<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>Dhany.Web.id &#187; google realtime</title> <atom:link href="http://dhany.web.id/tag/google-realtime/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://dhany.web.id</link> <description>SEO, Manajemen, Internet Marketing</description> <lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2011 06:47:50 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=428</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /> <item><title>Official: Bagaimana Google Menilai Tweet?</title><link>http://dhany.web.id/bagaimana-google-menilai-tweet.html</link> <comments>http://dhany.web.id/bagaimana-google-menilai-tweet.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 05 Feb 2010 08:46:19 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[google caffeine]]></category> <category><![CDATA[google realtime]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category> <category><![CDATA[twitter]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=888</guid> <description><![CDATA[Seperti yang pernah saya tulis, sejak bulan Desember kemarin Google mulai menampilkan hasil pencarian real-time selain hasil pencarian reguler pada halaman SERP (Search Engine Result Page) mereka. Hasil pencarian real-time ini menawarkan akses terhadap item-item yang sedang hot untuk suatu query pencarian. Elemen hasil pencarian Google realtime yang utama adalah tweet. Tweet adalah pesan-pesan yang <a href="http://dhany.web.id/bagaimana-google-menilai-tweet.html#more-888'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang pernah saya tulis, sejak bulan Desember kemarin Google mulai menampilkan hasil <a title="Google Real Time – Perlukah Optimalisasi?" href="http://dhany.web.id/optimalisasi-google-real-time.html">pencarian <em>real-time</em></a> selain hasil pencarian reguler pada halaman SERP (Search Engine Result Page) mereka. Hasil pencarian <em>real-time</em> ini menawarkan akses terhadap item-item yang sedang <em>hot</em> untuk suatu <em>query</em> pencarian.</p><p>Elemen hasil pencarian Google <em>realtime</em> yang utama adalah <em>tweet</em>. <em>Tweet</em> adalah pesan-pesan yang dikirim oleh pengguna Twitter.com. Amit Singhal, yang mengepalai pengembangan Google <em>realtime</em>, akhirnya mempublikasikan bagaimana cara Google menilai <em>tweet</em> yang tampil pada hasil pencarian <em>realtime</em>.</p><p style="text-align: center;">&nbsp;</p><h2>Tweet juga ada &#8220;<em>PageRank</em>&#8221; nya</h2><p>Algoritma <em>PageRank</em> Google mempertimbangkan struktur tautan halaman web. Semakin banyak situs yang menaut ke sebuah situs (misal A ke C dan B juga ke C) dan makin  banyak situs yang menaut ke situs yang menaut (D dan E ke A; F, G, H dan I ke B) maka semakin &#8216;<a title="Apa sih yang Google Mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html">relevan</a>&#8216; situs yang ditaut (C).</p><p>Bedanya, pada <em>tweet</em> yang dinilai bukanlah tautan, tapi<span id="more-888"></span> <em>follower</em>. Twitter.com menggunakan sistem <em>follow</em>, dimana seorang pengguna Twitter mem-follow pengguna Twitter lainnya. Semakin banyak <em>follower</em>, makin kuat &#8216;reputasi&#8217; <em>tweet</em> pengguna tersebut. Kalau <em>user</em> dengan banyak <em>follower</em> ini mem-follow pengguna Twitter lain, maka reputasi user yang di-follow ini akan terangkat secara signifikan.</p><blockquote><p><em>&#8220;It is more than a popularity contest. One user following another in social media is analogous to one page linking to another on the Web. Both are a form of recommendation.</em></p><p><em>As high-quality pages link to another page on the Web, the quality of the linked-to page goes up. Likewise, in social media, as established users follow another user, the quality of the followed user goes up as well.&#8221;</em></p></blockquote><h2>Pengaruh filter dan algoritma lain</h2><p>Tingkat reputasi dan <em>follower</em> hanya salah satu cara yang digunakan Google untuk menilai <em>tweet</em>. Hal-hal di bawah ini berpengaruh juga:</p><p style="padding-left: 30px;"><strong>1. <em>Hashtag</em></strong></p><p style="padding-left: 30px;">Pengguna Twitter sering menggunakan &#8220;<em>hashtag</em>&#8221; pada komentar/<em>tweet</em> yang dilontarkan. <em>Hashtag</em> adalah simbol # yang mengawali sebuah topik, misal; #seo.</p><p style="padding-left: 30px;">Kalau <em>hashtag</em> ini disertakan pada sebuah <em>tweet</em>, dan kalau ada pengguna Twitter lain yang meng-klik <em>hashtag</em> tersebut di Twitter (atau situs lain yang menampilkannya) maka tweet akan ditampilkan pada hasil pencarian <em>real-time</em>.</p><p style="padding-left: 30px;"><strong>2. <em>Spam</em></strong></p><p style="padding-left: 30px;">Meskipun <em>hashtag</em> berguna untuk meningkatkan eksposur sebuah tweet, tapi juga rentan disalahgunakan untuk <em>spamming</em>. <em>Hashtag</em> yang &#8216;salah&#8217; bisa memicu filter spam Google.</p><p style="padding-left: 30px;"><a href="http://www.technologyreview.com/web/24353/page1/" target="_blank">Amit Singhal</a> tidak menjelaskan secara detil (iya lah, rahasia dapur), hanya disebutkan bahwa Google memodelkan perilaku ber-hashtag ini sedemikian rupa dan cenderung mengurangi eksposur <em>tweet</em> &#8216;berkualitas rendah&#8217;.</p><p style="padding-left: 30px;"><strong>3. <em>Signal in the noise</em></strong></p><p style="padding-left: 30px;">Kata yang sangat populer seperti &#8220;Obama&#8221; bisa terkandung pada ribuan <em>tweet</em>. Untuk menemukan <em>tweet</em> yang &#8216;relevan&#8217; Google mencari &#8220;<em>signal in the noise</em>&#8220;. Sinyal ini bisa berupa peningkatan jumlah <em>tweet</em> yang menyebutkan kata kunci lain setelah atau sebelum &#8220;Obama&#8221;, misal &#8220;once Indonesian&#8221;. <em>Tweet</em> yang mengandung sinyal ini akan dipilih untuk hasil pencarian <em>real-time</em>.</p><p>Problem dengan Google realtime ini untuk pejuang SEO adalah penampakannya pada <a title="Komponen SERP: Search Engine Results Page" href="http://dhany.web.id/komponen-serp-search-engine-results-page.html">SERP</a> yang sangat singkat. Waktu dan <em>effort</em> yang harus diinvestasikan untuk tampil di hasil pencarian <em>real-time</em> ini sebaiknya dikeluarkan saja untuk hasil pencarian reguler. Hasil pencarian reguler biasanya bertahan dalam waktu yang lama, sedangkan hasil pencarian <em>realtime</em> hanya muncul beberapa menit (kadang lebih singkat).</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/bagaimana-google-menilai-tweet.html.pdf"> <span>Official: Bagaimana Google Menilai Tweet?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/bagaimana-google-menilai-tweet.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>10</slash:comments> </item> <item><title>Google Real Time &#8211; Perlukah Optimalisasi?</title><link>http://dhany.web.id/optimalisasi-google-real-time.html</link> <comments>http://dhany.web.id/optimalisasi-google-real-time.html#comments</comments> <pubDate>Sat, 23 Jan 2010 04:34:51 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[google caffeine]]></category> <category><![CDATA[google realtime]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=655</guid> <description><![CDATA[Bulan Desember kemarin Google mulai menampilkan hasil pencarian real-time pada SERP-nya. Kotak hasil pencarian real-time ini ditampilkan untuk kata kunci yang sedang dibahas di situs-situs jejaring sosial. Untuk membentuk hasil pencarian ini Google bermitra dengan Facebook, Myspace, FriendFeed, Jaiku, Identi.ca dan tentu saja Twitter. Bagaimana cara tampil di Google Real-time? Google belum mengungkapkan bagaimana sumber <a href="http://dhany.web.id/optimalisasi-google-real-time.html#more-655'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Desember kemarin Google mulai menampilkan hasil pencarian real-time pada SERP-nya.</p><p>Kotak hasil pencarian real-time ini ditampilkan untuk kata kunci yang sedang dibahas di situs-situs jejaring sosial. Untuk membentuk hasil pencarian ini Google bermitra dengan Facebook, Myspace, FriendFeed, Jaiku, Identi.ca dan tentu saja Twitter.</p><h2>Bagaimana cara tampil di Google Real-time?</h2><p>Google belum mengungkapkan bagaimana sumber informasi real-time dipilih tapi jelas ada beberapa hal yang mempengaruhinya.<span id="more-655"></span> Kalau mau tweet anda muncul di halaman hasil pencarian Google Real Time, ketahui hal-hal berikut:</p><ol><li>Google menganalisa teks yang digunakan pada artikel blog, tweet, dll untuk menentukan kualitas posting. Kalau posting kelihatan seperti spam, posting tersebut tidak akan dipilih.</li><li>Google nampaknya mengembangkan profil user yang sering di-tweet ulang (re-tweet). Juga kalau seorang pengguna Twitter punya banyak pengikut &#8216;orang penting&#8217; (<em>high authority follower</em>), besar kemungkinannya tweet orang tersebut muncul di hasil pencarian real-time.</li><li>Google menyaring spammer berdasarkan kualitas pengikut/follower dan kualitas pesannya.</li></ol><p>Informasi yang terkumpul ini digunakan untuk menghitung &#8220;<em>Update Rank</em>&#8221; untuk tiap profil pengguna yang terpilih.</p><h2>Berapa banyak waktu yang harus dikeluarkan?</h2><p>Masalah dari Google real-time result ini untuk pejuang SEO adalah bahwa hasil yang ditampilkan tidak berlaku untuk seluruh kata kunci pencarian, dan sepertinya tergantung posisi geografis juga, saya belum menemukan kata kunci dalam Bahasa Indonesia yang menampilkan real-time result. &#8211; Screenshot yang ditampilkan diatas saya ambil menggunakan <a href="https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/5977" target="_blank">plugin Google Global</a> (experimental) untuk Firefox dan mensimulasikan pencarian dari USA. &#8211; Kemudian yang paling penting untuk dicatat adalah bahwa tampilan Google real-time ini cepat tergantikan oleh update yang lebih baru.</p><p>Karena alasan terakhir itu, anda tidak bisa berharap hasilnya tahan lama. Lebih baik investasikan waktu untuk meng-optimalkan hasil pencarian reguler. Listing pada posisi top 10 akan menghasilkan pengunjung terarah yang jauh lebih banyak daripada posisi pada hasil pencarian real-time.</p><p>Bagi Google sendiri tentu teknologi pencarian real-time baru ini menambah portofolio. Tapi juga menimbulkan masalah besar baru terutama berkaitan dengan kualitas pencarian yang saat ini saja belum memuaskan banyak pengguna. Bagaimana bila ada poster dengan otoritas tinggi menjual tautan pada tweet-nya untuk menampilkan informasi yang tidak tepat (kebanyakan mesin pencari tidak suka ini dan kebanyakan user juga tidak suka &#8216;ditipu&#8217;). Kemudian bagaimana Google menyaring kebenaran posting yang dikirim? Seperti yang baru saja terjadi tentang berita kematian artis Natalie Portman yang ternyata cuma <em>hoax </em>(berita bohong).</p><p>Mungkin daripada memikirkan bagaimana agar profil Twitter anda &#8216;terpakai&#8217; oleh Google, lebih baik fokus saja lagi untuk membuat konten yang memang menawarkan sesuatu dan membuat orang membahas dan nge-tweet konten tersebut.</p><p>Bagaimana menurut anda?</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/optimalisasi-google-real-time.html.pdf"> <span>Google Real Time - Perlukah Optimalisasi?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/optimalisasi-google-real-time.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>7</slash:comments> </item> </channel> </rss>
