<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>Dhany.Web.id &#187; relevansi</title> <atom:link href="http://dhany.web.id/tag/relevansi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://dhany.web.id</link> <description>SEO, Manajemen, Internet Marketing</description> <lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2011 06:47:50 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=195</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /> <item><title>Evaluasi Kata Kunci (2) &#8211; Memperkirakan Demand dan Relevansi</title><link>http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci-memperkirakan-demand-relevansi.html</link> <comments>http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci-memperkirakan-demand-relevansi.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 15 Mar 2011 02:42:45 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[demand]]></category> <category><![CDATA[kata kunci]]></category> <category><![CDATA[keyword research]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1683</guid> <description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/market-samurai-pencarian-harian-150x150.png" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="market samurai pencarian harian" title="market samurai pencarian harian" />Kita lanjutkan topik belajar SEO kali ini, masih tentang evaluasi kata kunci. Kalau sebelumnya kita mengevaluasi kata kunci berdasarkan persaingan/kompetisi, maka kali ini kita mengevaluasi nilai sebuah kata kunci berdasarkan permintaan dan relevansinya. Estimasi Permintaan (Demand) Walaupun ada beberapa cara untuk memperkirakan permintaan, masalah utamanya adalah ketidaktersediaan data yang akurat. Semua mesin pencari nampaknya tidak <a href="http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci-memperkirakan-demand-relevansi.html#more-1683'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Kita lanjutkan topik <a title="Belajar SEO" href="http://dhany.web.id/panduan-seo">belajar SEO</a> kali ini, masih tentang evaluasi kata kunci. Kalau sebelumnya kita mengevaluasi kata kunci berdasarkan persaingan/kompetisi, maka kali ini kita mengevaluasi nilai sebuah kata kunci berdasarkan permintaan dan relevansinya.</p><h2>Estimasi Permintaan (Demand)</h2><p>Walaupun ada beberapa cara untuk memperkirakan permintaan, masalah utamanya adalah ketidaktersediaan data yang akurat. Semua mesin pencari nampaknya tidak terlalu terbuka dalam menyediakan data ini. Jadi kita mengandalkan alat bantu <em>keyword research</em> seperti <span id="more-1683"></span>Market Samurai untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas.</p><p>Cara paling gampang yang saya gunakan adalah menggunakan <a title="(Bukan Cuma) Riset Keyword dengan Market Samurai" href="http://dhany.web.id/bukan-cuma-riset-keyword-dengan-market-samurai.html">Market Samurai</a> dan melihat kolom &#8216;Searches&#8217; untuk mendapat estimasi kasar tentang pencarian yang dilakukan di Google untuk kata kunci tertentu dalam satu hari (data ini diekstraksi dari data pencarian bulanan yang disediakan oleh Google).</p><div id="attachment_1685" class="wp-caption alignnone" style="width: 414px"><img class="size-full wp-image-1685  " title="market samurai pencarian harian" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/market-samurai-pencarian-harian.png" alt="market samurai pencarian harian" width="404" height="215" /><p class="wp-caption-text">Data pencarian kata kunci tertentu yang dilakukan di Google dengan menggunakan Market Samurai</p></div><p>Sekali lagi ingat, bahwa data popularitas pencarian atau demand ini hanya perkiraan saja, bukan angka pasti dan bisa berubah setiap bulannya serta tidak bisa dipastikan akurasinya. Memang bukan cara yang sempurna (seandainya ada), tapi data ini cukup memadai untuk kebutuhan kita.</p><p>&nbsp;</p><h2>Estimasi Relevansi</h2><p>Saya pernah menulis tentang <a title="Apa Tujuan Situs (Website) Anda?" href="http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html">menentukan tujuan dan kegunaan situs</a> yang dibuat. Dalam analisis kata kunci, anda harus membandingkan setiap kata kunci yang terpilih dan memutuskan apakah kata kunci tersebut relevan dengan tujuan dan kegunaan situs web anda.</p><p>Kenapa harus menilai relevansi?</p><p>Untuk menetapkan hubungan langsung antara apa yang dicari pengguna dengan apa yang disediakan oleh situs web. Kalau anda mengincar kata kunci yang salah dan pencari tentang &#8220;home theater systems&#8221; datang ke situs anda yang berisi tentang &#8220;contemporary theater&#8221;, ini menjadi masalah.</p><p>Bukan saja anda sudah mengeluarkan waktu dan energi (dan mungkin uang) dalam rangka agar situs/halaman web anda mendapat posisi di mesin pencari untuk istilah tidak sesuai dengan materi situs, juga <em>traffic </em>kunjungan yang didapat tidak akan ter-konversi menjadi pelanggan karena kurangnya relevansi antara konten situs dengan kata kunci yang digunakan untuk mencari oleh user.</p><p>Relevansi sama pentingnya dengan mengetahui tingkat popularitas pencarian dan persaingan untuk sebuah kata kunci.</p><p>Dengan skala 5 tingkat yang kita gunakan pada <a title="Evaluasi Kata Kunci" href="http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci.html">artikel sebelumnya</a>, kita bisa menilai relevansi sebuah kata kunci dengan tujuan dan manfaat situs kita.</p><p>Kita gunakan lagi contoh WordPress, misalkan kata kunci &#8220;wordpress theme designer&#8221; memiliki peringkat 5 &#8211; sangat tinggi &#8211; pada skala relevansi. Terbalik dengan keyword &#8220;wordpress forums&#8221; dengan peringkat 1 &#8211; tidak relevan dengan apa yang ditawarkan situs web kita dan akan menghasilkan audien yang tidak tepat.</p><p>Seiring waktu, nama anda (atau nama perusahaan/website anda) juga bisa dianggap sebagai kata kunci dengan rating 5 &#8211; dengan semakin populernya situs web anda, akan semakin banyak orang yang mengetikkan nama anda di mesin pencari. Hal yang sama juga berlaku untuk produk apapun yang dipromosikan.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci-memperkirakan-demand-relevansi.html.pdf"> <span>Evaluasi Kata Kunci (2) - Memperkirakan Demand dan Relevansi</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci-memperkirakan-demand-relevansi.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Latent Semantic Indexing (LSI) &#8211; Apa dan Bagaimana?</title><link>http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html</link> <comments>http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 02 May 2010 08:05:26 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Teknologi]]></category> <category><![CDATA[arsitektur situs]]></category> <category><![CDATA[article directory]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[directory submission]]></category> <category><![CDATA[latent semantic indexing]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category> <category><![CDATA[siloing]]></category> <category><![CDATA[strategi seo]]></category> <category><![CDATA[topical authority]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1380</guid> <description><![CDATA[Latent Semantic Indexing (LSI) adalah algoritma yang dikembangkan mesin-mesin pencari utama sekarang ini. Apakah situs anda sudah siap menghadapinya? Bagaimana pengaruhnya terhadap posisi halaman web anda di SERP? Apa itu latent semantic indexing? LSI berarti bahwa mesin telusur internet mencoba mengaitkan sebuah istilah dengan suatu konsep saat mengindeks halaman situs. Misal, Paris dan Hilton dihubungkan <a href="http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html#more-1380'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Latent Semantic Indexing (LSI)</strong> adalah algoritma yang dikembangkan mesin-mesin pencari utama sekarang ini. Apakah situs anda sudah siap menghadapinya? Bagaimana pengaruhnya terhadap posisi halaman web anda di SERP?</p><h2>Apa itu latent semantic indexing?</h2><p>LSI berarti bahwa mesin telusur internet mencoba mengaitkan sebuah istilah dengan suatu konsep saat mengindeks halaman situs. Misal, Paris dan Hilton dihubungkan dengan nama seorang perempuan, alih-alih nama kota atau hotel, Tiger dan Woods diasosiasikan dengan golf.</p><p>Untuk mengetahui <em>keyword</em> lain yang terkait dengan sebuah kata kunci, lakukan pencarian untuk kata kunci tersebut dengan menambahkan <em>tilde</em> (~) di depan kata kunci tersebut. Google akan menebalkan (<em>bold</em>) keyword terkait pada SERP. Contohnya, Google menemukan bahwa kata &#8220;Nokia&#8221; terkait dengan &#8220;<a href="http://www.google.co.id/#hl=en&amp;q=~phone&amp;fp=1&amp;cad=b" target="_blank">phone</a>&#8220;.</p><p>Teknik yang digunakan <em>webmaster</em> untuk menghadapi LSI biasa disebut metode <em>siloing</em>.</p><h2>Bagaimana Google mengaitkan keyword dengan konsep?</h2><p>Google punya<span id="more-1380"></span> milyaran halaman situs dalam database indeks-nya. Kalau Google menemukan banyak halaman yang mengandung kata Paris dan Hilton sekaligus maka Google mengasumsikan bahwa kedua kata ini terkait. Kata-kata lain yang terkandung bersamaan pada sebuah halaman memberi petunjuk pada Google bahwa kombinasi kedua kata ini secara sekaligus adalah tentang seorang perempuan.</p><p>Kata-kata yang sering muncul berdekatan satu sama lain menunjukkan hubungan keeratan relevansi. Google punya sangat banyak data yang memungkinkannya mengkalkulasi relasi antar kata.</p><h2>Apa artinya untuk posisi halaman web anda di hasil pencarian?</h2><p>Kalau ingin tercantum untuk sebuah kata kunci, anda harus menunjukkan pada Google bahwa situs anda relevan dengan sebuah topik. Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan relevansi:</p><ol><li><strong>Optimasi halaman-halaman situs untuk kata-kata kunci berbeda</strong>. Kalau anda menyasar kata kunci &#8220;used cars&#8221; maka anda juga perlu membuat halaman-halaman lain yang relevan dengan kata kunci tersebut, seperti &#8220;auto&#8221;, &#8220;suv&#8221;, dll.<br /> Semakin banyak halaman situs yang relevan dengan sebuah topik, semakin besar kemungkinannya situs anda akan tercantum untuk kata kunci yang terkait dengan topik tersebut (lihat contoh Nokia di atas).</li><li><strong>Mendapat <em>backlink</em> dari halaman-halaman yang terkait semantik</strong>. Kalau anda anda menjual mobil (&#8220;cars&#8221;), maka tautan dari halaman lain seharusnya bukan tentang film (&#8220;movie&#8221;). Tautan dari halaman-halaman dengan topik sejenis akan menguntungkan secara semantik.<br /> <em>Backlink</em> dari sebuah halaman yang mengandung tautan ke halaman-halaman web lain dengan topik sejenis akan memberi efek lebih besar untuk peringkat situs daripada <em>backlink</em> dari halaman yang menaut ke sembarang halaman dan juga menaut ke halaman/situs anda.<br /> Karena itu, upayakan mendapat <em>backlink</em> dari situs-situs sejenis. Dan kalau anda memanfaatkan direktori (direktori internet dan direktori artikel) tempatkanlah pada kategori yang tepat. Penempatan pada kategori yang salah akan berpengaruh negatif untuk ranking situs di mesin pencari.</li><li><strong>Terapkan arsitektur situs yang &#8220;bermakna&#8221;</strong>. Tata konten situs secara logis. Buat kategorisasi atau seksi yang tepat untuk menampung keragaman topik utama dan tempatkan sedemikian rupa agar mudah ditemukan baik oleh pembaca (manusia) dan mesin pencari.</li><li><strong>Cari tahu kenapa situs lain menempati posisi lebih tinggi</strong>. Kalau anda bertanya-tanya kenapa halaman situs lain punya ranking lebih tinggi daripada halaman situs anda meskipun anda sudah sesempurna mungkin mengoptimalkan halaman-halaman situs untuk kata kunci yang diincar, maka anda harus menganalisa <em>backlink</em> yang diperoleh halaman-halaman tersebut.<br /> Jumlah dan &#8220;<em>power/authority</em>&#8221; yang dimiliki sebuah tautan sangat penting. Demikian, sama pentingnya bahwa tautan berasal dari halaman-halaman yang terkait secara topik dan semantik.</li></ol><h2>Kesimpulan</h2><p>Dalam menghadapi <em>latent semantic indexing</em> jangan fokus hanya pada satu kata kunci saat mengoptimalkan halaman situs. Algoritma canggih mesin pencari terkini berarti anda harus membuat situs yang dioptimasi untuk beragam kata kunci berbeda tapi terkait.</p><p>Tambahan lagi, tautan yang &#8220;masuk&#8221; ke situs anda berasal dari halaman/situs yang berhubungan topiknya dengan situs anda agar mesin telusur internet menempatkan situs anda pada konteks yang tepat.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html.pdf"> <span>Latent Semantic Indexing (LSI) - Apa dan Bagaimana?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>6</slash:comments> </item> <item><title>Google Geotargeting</title><link>http://dhany.web.id/geotargeting-pada-google.html</link> <comments>http://dhany.web.id/geotargeting-pada-google.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 01 Apr 2010 10:45:32 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[Teknologi]]></category> <category><![CDATA[anchor text]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[bing]]></category> <category><![CDATA[geotargeting]]></category> <category><![CDATA[hosting]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category> <category><![CDATA[strategi seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1273</guid> <description><![CDATA[Cara kerja mesin telusur internet (search engine) dan hasil yang ditampilkannya selalu berubah dengan cepat. Semakin matangnya algoritma pencarian membuat anda sebagai SEOer perlu mengupayakan teknik-teknik SEO (Search Engine Optimization) terkini. Local search, advanced search, regional search, dan language-based search adalah beberapa filter yang bisa digunakan pencari sebagai &#8216;bahan pertimbangan&#8217; mesin pencari dalam menentukan situs <a href="http://dhany.web.id/geotargeting-pada-google.html#more-1273'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Cara kerja mesin telusur internet (<em>search engine</em>) dan hasil yang ditampilkannya selalu berubah dengan cepat. Semakin matangnya algoritma pencarian membuat anda sebagai SEOer perlu mengupayakan teknik-teknik SEO (<em>Search Engine Optimization</em>) terkini. <em>Local search, advanced search, regional search</em>, dan <em>language-based search</em> adalah beberapa filter yang bisa digunakan pencari sebagai &#8216;bahan pertimbangan&#8217; mesin pencari dalam menentukan situs siapa yang tampil, kapan dan dimana akan ditampilkan.</p><p>Judulnya memang Google <a id="aptureLink_pvkgqrMTmh" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Geo%20targeting">Geotargeting</a>, tapi prinsipnya berlaku juga  pada mesin pencari besar lain seperti Bing dan Yahoo, walaupun <em>geotargeting</em> di kedua mesin pencari yang disebut terakhir ini relatif  lebih sederhana daripada Google.</p><p><em>Geotargeting</em> adalah salah satu <a id="aptureLink_X8F7hBrP8q" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Algorithm">algoritma</a> yang dikembangkan Google untuk memuaskan penggunanya, dan bisa anda (sebagai pelaku SEO) manfaatkan untuk meningkatkan ranking situs web anda.</p><p>Setiap <em>query</em> pencarian pada Google akan menghasilkan set hasil yang berbeda. Perbedaan ini bisa sangat signifikan tergantung pada:<span id="more-1273"></span></p><ol><li>Alamat IP pencari. Proxy bisa mengaburkan asal muasal</li><li>Lokasi server website, tiap negara punya jatah blok IP sendiri</li><li>Setting geografis di <a href="http://www.google.com/webmasters/" target="_blank">Webmaster Central</a>. Domain ccTLD biasanya dikunci untuk geografis peruntukannya</li><li>Penggunaan filter pencarian oleh pencari (misal, pencari melakukan <em>filtering</em> untuk <strong>Pages from [region]</strong> atau <strong>Pages in [language]</strong>)</li><li>Apakah pencari melakukan pencarian di regional Google yang berbeda dengan yang secara <em>default</em> diberikan (misal, pencari dari Indonesia menggunakan google.com alih-alih google.co.id untuk mendapatkan hasil dari US atau pencari melakukan pencarian dalam Bahasa Inggris dari situs-situs non US)</li></ol><p>Elemen lain yang sangat mempengaruhi <em>ranking</em> adalah <em>backlink</em>:</p><ol><li>Apakah tautan masuk berasal dari <a id="aptureLink_ECSBP6yG8l" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Top-level%20domain">TLD</a> yang sama dengan TLD yang ditaut (misal, .in menaut ke domain .in juga)</li><li>Apakah alamat IP yang menaut berasal dari wilayah yang sama dengan IP yang ditaut (misal server Indonesia menaut ke server Indonesia)</li><li>PageRank, <a id="aptureLink_mqhYRxhBrP" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anchor%20text">anchor text</a> pada pranala (link/tautan) dan <em>outbound link</em> lainnya pada halaman yang ditaut</li><li>Relevansi <em>onpage</em> halaman/situs yang menaut dengan halaman/situs yang ditaut.</li><li><em>Language based meta tags</em> pada situs/halaman yang ditaut</li><li>Semua hal diatas pada situs/halaman yang menaut</li></ol><p>Pencarian pada regional Google manapun (google.com, google.co.id, google.ca, google.ie) akan memberi hasil yang bervariasi kalau filter bahasa dan filter lokasi tidak digunakan oleh pencari.</p><p>Google.com.au misalnya, akan memprioritaskan halaman/situs dari Australia, dimana prioritas tertinggi diberikan pada domain *.au yang di-<em>hosting</em> pada <em>server</em> ber-IP class Aussie dengan <em>backlink</em> dari domain-domain dengan atribut Aussie dan <em>anchor text</em> serta atribut <em>onpage</em> dan <em>offpage</em> yang tepat. Kecuali situs-situs Australia ini tidak ada yang cukup pas untuk query pencarian, barulah .com dan domain lain bisa &#8216;nyundul&#8217; ke puncak di google.com.au.</p><p>Sebelas faktor diatas punya andil dalam algoritma otomatis Google saat ini dan bisa dimanfaatkan untuk mengungguli  kompetitor SEO anda. Tapi memang sulit untuk mengetahui komponen mana yang paling besar bobotnya dalam algoritma, akibatnya cukup sulit untuk mematok strategi apa yang paling efektif.</p><p>Jadi &#8216;gimana dong&#8217;?</p><p>Secara umum caranya sama saja; amati hasil pencarian yang dibuat oleh filter-filter pencarian. Perhatikan situs-situs yang menempati <em>top positions</em> dan tentukan strategi SEO yang tepat untuk situs web anda. Tentu saja anda harus melakukan analisis kompetitor yang cukup mendalam.</p><p>Sudah saya bilang &#8216;kan&#8217; <a title="Contoh Kustomisasi SEO" href="http://dhany.web.id/contoh-kustomisasi-strategi-seo.html">SEO itu perlu kustomisasi</a>, karena ada banyak cara dalam SEO.</p><p>Tiap situs web punya kondisi masing-masing dan solusi SEO-nya tergantung pada demografi, <em>site mechanics</em>, dan sumber-sumberdaya yang tersedia. Pertimbangkan hal-hal berikut:</p><ul><li>Siapa target market (target pencari) anda?</li><li>Apakah anda perlu mengoptimalkan <em>geographic targeting (geotargeting)</em>?</li><li>Apakah anda perlu membuat subdomain atau subdirektori untuk bahasa tertentu?</li><li>Apakah anda harus pindah <em>hosting</em>?</li><li>Apakah anda punya sumberdaya untuk melakukan semua hal diatas?</li></ul><p>&#8216;Ribet&#8217; yah? Tapi (hampir) semua masalah ada solusi praktisnya. <em>Stay tune</em> &#8216;aja&#8217;.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/geotargeting-pada-google.html.pdf"> <span>Google Geotargeting</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/geotargeting-pada-google.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>11</slash:comments> </item> <item><title>Official: Bagaimana Google Menilai Tweet?</title><link>http://dhany.web.id/bagaimana-google-menilai-tweet.html</link> <comments>http://dhany.web.id/bagaimana-google-menilai-tweet.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 05 Feb 2010 08:46:19 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[google caffeine]]></category> <category><![CDATA[google realtime]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category> <category><![CDATA[twitter]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=888</guid> <description><![CDATA[Seperti yang pernah saya tulis, sejak bulan Desember kemarin Google mulai menampilkan hasil pencarian real-time selain hasil pencarian reguler pada halaman SERP (Search Engine Result Page) mereka. Hasil pencarian real-time ini menawarkan akses terhadap item-item yang sedang hot untuk suatu query pencarian. Elemen hasil pencarian Google realtime yang utama adalah tweet. Tweet adalah pesan-pesan yang <a href="http://dhany.web.id/bagaimana-google-menilai-tweet.html#more-888'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang pernah saya tulis, sejak bulan Desember kemarin Google mulai menampilkan hasil <a title="Google Real Time – Perlukah Optimalisasi?" href="http://dhany.web.id/optimalisasi-google-real-time.html">pencarian <em>real-time</em></a> selain hasil pencarian reguler pada halaman SERP (Search Engine Result Page) mereka. Hasil pencarian <em>real-time</em> ini menawarkan akses terhadap item-item yang sedang <em>hot</em> untuk suatu <em>query</em> pencarian.</p><p>Elemen hasil pencarian Google <em>realtime</em> yang utama adalah <em>tweet</em>. <em>Tweet</em> adalah pesan-pesan yang dikirim oleh pengguna Twitter.com. Amit Singhal, yang mengepalai pengembangan Google <em>realtime</em>, akhirnya mempublikasikan bagaimana cara Google menilai <em>tweet</em> yang tampil pada hasil pencarian <em>realtime</em>.</p><p style="text-align: center;">&nbsp;</p><h2>Tweet juga ada &#8220;<em>PageRank</em>&#8221; nya</h2><p>Algoritma <em>PageRank</em> Google mempertimbangkan struktur tautan halaman web. Semakin banyak situs yang menaut ke sebuah situs (misal A ke C dan B juga ke C) dan makin  banyak situs yang menaut ke situs yang menaut (D dan E ke A; F, G, H dan I ke B) maka semakin &#8216;<a title="Apa sih yang Google Mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html">relevan</a>&#8216; situs yang ditaut (C).</p><p>Bedanya, pada <em>tweet</em> yang dinilai bukanlah tautan, tapi<span id="more-888"></span> <em>follower</em>. Twitter.com menggunakan sistem <em>follow</em>, dimana seorang pengguna Twitter mem-follow pengguna Twitter lainnya. Semakin banyak <em>follower</em>, makin kuat &#8216;reputasi&#8217; <em>tweet</em> pengguna tersebut. Kalau <em>user</em> dengan banyak <em>follower</em> ini mem-follow pengguna Twitter lain, maka reputasi user yang di-follow ini akan terangkat secara signifikan.</p><blockquote><p><em>&#8220;It is more than a popularity contest. One user following another in social media is analogous to one page linking to another on the Web. Both are a form of recommendation.</em></p><p><em>As high-quality pages link to another page on the Web, the quality of the linked-to page goes up. Likewise, in social media, as established users follow another user, the quality of the followed user goes up as well.&#8221;</em></p></blockquote><h2>Pengaruh filter dan algoritma lain</h2><p>Tingkat reputasi dan <em>follower</em> hanya salah satu cara yang digunakan Google untuk menilai <em>tweet</em>. Hal-hal di bawah ini berpengaruh juga:</p><p style="padding-left: 30px;"><strong>1. <em>Hashtag</em></strong></p><p style="padding-left: 30px;">Pengguna Twitter sering menggunakan &#8220;<em>hashtag</em>&#8221; pada komentar/<em>tweet</em> yang dilontarkan. <em>Hashtag</em> adalah simbol # yang mengawali sebuah topik, misal; #seo.</p><p style="padding-left: 30px;">Kalau <em>hashtag</em> ini disertakan pada sebuah <em>tweet</em>, dan kalau ada pengguna Twitter lain yang meng-klik <em>hashtag</em> tersebut di Twitter (atau situs lain yang menampilkannya) maka tweet akan ditampilkan pada hasil pencarian <em>real-time</em>.</p><p style="padding-left: 30px;"><strong>2. <em>Spam</em></strong></p><p style="padding-left: 30px;">Meskipun <em>hashtag</em> berguna untuk meningkatkan eksposur sebuah tweet, tapi juga rentan disalahgunakan untuk <em>spamming</em>. <em>Hashtag</em> yang &#8216;salah&#8217; bisa memicu filter spam Google.</p><p style="padding-left: 30px;"><a href="http://www.technologyreview.com/web/24353/page1/" target="_blank">Amit Singhal</a> tidak menjelaskan secara detil (iya lah, rahasia dapur), hanya disebutkan bahwa Google memodelkan perilaku ber-hashtag ini sedemikian rupa dan cenderung mengurangi eksposur <em>tweet</em> &#8216;berkualitas rendah&#8217;.</p><p style="padding-left: 30px;"><strong>3. <em>Signal in the noise</em></strong></p><p style="padding-left: 30px;">Kata yang sangat populer seperti &#8220;Obama&#8221; bisa terkandung pada ribuan <em>tweet</em>. Untuk menemukan <em>tweet</em> yang &#8216;relevan&#8217; Google mencari &#8220;<em>signal in the noise</em>&#8220;. Sinyal ini bisa berupa peningkatan jumlah <em>tweet</em> yang menyebutkan kata kunci lain setelah atau sebelum &#8220;Obama&#8221;, misal &#8220;once Indonesian&#8221;. <em>Tweet</em> yang mengandung sinyal ini akan dipilih untuk hasil pencarian <em>real-time</em>.</p><p>Problem dengan Google realtime ini untuk pejuang SEO adalah penampakannya pada <a title="Komponen SERP: Search Engine Results Page" href="http://dhany.web.id/komponen-serp-search-engine-results-page.html">SERP</a> yang sangat singkat. Waktu dan <em>effort</em> yang harus diinvestasikan untuk tampil di hasil pencarian <em>real-time</em> ini sebaiknya dikeluarkan saja untuk hasil pencarian reguler. Hasil pencarian reguler biasanya bertahan dalam waktu yang lama, sedangkan hasil pencarian <em>realtime</em> hanya muncul beberapa menit (kadang lebih singkat).</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/bagaimana-google-menilai-tweet.html.pdf"> <span>Official: Bagaimana Google Menilai Tweet?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/bagaimana-google-menilai-tweet.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>10</slash:comments> </item> <item><title>SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Tautan Bag.2</title><link>http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-22.html</link> <comments>http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-22.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 22 Jan 2010 00:11:40 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[co-citation]]></category> <category><![CDATA[derajat referensi]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=629</guid> <description><![CDATA[Masih tentang faktor penilaian mesin pencari berdasarkan tautan (link-based ranking factors) menyambung artikel sebelumnya. Relevansi halaman yang menaut Relevansi halaman yang menaut dinilai berdasarkan: Konten dari halaman tersebut Link profile halaman yang menaut (untuk menentukan topik kunci halaman tersebut). Tautan dari halaman-halaman yang terkait lebih bernilai daripada halaman-halaman off-topic (misal halaman tentang wedding menaut ke <a href="http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-22.html#more-629'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Masih tentang faktor penilaian mesin pencari berdasarkan tautan (<em>link-based ranking factors</em>) menyambung <a title="SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Tautan" href="http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-2.html">artikel sebelumnya</a>.</p><h2>Relevansi halaman yang menaut</h2><p><a title="Relevansi - Apa sih yang Google Mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html">Relevansi</a> halaman yang menaut dinilai berdasarkan:</p><ul><li>Konten dari halaman tersebut</li><li><em>Link profile</em> halaman yang menaut (untuk menentukan topik kunci halaman tersebut).</li></ul><p>Tautan dari halaman-halaman yang terkait lebih bernilai daripada halaman-halaman <em>off-topic</em> (misal halaman tentang <em>wedding </em>menaut ke halaman tentang <em>cat food.</em></p><h2>Relevansi situs yang menaungi halaman yang menaut</h2><p>Sama, kecuali relevansi yang satu ini berlaku untuk website itu sendiri secara menyeluruh alih-alih satu halaman tertentu.<span id="more-629"></span></p><h2><em>PageRank</em> (PR) halaman yang menaut</h2><p><em><a title="Google Pagerank Masih Penting" href="http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html">PageRank</a> </em>halaman yang menaut punya pengaruh langsung terhadap nilai tautan yang dihasilkan halaman tersebut.</p><h2><em>PageRank</em> (PR) situs yang menaungi halaman yang menaut</h2><p>Sama, kecuali yang satu ini berlaku untuk website itu sendiri secara menyeluruh alih-alih satu halaman tertentu. (copy &#8211; paste mode: on) <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><h2>Derajat referensi</h2><p>Nah loh&#8230; makhluk apa pula? Sederhanyanya; derajat kepercayaan/<em>trust </em>yang &#8216;dianugerahkan&#8217; mesin pencari pada sebuah tautan berdasarkan penggunaan tautan tersebut di sebuah halaman.</p><p>Masih belum jelas? Jadi begini, contoh menu navigasi. Link menu ini &#8211; yang biasanya mengarah ke halaman-halaman internal &#8211; tentu saja adalah komponen penting (susah kan kalo halaman web ngga ada menunya), oleh karena itu tautan pada menu mendapat gelar <em>trusted</em> secara tersirat, walaupun tidak <em>in-context</em> atau &#8216;sesuai topik&#8217;.</p><p>Adapun daftar <em>link </em>pada <em>sidebar </em>biasanya tidak terlalu berharga kalau tidak ada konten editorial di sekitarnya, alasannya karena tautan-tautan ini dipandang tidak punya fungsi penting pada sebuah situs.</p><p><em>In-context link</em> adalah hal penting, tapi ada dua hal yang harus diperhatikan; (1) <em>topical relevance</em> dan (2) riwayat situs. Daftar tautan pada <em>sidebar </em>yang dianggap paling tidak bernilai tapi tercantum pada situs dengan sejarah tautan yang baik bisa diberi status &#8216;<em>trusted</em>&#8216;, sebaliknya <em>in-context link</em> yang dianggap punya nilai terbesar tapi tercantum pada situs yang punya kebiasaan &#8216;asal naut&#8217; bisa diabaikan sama sekali oleh mesin pencari (<em>discounted</em>).<br /> Sekali lagi, perhatikan &#8216;cara bergaul&#8217; situs anda.</p><h2><em>Co-Citation</em></h2><p><em>Co-citation</em> adalah metode yang digunakan untuk menentukan kesamaan topik (<em>topical similarity</em>) antara dua item (dalam urusan SEO berarti dua halaman web atau dua situs).</p><p>Misal, kalau A dan B dikutip oleh C, maka A dan B ini dianggap terkait meskipun tidak saling menaut secara langsung. Kalau A dan B dikutip oleh lebih banyak halaman/situs (X, Y, dan Z), maka relasi A dan B semakin kuat (bisa dianggap mirip). Kemiripan ini dimanfaatkan untuk menilai kualitas sebuah halaman/situs/sumber.</p><p>Banyak ya poin-poin nya. Sekarang bagaimana itu semua mempengaruhi praktek <em>link building</em> anda?</p><p><em>In-context link</em> memang penting, tapi &#8216;mencari&#8217; situs yang biasa me-referensikan sumber-sumber yang punya otoritas dalam topik niche anda dan menghindari situs-situs yang tidak ada hubungan dan tidak punya otoritas juga sama pentingnya dalam upaya <em>link building</em> yang penuh seni ini. Dengan kata lain, coba upayakan tautan dari situs-situs yang biasa menaut ke situs-situs utama pada niche anda.<br /> Diskriminatif? Mungkin, tergantung segmentasinya juga. Kalau kita bicara SEO, seperti inilah dunianya saat ini.</p><p>Okey, sekarang kita punya pemahaman mendasar tentang cara kerja dan faktor-faktor penilaian utama mesin pencari, lanjut ke seluk beluk menjalankan kampanye SEO dalam artikel-artikel selanjutnya.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-22.html.pdf"> <span>SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Tautan Bag.2</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-22.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>7</slash:comments> </item> <item><title>Google Sandbox &#8211; Indikator Kualitas Berbasis Waktu</title><link>http://dhany.web.id/google-sandbox-indikator-kualitas-berbasis-waktu.html</link> <comments>http://dhany.web.id/google-sandbox-indikator-kualitas-berbasis-waktu.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 06 Jan 2010 00:53:53 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[link age]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[sandbox]]></category> <category><![CDATA[site age]]></category> <category><![CDATA[trust]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=360</guid> <description><![CDATA[Terlepas dari percaya bahwa &#8216;Google Sandbox&#8216; ini eksis atau tidak, tetap harus diingat bahwa Google menetapkan kualitas (sebuah situs/website atau halaman web/webpage) menggunakan sejumlah indikator berbasis waktu. Indikator ini berhubungan dengan profil dan usia tautan (link age), profil dan usia situs itu sendiri (site age/domain age) dan juga faktor-faktor lainnya. Faktanya tidak ada &#8216;orang luar&#8217; <a href="http://dhany.web.id/google-sandbox-indikator-kualitas-berbasis-waktu.html#more-360'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Terlepas dari percaya bahwa &#8216;<em>Google Sandbox</em>&#8216; ini eksis atau tidak, tetap harus diingat bahwa Google <span style="text-decoration: underline;">menetapkan kualitas</span> (sebuah situs/<em>website</em> atau halaman web/<em>webpage</em>) <span style="text-decoration: underline;">menggunakan sejumlah indikator berbasis waktu</span>.</p><p>Indikator ini berhubungan dengan profil dan usia tautan (<em>link age</em>), profil dan usia situs itu sendiri (<em>site age<strong>/</strong>domain age</em>) dan juga faktor-faktor lainnya. Faktanya tidak ada &#8216;orang luar&#8217; yang bisa tahu (atau &#8216;sok tahu&#8217;) dengan tepat faktor apa saja yang Google pakai atau bagaimana cara Google menggunakannya.</p><p>Apa yang kita tahu pasti adalah <span id="more-360"></span>Google menggunakan indikator berbasis waktu untuk &#8216;mempercayai&#8221; sebuah website. Cara terbaik untuk menyikapi fakta ini adalah dengan terus melakukan <em>link building</em> yang biasa anda lakukan, tapi upayakan untuk memperoleh tautan &#8216;terbaik&#8217; sedini mungkin, kemudian jangan lupa perhitungkan faktor waktu dalam ekspektasi anda. Dengan kata lain, posisi situs anda di Google saat ini adalah hasil yang anda lakukan (dan tidak lakukan) beberapa bulan yang lalu.</p><p>Mungkin anda sudah mendapat posisi untuk target kata kunci/keyword yang disasar dalam 1 sampai 2 bulan di MSN/Bing, dan 2 sampai 4 bulan di Yahoo. Adapun Google bisa membuat anda menunggu sepanjang tahun, dan pada <em>niche </em>yang kompetitif, bisa lebih lama lagi.</p><p>Pada <em>niche </em>dan segmen yang kompetitif anda punya pesaing yang harus &#8216;dikalahkan&#8217;, dimana kompetitor sudah start lebih awal, jadi secara waktu pesaing anda lebih unggul.</p><p>Anda mungkin sudah mendengar banyak teori tentang cara &#8216;keluar dari <em>Sandbox</em>&#8216;, dan semuanya bisa dibilang sama saja; dapatkan tautan masuk (<em>inbound links</em>) yang <a title="google mau relevansi" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html"><span style="text-decoration: underline;">relevan</span> (<em>relevancy</em>)</a>, <a title="google menilai otoritas (authority) dan kepercayaan (trust)" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html"><span style="text-decoration: underline;">punya otoritas</span> (<em>authority</em>), dan <span style="text-decoration: underline;">terpercaya</span> (<em>trusted</em>)</a>, lalu tunggu <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p><h2>Bagaimana cara &#8216;menghadapi Google Sandbox&#8217;?</h2><p>Untuk menghadapi indikator-indikator berbasis waktu ini, silakan gunakan aturan sederhana (walaupun harus diakui dalam prakteknya tidak terlalu sederhana) berikut:</p><ul><li>Usahakan mendapat tautan berkualitas 4-in-1; <em>inbound links</em> yang relevan, punya otoritas, berasal dari sumber terpercaya, dan dari halaman / situs ber-<em>Pagerank </em>tinggi (ya, PageRank masih punya peran).</li><li>Buat situs anda sekarang, dan mulai membangun <em>inbound links</em> sekarang juga. Hari-hari yang tidak anda gunakan untuk melakukan <em>link building</em> adalah hari yang tersia-siakan dalam rangka memburu posisi <em>top ranking</em> di Google.</li><li>Prioritaskan tautan berkualitas &#8211; yaitu <em>inbound links</em> yang punya status terpercaya (<em>trusted</em>) &#8211; lebih dulu.</li></ul><p><em>Site age</em> dan <em>link age</em> sangat mujarab khasiatnya dalam hal <em>trust</em>, sehingga situs-situs lama dengan profil/sejarah tautan (<em>link profile</em>) yang baik punya peluang bagus untuk mendapat ranking di Google daripada situs-situs muda walaupun punya <em>inbound links</em> yang lebih banyak. Kalau anda punya situs yang &#8216;sudah mapan&#8217; dan melakukan aktivitas <em>link building</em> di masa lalu, kemungkinan besar website tersebut sudah lolos dari ujian kepercayaan (<em>trust</em>) dan sudah berada &#8216;diluar <em>Sandbox</em>&#8216;.</p><p>Situs-situs yang mapan punya keunggulan daripada situs-situs baru, dan kalkulasi kualitas yang digunakan Google memperhitungkan keunggulan tersebut.</p><p>Walau begitu, tidak semua situs &#8216;tua&#8217; mendapat penilaian bagus dari Google, yaitu kalau situs anda tidak punya <em>link profile</em> yang baik dan belum lulus uji kualitas si &#8216;<em>uncle Google</em>&#8216;. Jika demikian keadaannya maka nasib <em>website </em>tersebut sama dengan situs-situs muda lainnya, tapi punya peluang besar untuk keluar dari &#8216;kotak pasir&#8217; lebih cepat.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/google-sandbox-indikator-kualitas-berbasis-waktu.html.pdf"> <span>Google Sandbox - Indikator Kualitas Berbasis Waktu</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/google-sandbox-indikator-kualitas-berbasis-waktu.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>2</slash:comments> </item> <item><title>Faktor-faktor Penilaian Pada Mesin Pencari</title><link>http://dhany.web.id/faktor-peringkat-mesin-pencari.html</link> <comments>http://dhany.web.id/faktor-peringkat-mesin-pencari.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 03 Jan 2010 23:35:43 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[ask.com]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[sandbox]]></category> <category><![CDATA[strategi seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=347</guid> <description><![CDATA[Tidak semua faktor penilaian peringkat pada mesin pencari itu penting, beberapa ranking factor seperti PageRank (PR) hanya penting dalam kondisi-kondisi tertentu. Yang lainnya seperti META tags, fungsinya hanya untuk menyempurnakan detil dan tidak terlalu besar pengaruhnya pada posisi di mesin pencari. Harus diketahui faktor-faktor apa saja yang diperlukan untuk mendominasi 3 mesin pencari utama secara <a href="http://dhany.web.id/faktor-peringkat-mesin-pencari.html#more-347'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Tidak semua faktor penilaian peringkat pada mesin pencari itu penting, beberapa ranking factor seperti <span style="text-decoration: underline;">PageRank (PR)</span> hanya penting dalam kondisi-kondisi tertentu. Yang lainnya seperti META tags, fungsinya hanya untuk menyempurnakan detil dan tidak terlalu besar pengaruhnya pada posisi di mesin pencari.</p><p>Harus diketahui faktor-faktor apa saja yang diperlukan untuk mendominasi 3 mesin pencari utama secara efektif. Mulai dari artikel ini saya akan membahas tentang faktor-faktor utama dan bagaimana tiap faktor tersebut mendapat perlakuan yang berbeda dari mesin-mesin pencari. Akan dibahas pula faktor-faktor lain dan contoh optimalisasinya.</p><p>Umumnya sulit bagi sebuah website untuk menempati posisi puncak pada satu mesin pencari, apalagi pada lebih dari satu pada saat bersamaan. <span id="more-347"></span>Webmaster sering mengeluh soal &#8216;ketiadaan&#8217; situs mereka di Google, padahal situs itu menempati posisi puncak di Yahoo, atau kasus lainnya, menempati posisi &#8216;bagus&#8217; di Google tapi tidak punya posisi sama sekali di Bing.</p><p>Mengembangkan <span style="text-decoration: underline;"><strong>strategi SEO</strong></span> yang mujarab agar dapat &#8216;menguasai&#8217; Google. Yahoo, dan Bing (kita sertakan juga Ask sebagai pembanding) sekaligus adalah hal yang sulit, tapi bukannya tidak mungkin.</p><p>Pada artikel sebelumnya tentang <a title="faktor-faktor yang dinilai berbagai mesin pencari" href="http://dhany.web.id/bagaimana-dengan-mesin-pencari-lain.html">faktor-faktor yang dinilai berbagai mesin pencari</a> anda sudah lihat bagaimana sifat masing-masing mesin pencari dalam memberi peringkat. Selanjutnya saya akan menjelaskan dulu sedikit tentang Ask (search engine terpopuler keempat) kemudian kita akan bicara tentang faktor-faktor yang bisa mendongkrak posisi situs anda di semua mesin pencari pada artikel-artikel selanjutnya.</p><p>Saya juga akan membahas lebih detil tentang <strong><em>Google Sandbox</em></strong> dan <strong><em>Pagerank</em></strong>, dan kenapa dua faktor ini penting untuk dipahami serta bagaimana anda bisa memanfaatkannya &#8211; ya, kalau dipikir-pikir, ada cara untuk memanfaatkan &#8216;<span style="text-decoration: underline;">efek Sandbox</span>&#8216; ini.</p><p>Apakah situs anda akan dijamin berada pada posisi puncak di Google, Yahoo, dan Bing nantinya? Tidak, saya tidak memberi garansi apapun (apalagi angin surga).</p><p>Yang pasti, saya akan menunjukkan bahwa ada cara-cara untuk mendapat ranking pada ketiga mesin pencari utama dan anda juga bisa melakukannya.</p><p>Top position? Belum tentu.</p><p>Halaman pertama? Sangat, sangat mungkin.</p><h2>Ask &#8211; Mesin Pencari yang Terlupakan</h2><p>Ask.com seringkali disebut sebagai mesin pencari yang paling akurat, tapi kurang dikenal, dan karena dominasi pasar yang saat ini dinikmati Google dan Yahoo membuat nyaris tidak ada tempat lagi untuk mesin-mesin pencari alternatif.</p><p>Meski begitu, kalaupun Ask hanya menguasai 5 persen pangsa pasar pencarian, ini adalah 5 persen yang BISA anda jaring dengan menggunakan prinsip-prinsip <em>search marketing</em> yang baik. Jadi kenapa tidak?</p><p>Hal-hal yang harus diketahui tentang Ask:</p><ul><li>Punya bobot besar terhadap penilaian otoritas (<em><strong>authority</strong></em>) suatu topik dan <span style="text-decoration: underline;">relevansi</span> tautan.</li><li>Lambat dalam mengindeks dan memberi peringkat</li><li>Mirip Google dalam hal memberi bobot lebih terhadap tautan/link alih-alih optimalisasi on-page.</li></ul><p>Bobot besar yang diberikan Ask terhadap tautan yang bersifat on-topic, menjadikan Ask.com sebagai alat ukur yang baik untuk menilai apakah situs anda mendapat <a title="link authority dan link relevancy" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html">jenis tautan yang tepat (<strong>relevan dan punya otoritas</strong>)</a>. Penekanan Ask pada pengelompokan topik juga berarti bahwa situs anda tidak akan mendapat peringkat bagus (bahkan tidak akan terindeks dengan tepat) kalau tidak punya beberapa <span style="text-decoration: underline;"><strong>inbound links dari niche sejenis</strong></span>.</p><p>Soal Ask ini tidak usah terlalu dipikirkan, saya juga tidak akan membahasnya lebih jauh. Yang patut diingat adalah mengecek posisi situs anda di Ask.com adalah cara bagus untuk menilai seberapa on-topic situs anda dan apakah aspek on-topic ini harus ditingkatkan.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/faktor-peringkat-mesin-pencari.html.pdf"> <span>Faktor-faktor Penilaian Pada Mesin Pencari</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/faktor-peringkat-mesin-pencari.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>10</slash:comments> </item> <item><title>Apa sih yang Google Mau? &#8211; Bag.2</title><link>http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html</link> <comments>http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 30 Dec 2009 05:43:39 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[deep linking]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[sandbox]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[trust]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=270</guid> <description><![CDATA[Melanjutkan artikel sebelumnya tentang apa yang Google mau. Kita bicara tentang relevansi, trust, dan authority. Bagian pertama sudah menjelaskan apa itu relevansi (relevance), dan bagaimana kita meningkatkan kualitas relevansi halaman web kita dengan apa yang dicari. Bagian 2 ini bicara soal trust dan authority. Otoritas (Authority) Authority adalah indikator &#8216;sosial&#8217; atas seberapa kuatnya sebuah situs <a href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html#more-270'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan artikel sebelumnya tentang <strong><a title="Apa sih yang Google Mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html">apa yang Google mau</a></strong>. Kita bicara tentang <strong>relevansi, <em>trust</em>, dan <em>authority</em></strong>. Bagian pertama sudah menjelaskan apa itu relevansi (<em>relevance</em>), dan bagaimana kita meningkatkan kualitas relevansi halaman web kita dengan apa yang dicari. Bagian 2 ini bicara soal <em>trust </em>dan <em>authority</em>.</p><h2>Otoritas (<em>Authority</em>)</h2><p><em>Authority </em>adalah indikator &#8216;sosial&#8217; atas seberapa kuatnya sebuah situs atau halaman web dianggap sebagai &#8216;sumber&#8217; topik tertentu. Otoritas menandai keahlian, dan pengakuan atas keahlian tersebut dari dunianya dan juga dari luar industri.</p><p>Kalau misal anda punya situs &#8216;aksesoris golf&#8217; dan ada banyak situs golf lainnya yang menaut ke situs anda, hal itu menunjukkan (di mata Google) bahwa situs anda adalah sumber yang punya otoritas tentang &#8216;aksesoris golf&#8217;.</p><p>Kemudian, kalau ada sejumlah situs diluar topik golf yang menaut ke situs anda, maka status authority semakin menguat. Meski begitu, tautan yang berasal dari situs yang se-topik dengan anda punya nilai lebih, karena<span id="more-270"></span> situs-situs tersebut juga dianggap punya authority pada topik yang sama dengan situs anda.</p><p>Kualitas tautan masuk atau <em>inbound links</em> yang menaut ke situs anda berdasarkan dari yang kurang sampai yang paling berkualitas adalah dari:</p><ol><li>Situs dengan sedikit <em><strong>backlink</strong> </em>dan tidak terkait dengan <em>niche </em>situs anda.</li><li>Situs dengan banyak <strong><em>inbound links</em></strong> (punya <em>authority</em>) dan tidak terkait dengan segmen situs anda.</li><li>Situs dengan sedikit <em>backlink </em>dan berhubungan dengan segmen situs anda.</li><li>Situs dengan banyak <strong><em>incoming link</em></strong> (punya otoritas) dan punya topik yang berhubungan dengan <em>niche </em>situs anda.</li></ol><p><span style="text-decoration: underline;"><em>Backlink, inbound link, incoming link</em></span>, punya arti kira-kira sama dengan tautan masuk. <em>Niche</em>, dan segmen juga sama. Jangan bingung ya. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p><p>Poin-poin di atas harus dipikirkan saat anda sampai pada proses <strong><em>link building</em></strong>. Memburu tautan yang punya otoritas adalah hal yang lebih bersifat seni. Ya, akan ada topik bahasan khusus tentang <em>link building</em> ini. <a title="Pantau Dhany.web.id via email" rel="nofollow" href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=dhany&amp;loc=en_US" target="_blank">Langganan aja dulu</a> biar ngga ketinggalan dan gampang nagihnya kalo saya lupa. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><p>Masing-masing halaman web juga bisa punya <em>authority </em>seperti halnya website utama, oleh karena itu menaut ke halaman-halaman web secara tersendiri (istilahnya; <span style="text-decoration: underline;"><em>deep linking</em></span>) adalah hal yang sangat penting sebagai bagian dari proses <span style="text-decoration: underline;"><em>link building</em></span>.</p><h2>Kepercayaan (<em>Trust</em>)</h2><p>Terakhir, tentang <em>trust</em>, yaitu suatu ukuran yang menyatakan seberapa dapat diandalkannya sebuah website dalam meyediakan informasi yang akurat. Google menggunakan sejumlah faktor untuk mengukur <em>trust; authority</em> dan <em>relevance </em>adalah dua di antaranya, faktor penentu berikutnya adalah tautan masuk dari situs-situs &#8216;terpercaya&#8217; lainnya.</p><p>Satu faktor lainnya yang penting dalam mengukur kepercayaan adalah waktu, dan faktor terakhir inilah yang sering membuat para SEOer dan webmaster menjadi gila, karena faktor waktu ini menimbulkan apa yang dikenal sebagai &#8216;<strong><em>sandbox</em></strong>&#8216;.</p><p>Istilah <em>sandbox </em>ini diartikan sebagai sejumlah filter dalam algoritma pemeringkatan Google yang mencegah sebuah situs atau halaman web mendapat peringkat yang tinggi sebelum &#8216;lulus&#8217; beberapa titik ambang (<em>threshold</em>).</p><p>Terlepas dari apakah <span style="text-decoration: underline;"><em>sandbox</em></span> ini memang ada, saya cenderung berpendapat bahwa Google gak ada urusan untuk &#8216;mendiskriminasi&#8217;, tapi mereka punya tujuan jelas sebagai alasan penetapan kualitas, yaitu untuk menyajikan hasil pencarian yang paling &#8216;bermutu&#8217; kepada pencari. Dan filter berbasis waktu ini, yang mengukur usia situs, seberapa sering di-update, usia tautan dengan otoritas, dll adalah ukuran-ukuran yang saat ini masuk akal untuk menilai kualitas tersebut.</p><p><em>Trust </em>atau kepercayaan seperti halnya di dunia nyata; perlu waktu dan perlu dibuktikan. Tapi ada beberapa strategi (masih dalam koridor yang diperbolehkan Google) yang bisa anda jalankan untuk mempercepat proses <em>trust </em>dan <em>authority </em>ini. Meski demikian, mendapat ranking di Google masih tetap butuh waktu dan bersifat jangka panjang, jadi tetap siapkan mental anda untuk sabar. Tergantung niche yang dipilih dan strategi SEO yang digunakan, hasil bisa terasa dalam 6 sampai 18 bulan.</p><p>Ada sejumlah aspek yang tumpang tindih dari ketiga faktor yang dijelaskan di atas. <em>Anchor text</em> misalnya, bisa digunakan untuk mengukur relevansi, sekaligus otoritas, sementara tautan dari situs populer dan berperingkat tinggi erat kaitannya dengan <em>authority </em>dan <em>trust</em>.</p><p>Okeh&#8230; saya kira cukup dulu untuk tahun ini. Sekarang, tutup browser anda, matikan komputer yang sedang anda pandangi. Pergilah berlibur. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Artikel-artikel tentang <a title="Belajar SEO" href="http://dhany.web.id/panduan-seo">panduan SEO</a> akan saya lengkapi &#8216;tahun depan&#8217;. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br /> Selamat tahun baru 2010, semoga apapun target anda dalam ber-SEO akan lebih mantap lagi hasilnya di tahun yang akan datang. Salam.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html.pdf"> <span>Apa sih yang Google Mau? - Bag.2</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>12</slash:comments> </item> <item><title>Apa sih yang Google Mau?</title><link>http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html</link> <comments>http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html#comments</comments> <pubDate>Mon, 28 Dec 2009 01:22:15 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=262</guid> <description><![CDATA[Pada Februari 2007, Google digunakan oleh 48,1 persen pencari di seluruh Amerika Serikat &#8211; hampir dua kali Yahoo (28,1 persen) dan lebih dari empat kali pemakai MSN (sekarang Bing &#8211; 10,5 persen) &#8211; Sumber: comScore, Februari 2007 (http://www.comscore.com/press/release.asp?press=1255). &#160; Ya, memang angka yang menunjukkan kuasa &#8216;the almighty Google&#8216;, angka yang ditampilkan juga menunjukkan bahwa pangsa <a href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html#more-262'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Pada Februari 2007, Google digunakan oleh 48,1 persen pencari di seluruh Amerika Serikat &#8211; hampir dua kali Yahoo (28,1 persen) dan lebih dari empat kali pemakai MSN (sekarang Bing &#8211; 10,5 persen) &#8211; Sumber: comScore, Februari 2007 (http://www.comscore.com/press/release.asp?press=1255).</p><p>&nbsp;</p><p>Ya, memang angka yang menunjukkan kuasa &#8216;<em>the almighty Google</em>&#8216;, angka yang ditampilkan juga menunjukkan bahwa pangsa pasar Google masih berkembang, Yahoo belum bisa mengimbangi, dan MSN semakin merosot. MSN yang kemudian menjadi Bing sekarang ini mulai melakukan berbagai inovasi untuk memperkuat pijakannya di pasar pencarian.</p><p>Sepertinya memang tidak heran kenapa Google bisa menguasai pasar sebesar itu. Sejak awal Google menempatkan dirinya &#8216;murni&#8217; sebagai mesin pencari, Yahoo terlanjur dikenal sebagai portal dan MSN <span id="more-262"></span>telat &#8216;ikut balapan&#8217;. <em>Positioning </em>dan fokus Google pada pencarian, digabungkan dengan eksistensinya sebagai pionir teknologi pencari (Google pernah menyediakan jasa pencarian untuk Yahoo pada masa-masa awal) membuat Google jauh di depan dan sulit dikejar.</p><p>Bagi kita sebagai <em>search marketer</em>, berarti kita harus memperhatikan apa yang dibilang &#8216;si mbah&#8217; Gugel, khususnya pada apa yang menjadi tujuan Google sebagai mesin pencari.</p><p>Bagi Google, <em>ranking </em>berarti perkara menemukan halaman web yang paling relevan (<em>relevance</em>) dengan apa yang dicari, berasal dari sebuah website yang &#8216;terpercaya&#8217; (<em>trusted</em>) dan dianggap memiliki otoritas (<em>authority</em>) pada subjek yang dicari.</p><h2>Relevansi (<em>Relevance</em>)</h2><p>Relevance diukur berdasarkan informasi yang bisa dibaca oleh mesin pencari dari sebuah halaman web. Seperti yang saya jelaskan di artikel ini; <a title="Komponen SERP: Search Engine Results Page" href="http://dhany.web.id/komponen-serp-search-engine-results-page.html">Komponen SERP: Search Engine Results Page</a>, setiap halaman web (web page) anda yang dapat dibuka publik bisa berperan sebagi <em>entry point</em> bagi website anda, dan anda bisa (dan harus) meng-<em>optimize </em>situs tersebut supaya tiap halaman menyasar kata kunci (<em>keyword</em>) yang beda namun masih terkait.</p><p>Ada beberapa faktor yang digunakan pada halaman web untuk mengukur relevansi, dua yang paling utama adalah tag <em>Title</em> dan &#8220;penggunaan&#8221; <em>keyword</em>.</p><p>Kalau sebuah halaman bicara tentang &#8216;how to lose weight&#8217; dan pencari menggunakan kata kunci &#8216;how to build a boat&#8217;, maka halaman ini tidak akan dianggap relevan dan tidak akan tercantum pada hasil pencarian. Beda halnya apabila sebuah halaman bicara tentang &#8216;building your own boat on a budget&#8217;, halaman ini bisa dianggap mempunyai tingkat relevansi sedang terhadap query pencarian (<em>search query</em>) sehingga berpeluang muncul pada SERP (<em>Search Engine Results Page</em>).</p><p>Aspek relevansi adalah bagian dari <em>on-page SEO</em>, yaitu modifikasi/optimalisasi yang anda lakukan pada halaman-halaman website anda untuk meningkatkan posisi di mesin pencari. Aspek ini fokus pada upaya meningkatkan relevansi atau keterkaitan halaman-halaman situs terhadap kata kunci yang diincar (tenang, on-page SEO akan dikupas juga).</p><p>Artikel ini dipotong dulu di sini. Bagian dua nanti akan menjelaskan tentang <em>trust </em>dan <em>authority</em>. Stay tune. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html.pdf"> <span>Apa sih yang Google Mau?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>9</slash:comments> </item> </channel> </rss>
