemukan bahwa long tail keywords mempunyai tingkat konversi yang lebih <a href="http://dhany.web.id/menurunkan-biaya-adwords-meningkatkan-penjualan.html#more-902'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Kalau anda baru belajar mempromosikan situs dengan Google AdWords, besar kemungkinannya anda mendapati bahwa pengeluaran kampanye promosi anda lebih besar daripada <em>return</em> yang didapat. Itu disebabkan karena penggunaan seting yang salah dalam <em>campaign</em> yang dilakukan.</p><h2>Long tail keywords menghasilkan konversi yang lebih baik</h2><p>Sejumlah studi menemukan bahwa <em>long tail keywords</em> mempunyai tingkat konversi yang lebih tinggi daripada kata kunci tunggal. <em>Long tail keywords</em> adalah kata kunci yang sangat spesifik dan terdiri dari 4 atau lebih kata.</p><p>Salah satu sudi yang dilakukan Hitwise baru-baru ini disimpulkan bahwa lebih dari 18% pencarian ternyata mengandung lima atau lebih kata. Selain itu <a href="http://adwords.blogspot.com/2008/11/reach-more-customers-with-broad-match.html" target="_blank">Google juga menyatakan</a> bahwa 20% <em>query</em> pencarian yang Google terima setiap hari adalah<span id="more-902"></span> kata-kata kunci yang tidak digunakan dalam 90 hari sebelumnya, atau malah belum pernah digunakan sama sekali.</p><h2>Long tail keywords yang salah bisa merugikan</h2><p>Konsekuensi penggunaan <em>long tail keywords</em> adalah dipadukannya penggunaan <em>broad match</em> untuk kata-kata kunci yang tercantum pada <em>long tail keywords</em>, karena hampir tidak mungkin untuk mencantumkan semua kombinasi <em>long tail keywords</em> secara manual. Advise Google tentang <em>broad match</em>:</p><blockquote><p><em>&#8220;Broad match is a great way to capitalize on those unexpected, but relevant queries. When you include a keyword as a broad match, your corresponding ad is not only eligible to appear alongside queries with that exact spelling, but it can also capture keyword expansions that include synonyms, singular/plural forms, relevant variants of your keywords, and phrases containing your keywords.&#8221;</em></p></blockquote><p>Sayangnya saran diatas ada kelemahannya juga. Kalau anda menggunakan <em>broad match</em> untuk semua kata kunci <em>long tail</em> yang digunakan, maka iklan anda akan ditampilkan untuk pencarian yang tidak terkait/relevan. Akibatnya biaya yang harus dikeluarkan membengkak lagi tanpa diimbangi pendapatan yang sepadan.</p><p>Misal, kata seperti &#8220;tiger&#8221; akan muncul pada pencarian tentang Tiger Woods, Siberian tiger, tiger shark, Tiger town Georgia, dll.</p><p>Oleh karena itu, jangan lupa meng-<em>exclude keywords</em> yang tidak terkait dengan promosi situs anda (<em>negative keywords</em>).</p><h2>Negative keywords meningkatkan conversion rate</h2><p>Kalau <em>query</em> pencarian mengandung <em>negative keyword(s)</em> ini, iklan AdWords anda tidak akan ditampilkan.<br /> Misal, kalau anda memasukkan &#8220;free&#8221; sebagai kata kunci negatif, iklan AdWords anda tidak akan tampil di depan mata pencari yang ingin barang gratisan. Jadi para penggemar &#8216;<em>gretongan</em>&#8216; tidak akan membuat dana promosi anda terbuang percuma.</p><p>Anda juga bisa menggunakan <em>negative keywords</em> untuk menampilkan iklan di depan <em>target group</em> tertentu. Broker asuransi misalnya, tidak ingin iklannya tampil di depan orang yang mencari buku tentang asuransi. Disini &#8220;book&#8221; dan &#8220;books&#8221; digunakan sebagai <em>negative keywords</em>.</p><p>Kalau salah satu kata dalam <em>long tail keywords</em> mengandung arti ganda (seperti contoh &#8220;tiger&#8221; diatas) maka anda harus menambahkan <em>negative keywords</em> untuk mengabaikan <em>query</em> pencarian tertentu.</p><h2>Kesimpulan</h2><p><em>Broad match</em> bisa meningkatkan penjualan, tapi anda harus berhati-hati dengan opsi ini. Saat menggunakan <em>broad match</em>, jangan lupa gunakan juga <em>negative keywords</em> untuk menyaring trafik yang tidak diinginkan.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/menurunkan-biaya-adwords-meningkatkan-penjualan.html.pdf"> <span>Mengurangi Biaya Promosi AdWords Sambil Meningkatkan Penjualan</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/menurunkan-biaya-adwords-meningkatkan-penjualan.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> </channel> </rss>
