<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>Dhany.Web.id &#187; duplicate content</title> <atom:link href="http://dhany.web.id/tag/duplicate-content/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://dhany.web.id</link> <description>SEO, Manajemen, Internet Marketing</description> <lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2011 06:47:50 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=459</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /> <item><title>Algoritma Penilaian Google Terkini</title><link>http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html</link> <comments>http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 26 Mar 2010 09:39:29 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[arsitektur situs]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[duplicate content]]></category> <category><![CDATA[hosting]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1249</guid> <description><![CDATA[Berikut ini intisari wawancara Matt Cutts dengan StoneTemple Consulting minggu lalu tentang algoritma penilaian ranking terkini di Google. 1. PageRank dan halaman terindeks Matt Cutts menyatakan bahwa jumlah halaman situs web yang diindeks oleh Google kira-kira setara dengan PageRank situs web tersebut. PageRank dipengaruhi kualitas dan kuantitas/jumlah tautan. Artinya, halaman-halaman pada situs anda akan banyak <a href="http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini intisari wawancara Matt Cutts dengan StoneTemple Consulting minggu lalu tentang algoritma penilaian <em>ranking </em>terkini di Google.</p><h2>1. PageRank dan halaman terindeks</h2><p>Matt Cutts menyatakan bahwa jumlah halaman situs web yang diindeks oleh Google kira-kira setara dengan PageRank situs web tersebut. PageRank dipengaruhi kualitas dan kuantitas/jumlah tautan. Artinya, halaman-halaman pada situs anda akan banyak terindeks jika memiliki  banyak <em>inbound link</em> berkualitas.</p><p>Kalau anda punya situs dengan konten/URL internal yang sangat banyak, maka tingkatkan PageRank situs agar Google mau &#8220;membaca&#8221; semua konten itu.</p><p>Untuk diingat/diketahui, bahwa Google  menggunakan<span id="more-1249"></span> PageRank <em>realtime </em>dalam algoritma penilaian, bukan PageRank yang  ditampilkan pada Google toolbar (atau <em>tool </em>lainnya).</p><h2>2. <em>Server hosting</em> yang lambat</h2><p>Kalau Google cuma bisa menjelajah dua halaman pada satu waktu karena <em>server hosting</em> yang lambat,  maka Google akan menerapkan <em>limit </em>atas untuk berapa banyak halaman  yang akan &#8220;dibaca&#8221;. Gunakan <a rel="nofollow" href="http://dhany.web.id/mwn" target="_blank"><em>server hosting</em> yang cepat</a> (aff) atau gunakan <em>dedicated server</em> kalau harus dan memungkinkan.</p><h2>3. Konten duplikat</h2><blockquote><p>&#8220;Imagine we crawl three pages from a site, and then we discover that the two other pages were duplicates of the third page. We&#8217;ll drop two out of the three pages and keep only one, and that&#8217;s why it looks like it has less good content.&#8221;</p></blockquote><p>Seperti disebutkan di poin 1, Google akan mengindeks halaman web berdasarkan PageRank. Kalau ditemukan konten duplikat, beberapa halaman akan &#8220;dibuang&#8221; dan terbuanglah kesempatan untuk mendapat <em>ranking</em>.</p><p>Matt kemudian &#8216;mengindikasikan&#8217; (tersirat, tidak tersurat) bahwa kalau sebuah halaman menaut ke halaman duplikat, maka penilaian PageRank menjadi kacau. Google juga akan mencoba untuk  &#8216;mengalihkan&#8217; PageRank dan membaca sinyal dari halaman duplikat ke halaman asli.</p><p>Jika anda menggunakan tag <strong>rel=canonical</strong> pada semua halaman maka halaman-halaman tersebut seharusnya tidak berupa duplikat yang sama persis tetapi bersifat duplikat konsep,  atau hal-hal yang terkait dengan topik konten.</p><blockquote><p>&#8220;It&#8217;s totally fine for a page to link to itself with rel=canonical, and it&#8217;s also totally fine, at least with Google, to have rel=canonical on every page on your site.&#8221;</p></blockquote><p>Google tidak  selalu mematuhi tag <em>canonical</em>:</p><blockquote><p>&#8220;The crawling and indexing team wants to reserve the ultimate right to determine if the site owner is accidentally shooting themselves in the foot and not listen to the rel=canonical tag.&#8221;</p></blockquote><h2>4. Halaman afiliasi</h2><p>Kalau sebuah situs web hanya berupa situs afiliasi yang sangat mirip dengan situs/halaman lain  (cuma beda logo, dll) maka halaman ini tidak akan  mendapatkan <em>ranking</em>.</p><p>Kalau Google mendeteksi <em>link </em>afiliasi (<em>affiliate link</em>) maka <em>link </em>ini tidak akan memberikan PageRank atau otoritas apapun.</p><h2>5. Pengalihan (<em>redirection</em>) dan PageRank</h2><p>Jika Anda mengubah nama  domain atau mengalihkan halaman lama ke halaman baru dengan <strong>301 redirect</strong> maka <em>link power</em> akan disalurkan ke nama domain atau alamat  baru tapi kekuatannya berkurang. <a id="aptureLink_IKmGjkB5wg" href="http://en.wikipedia.org/wiki/HTTP%20301">301 redirect</a> tidak mengalihkan PageRank secara penuh.</p><p>Pikirkan dan pilih struktur permalink atau URL pada blog/situs web anda sejak dini. Mengubah struktur di belakang hari akan sangat merepotkan dan secara signifikan menurunkan penilaian dan ranking/posisi di mesin pencari.</p><h2>6. Panjang konten</h2><blockquote><p>&#8220;If there are a large number of pages that we consider low value, then we might not crawl quite as many pages from that site, but that is independent of rel=canonical.&#8221;</p></blockquote><p>Kalau anda memiliki banyak  halaman web dengan tulisan yang terlalu sedikit maka Google akan &#8220;malas&#8221;  menjelajah situs anda. Matt menyarankan bahwa setiap halaman web punya konten yang &#8216;cukup&#8217;:</p><blockquote><p>&#8220;You really want to have most of your pages have actual products with lots of text on them.&#8221;</p></blockquote><h2>7. PageRank <em>sculpting </em>dan  navigasi situs</h2><p>Google tidak suka anda &#8220;memahat&#8221; situs hanya untuk alasan PageRank. Cara tepat untuk menyalurkan <em>link juice/link power</em> dari satu halaman ke halaman lain adalah dengan menggunakan navigasi yang baik.</p><blockquote><p>&#8220;Site architecture, how you make links and structure appear on a page in a way to get the most people to the products that you want them to see, is really a better way to approach it than trying to do individual sculpting of PageRank on links.&#8221;</p><p>&#8220;You can distribute that PageRank very carefully between related products, and use related links straight to your product pages rather than into your navigation. I think there are ways to do that without necessarily going towards trying to sculpt PageRank.&#8221;</p></blockquote><h2>8. JavaScript dan <em>link </em>navigasi situs</h2><p>Jangan gunakan JavaScript link untuk navigasi situs anda karena Google tidak akan (walaupun bisa) membaca tautan tersebut, sehingga PageRank dan link power &#8220;tidak tersalur&#8221;.</p><blockquote><p>&#8220;For a while, we were scanning within JavaScript, and we were looking for links. Google has gotten smarter about JavaScript and can execute some JavaScript.</p><p>I wouldn&#8217;t say that we execute all JavaScript, so there are some conditions in which we don&#8217;t execute JavaScript.</p><p>We do have the ability to execute a large fraction of JavaScript when we need or want to. One thing to bear in mind if you are advertising via JavaScript is that you can use NoFollow on JavaScript links.&#8221;</p></blockquote><h2>9. Tautan berbayar</h2><p>Google tidak mau iklan mempengaruhi penilaiannya dan nampaknya akan menggunakan lebih banyak tenaga manusia/<em>reviewer </em>untuk melaporkan lebih banyak <em>link </em>spam dalam beberapa bulan mendatang. Matt Cutts mengatakan  bahwa Google &#8220;melakukan banyak hal&#8221; untuk mendeteksi <em>advertising </em>dan  memastikan bahwa <em>link </em>iklan tidak akan terlalu mempengaruhi penilaian Google.</p><p><strong>Kesimpulan:</strong> Jika Anda ingin  memanfaatkan algoritma penilaian Google terkini dan mendapat posisi teratas di Google, anda harus menggunakan metode  optimasi mesin pencari (SEO &#8211; Search Engine Optimization) yang mengarah pada hasil yang tahan lama. Jangan menipu mesin pencari dan jangan menipu penggunanya. <em>If you want love, don&#8217;t cheat</em>. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><p>Lihat <a href="http://www.stonetemple.com/articles/interview-matt-cutts-012510.shtml" target="_blank">wawancara aslinya</a>.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html.pdf"> <span>Algoritma Penilaian Google Terkini</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> <item><title>Membuat Rencana SEO</title><link>http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html</link> <comments>http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 29 Jan 2010 12:14:34 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Manajemen]]></category> <category><![CDATA[arsitektur situs]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[duplicate content]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[planning]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[sitemap]]></category> <category><![CDATA[trust]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=676</guid> <description><![CDATA[Sia-sia saja punya informasi tapi tidak punya pengetahuan dan keinginan untuk menggunakannya secara efektif. Anda sedang membaca salah satu artikel Panduan SEO, jadi saya anggap anda punya keinginan untuk memanfaatkan ilmu SEO. Setelah punya keinginan, anda harus punya rencana. Dalam ilmu manajemen, rencana terbaik adalah rencana yang fleksibel, tapi mengandung detail yang cukup untuk memandu <a href="http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Sia-sia saja punya informasi tapi tidak punya pengetahuan dan keinginan untuk menggunakannya secara efektif. Anda sedang membaca salah satu artikel <a href="http://dhany.web.id/panduan-seo">Panduan SEO</a>, jadi saya anggap anda punya keinginan untuk memanfaatkan ilmu SEO.</p><p>Setelah punya keinginan, anda harus punya rencana. Dalam ilmu manajemen, rencana terbaik adalah rencana yang fleksibel, tapi mengandung detail yang cukup untuk memandu anda dan memungkinkan anda untuk memodifikasinya sesuai kebutuhan.</p><p>Artikel ini akan memperkenalkan 4 fase dalam perencanaan SEO.</p><p>Kenapa 4, bukan 5 atau 3? Yah, karena buat saya 4 langkah ini memberikan hasil terbaik &#8211; dan 4 langkah ini adalah <em>template </em>dasar untuk kampanye SEO yang biasa saya lakukan. Empat fase ini bukan sesuatu yang baku, silakan saja anda ubah (bukan dikurangi substansinya). Misal pada fase peluncuran situs, kalau anda merasa fase tersebut sebaiknya dipecah menjadi 2, lakukan saja. Kemudian kalau anda mau menggabungkan langkah 2 dan 3 (optimalisasi situs dan peluncuran situs), silakan gabungkan. Bebas.</p><p>Apapun perubahan yang anda buat, tetap lakukan langkah-langkah yang harus dilakukan, diubah boleh, dikurangi jangan. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-676"></span></p><h2>Fase 1: Riset</h2><p>Ini bagian penting pertama dari perencanaan SEO dan sebetulnya tidak terlalu sulit dan membosankan seperti yang diduga banyak calon pejuang SEO.</p><p>Harus diakui, saya bukan orang yang suka tenggelam dalam perencanaan dan riset ini. Saya sendiri biasanya &#8216;<em>just do it</em>&#8216; dan memperbaiki berbagai hal belakangan. Riset harus dilakukan, tapi jangan sampai membuat anda terlalu banyak menimbang sehingga tidak pernah beraksi.</p><p>Fase riset ini juga sangat mudah dilewatkan, bisa karena tidak tahu caranya, bisa karena godaan untuk &#8216;<em>just do it</em>&#8216; terlalu tinggi pada saat menemukan sesuatu yang menurut anda menarik.</p><p>Apapun alasannya, ingat satu hal; kalau anda ingin menaklukkan segmen pasar yang diincar, anda HARUS melakukan riset. Titik.</p><p><strong>Penentuan Tujuan</strong></p><p>Apa tujuan situs anda, bayangkan audien ideal untuk situs tersebut.</p><p><em><strong>Keyword Research</strong></em></p><p>Kalau anda sudah tahu topik yang akan diambil (dan punya gambaran tentang audien anda), kumpulkan kata kunci apa saja yang biasa digunakan dan data yang terkait dengan <em>keyword </em>tersebut.</p><p><em><strong>Competitive Analysis</strong></em></p><p>Analisis persaingan yang akan dihadapi. Siapa yang menjadi pesaing, dan apa yang sudah mereka lakukan dalam SEO/<em>online marketing</em>.</p><h2>Fase 2: Membangun/Optimalisasi Situs</h2><p>Fase ini berbeda untuk tiap proyek SEO, tergantung pada apakah situs tersebut baru atau lama/mapan.</p><p><strong><em>Keyword </em>dan Konten Situs</strong></p><p>Bagaimana cara menggunakan <em>keyword </em>pada situs anda, bagaimana memecah kata-kata kunci tersebut pada beberapa halaman dan bagaimana cara mengorganisir situs berdasarkan kata kunci.</p><p><em><strong>On-Page SEO</strong></em></p><p>Optimalisasi elemen halaman situs; tag title, tag meta, penggunaan keyword dan hindari duplikasi konten.</p><p><strong>Arsitektur Situs</strong></p><p><a title="SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Situs" href="http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html">Arsitektur situs</a> adalah tentang bagaimana anda mengatur halaman-halaman situs (<em>internal linking</em>), <em>search engine friendly</em> URL dan penggunaan <em>sitemap</em>.</p><h2>Fase 3: Peluncuran Situs</h2><p><strong>Dasar-dasar <em>Link Building</em></strong></p><p>Hal-hal dasar pada praktek <em>link building</em> yang efektif, jenis tautan yang dibutuhkan, dan bagaimana anda akan melakukannya dalam jangka panjang.</p><p><em><strong>Site Launch Links</strong></em></p><p>Jenis-jenis tautan yang dibutuhkan saat situs diluncurkan (<em>go online</em>) agar eksistensinya diketahui mesin pencari, agar halaman-halaman situs ter-indeks dan sekaligus terdongkrak posisinya karena <a title="trust dan authority - Apa sih yang Google mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html"><em>trust </em>dan </a><em><a title="trust dan authority - Apa sih yang Google mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html">authority</a> </em>yang diperoleh.</p><h2>Fase 4: SEO Jangka Panjang</h2><p>Sudah dijelaskan dari awal bahwa <a title="Pola Pikir SEO" href="http://dhany.web.id/pola-pikir-seo.html"><em>Search Engine Marketing</em> adalah komitmen jangka panjang</a> dan harus dilakukan secara konsisten. Ini berarti anda harus konsisten membangun konten, konsisten melakukan <em>link building</em> dan konsisten memonitor hasil pekerjaan anda (berdasarkan trafik dan posisi pada SERP), kemudian lakukan <em>fine tuning</em> (penyempurnaan) pada aktivitas SEO anda.</p><p><strong>Sumber-sumber Tautan</strong></p><p>Dari mana situs anda mendapat tautan? Nanti akan ditunjukkan 10 sumber tautan dan cara menemukannya.</p><p><em><strong>Link Partner</strong></em></p><p>Bagaimana menggunakan mesin pencari untuk menemukan <em>link partner</em> yang potensial.</p><p><strong>Penilaian Tautan</strong></p><p>Bagaimana menilai kualitas sebuah tautan, dan bagaimana kualitas ini mempengaruhi praktek <em>link building</em>.</p><p><strong>Konten Berkualitas</strong></p><p>Konten bagaimana yang tepat untuk menyisipkan tautan dan bagaimana membentuk kebiasaan untuk membuat konten berkualitas.</p><p><em><strong>Monitoring</strong></em></p><p>Menggunakan <em>tools analisis</em> dan <em>search ranking data</em> untuk mempersempit dan mengarahkan kampanye SEO/<em>link building</em>.</p><p>Itulah hal-hal yang harus anda ketahui dan cantumkan pada saat membuat rencana SEO. Ini hanya gambaran dulu. Setiap fase diatas akan dijelaskan dalam artikel-artikel tersendiri.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html.pdf"> <span>Membuat Rencana SEO</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>13</slash:comments> </item> <item><title>Faktor Pemeringkatan On-Page &#8211; Bag. 2</title><link>http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage-bag2.html</link> <comments>http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage-bag2.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 13 Jan 2010 00:47:26 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[duplicate content]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=545</guid> <description><![CDATA[Pada artikel sebelumnya kita membahas 3 faktor pemeringkatan onpage dalam konteks SEO; Tag Title, Penggunaan Keyword, dan Struktur URL. Pada bagian ini kita lanjutkan tentang Tag Meta Description dan Duplicate Content. Tag Meta Description Tag Meta Description kecil pengaruhnya terhadap ranking di mesin pencari. Loh&#8230; terus kenapa dibahas? Ya, karena meta description ini sangat penting <a href="http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage-bag2.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Pada artikel sebelumnya kita membahas 3 faktor pemeringkatan onpage dalam konteks SEO; <em>Tag Title</em>, Penggunaan Keyword, dan Struktur URL. Pada bagian ini kita lanjutkan tentang <em>Tag Meta Description</em> dan <em>Duplicate Content</em>.</p><h2>Tag Meta Description</h2><p><em>Tag Meta Description</em> kecil pengaruhnya terhadap ranking di mesin pencari. Loh&#8230; terus kenapa dibahas? Ya, karena <em>meta description</em> ini sangat penting dalam menghasilkan deskripsi halaman <a title="Komponen SERP: Search Engine Results Page" href="http://dhany.web.id/komponen-serp-search-engine-results-page.html">pada SERP</a>. Di artikel sebelumnya dijelaskan bahwa <em>tag Title</em> harus ditulis dengan mengacu pada <em>branding value</em> dan mampu menarik minat pengguna mesin pencari untuk meng-klik judul tersebut, <span style="text-decoration: underline;"><em>meta description</em> juga harus menghasilkan nilai dan daya tarik yang sama</span>.</p><p>Penggunaan <em>keyword </em>pada tag ini (dan juga penggunaan <em>tag meta keywords</em>) memang tidak punya <em>impact </em>yang cukup untuk mendongkrak posisi, sehingga<span id="more-545"></span> bisa dianggap investasi waktu yang dikeluarkan kurang sepadan &#8211; tapi kalau anda membangun situs baru, pastikan setiap halaman situs anda memiliki <em>tag title, tag meta description</em> dan <em>tag meta keywords</em> yang unik.</p><p>Kalau anda punya kesempatan untuk mengatakan sebanyak mungkin tentang topik situs anda dan menarik sebanyak mungkin pengunjung yang terarah, kenapa tidak? Dan kalau tidak, kenapa juga anda pusing-pusing dengan SEO.</p><p>Peran utama <em>tag meta description</em> adalah untuk menghasilkan deskripsi halaman/situs pada hasil pencarian, dan satu alasan ini cukup untuk membuat saya mencantumkannya sebagai poin tersendiri.</p><h2>Duplicate Content</h2><p>Tiap mesin pencari punya cara berbeda untuk mengurus <em>duplicate content</em> dan memang sulit untuk melakukan eksperimen tersendiri atau memperhitungkan semua faktor-faktor yang mempengaruhinya.</p><p>Dua hal yang harus diingat:</p><ul><li>Meskipun mesin pencari melakukan tugasnya dengan baik dalam menyaring <em>duplicate content</em>, beberapa (bahkan banyak) halaman duplikat yang bisa &#8216;bertahan hidup&#8217;, dan memang ada sebabnya. Yaitu karena website atau halaman-halaman tersebut secara umum menyediakan konten unik milik mereka sendiri.<br /> Kalau anda mengkhawatirkan penalti <em>duplicate content</em> ini, pikirkan apa yang diberikan situs/halaman web anda pada pengguna/pengunjungnya. Kalau anda menawarkan sesuatu yang cukup signifikan untuk membuatnya unik, maka tidak usah khawatir dengan filter ini.</li></ul><ul><li>Filter <span style="text-decoration: underline;"><em>duplicate content</em> bersifat <em>negative-only</em></span>, artinya penalti akan diberikan hanya kalau halaman-halaman situs berisi salinan dari halaman-halaman lain, tapi kalau anda lolos dari filter ini tidak ada pengaruhnya terhadap ranking.</li></ul><p>Jadi dapat disimpulkan, ada 5 onpage ranking factor yang harus diperhatikan dalam SEO; <strong><a title="Faktor Pemeringkatan On-Page" href="http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage.html"><em>Tag Title</em>, Penggunaan Keyword, Struktur URL</a>, <em>Tag Meta Description</em>, dan <em>Duplicate Content</em></strong>.</p><p>Artikel berikutnya akan mengupas tentang <em>site-based ranking factors</em>. Btw. sudah <em>subscribe</em>? Kalau belum silakan pantau blog ini <a title="Pantau Dhany.web.id via email" href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=dhany&amp;loc=en_US" target="_blank" rel="nofollow">via email</a> atau <a title="Pantau Dhany.web.id via feed" href="http://dhany.web.id/feed" target="_blank" rel="nofollow">feed</a> reader. Salam.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage-bag2.html.pdf"> <span>Faktor Pemeringkatan On-Page - Bag. 2</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage-bag2.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Faktor Pemeringkatan On-Page</title><link>http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage.html</link> <comments>http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 10 Jan 2010 22:47:24 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[duplicate content]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=533</guid> <description><![CDATA[Berikut ini adalah item-item on-page (elemen-elemen halaman web) yang mempengaruhi posisi halaman tersebut pada SERP. Tag Title Pada kode HTML anda akan melihat tag Title sebagai &#60;title&#62;, tag ini tampil pada bagian atas jendela peramban dan muncul juga di SERP sebagai judul halaman web. Tag Title ini menunjukkan pada mesin pencari dan user tentang konten <a href="http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah item-item <em>on-page</em> (elemen-elemen halaman web) yang mempengaruhi posisi halaman tersebut pada SERP.</p><h2>Tag Title</h2><p>Pada kode HTML anda akan melihat <em>tag Title</em> sebagai <em>&lt;title&gt;</em>, tag ini tampil pada bagian atas jendela peramban dan muncul juga di <em><a title="Komponen SERP: Search Engine Results Page" href="http://dhany.web.id/komponen-serp-search-engine-results-page.html">SERP</a></em> sebagai judul halaman web. Tag Title ini menunjukkan pada mesin pencari dan user tentang konten halaman tersebut, jadi penting untuk:</p><ul><li>Membuat kata kunci (<em>keyword</em>) utama halaman web tercantum pada tag Title</li><li>Membuat judul halaman menarik untuk di-klik</li><li>Membuat tag Title se-unik dan sejelas mungkin untuk setiap halaman</li></ul><p>Upaya yang dikeluarkan untuk &#8216;mengasah&#8217; judul halaman ini sepadan dengan hasilnya, dan waktu yang diperlukan untuk &#8216;membetulkan&#8217; juga tidak lama. <span style="text-decoration: underline;">Tag title adalah elemen SEO penting pada semua mesin pencari utama</span>. Apa yang anda lakukan pada Title mempengaruhi posisi di mesin pencari.</p><h2>Penggunaan Keyword</h2><p>Optimalisasi keberadaan kata kunci pada suatu halaman web. Walaupun <span id="more-533"></span>halaman-halaman yang tidak terkait bisa saja punya posisi untuk <em>query </em>pencarian (<em>flaw </em>pada mesin pencari ketemu eksploitasi secara sengaja ataupun tidak), tapi secara normal penggunaan <em>keyword </em>memberi petunjuk pada mesin pencari tentang topik halaman tersebut (<a title="Relevansi - Apa sih yang Google Mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html">relevansi</a> terhadap query pencarian).</p><p><span style="text-decoration: underline;">Frekuensi kata kunci</span> (jumlah kemunculan) harus diperhatikan, berikut ini patokannya:</p><ul><li>Mesin-mesin telusur internet menggunakan ambang frekuensi <em>keyword </em>yang berbeda untuk menentukan apakah kata kunci &#8216;terlalu sedikit&#8217; (kurang relevan) atau &#8216;terlalu banyak&#8217; (spam), jadi anda harus menemukan titik tengah.</li><li>Variasi <em>keyword </em>(penggunaan kata yang berbeda namun serupa artinya dengan <em>keyword </em>utama &#8211; sinonim) berdasarkan klusterisasi/kelompok kata kunci, punya pengaruh lebih besar di Google daripada mesin pencari lain.</li><li>Istilah terkait (kata-kata kunci yang tidak terlalu erat kaitannya dengan kata kunci utama &#8211; bedakan dengan kluster) juga penting karena mendukung relevansi topik dan digunakan untuk menentukan &#8216;kedalaman pengetahuan&#8217; (karenanya bisa dianggap sebagai ukuran <span style="text-decoration: underline;"><em>on-page topical authority</em></span>).</li></ul><p>Aplikasi praktisnya adalah dengan membuat halaman yang sangat fokus pada keyword tertentu &#8211; ini membuat anda (bisa sebagai webmaster bisa juga sebagai <em>content writer</em>) untuk: 1) mengulang kata kunci utama secara alami dan 2) menggunakan variasi kata kunci dan istilah-istilah terkait pada saat menulis tentang topik tersebut.</p><p>Dengan metode natural ini anda a) tidak akan terlalu dipusingkan tentang tema penulisan konten dan b) sudah cukup upaya (dalam hal penggunaan keyword) untuk mendapat posisi bagus pada ketiga mesin pencari utama.</p><h2>Struktur URL</h2><p>Seperti halnya <em>tag Title</em>, optimalisasi struktur URL adalah upaya SEO sederhana, waktu setup yang singkat, dan punya benefit jangka panjang (dalam hal branding dan peringkat di mesin pencari) namun masih banyak webmaster yang mengabaikannya atau malah mengacaukannya.</p><p>Berikut ini beberapa tips dalam mengelola URL yang <em>search engine friendly</em>:</p><ul><li>Gunakan URL statik alih-alih <em>database driven dynamic URL</em>. Kalau tidak memungkinkan, gunakan parameter dinamis sesedikit mungkin</li><li>Upayakan sesingkat (alih-alih menggunakan kalimat atau struktur folder yang panjang) dan se-deskriptif mungkin (alih-alih berupa angka)</li><li>Cantumkan kata kunci</li><li>Gunakan tanda sambung (<em>hyphen</em>) untuk pemisahan kata</li><li>Hilangkan <em>extra data</em> (alih-alih misal <em>dhany.web.id/category/category1/page1.htm</em>, lebih baik <em>dhany.web.id/category1/page1.htm</em>)</li></ul><p>Tentu saja walaupun anda tidak sepenuhnya mengikuti tips di atas, situs anda masih bisa dapat ranking bagus. Meski demikian, kalau anda memulai situs baru, upayakan untuk melakukan &#8216;hal benar&#8217; sebanyak mungkin sejak mula, lagipula <span style="text-decoration: underline;">optimalisasi struktur URL bukan hal sulit</span> untuk &#8216;dibuat benar&#8217;.</p><p>Artikel selanjutnya masih tentang Faktor Pemeringkatan On-Page, ngebahas soal <em>Tag Meta Description</em> dan <em>Duplicate Content. Don&#8217;t forget to check it out!</em></p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage.html.pdf"> <span>Faktor Pemeringkatan On-Page</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> </channel> </rss>
