<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>Dhany.Web.id &#187; seo</title> <atom:link href="http://dhany.web.id/tag/seo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://dhany.web.id</link> <description>SEO, Manajemen, Internet Marketing</description> <lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2011 06:47:50 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=175</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /> <item><title>7 Tips: Bocoran Buku Panduan Penilai Kualitas Google</title><link>http://dhany.web.id/7-tips-bocoran-buku-panduan-penilai-kualitas-google.html</link> <comments>http://dhany.web.id/7-tips-bocoran-buku-panduan-penilai-kualitas-google.html#comments</comments> <pubDate>Sat, 05 Nov 2011 05:03:21 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Blogging]]></category> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[Teknologi]]></category> <category><![CDATA[google]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1772</guid> <description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/11/google-quality-guidelines.gif" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Panduan Kualitas Google" title="" />Bulan Oktober lalu Google membocorkan buku panduan terkini untuk penilai kualitas (quality rater). Buku panduan ini kira-kira berisi informasi tentang bagaimana Google menilai kualitas sebuah website. Apakah situs web Anda cukup baik menurut standar Google? Apa itu buku panduan penilai kualitas? Sebagaimana diketahui bahwa Google mempekerjakan para penilai kualitas. Mereka adalah orang-orang yang memeriksa hasil <a href="http://dhany.web.id/7-tips-bocoran-buku-panduan-penilai-kualitas-google.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Oktober lalu Google membocorkan buku panduan terkini untuk penilai kualitas (<em>quality rater</em>). Buku panduan ini kira-kira berisi informasi tentang bagaimana Google menilai kualitas sebuah website. Apakah situs web Anda cukup baik menurut standar Google?</p><h2><img class="size-full wp-image-1782 alignleft" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/11/google-quality-guidelines.gif" alt="Panduan Kualitas Google" width="274" height="102" /></h2><h2>Apa itu buku panduan penilai kualitas?</h2><p>Sebagaimana diketahui bahwa Google mempekerjakan para penilai kualitas. Mereka adalah orang-orang yang memeriksa hasil pencarian Google secara manual untuk memastikan bahwa algoritma ranking bekerja sesuai harapan.</p><p>Seorang penilai kualitas bertugas mengunjungi situs yang diberikan Google untuk sebuah query, yang kemudian mengevaluasi hasil query berdasarkan relevansi. Jika sebuah situs web tidak pantas untuk hasil pencarian, mereka bisa menandai situs tersebut sebagai spam.</p><p>Buku panduan penilai kualitas berisi pedoman yang digunakan para penilai untuk mengevaluasi halaman web. Meskipun Google segera menghapus tautan ke buku tersebut, isinya sudah cukup diketahui publik.</p><p>Beberapa hal terpenting dari buku panduan tersebut:<span id="more-1772"></span></p><h3>1. Google menggunakan sejumlah tingkat &#8220;relevansi&#8221;</h3><p>Google menginstruksikan penilai kualitas untuk memberi rating sebuah website sebagai &#8220;penting&#8221;, &#8220;berguna&#8221;, &#8220;relevan&#8221;, &#8220;kurang relevan&#8221; dan &#8220;diluar topik&#8221;.</p><p>Namun selain relevansi, Google lebih suka halaman yang &#8220;sangat memuaskan, memiliki otoritas, menghibur, dan/atau terkini&#8221;.</p><h3>2. Jika sebuah kata memiliki lebih dari satu arti, Google memilih yang paling populer</h3><p>Sebagai contoh, Google berasumsi bahwa kebanyakan orang yang mencari &#8220;apple&#8221; saat ini tertarik dengan perusahaan yang memiliki nama tersebut. Hasil Pencarian yang bermakna lain (misalnya buah) akan mendapatkan tingkat relevansi lebih rendah.</p><h3>3. Halaman web yang relevan boleh jadi adalah spam</h3><p>Google membuat pemisahan antara relevansi dan spam. Sebuah halaman web bisa saja masuk kategori spam meskipun mengandung konten yang relevan.</p><p>Jika situs Web Anda menggunakan taktik berikut ini, kemungkinan akan ditandai sebagai spam:</p><ul><li>teks atau tautan tersembunyi</li><li>redirection melalui beberapa URL</li><li>rotasi domain tujuan</li><li>keyword stuffing</li><li>menggunakan PPC namun halaman tujuan tidak relevan dengan iklan</li><li>iklan dan konten copas (copy-paste)</li><li>feed yang penuh iklan PPC</li><li><a class="zem_slink" title="Doorway page" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Doorway_page" rel="wikipedia nofollow" target="_blank">doorway pages</a></li><li>forum yang penuh copas</li><li>halaman pencarian palsu dan penuh iklan PPC</li><li>blog palsu yang penuh iklan PPC (splog &#8211; spam blog)</li><li>thin affiliate site yang tidak ada tujuan lain kecuali untuk make money</li><li>kurang konten asli</li><li>halaman yang hanya berisi PPC tanpa ada atau sedikit konten</li><li>parked domain</li></ul><h3>4. Beberapa hasil pencarian yang &#8220;penting&#8221; untuk Google</h3><p>Seperti disebutkan di atas, Google memiliki lima kategori relevansi. Kategori &#8220;penting&#8221; adalah untuk situs web yang harus muncul dalam hasil pencarian. Sebagai contoh, apple.com diharapkan menempati hasil teratas untuk kata pencarian &#8220;apple&#8221;.</p><p>Halaman profil media sosial sebuah perusahaan (pada Facebook, dll) tidak dianggap &#8220;penting&#8221; menurut buku panduan penilai kualitas Google.</p><p>Query generik tidak memiliki hasil &#8220;penting&#8221;. Beberapa kata kunci pencarian seperti &#8220;travel destinations&#8221; selalu generik. Tidak ada hasil &#8220;penting&#8221; untuk query ini, dan nama domain yang sama persis dengan query jenis ini tidak membuat website tersebut &#8220;penting&#8221;.</p><h3>5. Google membedakan tiga jenis query pencarian</h3><p>Menurut Google, pencarian dapat diklasifikasikan ke dalam query tindakan (&#8220;do&#8221;), query informasi (&#8220;know&#8221;) dan query navigasi (&#8220;go&#8221;).</p><p>Sebuah query pencarian hanya dapat termasuk dalam satu klasifikasi saja dan tipe query menentukan hasil pencarian yang dianggap relevan. Sebagai contoh, query berorientasi tindakan (&#8220;buy mp3 player&#8221;) harus memiliki hasil pencarian yang berorientasi tindakan.</p><h3>6. Halaman yang relevan harus bebas dari kesalahan, dalam bahasa yang tepat, dan terarah/targeted</h3><p>Kalau Google mengira terdapat salah eja pada sebuah query, relevansi hasil pencarian didasarkan pada apa yang Google anggap ejaan yang benar/seharusnya.</p><p>Hasil pencarian yang tidak cocok dengan bahasa query mendapat skor relevansi yang rendah. Jika query mencakup suatu negara tertentu, hasil yang relevan harus berasal dari negara tersebut.</p><p>Halaman hasil pencarian harus sesuai query. Pencarian bersifat &#8216;long tail&#8217; akan menampilkan hasil pencarian yang berbeda. Query yang sangat panjang harus memberikan cakupan hasil yang lebih luas.</p><h3>7. Beberapa query pencarian secara otomatis bersifat lokal</h3><p>Beberapa query pencarian secara otomatis bersifat lokal, walaupun jika query tersebut tidak mengandung qualifier lokal. Sebuah contoh untuk query seperti &#8220;ice rink&#8221;.</p><p>Google berpikir bahwa hasil pencarian untuk &#8220;gelanggang es (ice rink)&#8221; harus menampilkan hasil lokal. Hasil yang bersifat non-lokal dianggap kurang relevan atau malah tidak berguna (diluar topik).</p><p>&#8212;<br /> Informasi dalam buku pegangan penilai kualitas yang dibocorkan Google tidaklah mengejutkan. Jika Anda ingin mendapatkan peringkat yang tinggi di Google dan bukan untuk sesaat maka hindari taktik spam dan selalu gunakan metode optimasi yang etis. Jika Anda memberikan Google apa yang diinginkannya, website Anda akan berada pada peringkat puncak dalam waktu yang sangat lama.</p><div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><img class="zemanta-pixie-img" style="float: right;" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=a8a17771-c3fc-4a78-9c2c-02ebced3abb5" alt="" /></div><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/7-tips-bocoran-buku-panduan-penilai-kualitas-google.html.pdf"> <span>7 Tips: Bocoran Buku Panduan Penilai Kualitas Google</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/7-tips-bocoran-buku-panduan-penilai-kualitas-google.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Tips: Cara Mengetahui Apakah Spammer Mengubah Website Anda</title><link>http://dhany.web.id/tips-cara-mengetahui-apakah-spammer-mengubah-website-anda.html</link> <comments>http://dhany.web.id/tips-cara-mengetahui-apakah-spammer-mengubah-website-anda.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 17 Aug 2011 05:32:28 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Blogging]]></category> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[Teknologi]]></category> <category><![CDATA[black hat]]></category> <category><![CDATA[google]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[web spam]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1789</guid> <description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" src="http://farm4.static.flickr.com/3107/2625877051_417bc30bae_m.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="WEBSPAM plate: I hope he was against it" title="WEBSPAM plate: I hope he was against it" />Spam cloaking jenis baru semakin populer belakangan ini: spammer meng-hack website populer yang memiliki ranking tinggi di Google dan kemudian memasukkan tautan penuh kata kunci yang diarahkan ke situs-situs lain. Apa yang bisa Anda lakukan untuk memastikan bahwa website Anda tidak disalahgunakan oleh spammer? Apa itu cloaking? Cloaking adalah teknik spamming di mana konten yang <a href="http://dhany.web.id/tips-cara-mengetahui-apakah-spammer-mengubah-website-anda.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><em>Spam cloaking</em> jenis baru semakin populer belakangan ini: <em>spammer</em> meng-hack website populer yang memiliki ranking tinggi di Google dan kemudian memasukkan tautan penuh kata kunci yang diarahkan ke situs-situs lain. Apa yang bisa Anda lakukan untuk memastikan bahwa website Anda tidak disalahgunakan oleh spammer?</p><div class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><a href="http://www.flickr.com/photos/12037949644@N01/2625877051" rel="nofollow" target="_blank"><img class="zemanta-img-inserted zemanta-img-configured" title="WEBSPAM plate: I hope he was against it" src="http://farm4.static.flickr.com/3107/2625877051_417bc30bae_m.jpg" alt="WEBSPAM plate: I hope he was against it" width="240" height="174" /></a><p class="wp-caption-text">Image by mathowie via Flickr</p></div><h2>Apa itu cloaking?</h2><p><em><a class="zem_slink" title="Cloaking" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cloaking" rel="wikipedia nofollow" target="_blank">Cloaking</a></em> adalah teknik <em><a class="zem_slink" title="Spam (electronic)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spam_%28electronic%29" rel="wikipedia nofollow" target="_blank">spamming</a></em> di mana konten yang ditunjukkan kepada spider mesin pencari berbeda dari konten yang disajikan untuk pengguna biasa.</p><p>Hal ini dilakukan dengan memberikan konten yang berbeda berdasarkan <em><a class="zem_slink" title="User agent" href="http://en.wikipedia.org/wiki/User_agent" rel="wikipedia nofollow" target="_blank">user-agent</a> <a class="zem_slink" title="Hypertext Transfer Protocol" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hypertext_Transfer_Protocol" rel="wikipedia nofollow" target="_blank">HTTP</a> header</em> dari pengguna yang mengunjungi halaman situs, alamat <a class="zem_slink" title="Internet Protocol" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Internet_Protocol" rel="wikipedia nofollow" target="_blank">IP</a> pengunjung, atau halaman yang merujuk<em></em>:</p><ol><li>Bila pengguna teridentifikasi sebagai <em><a class="zem_slink" title="Web crawler" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Web_crawler" rel="wikipedia nofollow" target="_blank">search engine spider</a></em>, skrip pada server akan memberikan versi halaman web yang berbeda.<br /> Spider mesin pencari dapat diidentifikasi berdasarkan alamat IP dan pada <em>user-agent <a class="zem_slink" title="List of HTTP header fields" href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_HTTP_header_fields" rel="wikipedia nofollow" target="_blank">HTTP header</a></em>.</li><li>Ketika seorang pengguna datang dari halaman tertentu (misalnya halaman hasil pencarian Google), server web memberikan versi halaman yang lain dengan apa yang didapatkan kalau pengguna memasukkan <a class="zem_slink" title="Uniform Resource Locator" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Uniform_Resource_Locator" rel="wikipedia nofollow" target="_blank">URL</a> secara langsung di <em>browser</em>.</li></ol><p>Metode-metode ini dapat dikombinasikan. Sebuah halaman web dapat melakukan cloaking didasarkan pada alamat IP, user-agent, halaman web perujuk atau kombinasi ketiganya.</p><h3>Bagaimana spammer penyalahgunaan situs web Anda?</h3><p>Banyak website yang memiliki lubang keamanan. Spammer menggunakan celah ini untuk meng-hack ke server dan mengubah isi halaman web. Mereka dapat melakukan hal di bawah ini pada halaman website Anda:<span id="more-1789"></span></p><ol><li>Memasukkan tautan penuh kata kunci yang merujuk ke situs spammer pada halaman web Anda. Tautan ini hanya dapat dilihat oleh spider pengindeks Google. Dari persepsi Google, tampak seolah-olah website Anda mendukung situs web spammer dengan <em>link</em> ini.</li><li>Mereka mengarahkan (<em>redirect</em>) pengunjung website Anda ke halaman web mereka sendiri, sementara Google mendapatkan halaman web Anda. Orang yang mengunjungi halaman web Anda setelah mengklik pada daftar website di hasil pencarian Google akan diarahkan ke situs web spammer.</li></ol><h3>Bagaimana Anda bisa mengetahui apakah spammer penyalahgunaan situs Anda?</h3><p>Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah spammer telah mengubah halaman web Anda:</p><ol><li>Gunakan browser yang dapat melakukan simulasi spider mesin pencari. Masukkan satu URL halaman web anda dan pilih &#8220;<em><a class="zem_slink" title="Googlebot" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Googlebot" rel="wikipedia nofollow" target="_blank">Googlebot</a></em>&#8220;. Browser ini akan menunjukkan apa yang dilihat oleh Google.<br /> Metode ini memungkinkan Anda memeriksa jika halaman web dimaksud menunjukkan isi yang berbeda berdasarkan user-agent.</li><li>Lakukan pencarian Google untuk &#8220;site: yourdomain.com&#8221; (ganti yourdomain.com dengan domain Anda sendiri). Browse halaman hasil pencarian dan periksa judul dan deskripsi yang Google tampilkan untuk halaman web Anda.<br /> Klik pada daftar hasil pencarian untuk memastikan bahwa pengunjung diarahkan ke halaman yang benar.</li><li>Klik pada tautan &#8220;<em>Cached</em>&#8221; di halaman hasil pencarian Google untuk melihat konten yang telah diindeks oleh Google dari halaman web Anda.<br /> Cari tautan, <em><a class="zem_slink" title="JavaScript" href="http://en.wikipedia.org/wiki/JavaScript" rel="wikipedia nofollow" target="_blank">Javascript</a></em> dan elemen-elemen lainnya yang bukan bagian dari halaman web tersebut.</li></ol><p>Gunakan tips di atas untuk mengetahui apakah <em>hacker</em> telah mengubah isi halaman web Anda. Untuk memastikan bahwa hacker tidak dapat menyalahgunakannya, gunakan versi sistem manajemen konten (<em>CMS &#8211; content management system</em>) terbaru dan jangan lupa instal update keamanan terbaru.</p><div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><img class="zemanta-pixie-img" style="float: right;" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=2220ce98-1dc3-4dfa-b55b-049907ba139d" alt="" /></div><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/tips-cara-mengetahui-apakah-spammer-mengubah-website-anda.html.pdf"> <span>Tips: Cara Mengetahui Apakah Spammer Mengubah Website Anda</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/tips-cara-mengetahui-apakah-spammer-mengubah-website-anda.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Update PageRank &#8211; Matinya Bisnis Jual Beli Link?</title><link>http://dhany.web.id/update-pagerank-matinya-bisnis-jual-beli-link.html</link> <comments>http://dhany.web.id/update-pagerank-matinya-bisnis-jual-beli-link.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 24 Jul 2011 13:35:22 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Bisnis]]></category> <category><![CDATA[Blogging]]></category> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[google]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[link popularity]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1767</guid> <description><![CDATA[Cukup lama saya tidak mem-posting tulisan baru. Alasannya selalu sama; busy&#8230; busy&#8230; busy&#8230; alias sibuk! Kebetulan Minggu malam ini tidak seperti biasanya saya kehabisan ide dan timbul keinginan untuk update blog ini. Kejadian paling menarik di dunia SEO ala Google akhir-akhir ini (setelah ramainya update Panda) adalah update PageRank (PR). Ya, tentu saja ini menarik <a href="http://dhany.web.id/update-pagerank-matinya-bisnis-jual-beli-link.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Cukup lama saya tidak mem-posting tulisan baru. Alasannya selalu sama; busy&#8230; busy&#8230; busy&#8230; alias sibuk! Kebetulan Minggu malam ini tidak seperti biasanya saya kehabisan ide <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> dan timbul keinginan untuk update blog ini.</p><p>Kejadian paling menarik di dunia SEO ala Google akhir-akhir ini (setelah ramainya update Panda) adalah update PageRank (PR). Ya, tentu saja ini menarik bagi para webmaster yang juga sedikit banyak mendalami SEO karena walaupun PR sebetulnya tidak secara langsung mempengaruhi posisi pada SERP tapi masih banyak yang bangga bila situs atau blognya ber-PR, apalagi bila mendapat peningkatan.</p><p>Yang membuat update PageRank belakangan ini menarik adalah karena rajinnya Google meng-update PR, sampai dua kali dalam satu bulan. Bahkan ada yang mengalami dua kali update dalam <span id="more-1767"></span>waktu hampir dua minggu. Aneh, karena selama ini Google hanya meng-update PR enam bulan sekali (sebelumnya 3 bulan sekali).</p><p>Tentu saya tidak akan sok tahu dengan menyebut penyebabnya, karena saya memang tidak tahu. Selain karena sedang tidak ada kerjaan (sesuatu yang sangat jarang terjadi <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), juga update PR yang membingungkan ini rupanya memakan banyak korban, terutama domainers yang menyewakan link dari domain ber-PageRank yang mereka miliki.</p><p>Hal ini juga menimpa saya. Beberapa domain ber-PR yang baru saya beli mengalami penurunan PR. Walaupun ini biasa terjadi saat terjadi perubahan <em>ownership</em> pada sebuah domain, namun update dan drop PR yang cepat belakangan ini membuat pusing karena tidak jelas apa yang ada di benak matematis Google.</p><p>Apakah update PR nantinya akan dibuat realtime?<br /> Apakah PR akan dibuat &#8220;tidak dapat diandalkan&#8221; agar webmaster tidak lagi &#8220;mengagungkan&#8221; dan menyalahgunakannya?<br /> Yang jelas Google memang semakin cerdas, dan semakin/sedang tidak jelas (terkait urusan update PR ini). Mungkin PR memang seharusnya tidak usah dipublikasikan saja oleh Google. Toh mesin pencari lain pun tidak. Tujuan penting dalam SEO kan hanya posisi pada SERP untuk sebuah kata kunci dalam rangka menghasilkan traffic yang dapat dikonversi menjadi <em>income</em>.</p><p>Untuk sementara, para domainers sebaiknya menahan diri dulu dari urusan pembelian domain, sampai segala sesuatunya menjadi lebih jelas.</p><p>Dilihat dari persepsi bisnis, barangkali memang industri jual beli link tinggal menghitung hari, dan <em>content is the king even more</em>. Juga jangan &#8220;menaruh semua telur dalam satu keranjang&#8221;. Dilihat dari persepsi kreatif, jangan sampai anda meninggalkan blog yang selama ini anda pelihara hanya karena PR nya turun atau masih tetap nol, dan selalu buat yang terbaik karena memang seharusnya begitu, bukan karena Google bilang itu baik atau harus dilakukan.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/update-pagerank-matinya-bisnis-jual-beli-link.html.pdf"> <span>Update PageRank - Matinya Bisnis Jual Beli Link?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/update-pagerank-matinya-bisnis-jual-beli-link.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>2</slash:comments> </item> <item><title>3 Keuntungan Menggunakan Blog untuk Public Relation (PR)</title><link>http://dhany.web.id/3-keuntungan-menggunakan-blog-untuk-public-relation-pr.html</link> <comments>http://dhany.web.id/3-keuntungan-menggunakan-blog-untuk-public-relation-pr.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 05 Jun 2011 03:25:55 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Bisnis]]></category> <category><![CDATA[Blogging]]></category> <category><![CDATA[Guest Post]]></category> <category><![CDATA[public relation]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1762</guid> <description><![CDATA[Baru-baru ini, saya dipercayakan untuk mengelola sebuah blog dari sebuah perusahaan yang menjual produk-produk alat pemadam api, brankas, dan CCTV. Produk pemadam api yang mereka jual dulunya dikenal dengan nama Chubb namun karena telah melakukan rebranding merek, maka perusahaan ini merasa perubahan nama ini perlu diinformasikan kepada para customer ataupun calon customer potensial mereka melalui <a href="http://dhany.web.id/3-keuntungan-menggunakan-blog-untuk-public-relation-pr.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Baru-baru ini, saya dipercayakan untuk mengelola sebuah blog dari sebuah perusahaan yang menjual produk-produk alat pemadam api, brankas, dan CCTV. Produk pemadam api yang mereka jual dulunya dikenal dengan nama <a href="http://indolokbaktiutama.blogspot.com/2011/04/dahulu-chubb-sekarang-gunnebo.html" target="_blank"><strong>Chubb</strong></a> namun karena telah melakukan rebranding merek, maka perusahaan ini merasa perubahan nama ini perlu diinformasikan kepada para customer ataupun calon customer potensial mereka melalui Public Relation (PR).</p><p>Itulah sebabnya mengapa mereka membuat blog, yaitu sebagai salah satu media PR dalam menginformasikan perubahan mereka produk pemadam ini.</p><p>Pertanyaannya: mengapa blog dijadikan sebagai salah satu tool PR perusahaan tersebut?</p><p>Perkembangan dunia digital dan internet telah membuat dunia terbagi menjadi dua bagian, yaitu offline dan online. Para stakeholder kini tidak lagi hanya hidup di dunia offline, namun mereka juga banyak menghabiskan waktu  mereka di dunia online. Artinya, apa yang Anda lakukan atau Anda komunikasikan di dunia offline harus Anda lakukan juga di dunia online.</p><p>Nah, untuk kebutuhan Public Relation, media online yang cocok untuk digunakan adalah BLOG.</p><p>Lalu, apa kelebihan menggunakan blog sebagai media PR dibandingkan dengan media lainnya?<span id="more-1762"></span><strong></strong></p><h2>1. Blog untuk PR itu Murah dan Mudah</h2><p>Dibandingkan dengan mengadakan Press Release di media elektronik, tentu saja penyampaian informasi perusahaan lewat blog relatif gratis (kecuali Anda membayar orang melakukannya) dan mudah.</p><p>Ada banyak sekali platform blog yang gratis, misalnya WordPress dan Blogger (untuk corporate saya lebih menyarankan WordPress) dimana setup-nya pun sangat mudah dan cepat. Itulah sebabnya banyak perusahaan kecil dan menengah yang menggunakan blog untuk tujuan Public Relation.</p><p>Dengan memiliki blog, artinya Anda memiliki “channel PR” Anda sendiri untuk perusahaan Anda.<strong></strong></p><h2>2. Peluang Untuk Muncul di Search Engine</h2><p>Jika stakeholder Anda adalah orang-orang yang familiar dan sering menggunakan internet, maka bisa dipastikan mereka memiliki behavior yaitu mencari informasi melalui search engine seperti Google.</p><p>Nah, dengan melakukan blogging sebagai strategi PR Anda, maka informasi yang Anda posting di blog Anda tersebut memiliki peluang untuk muncul di halaman 1 Search Engine (jika blog Anda dioptimasi dengan baik).</p><p>Sehingga, ketika ada calon customer potensial yang mencari informasi seputar produk dan isu-isu perusahaan Anda, mereka dapat segera menemukannya di halaman 1 search engine. Pastikan mereka mendapatkan informasi seputar perusahaan Anda langsung dari blog Anda, bukan dari sumber lain.<strong></strong></p><h2>3. Kemudahan Stakeholder untuk Berinteraksi</h2><p>Jika (misal) Anda mengadakan press release dengan mengundang wartawan media cetak ataupun televisi untuk keperluan PR, maka biasanya interaksi atau feedback yang muncul sangat terbatas (biasanya feedback hanya datang dari wartawan) , dan sulit bagi customer ataupun stakeholder Anda untuk bisa berinteraksi langsung dengan perusahaan Anda.</p><p>Namun, melalui blog, siapapun dapat langsung memberikan feedback berupa komentar ataupun pertanyaan seputar topik PR yang Anda sampaikan. Hal ini bisa menciptakan interaksi langsung antara perusahaan Anda dengan stakeholder dan interaksi tidak hanya dibatasi kepada pihak tertentu saja.</p><p>Tentu saja masih ada banyak manfaat-manfaat lainnya menggunakan blog untuk kebutuhan Public Relation. Intinya adalah, pemanfaatan media online sebagai tool yang membantu berbagai aktifitas perusahaan Anda (mulai dari marketing hingga PR) merupakan poin penting jika Anda tidak ingin ketinggalan oleh pesaing-pesaing Anda.</p><p>Nah, bagi Anda para penggiat PR, apakah Anda sudah mulai mempertimbangkan blog sebagai salah satu channel Public Relation Anda? Feel free to comment and share your thoughts. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><p>Hendra</p><p>Saat ini saya mengelola blog yang berisi informasi dan tips seputar <a href="http://indolokbaktiutama.blogspot.com" target="_blank"><strong>CCTV, brankas, dan alat pemadam api</strong></a>. Silahkan klik link tersebut untuk mengunjunginya. Salam blogger. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/3-keuntungan-menggunakan-blog-untuk-public-relation-pr.html.pdf"> <span>3 Keuntungan Menggunakan Blog untuk Public Relation (PR)</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/3-keuntungan-menggunakan-blog-untuk-public-relation-pr.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>5 Tips Melakukan Corporate Blogging</title><link>http://dhany.web.id/5-tips-melakukan-corporate-blogging.html</link> <comments>http://dhany.web.id/5-tips-melakukan-corporate-blogging.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 04 May 2011 15:55:14 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Bisnis]]></category> <category><![CDATA[Blogging]]></category> <category><![CDATA[Guest Post]]></category> <category><![CDATA[corporate blogging]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[strategi seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1749</guid> <description><![CDATA[Berkembangnya web 2.0 dan dunia digital marketing akhir-akhir ini ikut membuat banyak perusahaan-perusahaan yang mulai melirik internet sebagai tool yang efektif untuk keperluan branding, marketing, PR, advertising, dan sebagainya. Nah, salah satu tool yang digunakan beberapa perusahaan di Indonesia untuk kebutuhan online marketingnya adalah blog. Namun, dari pengamatan pribadi saya, baru sedikit sekali perusahaan yang <a href="http://dhany.web.id/5-tips-melakukan-corporate-blogging.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Berkembangnya web 2.0 dan dunia digital marketing akhir-akhir ini ikut membuat banyak perusahaan-perusahaan yang mulai melirik internet sebagai tool yang efektif untuk keperluan branding, marketing, PR, advertising, dan sebagainya.</p><p>Nah, salah satu tool yang digunakan beberapa perusahaan di Indonesia untuk kebutuhan online marketingnya adalah blog.</p><p>Namun, dari pengamatan pribadi saya, baru sedikit sekali perusahaan yang melakukan blogging dengan benar. Kebanyakan, blog dibiarkan terlantar dan tidak terurus. Kalaupun ada isinya, biasanya hanya berisi kata-kata yang singkat, tidak berkualitas, atau cuma artikel yang sekedar copas dari artikel lain.</p><p>Lalu, bagaimanakah tips-tips praktis untuk melakukan corporate blogging?  Berikut sharing tips dari saya.<span id="more-1749"></span><strong></strong></p><p><strong>1. </strong><strong>Blog Harus Terlihat Professional</strong></p><p>Dalam melakukan corporate blogging, terlihat professional itu sangat penting karena menyangkut nama baik dan brand image perusahaan.</p><p>Tidak seperti personal blog, dalam melakukan corporate blogging Anda tidak bisa menggunakan bahasa yang terlalu gaul, casual, dengan tampilan blog yang “norak” yang dibanjiri iklan Google Adsense.</p><p>Pilihlah template blog yang clean, simple, professional, dan selaras dengan brand image perusahaan. Jangan gunakan Google Adsense atau bentuk-bentuk iklan banner tidak relevan lainnya, karena hanya akan distract pengunjung blog Anda dan merusak brand image.<strong></strong></p><p><strong>2. </strong><strong>Buat Agar Mudah Terindex Search Engine (Google)</strong></p><p>Sama dengan personal blog, SEO (<em>search engine optimization</em>) juga sangat penting untuk corporate blogging.</p><p>Tujuannya adalah agar blog Anda mudah terindex oleh search engine seperti Google untuk keyword-keyword yang Anda inginkan, sehingga blog Anda mudah ditemukan oleh target audience Anda. Cara melakukan SEO untuk blog dapat Anda searching di Internet karena ada banyak sumber yang membagikan tips-tips SEO (termasuk blog ini sendiri).<strong></strong></p><p><strong>3. </strong><strong>Jadikan Blog Sebagai PR Tool</strong></p><p>Di luar negeri, banyak perusahaan-perusahaan yang telah memanfaatkan blog sebagai salah satu channel komunikasi dan PR kepada para stakeholders.</p><p>Jika perusahaan Anda memiliki blog, Anda juga dapat memanfaatkannya sebagai media komunikasi PR (<em>Public Relation</em>) antara perusahaan Anda dengan target audience Anda. Hal ini terutama berguna ketika terjadi <em>crisis management</em>, dimana terjadi hal-hal yang mencemari nama baik/ reputasi perusahaan Anda.</p><p>Lebih lengkap mengenai ini akan saya bahas di lain kesempatan.<strong></strong></p><p><strong>4. </strong><strong>Berikan Tips dan Solusi Praktis</strong></p><p>Anda mungkin bingung di awal-awal perihal apa yang hendak Anda tulis di blog perusahaan Anda.</p><p>Kesalahan yang umumnya saya temukan adalah terlalu banyak corporate blog yang isinya melulu menceritakan fitur-fitur produk, sehingga membuat visitor bosan membacanya. Daripada menceritakan produk, Anda dapat memposting artikel yang bersifat tips-tips ataupun sesuatu yang sifatnya member solusi.</p><p>Misalnya Anda mengelola blog perusahaan di bidang percetakan.</p><p>Daripada menulis “Ukuran dan Harga Cetak di Perusahaan Kami”, Anda dapat menulis tentang “Tips Melakukan Desain Pada Brosur”. Dengan demikian, Anda akan dipandang sebagai “sang ahli” di bidangnya, sehingga meningkatkan kredibilitas perusahaan Anda.<strong></strong></p><p><strong>5. </strong><strong>Munculkan Brand Anda di Blog</strong></p><p>Ini merupakan hal kecil yang sering dilupakan. Pastikan logo perusahaan Anda muncul di blog Anda di tempat-tempat yang noticeable, misalnya di sisi kanan blog. Selain itu, nama perusahaan juga harus muncul di Meta Title, karena itulah yang pertama kali dibaca kalau seandainya muncul di halaman 1 search engine.</p><p>Contoh corporate blogging dapat Anda lihat di salah satu blog yang saya kelola saat ini, yaitu blog tentang <a href="http://indolokbaktiutama.blogspot.com" target="_blank">CCTV</a> dan produk fire and security lainnya. Tips-tips yang saya bagikan disini merupakan hasil pengalaman dari mengelola blog tersebut. Silahkan teman-teman memberikan masukan dan tambahan tips-tips lainnya.</p><p>Semoga bermanfaat.</p><p>Hendra Deddy<br /> Visit my blog: <a href="http://indolokbaktiutama.blogspot.com" target="_blank">http://indolokbaktiutama.blogspot.com</a></p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/5-tips-melakukan-corporate-blogging.html.pdf"> <span>5 Tips Melakukan Corporate Blogging</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/5-tips-melakukan-corporate-blogging.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>3 Cara Membuat Orang Lain Memberikan Link ke Blog Anda</title><link>http://dhany.web.id/3-cara-membuat-orang-lain-memberikan-link-ke-blog-anda.html</link> <comments>http://dhany.web.id/3-cara-membuat-orang-lain-memberikan-link-ke-blog-anda.html#comments</comments> <pubDate>Sat, 05 Mar 2011 11:34:56 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Blogging]]></category> <category><![CDATA[Guest Post]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1628</guid> <description><![CDATA[Jika Anda menerapkan SEO (Search Engine Optimization) di blog Anda, tentu Anda sudah tahu betapa bernilainya one-way backlink yang berkualitas yang diberikan blog/ website lain kepada blog Anda. One-way backlink yang berkualitas sangat penting jika Anda ingin blog Anda terindex di halaman 1 Google (terutama untuk keyword-keyword yang sangat kompetitif) sehingga bisa meningkatkan trafik blog <a href="http://dhany.web.id/3-cara-membuat-orang-lain-memberikan-link-ke-blog-anda.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda menerapkan SEO (Search Engine Optimization) di blog Anda, tentu Anda sudah tahu betapa bernilainya one-way backlink yang berkualitas yang diberikan blog/ website lain kepada blog Anda. One-way backlink yang berkualitas sangat penting jika Anda ingin blog Anda terindex di halaman 1 Google (terutama untuk keyword-keyword yang sangat kompetitif) sehingga bisa meningkatkan trafik blog Anda.</p><p>Dulu, tukar menukar link (link exchange) atau disebut juga two-way link masih dianggap efektif untuk meningkatkan ranking. Sekarang, teknik tersebut semakin tidak bernilai di mata Google. Dengan demikian, one-way backlink yang berkualitas menjadi semakin penting.</p><p>Lalu, bagaimana cara mendapatkan link dari blog/ website lain secara sukarela tanpa perlu kita membayarnya? Berikut adalah 3 tips agar orang lain mau memberikan link ke blog Anda secara sukarela:<span id="more-1628"></span><strong></strong></p><h2><strong>1. </strong><strong>Buat Posting Blog yang Menyelesaikan Masalah/ Memberikan Informasi yang Sedang Dicari Orang</strong></h2><p>Sebelum Anda memulai posting, pikirkanlah dahulu sebuah topic yang dapat menyelesaikan masalah yang sedang dicari banyak orang. Atau pikirkanlah informasi atau tips dan trik yang akan membantu banyak orang dalam menyelesaikan masalahnya.</p><p>Tapi perlu diingat, berikanlah informasi/ solusi/ tips yang unik dan otentik, bukan sesuatu yang copy-paste atau contekan dari orang lain. Karena kalau solusi Anda tidak unik, kenapa orang lain harus repot-repot link ke Anda? Karena cuma Anda-lah yang memiliki solusi tersebut, makanya orang lain bersedia link ke Anda, bukan ke blog yang lain.<strong></strong></p><h2><strong>2. </strong><strong>Tambahkan Charts, Statistics, atau Screenshot Dalam Blog Post Anda</strong></h2><p>Tips ini merupakan tips yang masih jarang dipakai, karena cukup menghabiskan waktu. Namun, cara ini layak diterapkan karena sebanding dengan hasil yang akan Anda dapatkan.</p><p>Jika memungkinkan, tambahkan chart, statistic, diagram, dashboard, atau screenshot yang mendukung topik di posting Anda. Misalnya Anda menulis blog tentang “Bagaimana Memanfaatkan SEO untuk Toko Online”, maka Anda mungkin bisa menampilkan chart dari Google Keyword Analysis yang menunjukkan betapa banyaknya jumlah pencarian untuk keyword “online shop”, chart pertumbuhan online shop di internet, statistic peningkatan orang yang belanja via internet, dll.<strong></strong></p><h2><strong>3. </strong><strong>Promosikanlah Blog Anda</strong></h2><p>Setelah Anda menulis sebuah blog posting yang berisi tips-tips menarik, merangkainya dengan chart dan statistik-statistik, kini saatnya Anda mulai mempromosikan blog Anda. Ingat, tidak ada gunanya memiliki posting blog yang berkualitas jika tidak ada yang tahu keberadaan blog Anda!</p><p>Untuk promosi blog, Anda bisa gunakan social bookmark, blog comment, atau dibantu dengan share link di akun social media Anda seperti Facebook dan Twitter. Anda juga bisa mencari di forum apakah ada member/ thread yang sedang membahas sebuah permasalahan yang tips penyelesainnya terdapat di blog Anda, kemudian Anda bisa tinggalkan link Anda disana (dijamin pasti banyak yang klik!).</p><p>Anda juga bisa menggunakan Guest Blogging sebagai salah satu cara efektif mempromosikan blog Anda, seperti yang saya lakukan di blog ini untuk mempromosikan blog saya yang berisi informasi seputar <a href="http://indolokbaktiutama.blogspot.com/2011/01/cara-basic-pemakaian-pemadam-fire.html" target="_blank">fire extinguisher</a>.</p><p>Semoga ketiga tips diatas bermanfaat. Silahkan share pendapat Anda atau tips dan trik lainnya.</p><p><a href="http://indolokbaktiutama.blogspot.com" target="_blank">Hendra</a></p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/3-cara-membuat-orang-lain-memberikan-link-ke-blog-anda.html.pdf"> <span>3 Cara Membuat Orang Lain Memberikan Link ke Blog Anda</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/3-cara-membuat-orang-lain-memberikan-link-ke-blog-anda.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>6</slash:comments> </item> <item><title>SEO: Sudahkah Anda Lakukan Dengan Benar?</title><link>http://dhany.web.id/seo-sudahkah-anda-lakukan-dengan-benar.html</link> <comments>http://dhany.web.id/seo-sudahkah-anda-lakukan-dengan-benar.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 11 Aug 2010 10:47:33 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Blogging]]></category> <category><![CDATA[kata kunci]]></category> <category><![CDATA[page optimization]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1404</guid> <description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2010/08/piramida-seo-150x150.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="piramida-seo" title="" />SEO bukan hal yang sulit tapi harus dilakukan secara benar dalam urutan yang benar juga. Salah satunya tidak benar maka upaya SEO akan sia-sia. &#160; 1. Keywords Keywords atau kata kunci yang anda pilih adalah fondasi aktivitas SEO anda selanjutnya dan sangat mempengaruhi kesuksesan proyek SEO anda. Menyasar kata kunci yang salah, maka semua upaya <a href="http://dhany.web.id/seo-sudahkah-anda-lakukan-dengan-benar.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>SEO bukan hal yang sulit tapi harus dilakukan secara benar dalam urutan yang benar juga. Salah satunya tidak benar maka upaya SEO akan sia-sia.</p><p><img class="aligncenter size-full wp-image-1562" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2010/08/piramida-seo.jpg" alt="piramida-seo" width="377" height="302" /></p><p style="text-align: center;">&nbsp;</p><h2>1. Keywords</h2><p>Keywords atau kata kunci yang anda pilih adalah fondasi aktivitas SEO anda selanjutnya dan sangat mempengaruhi kesuksesan proyek SEO anda. Menyasar kata kunci yang salah, maka semua upaya anda akan percuma.</p><p>Pilih keyword secara bijak. Tidaklah tepat<span id="more-1404"></span> mengoptimalkan halaman-halaman web anda untuk kata kunci yang terdiri dari satu kata saja. Optimalkan halaman-halaman situs untuk kata-kata kunci yang sangat terarah dan menarik pengunjung yang tepat. Anda menginginkan pembeli, bukan cuma pengunjung situs. Semakin terarah kata kunci yang dipilih semakin baik.</p><h2>2. On-page optimization</h2><p>Setelah anda tahu kata kunci yang hendak digarap, anda harus mengoptimasi halaman-halaman situs untuk kata-kata kunci ini. Optimalkan sebanyak mungkin halaman yang berbeda untuk keyword yang berbeda. Sebaiknya satu halaman optimal untuk satu kata kunci.</p><p>Munculkan kata kunci pada elemen halaman yang tepat dan dapat dikunjungi oleh mesin pencari.</p><p>Arsitektur website adalah bagian dari on-page optimization. Navigasi situs web anda sebaiknya mengandung kata kunci kemudian halaman-halaman situs saling terkait topiknya agar mesin pencari dapat mengkategorisasi halaman-halaman tersebut secara tepat.</p><h2>3. Usability and conversion optimization</h2><p>Atau diterjemahkan menjadi optimalisasi konversi dan usabilitas (kegunaan). Maksudnya bahwa kalaupun situs anda mendapat ratusan pengunjung setiap hari, belum tentu menghasilkan penjualan satu pun karena halaman-halamannya tidak user friendly.</p><p>Halaman web anda harus mempunyai penampilan menarik, harus mudah digunakan, harus membangkitkan kepercayaan pengunjung, dan harus membuat orang tertarik untuk membeli apa yang ditawarkan secara mudah.</p><h2>4. Link building</h2><p>Setelah semua elemen berada pada tempatnya, anda bisa mulai membangun backlink. Aturan sederhananya; kalau ada lebih dari satu halaman dengan tingkat optimalisasi yang sama, maka halaman dengan backlink terbaik yang akan dipilih untuk menempati posisi lebih tinggi oleh Google.</p><p>Backlink sebaiknya mengandung keyword yang sama dengan poin 2 (On-page optimization). Misal kalau sebuah halaman sudah dioptimalkan untuk kata kunci &#8220;batik madura terbaik&#8221; maka tautan yang menaut ke halaman tersebut harus mengandung kata kunci itu juga.</p><h2>Semua elemen harus pada tempatnya dan dengan urutan yang benar</h2><p>Kalau situs anda mendapat banyak backlink tapi halaman web anda tidak mampu mengkonversi, maka penjualan tidak akan terjadi. Begitupun kalau halaman web sangat teroptimalisasi tapi keywordnya salah.</p><p>Kalau keyword yang anda pilih sudah tepat dan halaman-halaman web yang dibuat sudah optimal dan menarik pengunjung untuk membeli, maka langkah terakhir adalah mendapat backlink yang berkualitas untuk mengangkat posisi halaman tersebut di Google.</p><p>Ingat, semuanya harus berada pada tempatnya dan dilakukan dengan urutan kerja yang benar.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/seo-sudahkah-anda-lakukan-dengan-benar.html.pdf"> <span>SEO: Sudahkah Anda Lakukan Dengan Benar?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/seo-sudahkah-anda-lakukan-dengan-benar.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>10</slash:comments> </item> <item><title>(Bukan Cuma) Riset Keyword dengan Market Samurai</title><link>http://dhany.web.id/bukan-cuma-riset-keyword-dengan-market-samurai.html</link> <comments>http://dhany.web.id/bukan-cuma-riset-keyword-dengan-market-samurai.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 23 Jun 2010 06:34:36 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[keyword research]]></category> <category><![CDATA[market samurai]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1393</guid> <description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2010/06/market-samurai-menu-113x300.png" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="market-samurai-menu" title="market-samurai-menu" />Alat bantu riset keyword (keyword research) favorit saya adalah Market Samurai (MS), sudah cukup lama saya menggunakan alat bantu yang satu ini. Hampir sejak pertama dirilis. Tujuan utama Market Samurai adalah upayanya dalam men-streamline-kan proses kerja internet marketer. Dengan tool ini bila anda berkutat dengan SEO dan niche marketing maka cukup dengan menggunakan satu software <a href="http://dhany.web.id/bukan-cuma-riset-keyword-dengan-market-samurai.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2010/06/market-samurai-menu.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-1565" title="market-samurai-menu" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2010/06/market-samurai-menu-113x300.png" alt="market-samurai-menu" width="113" height="300" /></a>Alat bantu riset keyword (<em>keyword research</em>) favorit saya adalah <strong>Market Samurai</strong> (MS), sudah cukup lama saya menggunakan alat bantu yang satu ini. Hampir sejak pertama dirilis. Tujuan utama <a href="http://dhany.web.id/marketsamurai" target="_blank">Market Samurai</a> adalah upayanya dalam men-<em>streamline</em>-kan proses kerja <em>internet marketer</em>.</p><p>Dengan tool ini bila anda berkutat dengan SEO dan <em>niche marketing</em> maka cukup dengan menggunakan satu <em>software</em> saja. Tidak usah lagi membuka banyak <em>window</em> dan program lainnya untuk proses (1) <em>keyword research</em>, (2) analisis kompetisi, (3) menemukan konten dan (4) <em>tracking/monitoring</em>.</p><p>Memang masih banyak fitur lain yang didukung aplikasi luar biasa ini. Namun proses dasar SEO adalah empat langkah tersebut, dan semuanya ter-<em>cover</em> oleh Market Samurai ini dengan baik.</p><p>Sebelum menggunakan MS, untuk keyword research saya biasa menggunakan <a href="https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal" target="_blank">Google Adwords Keyword Tool</a>.</p><p>Untuk Analisa persaingan membandingkan berbagai situs yang muncul pada top 10 SERP dan mencatat berbagai metrik pada <em>sheet</em> Excel.</p><p>Kemudian untuk menemukan ide konten,<span id="more-1393"></span> <em>googling</em> dan <em>browsing</em> kesana kemari dengan membuka beberapa jendela peramban, belum lagi untuk mengecek PageRank dan backlink/popularitas serta duplikasi konten tersebut dengan <em>tool</em> atau membuka berbagai situs lainnya seperti <a href="http://www.checkpagerank.net/" target="_blank">CheckPageRank</a>, <a href="http://copyscape.com/" target="_blank">CopyScape</a>, dan <a href="http://siteexplorer.search.yahoo.com/" target="_blank">Yahoo Site Explorer</a>.</p><p>Terakhir untuk monitoring dan tracking dengan memantau posisi halaman teroptimasi pada SERP mesin-mesin pencari dan mencatatnya pada sheet Excel secara mingguan.</p><p>Sungguh menyita tenaga dan waktu, serta perlu disiplin kerja yang teratur.</p><p>Software yang nyaris tanpa cela, namun Market Samurai bukan tanpa kelemahan, kekurangan utama adalah penggunaan database <em>keyword</em> Google dan tidak ada sumber lain (tentu, karena sumber data keyword gratis dan terbesar saat ini masih Keyword Tool dari Google). Sehingga kurangnya variasi data, namun saya kira ini bukan masalah sama sekali. Kemudian ada satu proses SEO yang kurang ter-<em>cover</em> dengan baik, yaitu proses <em>link building</em>. Padahal optimasi yang satu ini sangat penting dalam teknik SEO modern.</p><p>Kemudian <em>platform</em> yang digunakan adalah Adobe Air, kelebihannya berarti <em>Market Samurai</em> bisa dijalankan di mesin Mac atau Linux selain pada PC berbasis Windows, kekurangannya MS sering terasa lambat, terutama bila dilakukan riset intensif dengan membuka banyak tab.</p><p>Kelebihan utamanya adalah aliran kerja yang praktis pada satu aplikasi dan <em>training</em> gratis di blog-nya dengan <em>video tutorial</em> yang lengkap dan jelas tanpa harus menjadi anggota. Kemudian <em>update</em> yang rutin. Dan terpenting adalah <em>support team</em>-nya yang responsif dan memuaskan.</p><p>Sangat <em>worth the price</em>, <em>free</em> alias gratis selamanya (untuk modul <em>Keyword Research</em> dan <em>Rank Tracker</em>). Oh ya, kalau anda memutuskan untuk membeli versi berbayarnya, Noble Samurai mengharuskan anda membayar hanya sekali dan pemakaian selamanya. Tidak seperti <em>keyword research tool</em> lain seperti Wordtracker yang berbasis pembayaran bulanan.</p><p>Jadi kalau anda serius soal SEO dan <em>niche marketing</em>, coba saja dulu <a href="http://dhany.web.id/marketsamurai" target="_blank">Market Samurai</a> (affiliate link).</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/bukan-cuma-riset-keyword-dengan-market-samurai.html.pdf"> <span>(Bukan Cuma) Riset Keyword dengan Market Samurai</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/bukan-cuma-riset-keyword-dengan-market-samurai.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>12</slash:comments> </item> <item><title>Latent Semantic Indexing (LSI) &#8211; Apa dan Bagaimana?</title><link>http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html</link> <comments>http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 02 May 2010 08:05:26 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Teknologi]]></category> <category><![CDATA[arsitektur situs]]></category> <category><![CDATA[article directory]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[directory submission]]></category> <category><![CDATA[latent semantic indexing]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category> <category><![CDATA[siloing]]></category> <category><![CDATA[strategi seo]]></category> <category><![CDATA[topical authority]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1380</guid> <description><![CDATA[Latent Semantic Indexing (LSI) adalah algoritma yang dikembangkan mesin-mesin pencari utama sekarang ini. Apakah situs anda sudah siap menghadapinya? Bagaimana pengaruhnya terhadap posisi halaman web anda di SERP? Apa itu latent semantic indexing? LSI berarti bahwa mesin telusur internet mencoba mengaitkan sebuah istilah dengan suatu konsep saat mengindeks halaman situs. Misal, Paris dan Hilton dihubungkan <a href="http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Latent Semantic Indexing (LSI)</strong> adalah algoritma yang dikembangkan mesin-mesin pencari utama sekarang ini. Apakah situs anda sudah siap menghadapinya? Bagaimana pengaruhnya terhadap posisi halaman web anda di SERP?</p><h2>Apa itu latent semantic indexing?</h2><p>LSI berarti bahwa mesin telusur internet mencoba mengaitkan sebuah istilah dengan suatu konsep saat mengindeks halaman situs. Misal, Paris dan Hilton dihubungkan dengan nama seorang perempuan, alih-alih nama kota atau hotel, Tiger dan Woods diasosiasikan dengan golf.</p><p>Untuk mengetahui <em>keyword</em> lain yang terkait dengan sebuah kata kunci, lakukan pencarian untuk kata kunci tersebut dengan menambahkan <em>tilde</em> (~) di depan kata kunci tersebut. Google akan menebalkan (<em>bold</em>) keyword terkait pada SERP. Contohnya, Google menemukan bahwa kata &#8220;Nokia&#8221; terkait dengan &#8220;<a href="http://www.google.co.id/#hl=en&amp;q=~phone&amp;fp=1&amp;cad=b" target="_blank">phone</a>&#8220;.</p><p>Teknik yang digunakan <em>webmaster</em> untuk menghadapi LSI biasa disebut metode <em>siloing</em>.</p><h2>Bagaimana Google mengaitkan keyword dengan konsep?</h2><p>Google punya<span id="more-1380"></span> milyaran halaman situs dalam database indeks-nya. Kalau Google menemukan banyak halaman yang mengandung kata Paris dan Hilton sekaligus maka Google mengasumsikan bahwa kedua kata ini terkait. Kata-kata lain yang terkandung bersamaan pada sebuah halaman memberi petunjuk pada Google bahwa kombinasi kedua kata ini secara sekaligus adalah tentang seorang perempuan.</p><p>Kata-kata yang sering muncul berdekatan satu sama lain menunjukkan hubungan keeratan relevansi. Google punya sangat banyak data yang memungkinkannya mengkalkulasi relasi antar kata.</p><h2>Apa artinya untuk posisi halaman web anda di hasil pencarian?</h2><p>Kalau ingin tercantum untuk sebuah kata kunci, anda harus menunjukkan pada Google bahwa situs anda relevan dengan sebuah topik. Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan relevansi:</p><ol><li><strong>Optimasi halaman-halaman situs untuk kata-kata kunci berbeda</strong>. Kalau anda menyasar kata kunci &#8220;used cars&#8221; maka anda juga perlu membuat halaman-halaman lain yang relevan dengan kata kunci tersebut, seperti &#8220;auto&#8221;, &#8220;suv&#8221;, dll.<br /> Semakin banyak halaman situs yang relevan dengan sebuah topik, semakin besar kemungkinannya situs anda akan tercantum untuk kata kunci yang terkait dengan topik tersebut (lihat contoh Nokia di atas).</li><li><strong>Mendapat <em>backlink</em> dari halaman-halaman yang terkait semantik</strong>. Kalau anda anda menjual mobil (&#8220;cars&#8221;), maka tautan dari halaman lain seharusnya bukan tentang film (&#8220;movie&#8221;). Tautan dari halaman-halaman dengan topik sejenis akan menguntungkan secara semantik.<br /> <em>Backlink</em> dari sebuah halaman yang mengandung tautan ke halaman-halaman web lain dengan topik sejenis akan memberi efek lebih besar untuk peringkat situs daripada <em>backlink</em> dari halaman yang menaut ke sembarang halaman dan juga menaut ke halaman/situs anda.<br /> Karena itu, upayakan mendapat <em>backlink</em> dari situs-situs sejenis. Dan kalau anda memanfaatkan direktori (direktori internet dan direktori artikel) tempatkanlah pada kategori yang tepat. Penempatan pada kategori yang salah akan berpengaruh negatif untuk ranking situs di mesin pencari.</li><li><strong>Terapkan arsitektur situs yang &#8220;bermakna&#8221;</strong>. Tata konten situs secara logis. Buat kategorisasi atau seksi yang tepat untuk menampung keragaman topik utama dan tempatkan sedemikian rupa agar mudah ditemukan baik oleh pembaca (manusia) dan mesin pencari.</li><li><strong>Cari tahu kenapa situs lain menempati posisi lebih tinggi</strong>. Kalau anda bertanya-tanya kenapa halaman situs lain punya ranking lebih tinggi daripada halaman situs anda meskipun anda sudah sesempurna mungkin mengoptimalkan halaman-halaman situs untuk kata kunci yang diincar, maka anda harus menganalisa <em>backlink</em> yang diperoleh halaman-halaman tersebut.<br /> Jumlah dan &#8220;<em>power/authority</em>&#8221; yang dimiliki sebuah tautan sangat penting. Demikian, sama pentingnya bahwa tautan berasal dari halaman-halaman yang terkait secara topik dan semantik.</li></ol><h2>Kesimpulan</h2><p>Dalam menghadapi <em>latent semantic indexing</em> jangan fokus hanya pada satu kata kunci saat mengoptimalkan halaman situs. Algoritma canggih mesin pencari terkini berarti anda harus membuat situs yang dioptimasi untuk beragam kata kunci berbeda tapi terkait.</p><p>Tambahan lagi, tautan yang &#8220;masuk&#8221; ke situs anda berasal dari halaman/situs yang berhubungan topiknya dengan situs anda agar mesin telusur internet menempatkan situs anda pada konteks yang tepat.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html.pdf"> <span>Latent Semantic Indexing (LSI) - Apa dan Bagaimana?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/latent-semantic-indexing-lsi-apa-dan-bagaimana.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>7</slash:comments> </item> <item><title>Bagaimana Cara Optimalisasi Geo Targeting SEO?</title><link>http://dhany.web.id/bagaimana-cara-optimalisasi-geo-targeting-seo.html</link> <comments>http://dhany.web.id/bagaimana-cara-optimalisasi-geo-targeting-seo.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 07 Apr 2010 13:59:58 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[Teknologi]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[geotargeting]]></category> <category><![CDATA[hosting]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[strategi seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1350</guid> <description><![CDATA[Ada dua strategi geo targeting utama dalam SEO yang bisa dipilih: Menyasar wilayah geografis tertentu (strategi geografis): Buat subdomain atau subdirektori dalam bahasa ibu (native language) yang menjadi target geografis (Bahasa Jerman kalau anda mengincar pengunjung dari Jerman) dan fokuskan target geografis pada Webmaster Central Tempatkan konten subdomain pada server hosting di lokasi yang jadi <a href="http://dhany.web.id/bagaimana-cara-optimalisasi-geo-targeting-seo.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Ada dua strategi <em>geo targeting</em> utama dalam SEO yang bisa dipilih:</p><p><strong>Menyasar wilayah geografis tertentu</strong> (strategi geografis):</p><ol><li>Buat subdomain atau subdirektori dalam bahasa ibu (<em>native language</em>) yang menjadi target geografis (Bahasa Jerman kalau anda mengincar pengunjung dari Jerman) dan fokuskan target geografis pada Webmaster Central</li><li>Tempatkan konten subdomain pada <em>server hosting</em> di lokasi yang jadi sasaran</li><li>Bangun <em>backlink </em>dari TLD serupa</li></ol><p><strong>Menyasar bahasa tertentu</strong> (strategi bahasa):</p><ol><li>Buat subdirektori untuk <em>native language</em> tertentu (misal, www.situsanda.com/nl untuk Bahasa Belanda)</li><li>Bangun <em>backlink </em>dari situs dalam bahasa yang sama dengan bahasa subdirektori</li><li><strong>Jangan </strong>gunakan <em>geographic targeting</em> (strategi geografis)</li></ol><p>Alasan tidak menggunakan strategi geografis bersamaan dengan strategi bahasa adalah <span id="more-1350"></span>karena kalau pencari melakukan pencarian dalam bahasa tertentu di Google<strong>.com</strong>, maka halaman dengan bahasa yang dicari akan mendapat prioritas daripada halaman yang dioptimasi untuk wilayah geografis tertentu.</p><p>Strategi geografis berarti mendapat peluang di Google <strong>selain </strong>google.com. Adapun strategi bahasa berarti punya peluang <strong>di</strong> google.com untuk bahasa yang digunakan pencari.</p><p>Mungkin anda tidak mau memilih dan ingin menerapkan keduanya untuk meningkatkan visibilitas situs anda baik di google dot com ataupun google dot lainnya.</p><p>Perhatikan log trafik untuk menentukan asal trafik situs web anda saat ini &#8211; dengan asumsi situs anda menggunakan Bahasa Inggris atau bahasa lain yang banyak digunakan di dunia (kalau situs anda dalam bahasa Indonesia, bisa dipastikan lebih dari 90% pengunjungnya pasti dari Indonesia <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ). Perhatikan juga <em>bounce rate</em>.</p><p>Contoh; kalau trafik situs web anda banyak yang berasal dari Jerman dan tingkat <a id="aptureLink_NgssnllhrV" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bounce%20rate">bounce rate</a> -nya cukup tinggi dibandingkan pengunjung dari USA, buatlah subdirektori untuk bahasa Jerman (www.situsanda.com/de). Ini adalah strategi bahasa.</p><p>Untuk strategi geografisnya, anda kemudian membuat subdomain (de.situsanda.com) dan <em>host </em>subdomain tersebut pada <em>server </em>yang berlokasi di Jerman, kemudian setel <em>geographical targeting</em> ke Germany pada Webmaster Central. Ulangi proses ini pada semua region yang memberi kontribusi trafik pada situs anda.</p><h2>Catatan Penting</h2><ul><li>Kalau anda HANYA ingin memfokuskan dan menarget bahasa tertentu, dengan subdirektori, maka tidak usah melakukan optimasi <em>geographic targeting</em> (strategi geografis).</li><li>Anda bisa juga menjalankan strategi/<em>targeting </em>bahasa dengan subdomain, selain subdirektori, tapi kalau anda memiliki <em>gTLD (generic Top Level Domain)</em> .com gunakan subdirektori, bukan subdomain.</li><li>Judul situs dan halaman-halaman situs serta konten pada subdirektori atau subdomain harus dalam bahasa ibu (<em>native language</em>), gunakan istilah-istilah khas dari bahasa tersebut.</li><li>Selalu gunakan <a href="http://www.seoconsultants.com/meta-tags/language" target="_blank"><em>language based meta tags</em></a>.</li><li>Tempatkan subdomain untuk <em>geographic targeting</em> (strategi geografis) pada <em>server hosting</em> dari wilayah tersebut</li><li>Kalau menggunakan subdomain, beri tautan (<em>link</em>) dari situs utama.</li><li>Tiap subdomain punya <em>sitemap </em>masing-masing.</li><li>Pada <em>meta tags</em> dan konten, gunakan terminologi yang tepat (misal, kalau anda menyasar US dan UK kemudian situs anda menjual celana dan sweater, maka pants dan sweater cocok untuk US, sedangkan trouser dan jumper lebih cocok untuk UK).</li><li>Pada saat melakukan <em>link building</em>, dapatkan <em>backlink </em>dari TLD serupa (misal, tautan dari .nl untuk domain .nl dan berisi bahasa Belanda, atau .web.id menaut ke .co.id dengan konten Bahasa Indonesia).</li><li>Kalau TLD situs anda berjenis <em>ccTLD (country code Top Level Domain)</em> seperti .fr atau .de atau *.id maka anda tidak usah repot menjalankan strategi geografis karena sudah otomatis terkait dengan regional peruntukannya, tinggal tempatkan saja pada <a rel="nofollow" href="http://dhany.web.id/mwn" target="_blank"><em>server hosting</em> yang tepat</a>.</li></ul><h2>Review</h2><p>Jadi, kalau anda punya situs dengan TLD seperti .com dan .co.uk dan wilayah US dan UK memang jadi target SEO anda, maka tidak usah lagi memikirkan strategi geografis (<em>geographic targeting</em>).</p><p>Tapi kalau anda ingin menjalankan <em>geographic </em>dan <em>language targeting</em> sekaligus, maka pertama kali buatlah subdirektori dengan konten dalam <em>native language</em> dan mengaculah pada log trafik (bisa gunakan Google Analytics). Lihat asal visitor yang banyak mengunjungi situs anda.</p><p>Bahasa Inggris pun banyak variasinya, seperti US English, UK, New Zealand, Australia, kalau memang niat buatlah subdirektori untuk masing-masing variasi dan cantumkan istilah-istilah khas tiap variasi pada judul, meta tags, dan konten. Buat sitemap.xml untuk masing-masing subdirektori dan kirim semua sitemap.xml ke mesin pencari utama (Google, Yahoo, Bing).</p><p>Langkah berikutnya adalah membuat subdomain dan tempatkan subdomain-subdomain tersebut pada <em>server hosting</em> dari negara/wilayah yang anda fokuskan. Buat konten dalam <em>native language</em>, ulangi langkah diatas dan atur fokus geografis masing-masing subdomain di <a href="http://www.google.com/webmasters/" target="_blank">Webmaster Central</a>.</p><p>Dengan strategi ini, anda akan punya keunggulan atas pesaing SEO (atau malah jadi lebih sedikit pesaing). Tidak masalah apakah pencarian dilakukan dari dalam atau luar wilayah tertentu, tidak masalah apakah situs anda memang &#8216;<em>native</em>&#8216; atau cuma &#8216;numpang&#8217; di wilayah tersebut, tidak masalah apakah pencari melakukan pencarian dalam <em>native language</em> atau secara manual menggunakan domain google tertentu seperti google.com.mx atau google.es. Situs anda akan tampil di mata yang tepat. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/bagaimana-cara-optimalisasi-geo-targeting-seo.html.pdf"> <span>Bagaimana Cara Optimalisasi Geo Targeting SEO?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/bagaimana-cara-optimalisasi-geo-targeting-seo.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>6</slash:comments> </item> <item><title>Google Geotargeting</title><link>http://dhany.web.id/geotargeting-pada-google.html</link> <comments>http://dhany.web.id/geotargeting-pada-google.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 01 Apr 2010 10:45:32 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[Teknologi]]></category> <category><![CDATA[anchor text]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[bing]]></category> <category><![CDATA[geotargeting]]></category> <category><![CDATA[hosting]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category> <category><![CDATA[strategi seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1273</guid> <description><![CDATA[Cara kerja mesin telusur internet (search engine) dan hasil yang ditampilkannya selalu berubah dengan cepat. Semakin matangnya algoritma pencarian membuat anda sebagai SEOer perlu mengupayakan teknik-teknik SEO (Search Engine Optimization) terkini. Local search, advanced search, regional search, dan language-based search adalah beberapa filter yang bisa digunakan pencari sebagai &#8216;bahan pertimbangan&#8217; mesin pencari dalam menentukan situs <a href="http://dhany.web.id/geotargeting-pada-google.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Cara kerja mesin telusur internet (<em>search engine</em>) dan hasil yang ditampilkannya selalu berubah dengan cepat. Semakin matangnya algoritma pencarian membuat anda sebagai SEOer perlu mengupayakan teknik-teknik SEO (<em>Search Engine Optimization</em>) terkini. <em>Local search, advanced search, regional search</em>, dan <em>language-based search</em> adalah beberapa filter yang bisa digunakan pencari sebagai &#8216;bahan pertimbangan&#8217; mesin pencari dalam menentukan situs siapa yang tampil, kapan dan dimana akan ditampilkan.</p><p>Judulnya memang Google <a id="aptureLink_pvkgqrMTmh" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Geo%20targeting">Geotargeting</a>, tapi prinsipnya berlaku juga  pada mesin pencari besar lain seperti Bing dan Yahoo, walaupun <em>geotargeting</em> di kedua mesin pencari yang disebut terakhir ini relatif  lebih sederhana daripada Google.</p><p><em>Geotargeting</em> adalah salah satu <a id="aptureLink_X8F7hBrP8q" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Algorithm">algoritma</a> yang dikembangkan Google untuk memuaskan penggunanya, dan bisa anda (sebagai pelaku SEO) manfaatkan untuk meningkatkan ranking situs web anda.</p><p>Setiap <em>query</em> pencarian pada Google akan menghasilkan set hasil yang berbeda. Perbedaan ini bisa sangat signifikan tergantung pada:<span id="more-1273"></span></p><ol><li>Alamat IP pencari. Proxy bisa mengaburkan asal muasal</li><li>Lokasi server website, tiap negara punya jatah blok IP sendiri</li><li>Setting geografis di <a href="http://www.google.com/webmasters/" target="_blank">Webmaster Central</a>. Domain ccTLD biasanya dikunci untuk geografis peruntukannya</li><li>Penggunaan filter pencarian oleh pencari (misal, pencari melakukan <em>filtering</em> untuk <strong>Pages from [region]</strong> atau <strong>Pages in [language]</strong>)</li><li>Apakah pencari melakukan pencarian di regional Google yang berbeda dengan yang secara <em>default</em> diberikan (misal, pencari dari Indonesia menggunakan google.com alih-alih google.co.id untuk mendapatkan hasil dari US atau pencari melakukan pencarian dalam Bahasa Inggris dari situs-situs non US)</li></ol><p>Elemen lain yang sangat mempengaruhi <em>ranking</em> adalah <em>backlink</em>:</p><ol><li>Apakah tautan masuk berasal dari <a id="aptureLink_ECSBP6yG8l" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Top-level%20domain">TLD</a> yang sama dengan TLD yang ditaut (misal, .in menaut ke domain .in juga)</li><li>Apakah alamat IP yang menaut berasal dari wilayah yang sama dengan IP yang ditaut (misal server Indonesia menaut ke server Indonesia)</li><li>PageRank, <a id="aptureLink_mqhYRxhBrP" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anchor%20text">anchor text</a> pada pranala (link/tautan) dan <em>outbound link</em> lainnya pada halaman yang ditaut</li><li>Relevansi <em>onpage</em> halaman/situs yang menaut dengan halaman/situs yang ditaut.</li><li><em>Language based meta tags</em> pada situs/halaman yang ditaut</li><li>Semua hal diatas pada situs/halaman yang menaut</li></ol><p>Pencarian pada regional Google manapun (google.com, google.co.id, google.ca, google.ie) akan memberi hasil yang bervariasi kalau filter bahasa dan filter lokasi tidak digunakan oleh pencari.</p><p>Google.com.au misalnya, akan memprioritaskan halaman/situs dari Australia, dimana prioritas tertinggi diberikan pada domain *.au yang di-<em>hosting</em> pada <em>server</em> ber-IP class Aussie dengan <em>backlink</em> dari domain-domain dengan atribut Aussie dan <em>anchor text</em> serta atribut <em>onpage</em> dan <em>offpage</em> yang tepat. Kecuali situs-situs Australia ini tidak ada yang cukup pas untuk query pencarian, barulah .com dan domain lain bisa &#8216;nyundul&#8217; ke puncak di google.com.au.</p><p>Sebelas faktor diatas punya andil dalam algoritma otomatis Google saat ini dan bisa dimanfaatkan untuk mengungguli  kompetitor SEO anda. Tapi memang sulit untuk mengetahui komponen mana yang paling besar bobotnya dalam algoritma, akibatnya cukup sulit untuk mematok strategi apa yang paling efektif.</p><p>Jadi &#8216;gimana dong&#8217;?</p><p>Secara umum caranya sama saja; amati hasil pencarian yang dibuat oleh filter-filter pencarian. Perhatikan situs-situs yang menempati <em>top positions</em> dan tentukan strategi SEO yang tepat untuk situs web anda. Tentu saja anda harus melakukan analisis kompetitor yang cukup mendalam.</p><p>Sudah saya bilang &#8216;kan&#8217; <a title="Contoh Kustomisasi SEO" href="http://dhany.web.id/contoh-kustomisasi-strategi-seo.html">SEO itu perlu kustomisasi</a>, karena ada banyak cara dalam SEO.</p><p>Tiap situs web punya kondisi masing-masing dan solusi SEO-nya tergantung pada demografi, <em>site mechanics</em>, dan sumber-sumberdaya yang tersedia. Pertimbangkan hal-hal berikut:</p><ul><li>Siapa target market (target pencari) anda?</li><li>Apakah anda perlu mengoptimalkan <em>geographic targeting (geotargeting)</em>?</li><li>Apakah anda perlu membuat subdomain atau subdirektori untuk bahasa tertentu?</li><li>Apakah anda harus pindah <em>hosting</em>?</li><li>Apakah anda punya sumberdaya untuk melakukan semua hal diatas?</li></ul><p>&#8216;Ribet&#8217; yah? Tapi (hampir) semua masalah ada solusi praktisnya. <em>Stay tune</em> &#8216;aja&#8217;.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/geotargeting-pada-google.html.pdf"> <span>Google Geotargeting</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/geotargeting-pada-google.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>11</slash:comments> </item> <item><title>Algoritma Penilaian Google Terkini</title><link>http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html</link> <comments>http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 26 Mar 2010 09:39:29 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[arsitektur situs]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[duplicate content]]></category> <category><![CDATA[hosting]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1249</guid> <description><![CDATA[Berikut ini intisari wawancara Matt Cutts dengan StoneTemple Consulting minggu lalu tentang algoritma penilaian ranking terkini di Google. 1. PageRank dan halaman terindeks Matt Cutts menyatakan bahwa jumlah halaman situs web yang diindeks oleh Google kira-kira setara dengan PageRank situs web tersebut. PageRank dipengaruhi kualitas dan kuantitas/jumlah tautan. Artinya, halaman-halaman pada situs anda akan banyak <a href="http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini intisari wawancara Matt Cutts dengan StoneTemple Consulting minggu lalu tentang algoritma penilaian <em>ranking </em>terkini di Google.</p><h2>1. PageRank dan halaman terindeks</h2><p>Matt Cutts menyatakan bahwa jumlah halaman situs web yang diindeks oleh Google kira-kira setara dengan PageRank situs web tersebut. PageRank dipengaruhi kualitas dan kuantitas/jumlah tautan. Artinya, halaman-halaman pada situs anda akan banyak terindeks jika memiliki  banyak <em>inbound link</em> berkualitas.</p><p>Kalau anda punya situs dengan konten/URL internal yang sangat banyak, maka tingkatkan PageRank situs agar Google mau &#8220;membaca&#8221; semua konten itu.</p><p>Untuk diingat/diketahui, bahwa Google  menggunakan<span id="more-1249"></span> PageRank <em>realtime </em>dalam algoritma penilaian, bukan PageRank yang  ditampilkan pada Google toolbar (atau <em>tool </em>lainnya).</p><h2>2. <em>Server hosting</em> yang lambat</h2><p>Kalau Google cuma bisa menjelajah dua halaman pada satu waktu karena <em>server hosting</em> yang lambat,  maka Google akan menerapkan <em>limit </em>atas untuk berapa banyak halaman  yang akan &#8220;dibaca&#8221;. Gunakan <a rel="nofollow" href="http://dhany.web.id/mwn" target="_blank"><em>server hosting</em> yang cepat</a> (aff) atau gunakan <em>dedicated server</em> kalau harus dan memungkinkan.</p><h2>3. Konten duplikat</h2><blockquote><p>&#8220;Imagine we crawl three pages from a site, and then we discover that the two other pages were duplicates of the third page. We&#8217;ll drop two out of the three pages and keep only one, and that&#8217;s why it looks like it has less good content.&#8221;</p></blockquote><p>Seperti disebutkan di poin 1, Google akan mengindeks halaman web berdasarkan PageRank. Kalau ditemukan konten duplikat, beberapa halaman akan &#8220;dibuang&#8221; dan terbuanglah kesempatan untuk mendapat <em>ranking</em>.</p><p>Matt kemudian &#8216;mengindikasikan&#8217; (tersirat, tidak tersurat) bahwa kalau sebuah halaman menaut ke halaman duplikat, maka penilaian PageRank menjadi kacau. Google juga akan mencoba untuk  &#8216;mengalihkan&#8217; PageRank dan membaca sinyal dari halaman duplikat ke halaman asli.</p><p>Jika anda menggunakan tag <strong>rel=canonical</strong> pada semua halaman maka halaman-halaman tersebut seharusnya tidak berupa duplikat yang sama persis tetapi bersifat duplikat konsep,  atau hal-hal yang terkait dengan topik konten.</p><blockquote><p>&#8220;It&#8217;s totally fine for a page to link to itself with rel=canonical, and it&#8217;s also totally fine, at least with Google, to have rel=canonical on every page on your site.&#8221;</p></blockquote><p>Google tidak  selalu mematuhi tag <em>canonical</em>:</p><blockquote><p>&#8220;The crawling and indexing team wants to reserve the ultimate right to determine if the site owner is accidentally shooting themselves in the foot and not listen to the rel=canonical tag.&#8221;</p></blockquote><h2>4. Halaman afiliasi</h2><p>Kalau sebuah situs web hanya berupa situs afiliasi yang sangat mirip dengan situs/halaman lain  (cuma beda logo, dll) maka halaman ini tidak akan  mendapatkan <em>ranking</em>.</p><p>Kalau Google mendeteksi <em>link </em>afiliasi (<em>affiliate link</em>) maka <em>link </em>ini tidak akan memberikan PageRank atau otoritas apapun.</p><h2>5. Pengalihan (<em>redirection</em>) dan PageRank</h2><p>Jika Anda mengubah nama  domain atau mengalihkan halaman lama ke halaman baru dengan <strong>301 redirect</strong> maka <em>link power</em> akan disalurkan ke nama domain atau alamat  baru tapi kekuatannya berkurang. <a id="aptureLink_IKmGjkB5wg" href="http://en.wikipedia.org/wiki/HTTP%20301">301 redirect</a> tidak mengalihkan PageRank secara penuh.</p><p>Pikirkan dan pilih struktur permalink atau URL pada blog/situs web anda sejak dini. Mengubah struktur di belakang hari akan sangat merepotkan dan secara signifikan menurunkan penilaian dan ranking/posisi di mesin pencari.</p><h2>6. Panjang konten</h2><blockquote><p>&#8220;If there are a large number of pages that we consider low value, then we might not crawl quite as many pages from that site, but that is independent of rel=canonical.&#8221;</p></blockquote><p>Kalau anda memiliki banyak  halaman web dengan tulisan yang terlalu sedikit maka Google akan &#8220;malas&#8221;  menjelajah situs anda. Matt menyarankan bahwa setiap halaman web punya konten yang &#8216;cukup&#8217;:</p><blockquote><p>&#8220;You really want to have most of your pages have actual products with lots of text on them.&#8221;</p></blockquote><h2>7. PageRank <em>sculpting </em>dan  navigasi situs</h2><p>Google tidak suka anda &#8220;memahat&#8221; situs hanya untuk alasan PageRank. Cara tepat untuk menyalurkan <em>link juice/link power</em> dari satu halaman ke halaman lain adalah dengan menggunakan navigasi yang baik.</p><blockquote><p>&#8220;Site architecture, how you make links and structure appear on a page in a way to get the most people to the products that you want them to see, is really a better way to approach it than trying to do individual sculpting of PageRank on links.&#8221;</p><p>&#8220;You can distribute that PageRank very carefully between related products, and use related links straight to your product pages rather than into your navigation. I think there are ways to do that without necessarily going towards trying to sculpt PageRank.&#8221;</p></blockquote><h2>8. JavaScript dan <em>link </em>navigasi situs</h2><p>Jangan gunakan JavaScript link untuk navigasi situs anda karena Google tidak akan (walaupun bisa) membaca tautan tersebut, sehingga PageRank dan link power &#8220;tidak tersalur&#8221;.</p><blockquote><p>&#8220;For a while, we were scanning within JavaScript, and we were looking for links. Google has gotten smarter about JavaScript and can execute some JavaScript.</p><p>I wouldn&#8217;t say that we execute all JavaScript, so there are some conditions in which we don&#8217;t execute JavaScript.</p><p>We do have the ability to execute a large fraction of JavaScript when we need or want to. One thing to bear in mind if you are advertising via JavaScript is that you can use NoFollow on JavaScript links.&#8221;</p></blockquote><h2>9. Tautan berbayar</h2><p>Google tidak mau iklan mempengaruhi penilaiannya dan nampaknya akan menggunakan lebih banyak tenaga manusia/<em>reviewer </em>untuk melaporkan lebih banyak <em>link </em>spam dalam beberapa bulan mendatang. Matt Cutts mengatakan  bahwa Google &#8220;melakukan banyak hal&#8221; untuk mendeteksi <em>advertising </em>dan  memastikan bahwa <em>link </em>iklan tidak akan terlalu mempengaruhi penilaian Google.</p><p><strong>Kesimpulan:</strong> Jika Anda ingin  memanfaatkan algoritma penilaian Google terkini dan mendapat posisi teratas di Google, anda harus menggunakan metode  optimasi mesin pencari (SEO &#8211; Search Engine Optimization) yang mengarah pada hasil yang tahan lama. Jangan menipu mesin pencari dan jangan menipu penggunanya. <em>If you want love, don&#8217;t cheat</em>. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><p>Lihat <a href="http://www.stonetemple.com/articles/interview-matt-cutts-012510.shtml" target="_blank">wawancara aslinya</a>.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html.pdf"> <span>Algoritma Penilaian Google Terkini</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/algoritma-penilaian-google-terkini.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> <item><title>Keyword Tools: WordTracker dan Keyword Discovery</title><link>http://dhany.web.id/keyword-tools-wordtracker-dan-keyword-discovery.html</link> <comments>http://dhany.web.id/keyword-tools-wordtracker-dan-keyword-discovery.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 24 Mar 2010 09:01:26 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[keyword discovery]]></category> <category><![CDATA[keyword research]]></category> <category><![CDATA[sem]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[wordtracker]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1245</guid> <description><![CDATA[WordTracker WordTracker menawarkan tools yang cukup lengkap untuk menghasilkan list kata kunci (keyword) dan juga unggul untuk membandingkan popularitas kata kunci vs kompetisi (jumlah halaman yang harus &#8220;dilewati&#8221; untuk sebuah keyword). Nilai popularitas pencarian yang dihasilkan WordTracker agak kurang berguna pada skala &#8216;absolut&#8217;, karena sumber datanya sangat terbatas. Namun anda bisa menggunakan WordTracker untuk melihat <a href="http://dhany.web.id/keyword-tools-wordtracker-dan-keyword-discovery.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<h2>WordTracker</h2><p>WordTracker menawarkan <em>tools</em> yang cukup lengkap untuk menghasilkan list kata kunci (<em>keyword</em>) dan juga unggul untuk membandingkan popularitas kata kunci vs kompetisi (jumlah halaman yang harus &#8220;dilewati&#8221; untuk sebuah keyword).</p><p>Nilai popularitas pencarian yang dihasilkan WordTracker agak kurang berguna pada skala &#8216;absolut&#8217;, karena sumber datanya sangat terbatas. Namun anda bisa menggunakan WordTracker untuk melihat popularitas &#8216;relatif&#8217;.</p><p>Bagusnya WordTracker adalah kemampuannya dalam menemukan kata kunci terkait (<em>related terms</em>) berkat kamus internal dan fasilitas <em>lateral searh</em> yang dimilikinya. Artinya,<span id="more-1245"></span> dengan kedua fungsi ini, <a href="http://www.wordtracker.com" target="_blank">WordTracker</a> adalah alat bantu riset kata kunci yang baik karena alternatif pilihan kata kunci terkait yang dihasilkan sangat banyak dan anda bisa lebih mudah menemukan subtopik terkait untuk &#8220;ditembak&#8221;.</p><p>Singkatnya, WordTracker memiliki fasilitas lebih daripada jasa <em>keyword research online</em> (berbasis web) lainnya, tapi juga punya keterbatasan pada nilai popularitas pencarian.</p><p>Cost: Free trial/Paid &#8211; multiple subcscription options</p><h2>Keyword Discovery</h2><p>Keyword Discovery adalah pesaing terberat WordTracker (WT) dan meng-klaim bisa melakukan apapun yang WT bisa secara lebih baik.</p><p>Kalau anda ingin tahu cara kerja Keyword Discovery dan sumber datanya, ini penjelasan dari pihak Keyword Discovery sendiri.</p><blockquote><p>&#8220;Keyword Discovery collects search term data from over 200 search engines world wide. As a result we have the largest keyword database that contains nearly 38 billion searches.</p><p>We do not use other keyword research sources like Google or the Overture search term suggestion tools in our data. These may be provided as part of the Keyword Discovery service, but are separate from our core database.</p><p>How we collect the data</p><p>The search engines listed below either provide their complete search logs and these are imported in full into our database, or samples are collected by scraping search statistics from ISP logs and other sources.</p><p>Data is collected on daily basis however due to the index size, the online database is updated monthly.</p><p>Premium Database</p><p>If you are looking for a pure search results without skew caused by automated web agents, we also have the Premium Database (http://keyworddiscovery.com/premium-keyword-database.html). It contains over 600 million keyword searches based purely on user panel data.&#8221;</p></blockquote><p>Anda bisa melihat daftar mesin pencari yang dilacak oleh Keyword Discovery di: <a href="http://www.keyworddiscovery.com/engines.html?id=563974" target="_blank">http://www.keyworddiscovery.com/engines.html</a></p><p>Keyword Discovery juga meng-klaim bahwa pihaknya melacak setidaknya 38 milyar pencarian. Angka ini mungkin lebih besar lagi saat anda membaca artikel ini. Ini bagus kalau dibandingkan <em>database</em> layanan <em>keyword research</em> lainnya.</p><p><a href="http://www.keyworddiscovery.com/?id=563974" target="_blank">Keyword Discovery</a> menawarkan juga fasilitas <em>spelling mistake research, seasonal search trends, industry specific keywords, related terms</em> dan <em>tools</em> lainnya (termasuk <em>keyword reports</em> untuk industri tertentu).</p><p>Cost: Paid &#8211; Subscription options</p><p>WordTracker adalah pilihan &#8216;tradisional&#8217; para pelaku SEO profesional, dan termasuk favorit saya, tapi Keyword Discovery juga sangat layak dicoba kalau anda peduli dengan kelengkapan dan kualitas sumber data.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/keyword-tools-wordtracker-dan-keyword-discovery.html.pdf"> <span>Keyword Tools: WordTracker dan Keyword Discovery</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/keyword-tools-wordtracker-dan-keyword-discovery.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Keyword Research dengan Google</title><link>http://dhany.web.id/keyword-research-dengan-google.html</link> <comments>http://dhany.web.id/keyword-research-dengan-google.html#comments</comments> <pubDate>Sat, 20 Mar 2010 04:54:50 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[google adwords]]></category> <category><![CDATA[google suggest]]></category> <category><![CDATA[keyword research]]></category> <category><![CDATA[pay per click]]></category> <category><![CDATA[sem]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1111</guid> <description><![CDATA[Google Adwords Keyword Tool Tool keyword research ini disediakan Google untuk membantu pengguna Google AdWords dalam mengestimasi volume pencarian kata kunci dan kompetisi iklan untuk kata kunci tersebut. Anda mendapat perspektif umum tentang kata kunci mana yang banyak dicari. Google Adwords Keyword Tool juga memberi gambaran persaingan pengiklan (advertiser) pada kata kunci terkait. Banyaknya advertiser <a href="http://dhany.web.id/keyword-research-dengan-google.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<h2>Google Adwords Keyword Tool</h2><p><em>Tool keyword research </em> ini disediakan Google untuk membantu pengguna Google AdWords dalam mengestimasi volume pencarian kata kunci dan kompetisi iklan untuk kata kunci tersebut. Anda mendapat perspektif umum tentang kata kunci mana yang banyak dicari. <a href="https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal" target="_blank">Google Adwords Keyword Tool</a> juga memberi gambaran persaingan pengiklan (<em>advertiser</em>) pada kata kunci terkait. Banyaknya <em>advertiser</em> dapat dianggap sebagai nilai komersial sebuah <em>keyword</em>.</p><p>Kalau anda hendak menghasilkan <span id="more-1111"></span>trafik berbayar (<a id="aptureLink_etlnRqcS0r" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pay%20per%20click">PPC &#8211; Pay Per Click</a>) ke situs anda, maka <em>Google AdWords Keyword Tool</em> sangat berguna sebagai langkah awal dalam memilih kata kunci untuk kampanye promosi, karena datanya berdasarkan pencarian melalui Google. Dan karena pengguna Google sangat banyak maka anda mendapat kedalaman dan akurasi data yang berkualitas untuk mengembangkan daftar kata kunci.</p><h2>Google Suggest</h2><p>Ini mungkin alat bantu <em>keyword research</em> paling sederhana dan paling mudah digunakan. Anda tinggal membuka halaman pencarian Google atau bisa juga menggunakan form pencarian pada peramban internet (biasanya pada pojok kanan atas dan berlogo Google). Kemudian masukkan kata kunci pencarian. <em>Tool</em> ini juga dapat menunjukkan &#8216;persaingan&#8217;, yaitu jumlah halaman yang mengisi indeks Google untuk <em>keyword</em> yang dicari.</p><p>Saat anda menambahkan huruf dan kata, saran/<em>suggestion</em> yang ditampilkan akan semakin menyempit, Gunakan ini untuk melihat dengan cepat berbagai &#8216;istilah&#8217; yang populer pada sebuah <em>niche</em>/subtopik.</p><p><em>Google Suggest</em> dapat dimanfaatkan untuk menilai &#8216;<em>search demand</em>&#8216; secara cepat dan  idealnya anda menggunakan <em>tool</em> ini pada awal proses <em>keyword research</em> untuk segera membantu anda menambahkan kata-kata kunci &#8216;tingkat tinggi&#8217; ke daftar yang dibuat. Walaupun tidak selalu bahwa <em>keyword</em> dengan banyak hasil/<em>result</em> itu banyak dicari, tapi umumnya memang begitu, sehingga secara alami/organik bermunculanlah halaman yang mengandung <em>keyword</em> tersebut.</p><h2>Kesimpulan</h2><p>Manfaatkan kedua alat bantu riset kata kunci ini untuk mengembangkan <em>list keyword</em>. <em>Google Adwords Keyword Tool</em> lebih spesifik untuk mengevaluasi nilai komersial kata kunci, sedangkan <em>Google Suggest</em> untuk mengevaluasi &#8216;kompetisi&#8217; organik yang akan anda hadapi.</p><p><strong>Update</strong>: Google Suggest tidak lagi menampilkan &#8216;results&#8217; atau jumlah halaman yang ditemukan pada indeks untuk suatu kata kunci. Berikut ini informasi tentang <a href="http://googleblog.blogspot.com/2009/05/faster-is-better-on-google-suggest.html" target="_blank">menghilangnya results pada Google Suggest</a>. Sayang sekali. Meski demikian, alat bantu ini masih berguna untuk menambahkan kata kunci populer yang terkait sebuah keyword dan memfokuskan koleksi kata kunci yang harus anda kuasai pada sektor industri anda.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/keyword-research-dengan-google.html.pdf"> <span>Keyword Research dengan Google</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/keyword-research-dengan-google.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>12</slash:comments> </item> <item><title>Alat Bantu Riset Kata Kunci</title><link>http://dhany.web.id/alat-bantu-riset-kata-kunci.html</link> <comments>http://dhany.web.id/alat-bantu-riset-kata-kunci.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 14 Mar 2010 11:49:39 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[keyword research]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1104</guid> <description><![CDATA[Ada beberapa alat bantu riset kata kunci (keyword research tools) baik gratis maupun berbayar yang tersedia di internet untuk membantu anda mengembangkan daftar kata kunci sekaligus memperoleh data pencarian tentang kata-kata kunci tersebut. Anda bisa menggunakan tools ini sebagai tambahan (atau bahkan menggantikan) proses keyword research yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Idealnya anda kombinasikan kedua <a href="http://dhany.web.id/alat-bantu-riset-kata-kunci.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Ada beberapa alat bantu riset kata kunci (<em>keyword research tools</em>) baik gratis maupun berbayar yang tersedia di internet untuk membantu anda mengembangkan daftar kata kunci sekaligus memperoleh data pencarian tentang kata-kata kunci tersebut.</p><p>Anda bisa menggunakan <em>tools</em> ini sebagai tambahan (atau bahkan menggantikan) proses <em>keyword research</em> yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Idealnya anda kombinasikan kedua teknik riset kata kunci ini; alat bantu riset sebagai pembangkit ide untuk mendapat gambaran umum, kemudian <a title="Riset Kata Kunci (Keyword Research)" href="http://dhany.web.id/riset-kata-kunci-keyword-research.html">teknik <em>keyword research</em> manual</a> untuk kustomisasi daftar <em>keyword</em> yang lebih cocok dengan <em>target audience</em> anda.<span id="more-1104"></span></p><p>Masing-masing <em>tools</em> ini menggunakan <em>base keyword</em> untuk membangkitkan daftar frase terkait berdasarkan basis data internal masing-masing. Semua <em>tools</em> yang akan saya paparkan memberi peringkat pada kata-kata kunci berdasarkan perkiraan popularitas pencarian (jumlah pencarian yang menggunakan suatu kata kunci dalam periode waktu tertentu). Metode tepatnya bisa berbeda pada masing-masing <em>tools</em>.</p><p>Bagaimana cara menggunakannya? Tinggal buka program/situsnya, masukkan <em>base keyword</em>, kemudian masukkan satu atau beberapa variabel tambahan dan muncullah hasilnya. Beberapa software <em>keyword research</em> menyediakan opsi ekspor, dimana anda bisa menampung hasilnya pada file teks atau Excel (.csv). Kalau tidak bisa, tinggal <em>copy-paste</em>.</p><p>Untuk mengembangkan list lebih luas, anda tinggal memilih <em>keyword</em> yang bersifat &#8220;<em>top category</em>&#8221; pada list yang dihasilkan. Ini berupa sub-topik yang bisa langsung anda kenali hanya dengan melihat sekilas.</p><p>Misalnya, kalau <em>base keyword</em> anda adalah &#8220;<em>home theater system</em>&#8221; maka sub-topik anda adalah &#8220;<em>home theater audio</em>&#8220;, &#8220;<em>home theater speakers</em>, &#8220;<em>home theater design</em>&#8220;, dll. Menggali sub-topik lebih dalam, dan membuat daftar kata kunci yang terarah/fokus di sekitar sub-topik ini sangat berguna kalau anda ingin meliput semua kemungkinan preferensi pencarian yang dilakukan <a title="Siapa Target Audien Anda?" href="http://dhany.web.id/siapa-target-audience.html">audien topik atau situs anda</a>.</p><p>Sementara segini dulu, <em>keyword research tools</em> yang akan saya bahas dalam artikel-artikel berikutnya adalah <em>Google Adwords Keyword Tool, Google Suggest, WordTracker, Keyword Discovery, Digital Point Keyword Suggestion Tool, Keyword Elite</em>, dan <em>Market Samurai</em>. Sebagian alat bantu ini berupa software/program yang terpasang pada komputer pengguna, sebagian lagi berupa <em>script</em> atau <em>tool</em> yang di-<em>host</em> oleh situs tertentu, dan sebagian memang berbayar.</p><p>Kalau ada <em>tools</em> riset kata kunci  lainnya yang pernah anda gunakan dan ingin berbagi, silakan <a title="guest blogging" href="http://dhany.web.id/guest-blogging">jadi guest blogger</a> di Dhany.Web.id. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/alat-bantu-riset-kata-kunci.html.pdf"> <span>Alat Bantu Riset Kata Kunci</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/alat-bantu-riset-kata-kunci.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Perlukah Anda Mengetahui Black-Hat SEO?</title><link>http://dhany.web.id/perlukah-anda-mengetahui-black-hat-seo.html</link> <comments>http://dhany.web.id/perlukah-anda-mengetahui-black-hat-seo.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 09 Mar 2010 14:54:48 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[black hat]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[web spam]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1055</guid> <description><![CDATA[Pertanyaan ini adalah karena awalnya saya ingin mempromosikan &#8220;white hat SEO&#8220;, tapi sebetulnya kita bisa belajar dari apapun, termasuk dari hal yang kita anggap negatif. Dari pengalaman pribadi, pembelajaran melalui cara tidak benar termasuk salah satu cara belajar terbaik dan tercepat. Saya mengalami sendiri bahwa pengalaman ber-black hat membawa pemahaman ke tingkatan yang lebih tinggi, <a href="http://dhany.web.id/perlukah-anda-mengetahui-black-hat-seo.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan ini adalah karena awalnya saya ingin mempromosikan &#8220;<em>white hat SEO</em>&#8220;, tapi sebetulnya kita bisa belajar dari apapun, termasuk dari hal yang kita anggap negatif.</p><p>Dari pengalaman pribadi, pembelajaran melalui cara tidak benar termasuk salah satu cara belajar terbaik dan tercepat. Saya mengalami sendiri bahwa pengalaman ber-<em>black hat</em> membawa pemahaman ke tingkatan yang lebih tinggi, dan semakin menghargai kerja keras dan cara &#8216;benar&#8217;. Entah karena <em>nature</em> dunia SEO atau mungkin &#8216;<em>it&#8217;s just me</em>&#8216;.</p><p>Tentu ada sisi negatif/resikonya (tidak ada yang tidak beresiko);<span id="more-1055"></span></p><ol><li> Bagi dunia internet, akan menambah <em>web spam</em>, karena saya yakin sebagian dari anda akan mempraktekannya.</li><li>Bagi anda? Kebanyakan <em>tools</em>-nya berbayar, jadi jangan harap banyak alat bantu gratis di dunia hitam ini. Keuntungan bisa tidak sebanding dengan biaya.</li><li>Buat saya? Ada, tak usah anda pikirkan.</li></ol><p>Demikian, saya berpendapat bahwa teknologi adalah untuk digunakan,  apakah nantinya menghasilkan kesuksesan atau kegagalan bagi pelakunya  dan semakin banyak muatan sampah di dunia maya itu adalah harga  pembelajaran, dan biarkan mekanisme &#8220;seleksi alam&#8221; bekerja untuk  &#8220;membersihkan diri&#8221;. Terakhir, kadang <em>tools</em> &#8220;jahat&#8221; bisa dipakai &#8220;baik&#8221;.</p><p>Mungkin sisi bagusnya adalah anda menjadi tidak polos/naif. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><p>Nah, kembali ke pertanyaannya; apakah anda merasa perlu mengetahui teknik-teknik <em>black hat SEO</em>?<br /> Silakan tinggalkan pendapat dan alasan anda.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/perlukah-anda-mengetahui-black-hat-seo.html.pdf"> <span>Perlukah Anda Mengetahui Black-Hat SEO?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/perlukah-anda-mengetahui-black-hat-seo.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>15</slash:comments> </item> <item><title>Riset Kata Kunci (Keyword Research)</title><link>http://dhany.web.id/riset-kata-kunci-keyword-research.html</link> <comments>http://dhany.web.id/riset-kata-kunci-keyword-research.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 05 Mar 2010 15:53:30 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Manajemen]]></category> <category><![CDATA[brainstorming]]></category> <category><![CDATA[keyword research]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[planning]]></category> <category><![CDATA[sem]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1024</guid> <description><![CDATA[Riset keyword masih memegang peranan penting walaupun peta dan strategi SEO sudah banyak berubah (dari optimalisasi on-page menjadi link building dan sekarang ini social marketing). Sejak awal, Panduan SEO ini hanya membahas analisis topik dan bagaimana melakukan optimalisasi pada subtopik tertentu. Masalahnya, cara berpikir casual searcher seringkali tidak sesuai dengan optimalisasi yang kita lakukan, mereka <a href="http://dhany.web.id/riset-kata-kunci-keyword-research.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Riset <em>keyword</em> masih memegang peranan penting walaupun peta dan strategi SEO sudah banyak berubah (dari optimalisasi <em>on-page</em> menjadi <em>link building</em> dan sekarang ini <em>social marketing</em>). Sejak awal, <a href="http://dhany.web.id/panduan-seo">Panduan SEO</a> ini hanya membahas analisis topik dan bagaimana melakukan optimalisasi pada subtopik tertentu.</p><p>Masalahnya, cara berpikir <em>casual searcher</em> seringkali tidak sesuai dengan optimalisasi yang kita lakukan, mereka menggunakan pencarian sederhana yang kadang sulit dipahami atau tidak tepat (misal; &#8220;mesin pencari selain mozilla&#8221;) atau malah memasukkan setumpuk kata (misal; &#8220;cara penggunaan dan teknologi dari website-website pencari (search engine)&#8221; &#8211; <em>long tail anyone</em>?).</p><p>Penentuan <a title="Apa Tujuan Situs Anda? " href="http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html">tujuan situs web</a> dan identifikasi audien adalah satu aspek dari SEO untuk membuat anda fokus, adapun <em>keyword research</em> bertujuan untuk memperluas cakupan &#8216;bahasa&#8217; dan &#8216;istilah&#8217; yang digunakan target audien saat mereka menggunakan mesin pencari.</p><p>Proses utama dalam riset kata kunci adalah sebagai berikut:<span id="more-1024"></span></p><ol><li>Membuat list kata kunci &#8211; yang mungkin digunakan audien situs anda.</li><li>Menghitung perkiraan jumlah pencarian harian &#8211; pada <em>major search engines</em> untuk kata-kata kunci tersebut.</li><li>Mengevaluasi persaingan &#8211; yaitu situs-situs web yang akan anda hadapi untuk mendapat <em>ranking</em> pada setiap keyword.</li><li>Dari data yang terkumpul kemudian pilih sejumlah kata kunci dengan volume pencarian tinggi (banyak pencari yang menggunakan <em>keyword</em> tersebut setiap harinya) tapi dengan kompetisi yang rendah (tidak terlalu banyak situs yang mempromosikan dirinya untuk kata kunci tersebut).</li></ol><h2>Membuat list <em>keyword</em></h2><p>Tidak ada rumus baku untuk membuat list <em>keyword</em> &#8211; saya coba rangkum beberapa strategi saja. Idealnya semua strategi ini digunakan untuk konfirmasi dan pengayaan. Pada proyek kecil bisa saja beberapa langkah dilewat dan digunakan saat situs mulai berkembang.</p><h3><em>Brainstorming</em></h3><ul><li>Siapa anda? Nama perusahaan anda (singkatan dan nama lengkap)? Untuk bisnis kecil barangkali perlu juga dicantumkan nama pemilik atau pengurusnya.</li><li>Produk/jasa apa yang ditawarkan? Tuliskan istilah yang biasa digunakan pada industri anda dan nama produk yang ditawarkan.</li><li>Dimana posisi anda? Optimalisasi lokasi geografis (<em>geo-targetting</em>) sangat penting kalau jenis bisnis/organisasi anda adalah <em><a id="aptureLink_8XANAQPd55" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brick%20and%20mortar%20business">brick and mortar</a></em>.</li><li><em>Special needs</em> apa yang hendak dipenuhi situs/bisnis anda? Ide kata kunci bisa banyak diperoleh kalau anda sudah menentukan tujuan dan <a title="Siapa Target Audien Anda?" href="http://dhany.web.id/siapa-target-audience.html">target audien</a> situs anda.</li><li>Posisikan diri anda sebagai pencari atau <em>target audience</em>, dan bayangkan diri anda sebagai orang yang akan dilayani. Apa yang akan anda ketik pada kotak pencarian?</li><li>Gunakan variasi semua kata kunci yang sudah dibuat. Misal; &#8216;<em>search engine marketing</em>&#8216; dan &#8216;<em>search engine optimization</em>&#8216; bisa dianggap hal yang sama dan varian satu sama lain (begitu pula &#8216;<em>search marketing</em>&#8216;). Gunakan bentuk tunggal dan jamak (tergantung bahasa).</li><li>Perhatikan tema dan <em>event</em> yang biasa mempengaruhi bisnis anda (<em>seasonal</em>, misal; Ramadhan, Halloween, atau Natal).</li></ul><p>Namanya juga <em>brainstorming</em>, intinya adalah membuat list sebesar mungkin. Memang kesannya repot dan membosankan, tapi anda tidak usah takut kelupaan sesuatu &#8211; cantumkan saja semua yang terpikirkan.</p><p>Langkah berikut? Gunakan bantuan.</p><h3>Mengembangkan list</h3><p>Ada banyak <em>resource</em> yang bisa anda gunakan untuk mengembangkan <em>master list</em>. Dalam beberapa kasus sumber-sumber ini tahu lebih banyak atau &#8211; kadang &#8211; hanya memberi tambahan minor. Meski begitu, tambahan minor bisa memberi perspektif berbeda dan sering cukup berharga untuk dimasukkan.</p><ul><li><strong>Tim anda</strong> &#8211; siapapun. Kalau anda bekerja pada konsultan SEO (atau mengerjakan SEO dalam sebuah tim), lebih baik lakukan <em>brainstorming</em> bersama. Atau kalau anda anggota tim khusus di organisasi/perusahaan yang sedang dikembangkan situsnya, lakukan <em>brainstorming</em> dengan karyawan lain.</li><li><strong>Media industri</strong> &#8211; Gunakan forum <em>online</em>, situs berita, situs referensi dan media <em>offline</em> untuk mengembangkan daftar terminologi yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan produk atau jasa anda.</li><li><strong>Customer</strong> &#8211; Konsumen berpengalaman akan mengenal istilah canggih yang anda gunakan, tapi orang kebanyakan tidak akan paham. Kalaupun tahu, mungkin mereka cuma pernah mendengar tanpa tahu artinya, dan kemungkinan tidak akan pernah menggunakannya pada saat melakukan pencarian umum.</li><li><strong>Kompetitor</strong> &#8211; Cara cepat dan mudah melakukan <a id="aptureLink_ATHWRNcnSB" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Keyword%20research">keyword research</a> adalah dengan menemukan <em>top 5 competitor</em> (pilih kata kunci paling luas maknanya dalam industri anda, misal; &#8220;golf&#8221;, lakukan pencarian di Google,  ambil 5 situs yang ditampilkan paling atas) dan perhatikan <em>keyword</em> apa saja yang mereka gunakan.</li></ul><p>Terakhir, kalau <em>website</em>-nya sudah ada dan terpasang program <em>traffic monitoring</em>, catat kata kunci pencarian yang digunakan oleh pengunjung (soal <em>webstat</em> kita perdalam nanti).</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/riset-kata-kunci-keyword-research.html.pdf"> <span>Riset Kata Kunci (Keyword Research)</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/riset-kata-kunci-keyword-research.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>18</slash:comments> </item> <item><title>Apakah Situs Web Anda Termasuk Spam?</title><link>http://dhany.web.id/apakah-situs-web-spam.html</link> <comments>http://dhany.web.id/apakah-situs-web-spam.html#comments</comments> <pubDate>Mon, 22 Feb 2010 11:53:25 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[bing]]></category> <category><![CDATA[black hat]]></category> <category><![CDATA[grey hat]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[web spam]]></category> <category><![CDATA[white hat]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=974</guid> <description><![CDATA[&#8220;Apa yang dimaksud webspam? Apa itu black/white hat SEO? Bagaimana mesin pencari mendeteksi web spam? Kenapa ethical SEO? Grey hat SEO?&#8221; Bing merilis artikel pada blognya tentang web spam. Menurut definisi Bing, web spam adalah &#8220;unwanted web content that uses overtly manipulative techniques in an effort to fraudulently attain undeservingly high ranking in search engines.&#8220; <a href="http://dhany.web.id/apakah-situs-web-spam.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Apa yang dimaksud <em>webspam</em>? Apa itu <em>black/white hat</em> SEO? Bagaimana mesin pencari mendeteksi <em>web spam</em>? Kenapa <em>ethical SEO</em>? <em>Grey hat</em> SEO?&#8221;</p><p>Bing merilis artikel pada <a href="http://www.bing.com/community/blogs/webmaster/archive/2010/02/05/eggs-bacon-spam-spam-and-spam-sem-101.aspx?utm_source=feedburner&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=Feed%3A%20msdn%2Fwebmaster%20%28Live%20Search%20Webmaster%20Center%20Blog%29&amp;utm_content=Google%20Reader" target="_blank">blognya</a> tentang <em>web spam</em>. Menurut definisi Bing, <em>web spam</em> adalah</p><blockquote><p>&#8220;<em>unwanted web content that uses overtly manipulative techniques in an effort to fraudulently attain undeservingly high ranking in search engines.</em>&#8220;</p></blockquote><h2>Kenapa <em>web spam</em> jadi masalah?</h2><p>Saya yakin anda sudah tahu jawabannya. Yaitu karena mesin pencari ingin menampilkan situs-situs yang relevan pada halaman SERP mereka untuk memuaskan penggunanya. Kalau halaman <em>web spam</em> ditampilkan pada <a title="Komponen SERP: Search Engine Results Page" href="http://dhany.web.id/komponen-serp-search-engine-results-page.html">SERP</a>, maka pencari akan kecewa karena hasil yang didapat tidak sesuai dengan apa yang dicari.</p><h2>Bagaimana Bing mengklasifikasi <em>web spam</em>?</h2><p>Bing menyaring spam berdasarkan dua jenis sinyal: <span id="more-974"></span><em>page-level</em> dan <em>link-level</em>.</p><ol><li><em>Page-level spam</em> adalah teknik-teknik SEO curang (atau dikenal sebagai <em>black hat SEO</em>) pada sisi <em>on-page</em>. Teknik spam on-page ini antara lain <em><a id="aptureLink_lUtfjUrEua" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hidden%20text">hidden text</a>, <a id="aptureLink_GGIKj29k3Z" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Keyword%20stuffing">keyword stuffing</a>, <a id="aptureLink_CInaajSLIp" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Doorway%20page">doorway pages</a></em> dan <em><a id="aptureLink_0JqofIl018" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cloaking">cloaking</a></em>.</li><li><em>Link-level spam</em> adalah teknik-teknik <em>linking strategy</em> curang (<em>off-page</em>). Misalnya seperti menggunakan jaringan pertukaran link otomatis, atau dengan men-setup banyak domain dengan halaman-halaman yang dibuat secara otomatis dan saling menautkan satu domain dengan yang lainnya.</li></ol><p>Kalau salah satu teknik <em>spamming</em> ditemukan oleh Bing pada salah satu sinyal saja maka halaman terkait akan ditandai sebagai spam.</p><h2>Apakah halaman <em>web spam</em> diberi hukuman?</h2><p>Para insinyur Bing sedang gencar mengembangkan teknik untuk mendeteksi <em>webspam</em>, dan memang penalti akan diberikan kalau halaman <em>webspam</em> ini ditemukan.</p><blockquote><p>&#8220;<em>We penalize those sites with actions commensurate with the egregiousness of their offenses, ranging from rank neutralization (intentionally lowering their organic page rank) to permanent expulsion from the index.</em>&#8220;</p></blockquote><p>Meskipun pernyataan ini dikeluarkan oleh Bing, saya pikir tidak ada bedanya dengan Google. Bahkan Google kelihatannya lebih ketat lagi soal <em>web spam</em> ini. Kalau anda tidak mau ambil resiko dengan ranking situs anda di mesin pencari, maka pilihan anda adalah menggunakan metode-metode SEO yang etis (<em><a id="aptureLink_JIH21IFaaK" href="http://en.wikipedia.org/wiki/White%20hat#Search_engine_optimization">white hat SEO</a></em>).</p><p>Penggunaan teknik <em>black hat</em> memungkinkan anda mendapat posisi tinggi di mesin pencari dalam waktu singkat. Tapi percayalah, bahwa mesin pencari akan menemukan kecurangan tersebut cepat atau lambat, dan resikonya situs anda akan dihapus sepenuhnya dari indeks pencarian.</p><p>Di sisi lain, <em>ethical SEO</em> butuh waktu lebih lama untuk mencapai posisi tinggi di mesin pencari. Namun pertumbuhannya akan lebih stabil dan hasil jangka panjangnyapun jauh lebih baik. Penggunaan <em>black hat SEO</em> akan balik menusuk anda.</p><p>Q: Omong-omong, <em>spam</em> itu apa mas?<br /> A: Yang pasti bukan merek kornet, coba klik <a id="aptureLink_T8lUmVfTpi" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spam%20%28electronic%29">arti spam disini</a>.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/apakah-situs-web-spam.html.pdf"> <span>Apakah Situs Web Anda Termasuk Spam?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/apakah-situs-web-spam.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>46</slash:comments> </item> <item><title>Apa Tujuan Situs (Website) Anda?</title><link>http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html</link> <comments>http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 19 Feb 2010 07:17:31 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Manajemen]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[controlling]]></category> <category><![CDATA[conversion rate]]></category> <category><![CDATA[google adsense]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[long tail keywords]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=963</guid> <description><![CDATA[Pada artikel seri Panduan SEO kali ini akan dibahas tentang tujuan &#8211; atau tepatnya adalah kegunaan &#8211; dari situs anda. Untuk siapa? Pada gilirannya adalah untuk anda, tapi sebelum anda &#8216;mendapat&#8217; giliran anda harus &#8216;memberi&#8217; dulu. Jadi tujuan atau kegunaan situs ini pada awalnya adalah untuk user/audien. Bagaimana situs anda memecahkan masalah utama para target <a href="http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Pada artikel seri <a href="http://dhany.web.id/panduan-seo">Panduan SEO</a> kali ini akan dibahas tentang tujuan &#8211; atau tepatnya adalah kegunaan &#8211; dari situs anda. Untuk siapa? <strong>Pada gilirannya</strong> adalah untuk anda, tapi sebelum anda &#8216;mendapat&#8217; giliran anda harus &#8216;memberi&#8217; dulu. Jadi tujuan atau kegunaan situs ini pada awalnya adalah untuk user/audien.</p><ul><li>Bagaimana situs anda memecahkan masalah utama para target audien-nya?</li><li>Informasi apa yang disajikan untuk pengguna?</li><li>Tindakan pengguna apa yang anda inginkan pada tiap halaman yang disajikan, dan bagaimana tindakan ini terkait dengan tujuan utama anda?</li></ul><p>Mungkin sekarang anda berpikir; itu bukan SEO!</p><p>Anda benar. Poin-poin di atas memang bukan SEO tradisional. Hanya harus dipahami bahwa SEO sudah sangat banyak berubah sejak beberapa tahun terakhir, saat para pelakunya sadar bahwa SEO hanyalah satu bagian saja dari proses monetisasi situs. Skill SEO berbeda dengan skill web desain atau <em>copywriting</em>, tetap anda harus tahu elemen keduanya (web desain/copywriting dan SEO) agar hasil SEO terkonversi dengan baik.</p><p>Apa gunanya trafik gratis (dari SEO) kalau tidak ada mekanisme untuk mengubahnya menjadi income?<span id="more-963"></span></p><p>Kita akan bicara tentang <em>conversion analysis</em> nanti, untuk saat ini buatlah list tentang:</p><ul><li>Informasi/fungsi/halaman apa yang akan disajikan situs anda pada penggunanya?</li><li>Bagaimana poin-poin pertama di atas berperan dalam mencapai tujuan primer (dan sekunder) situs anda?</li><li>Langkah apa yang anda ingin para pembaca lakukan di halaman-halaman tersebut?</li></ul><p>Setelah membuat list, waktunya mengevaluasi situs anda untuk menilai kondisinya saat ini dan membandingkannya dengan kondisi yang seharusnya.</p><h2>Analisa Situs yang Sudah Ada (<em>Existing</em>)</h2><p>Evaluasi situs anda dengan mengikuti ceklis berikut:</p><ul><li>Apakah sudah fokus pada masalah utama audien? Kalau belum, kenapa, dan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya?</li><li>Apakah sudah memberikan semua informasi yang diperlukan? Kalau belum, kenapa, dan bagaimana anda akan melakukannya?</li><li>Apakah setiap halaman ada hubungannya dengan <a title="SEO: Penentuan Tujuan" href="http://dhany.web.id/seo-penentuan-tujuan.html">tujuan primer/sekunder</a> yang ditetapkan? Kalau tidak ada, berarti tidak ada gunanya. Bisakah dihilangkan atau ditempatkan di halaman yang lebih relevan?</li><li>Apakah setiap halaman punya satu tujuan yang jelas? Halaman depan dan halaman kategori biasanya memang kurang fokus, tapi tiap halaman internal sangat bisa dibuat fokus dan memang seharusnya punya satu (dan hanya satu) tujuan dari eksistensinya.</li></ul><p>Sekarang posisikan diri anda sebagai pengguna, yang baru saja &#8216;mendarat&#8217; pada sebuah halaman internal melalui pencarian di mesin pencari.</p><p>Apa yang kira-kira anda inginkan?</p><p>Tentu jawabannya tergantung pada konteks dan manfaat situs tersebut, tapi kalau anda bisa mengadopsi landasan berpikirnya dan menerapkannya pada setiap halaman, maka anda akan memiliki situs yang sangat fokus, yang tidak hanya menghasilkan trafik tapi juga meng-konversi-nya menjadi <em>income</em>.</p><h2>Situs Baru</h2><p>Biasanya lebih mudah membangun situs dari nol yang langsung fokus pada konversi dan <em>on-site SEO</em> yang baik daripada mengoptimasi dan mengembangkan situs yang sudah eksis.</p><p>Di sisi lain, <em>existing website</em> biasanya sudah memiliki <em>backlink</em> sehingga upaya <em>link building</em> selanjutnya bisa lebih mudah (atau mungkin masalah saat URL banyak berubah), plus sudah &#8216;dikenal&#8217; mesin pencari.</p><p>Kalau sudah dipertimbangkan dengan matang dan ada gambaran tentang tujuan situs anda, maka saat <em>redesign</em> adalah waktu yang tepat untuk fokus ulang. Anda bisa melakukan proses SEO, <em>content writing</em> dan konversi sejak dari awal.</p><h2>Indikator Keberhasilan dan Monitoring</h2><p>Konsekuensi penetapan tujuan adalah anda juga harus menentukan indikator keberhasilan dan memantau perkembangannya.</p><p>Misal, untuk sebuah situs, saya menetapkan indikator keberhasilannya (dalam 1 tahun) sebagai berikut:</p><ul><li>3.000 <em>hits per day</em>. Niche yang digarap punya ruang yang lebih besar, tapi kisaran tersebut saya tetapkan sebagai target minimum.</li><li>$500 per bulan. Saya menggunakan <a id="aptureLink_TMTsiFlSYm" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Affiliate%20Program">affiliate program</a><em>, direct advertising</em> dan AdSense.</li><li>Menempati halaman #1 (top 10) untuk kata kunci utama, dan top 5 untuk kata-kata kunci lapis kedua dan ketiga (<a title="Menurunkan Biaya Promosi AdWords Sambil Meningkatkan Penjualan" href="http://dhany.web.id/menurunkan-biaya-adwords-meningkatkan-penjualan.html"><em>long tail keywords</em></a>).</li><li>Terbentuk komunitas (forum) dengan sedikitnya 250-500 member aktif.</li></ul><p>Tujuan di atas sangat mungkin dicapai, itu adalah target minimum (trafik dan <em>revenue</em>) yang bisa saya harapkan kalau melakukannya secara <em>fulltime</em>.</p><p>Bagaimana anda mengukur sukses? Untuk sebagian item &#8211; seperti AdSense dan <em>keyword ranking</em>, tujuan anda mungkin sangat berbeda, tergantung pada seberapa kompetitif <em>target niche</em> dan sebanyak apa trafik harian yang bisa diharapkan dari kata-kata kunci yang diincar. Posisi #1 untuk keyword populer bisa menghasilkan 10.000 <em>hits per day</em> dengan mudah, tapi kompetisinya juga pasti sengit.</p><p>Anda harus melakukan <em>keyword research</em> dan analisa persaingan sebelum bisa mematok indikator keberhasilan.</p><p>Kalau indikator keberhasilan sudah ditentukan, lakukan <em>monitoring</em> bulanan (untuk trafik dan <em>search ranking</em> akan saya tunjukkan <em>tools</em>-nya). Kalau tidak terlihat ada perkembangan setiap bulannya, maka anda harus melakukan evaluasi dan cari tahu di mana masalahnya.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html.pdf"> <span>Apa Tujuan Situs (Website) Anda?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>29</slash:comments> </item> <item><title>Siapa Target Audien Anda?</title><link>http://dhany.web.id/siapa-target-audience.html</link> <comments>http://dhany.web.id/siapa-target-audience.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 11 Feb 2010 22:34:35 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Manajemen]]></category> <category><![CDATA[planning]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[strategi seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=896</guid> <description><![CDATA[Setelah anda memutuskan tujuan SEO-isasi, maka langkah selanjutnya adalah menentukan siapa target audien situs anda. Tidak masalah apakah situs  tersebut menjual sepatu atau hendak menggalang dana, anda harus menentukan siapa target pengunjungnya. Biasanya orang menggambarkan target audience secara luas, misal: Seorang developer software pembuat resume/CV misalnya mendefinisikan pengunjung situsnya sebagai orang-orang yang butuh resume yang <a href="http://dhany.web.id/siapa-target-audience.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Setelah anda memutuskan <a title="SEO: Penentuan Tujuan" href="http://dhany.web.id/seo-penentuan-tujuan.html">tujuan SEO</a>-isasi, maka langkah selanjutnya adalah menentukan siapa target audien situs anda. Tidak masalah apakah situs  tersebut menjual sepatu atau hendak menggalang dana, anda harus menentukan siapa target pengunjungnya.</p><p>Biasanya orang menggambarkan <em>target audience</em> secara luas, misal:</p><ul><li>Seorang developer software pembuat <a id="aptureLink_WPLkaHbKGJ" href="http://en.wikipedia.org/wiki/R%C3%A9sum%C3%A9">resume</a>/CV misalnya mendefinisikan pengunjung situsnya sebagai orang-orang yang butuh resume yang lebih baik</li><li>Perusahaan yang menjual peralatan stereo <em>high-end</em> mendefinisikan audien situsnya sebagai para penggemar audio fanatik</li></ul><p>Sebetulnya akan lebih sederhana dan lebih berpeluang sukses nantinya kalau<span id="more-896"></span> menentukan jenis audien yang lebih spesifik, kemudian membangun image dari karakter audien tersebut dan melayani klien dari audien spesifik tersebut. Setelah anda menguasai ceruk pasar yang kecil, anda akan lebih mudah melebarkan sayap dan memperluas fokus. Tapi sebelum anda bisa terbang jauh, semuanya adalah tentang <em>niche, niche, niche</em>, fokus, fokus, dan fokus.</p><p>Mbah Urip (sang <em>web developer freelance</em> kita) menceritakan target audien yang ada di benaknya:</p><blockquote><p>&#8220;Mbah ini mengincar <a id="aptureLink_pqIEYCuE0T" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Entrepreneur">entrepreneur</a> dan bisnis kecil yang serius mengembangkan usahanya, mereka yang butuh tampil mengesankan dan berkualitas tinggi di dunia maya, yang mana hal tersebut akan membantu pencapaian tujuan bisnisnya. Mbah ingin menarik perhatian orang-orang berselera tinggi dan menghargai kualitas.</p><p>Tapi, Mbah juga tahu bagaimana sulitnya orang-orang ini mau merogoh kocek mereka untuk membeli desain web berkualitas, jadi Mbah mau memberikan sesuatu dengan biaya murah agar mereka bisa segera memulai bisnisnya dan Mbah juga ingin mengajarkan mereka cara Mbah membangun situs.</p><p>Target Mbah juga adalah orang-orang yang cukup mengerti cara kerja situs. Usia bukan masalah, dan berkat internet Mbah ini bisa punya audien potensil di seluruh dunia. Meski demikian, Mbah akan fokus pada <em>audience</em> berbahasa Inggris saja, karena soal desain dan mendapat klien yang paham web saja sudah cukup sulit, apalagi ditambah hambatan bahasa.&#8221;</p></blockquote><p>Sebagai tambahan untuk menarik jenis audien lain, Mbah Urip menggunakan <em>skill</em>-nya dengan menyediakan <em>template</em> situs dan tips <em>web design</em> di situs/<a id="aptureLink_13C10Scgga" href="http://www.amazon.com/gp/product/078521576X?tag=stillunderdev-20">blognya</a>. Ini membuat skill Mbah Urip lebih ter-ekspos lagi dan kliennya juga mendapat manfaat tambahan.</p><p>Dari contoh di atas, anda melihat bahwa anda harus menggunakan tujuan situs sebagai patokan dalam menggambarkan target audien secara detail &#8211; <em>web savvy, English speaking</em>, dan pemahaman dasar tentang web-design. Sayangnya, kita lihat bahwa meskipun tujuan Mbah Urip ini cukup detail, tetap <strong>masih kurang terarah</strong>, sehingga dia akan kesulitan nantinya dalam bersaing di ceruk pasar (<em>niche</em>) yang sudah kompetitif tersebut.</p><p>Jadi apa yang Mbah Urip harus lakukan?</p><p>Beliau berpikir lagi tentang tujuan dan target audiennya, kemudian sampai pada kesimpulan bahwa dia akan lebih mem-fokuskan keahlian desainnya pada <em>software</em> ngeblog populer saat ini, <a href="http://wordpress.org" target="_blank">WordPress</a>.</p><p>Langkah cerdas, karena makin banyak orang yang beralih menggunakan WordPress sebagai platform blogging, kemudian semakin banyak juga perusahaan yang mulai ngeblog sebagai bagian dari strategi pemasaran dan branding. Maka desainer berkualitas seperti Mbah Urip akan selalu dibutuhkan.</p><p>Mbah Urip kemudian juga memutuskan bahwa ia akan mengincar komunitas lokal dulu, agar bisa membangun profil dirinya (branding), dan kemudian memanfaatkan profil tersebut sebagai landasan.</p><p>Anda tidak harus meniru langkah &#8216;<em>go local</em>&#8216; Mbah Urip ini, tapi idenya memang bagus yaitu memberi perhatian pada komunitas sendiri dulu (memilih ceruk pasar yang lebih sempit untuk tahap awal). Biasanya menggarap ceruk lokal jauh lebih mudah karena kondisinya lebih dipahami, kemudian penguasaan ini juga bisa memberi momentum kuat untuk menguasai segmen yang lebih besar di masa yang akan datang.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/siapa-target-audience.html.pdf"> <span>Siapa Target Audien Anda?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/siapa-target-audience.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>11</slash:comments> </item> </channel> </rss>
