<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>Dhany.Web.id &#187; Belajar SEO</title> <atom:link href="http://dhany.web.id/topik/belajar-seo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://dhany.web.id</link> <description>SEO, Manajemen, Internet Marketing</description> <lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2011 06:47:50 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=158</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /> <item><title>Evaluasi Kata Kunci (2) &#8211; Memperkirakan Demand dan Relevansi</title><link>http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci-memperkirakan-demand-relevansi.html</link> <comments>http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci-memperkirakan-demand-relevansi.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 15 Mar 2011 02:42:45 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[demand]]></category> <category><![CDATA[kata kunci]]></category> <category><![CDATA[keyword research]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1683</guid> <description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/market-samurai-pencarian-harian-150x150.png" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="market samurai pencarian harian" title="market samurai pencarian harian" />Kita lanjutkan topik belajar SEO kali ini, masih tentang evaluasi kata kunci. Kalau sebelumnya kita mengevaluasi kata kunci berdasarkan persaingan/kompetisi, maka kali ini kita mengevaluasi nilai sebuah kata kunci berdasarkan permintaan dan relevansinya. Estimasi Permintaan (Demand) Walaupun ada beberapa cara untuk memperkirakan permintaan, masalah utamanya adalah ketidaktersediaan data yang akurat. Semua mesin pencari nampaknya tidak <a href="http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci-memperkirakan-demand-relevansi.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Kita lanjutkan topik <a title="Belajar SEO" href="http://dhany.web.id/panduan-seo">belajar SEO</a> kali ini, masih tentang evaluasi kata kunci. Kalau sebelumnya kita mengevaluasi kata kunci berdasarkan persaingan/kompetisi, maka kali ini kita mengevaluasi nilai sebuah kata kunci berdasarkan permintaan dan relevansinya.</p><h2>Estimasi Permintaan (Demand)</h2><p>Walaupun ada beberapa cara untuk memperkirakan permintaan, masalah utamanya adalah ketidaktersediaan data yang akurat. Semua mesin pencari nampaknya tidak terlalu terbuka dalam menyediakan data ini. Jadi kita mengandalkan alat bantu <em>keyword research</em> seperti <span id="more-1683"></span>Market Samurai untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas.</p><p>Cara paling gampang yang saya gunakan adalah menggunakan <a title="(Bukan Cuma) Riset Keyword dengan Market Samurai" href="http://dhany.web.id/bukan-cuma-riset-keyword-dengan-market-samurai.html">Market Samurai</a> dan melihat kolom &#8216;Searches&#8217; untuk mendapat estimasi kasar tentang pencarian yang dilakukan di Google untuk kata kunci tertentu dalam satu hari (data ini diekstraksi dari data pencarian bulanan yang disediakan oleh Google).</p><div id="attachment_1685" class="wp-caption alignnone" style="width: 414px"><img class="size-full wp-image-1685  " title="market samurai pencarian harian" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/market-samurai-pencarian-harian.png" alt="market samurai pencarian harian" width="404" height="215" /><p class="wp-caption-text">Data pencarian kata kunci tertentu yang dilakukan di Google dengan menggunakan Market Samurai</p></div><p>Sekali lagi ingat, bahwa data popularitas pencarian atau demand ini hanya perkiraan saja, bukan angka pasti dan bisa berubah setiap bulannya serta tidak bisa dipastikan akurasinya. Memang bukan cara yang sempurna (seandainya ada), tapi data ini cukup memadai untuk kebutuhan kita.</p><p>&nbsp;</p><h2>Estimasi Relevansi</h2><p>Saya pernah menulis tentang <a title="Apa Tujuan Situs (Website) Anda?" href="http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html">menentukan tujuan dan kegunaan situs</a> yang dibuat. Dalam analisis kata kunci, anda harus membandingkan setiap kata kunci yang terpilih dan memutuskan apakah kata kunci tersebut relevan dengan tujuan dan kegunaan situs web anda.</p><p>Kenapa harus menilai relevansi?</p><p>Untuk menetapkan hubungan langsung antara apa yang dicari pengguna dengan apa yang disediakan oleh situs web. Kalau anda mengincar kata kunci yang salah dan pencari tentang &#8220;home theater systems&#8221; datang ke situs anda yang berisi tentang &#8220;contemporary theater&#8221;, ini menjadi masalah.</p><p>Bukan saja anda sudah mengeluarkan waktu dan energi (dan mungkin uang) dalam rangka agar situs/halaman web anda mendapat posisi di mesin pencari untuk istilah tidak sesuai dengan materi situs, juga <em>traffic </em>kunjungan yang didapat tidak akan ter-konversi menjadi pelanggan karena kurangnya relevansi antara konten situs dengan kata kunci yang digunakan untuk mencari oleh user.</p><p>Relevansi sama pentingnya dengan mengetahui tingkat popularitas pencarian dan persaingan untuk sebuah kata kunci.</p><p>Dengan skala 5 tingkat yang kita gunakan pada <a title="Evaluasi Kata Kunci" href="http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci.html">artikel sebelumnya</a>, kita bisa menilai relevansi sebuah kata kunci dengan tujuan dan manfaat situs kita.</p><p>Kita gunakan lagi contoh WordPress, misalkan kata kunci &#8220;wordpress theme designer&#8221; memiliki peringkat 5 &#8211; sangat tinggi &#8211; pada skala relevansi. Terbalik dengan keyword &#8220;wordpress forums&#8221; dengan peringkat 1 &#8211; tidak relevan dengan apa yang ditawarkan situs web kita dan akan menghasilkan audien yang tidak tepat.</p><p>Seiring waktu, nama anda (atau nama perusahaan/website anda) juga bisa dianggap sebagai kata kunci dengan rating 5 &#8211; dengan semakin populernya situs web anda, akan semakin banyak orang yang mengetikkan nama anda di mesin pencari. Hal yang sama juga berlaku untuk produk apapun yang dipromosikan.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci-memperkirakan-demand-relevansi.html.pdf"> <span>Evaluasi Kata Kunci (2) - Memperkirakan Demand dan Relevansi</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci-memperkirakan-demand-relevansi.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Evaluasi Kata Kunci</title><link>http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci.html</link> <comments>http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 08 Mar 2011 05:40:44 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[keyword research]]></category> <category><![CDATA[long tail keywords]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1484</guid> <description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-search-competition-300x201.png" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="Memperkirakan persaingan dengan Google" title="google-search-competition" />Setelah anda memiliki daftar kata kunci yang terkait dengan niche dan kebiasaan pencarian audien, langkah selanjutnya adalah menemukan kata kunci mana saja yang paling bernilai dari daftar tersebut. Tidak ada cara yang benar-benar pasti untuk mengevaluasi nilai suatu kata kunci, meski demikian metode/kriteria yang dipaparkan berikut ini bisa digunakan untuk niche atau audien manapun, sekaligus <a href="http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Setelah anda memiliki daftar kata kunci yang terkait dengan niche dan kebiasaan pencarian audien, langkah selanjutnya adalah menemukan kata kunci mana saja yang paling bernilai dari daftar tersebut.</p><p>Tidak ada cara yang benar-benar pasti untuk mengevaluasi nilai suatu kata kunci, meski demikian metode/kriteria yang dipaparkan berikut ini bisa digunakan untuk niche atau audien manapun, sekaligus memberi ruang untuk kustomisasi seandainya ada faktor-faktor pembatas lain yang tidak disebutkan di sini.</p><p>Ada 3 faktor utama yang bisa digunakan untuk menilai kata kunci:</p><ul><li><strong>Kompetisi</strong><br /> Jumlah halaman web (bukan cuma situs web) yang harus &#8220;dihadapi&#8221; untuk kata kunci tertentu, termasuk kekuatan halaman-halaman web utama pada niche ini</li></ul><ul><li><strong>Permintaan</strong><br /> Estimasi jumlah pencarian untuk kata kunci tersebut</li></ul><ul><li><strong>Relevansi</strong><br /> Seberapa terkait kata kunci tersebut dengan <a title="Apa Tujuan Situs (Website) Anda?" href="http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html">tujuan situs anda</a></li></ul><h2>Memperkirakan Persaingan</h2><p><strong>Catatan</strong>: saya hanya akan menggunakan hasil dari Google</p><p>Ada beberapa tolok ukur yang bisa digunakan untuk menilai tingkat persaingan sebuah kata kunci. Pada dasarnya anda melihat pada <span id="more-1484"></span>berapa banyak halaman web dimana situs atau halaman web anda akan bersaing untuk kata kunci tersebut.</p><p>Angka tersebut bisa didapat dengan mudah dari Google &#8211; misal, untuk kata kunci &#8220;wordpress theme designer&#8221;, kalau kita melakukan pencarian dengan kata kunci ini di Google, dapat kita lihat ada sekian ratus juta hasil (halaman web) untuk frase kata kunci tersebut &#8211; jumlah yang amat sangat banyak.</p><div id="attachment_1640" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-search-competition.png"><img class="size-medium wp-image-1640" title="google-search-competition" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-search-competition-300x201.png" alt="Memperkirakan persaingan dengan Google" width="300" height="201" /></a><p class="wp-caption-text">Estimasi jumlah halaman web untuk kata kunci &quot;wordpress theme designer&quot; di Google. Perhatikan tanda yang digaris bawahi.</p></div><p>Meski begitu ada satu hal yang perlu diperhatikan tentang mesin pencari; seringkali halaman web yang tidak dioptimasi untuk sebuah kata kunci juga bisa disertakan pada hasil pencarian karena halaman tersebut dianggap masuk kualifikasi atas beberapa kriteria penilaian.</p><p>Cara untuk mempersempit pencarian dan menemukan persaingan yang sesungguhnya adalah dengan menggunakan perintah-perintah yang berlaku di Google sebagai berikut:</p><p><strong>allintitle:</strong> &#8211; ini adalah parameter pencarian untuk menampilkan hanya halaman-halaman yang mengandung <span style="text-decoration: underline;">semua</span> kata kunci sasaran pada tag title. Parameter pencarian ini menghasilkan hasil yang fokus, tapi bisa menghilangkan beberapa halaman dengan ranking tinggi kalau anda menggunakan long tail keyword yang terdiri atas lebih dari 3 kata.</p><p><strong>intitle:</strong> &#8211; parameter pencarian ini hanya menampilkan halaman-halaman yang mengandung satu atau lebih kata dari kata kunci sasaran pada tag title. Menghasilkan gambaran yang lebih luas, dan bisa digunakan sebagai indikator persaingan yang lebih umum.</p><p><strong>inanchor:</strong> &#8211; parameter ini hanya menampilkan halaman-halaman yang mendapat tautan masuk (inbound links) dengan anchor text yang mengandung satu atau lebih kata kunci sasaran.</p><p>Ada parameter pencarian lain yang bisa digunakan (seperti allinanchor: atau menggunakan tanda kutip &#8220;&#8221; yang melingkupi kata kunci untuk targeting yang lebih spesifik) namun 3 parameter yang ditampilkan diatas sudah cukup untuk memberi gambaran persaingan suatu kata kunci.</p><p>Berikut ini persaingan &#8216;wordpress theme designer&#8217; menggunakan parameter diatas:</p><p>1) Hasil pencarian untuk allintitle:wordpress theme designer</p><p><a href="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-allintitle-keyword.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-1643" title="google-allintitle-keyword" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-allintitle-keyword-300x214.png" alt="Hasil pencarian untuk allintitle:wordpress theme designer" width="300" height="214" /></a></p><p>2) Hasil pencarian untuk intitle:wordpress theme designer</p><p><a href="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-intitle-keyword.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-1645" title="google-intitle-keyword" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-intitle-keyword-300x206.png" alt="Hasil pencarian Google untuk intitle:wordpress theme designer" width="300" height="206" /></a></p><p>3) Hasil pencarian untuk inanchor:wordpress theme designer</p><p><a href="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-inanchor-keyword.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-1646" title="google-inanchor-keyword" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2011/03/google-inanchor-keyword-300x199.png" alt="Hasil pencarian untuk inanchor:wordpress theme designer" width="300" height="199" /></a></p><p>Untuk memperkirakan persaingan pada kata kunci, idealnya anda butuh hasil pencarian dari 4 jenis pencarian; pencarian dasar, intitle, allintitle, dan inanchor. Untuk kata kunci yang tidak terlalu teroptimasi, anda akan menemukan sangat banyak hasil pencarian untuk pencarian dasar, namun untuk intitle, hasilnya sangat sedikit.</p><p>Karena tautan adalah faktor yang sangat penting untuk proses pemeringkatan di mesin pencari, maka parameter inanchor diperlukan juga untuk menentukan tingkat persaingan. Pada contoh pencarian diatas, terlihat bahwa terdapat puluhan juta halaman web  yang mengandung satu atau lebih kata kunci yang digunakan pada frase yang terdapat pada anchor text yang mengarah ke halaman tersebut.</p><p>Perbandingan pencarian untuk allinanchor menghasilkan 3,4 juta halaman web, hal ini mengungkapkan bahwa dari sekian banyak halaman web yang menempati posisi puncak hanya sedikit saja yang teroptimasi langsung dengan anchor text &#8220;wordpress theme designer&#8221;, kebanyakan halaman lainnya yang tampil pada hasil pencarian dasar adalah karena backlink dan optimalisasi on-page yang terkait topik wordpress / wordpress theme.</p><p>Setelah membuat daftar dan meninjau ulang gambaran persaingan untuk pencarian dasar (tanpa tanda kutip), intitle, allintitle, dan inanchor, kemudian bisa dibuat peringkat persaingan dengan menggunakan skala berikut:</p><p>1 &#8211; Sangat Rendah<br /> 2 &#8211; Rendah<br /> 3 &#8211; Menengah<br /> 4 &#8211; Tinggi<br /> 5 &#8211; Sangat Tinggi</p><p>Jadi pada dasarnya anda harus membandingkan gambaran persaingan dengan menggunakan parameter pencarian yang berbeda dan menggunakannya untuk memperkirakan seberapa keras persaingan yang sesungguhnya.</p><p>Saya menilai &#8220;wordpress theme designer&#8221; memiliki persaingan &#8216;Menengah&#8217; sampai &#8216;Tinggi&#8217; &#8211; kemudian kata kunci yang sangat populer seperti &#8216;wordpress themes&#8217; memiliki persaingan &#8216;Tinggi&#8217;, dan kata kunci generik seperti &#8216;wordpress&#8217; memiliki persaingan &#8216;Sangat Tinggi&#8217; &#8211; juga terlalu luas untuk dijadikan sasaran secara efektif.</p><p>Mengincar kata kunci yang sangat kompetitif biasanya bukan hal yang bagus, selain sangat sulit dan butuh waktu cukup lama, juga karena cakupannya terlalu luas dan belum tentu cocok dengan niche yang digarap. Pengecualian untuk hal ini adalah kalau anda sudah memiliki situs yang mapan dengan sejarah backlink dan peringkat yang baik di mesin pencari. Bukan untuk situs web yang baru dibuat.</p><p>Artikel ini saya akhiri dulu. Estimasi permintaan dan relevansi akan dibahas pada artikel selanjutnya.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci.html.pdf"> <span>Evaluasi Kata Kunci</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/evaluasi-kata-kunci.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>4 Alasan Kenapa Google Mengabaikan Anchor Text Pada Tautan (Link)</title><link>http://dhany.web.id/4-alasan-kenapa-google-mengabaikan-anchor-text-pada-tautan-link.html</link> <comments>http://dhany.web.id/4-alasan-kenapa-google-mengabaikan-anchor-text-pada-tautan-link.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 20 Oct 2010 05:33:33 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Online]]></category> <category><![CDATA[Teknologi]]></category> <category><![CDATA[301 redirects]]></category> <category><![CDATA[anchor text]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[rel nofollow]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1392</guid> <description><![CDATA[Anchor text, atau teks yang terdapat pada tautan yang mengarah ke website anda memiliki efek besar terhadap posisi situs anda di halaman hasil pencarian (SERP) Google. Misalkan banyak situs lain yang menggunakan anchor text &#8220;buy blue band&#8221; untuk menaut ke situs anda, maka besar kemungkinannya halaman anda yang ditaut tersebut mendapat posisi tinggi untuk frase <a href="http://dhany.web.id/4-alasan-kenapa-google-mengabaikan-anchor-text-pada-tautan-link.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Anchor text, atau teks yang terdapat pada tautan yang mengarah ke website anda memiliki efek besar terhadap posisi situs anda di halaman hasil pencarian (SERP) Google.</p><p>Misalkan banyak situs lain yang menggunakan anchor text &#8220;buy blue band&#8221; untuk menaut ke situs anda, maka besar kemungkinannya halaman anda yang ditaut tersebut mendapat posisi tinggi untuk frase &#8220;buy blue band&#8221; pada SERP Google.</p><p>Contoh kode HTML sebuah anchor text:</p><blockquote><p><em>&lt;a href=&#8221;http://www.myyoursite.com&#8221;&gt;this is the anchor text&lt;/a&gt;</em></p></blockquote><p>Sayangnya tidak semua anchor text akan dinilai oleh Google. Perhatikan hal-hal berikut:<span id="more-1392"></span></p><h2>1. Atribut nofollow</h2><p style="padding-left: 30px;">Sudah sangat jelas, anchor text pada tautan yang mengandung atribut rel=&#8221;nofollow&#8221; tidak akan mempengaruhi Google. Misal:</p><p style="padding-left: 30px;"><em>&lt;a href=&#8221;http://www.</em><em>myyoursite</em><em>.com&#8221; rel=&#8221;nofollow&#8221;&gt;great  keyword&lt;/a&gt;</em></p><h2>2. Karakter invalid pada URL</h2><p style="padding-left: 30px;">Sebuah URL yang mengandung karakter invalid tambahan kemungkinan mesin pencari tidak akan dapat mengindeksnya secara benar. Misal:</p><p style="padding-left: 30px;"><em>&lt;a href=&#8221;http://www.</em><em>myyoursite</em><em>.com &#8220;&gt;great keyword&lt;/a&gt;</em></p><p style="padding-left: 30px;">Pada contoh ini terdapat spasi pada akhir URL.<br /> Perhatikan bahwa kebanyakan browser modern mampu memperbaiki kesalahan kecil ini dan menampilkan halaman dimaksud secara benar. Sayangnya, bot mesin pencari tampaknya kesulitan dengan masalah sederhana ini (atau sengaja melihatnya sebagai tanda kualitas rendah).</p><h2>3. Tautan menggunakan 301 redirects</h2><p style="padding-left: 30px;">Matt Cutts dari Google mengkonfirmasi hal ini bahwa Google tidak akan memperhitungkan semua anchor text yang digunakan pada 301 redirects. Misal:</p><p style="padding-left: 30px;"><em>&lt;a href=&#8221;http://www.</em><em>myyoursite</em><em>.com/page.htm&#8221;&gt;great  keyword&lt;/a&gt;</em></p><p style="padding-left: 30px;">Server web me-redirect <em>&#8220;http://www.myyoursite.com/page.htm</em><em>&#8220;</em> ke <em>&#8220;http://www.myyoursite.com</em><em>&#8220;</em> dengan 301 redirect, maka besar kemungkinannya Google tidak akan memperhitungkan link tersebut.</p><h2>4. Hanya tautan pertama yang dilihat</h2><p style="padding-left: 30px;">Kalau sebuah halaman menaut lebih dari satu kali ke halaman yang sama maka Google akan menggunakan tautan (dan anchor text) yang muncul pertama dan mengabaikan yang lainnya. Misal:</p><p style="padding-left: 30px;"><em>&lt;a href=&#8221;http://www.</em><em>myyoursite</em><em>.com&#8221;&gt;This&lt;/a&gt; is an example. The  link text &lt;a href=&#8221;http://www.</em><em>myyoursite</em><em>.com&#8221;&gt;great keyword&lt;/a&gt; will be  ignored by Google.</em></p><p style="padding-left: 30px;">Tautan pertama dan kedua menaut ke URL yang sama. Pada kasus seperti ini Google hanya akan memperhatikan tautan yang pertama dengan teks &#8220;This&#8221;. Tautan dan anchor teks berikutnya akan diabaikan.</p><p>Tautan adalah faktor paling penting kalau bicara soal mendapat ranking di Google dan mesin pencari utama lainnya.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/4-alasan-kenapa-google-mengabaikan-anchor-text-pada-tautan-link.html.pdf"> <span>4 Alasan Kenapa Google Mengabaikan Anchor Text Pada Tautan (Link)</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/4-alasan-kenapa-google-mengabaikan-anchor-text-pada-tautan-link.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> <item><title>8 Cara Menampilkan Halaman Terpenting (Untuk SE)</title><link>http://dhany.web.id/8-cara-menampilkan-halaman-terpenting-untuk-se.html</link> <comments>http://dhany.web.id/8-cara-menampilkan-halaman-terpenting-untuk-se.html#comments</comments> <pubDate>Sat, 25 Sep 2010 03:51:36 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[absolute link]]></category> <category><![CDATA[anchor text]]></category> <category><![CDATA[google]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1390</guid> <description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2010/09/checkmark-forbidden-e1298884778577-150x150.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="checkmark-forbidden" title="" />Berikut ini cara-cara untuk menampilkan halaman web terbaik anda di search engine (SE) dan sekaligus menyembunyikan/menghilangkan halaman yang tidak diperlukan/diinginkan. Tergantung pada bagaimana struktur link situs anda, suatu halaman biasanya mendapat ranking lebih tinggi daripada yang lainnya. Delapan cara ini berguna untuk menunjukkan halaman-halaman terpenting dari situs anda kepada mesin pencari: 1. Buat halaman-halaman tersebut <a href="http://dhany.web.id/8-cara-menampilkan-halaman-terpenting-untuk-se.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1559" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2010/09/checkmark-forbidden-e1298884778577.jpg" alt="checkmark-forbidden" width="202" height="191" />Berikut ini cara-cara untuk menampilkan halaman web terbaik anda di search engine (SE) dan sekaligus menyembunyikan/menghilangkan halaman yang tidak diperlukan/diinginkan.</p><p>Tergantung pada bagaimana struktur link situs anda, suatu halaman biasanya mendapat ranking lebih tinggi daripada yang lainnya. Delapan cara ini berguna untuk menunjukkan halaman-halaman terpenting dari situs anda kepada mesin pencari:</p><h3>1. Buat halaman-halaman tersebut mudah ditemukan</h3><p style="padding-left: 30px;">Pastikan halaman-halaman penting dari situs anda dapat diakses dengan klik sesedikit mungkin dari halaman depan (homepage). Semakin sedikit &#8220;langkah&#8221; yang dibutuhkan untuk mencapainya, semakin penting halaman tersebut. Untuk situs dengan jenis blog yang sering di-update, biasanya semakin tua sebuah artikel/halaman semakin jauh langkahnya dari halaman muka.<span id="more-1390"></span></p><h3>2. Tautkan sebuah halaman dengan halaman lainnya</h3><p style="padding-left: 30px;">Cara termudah mendapat &#8220;related link&#8221; untuk sebuah halaman web adalah dengan menautnya dari situs/halaman web anda sendiri. Buat tautan ke halaman penting tersebut dari semua halaman di situs web anda yang terkait materinya dengan halaman tersebut. Untuk WordPress anda bisa menggunakan plugin <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/yet-another-related-posts-plugin/" target="_blank">Yet Another Related Post</a>.</p><h3>3. Gunakan kata kunci yang tepat pada link navigasi</h3><p style="padding-left: 30px;">Kalau anda ingin halaman tertentu pada situs anda tercantum pada halaman pertama SERP Google untuk keyword &#8220;red widgets&#8221;, maka tautan ke halaman tersebut dari halaman lain situs anda harus mengandung kata &#8220;red widgets&#8221;. Cantumkan kata kunci pada anchor text dan sebaiknya URL halaman tersebut mengandung keyword yang dimaksud.</p><p style="padding-left: 30px;">Perhatikan, cara ini tidak menjamin bahwa halaman tersebut akan tercantum pada SERP untuk kata kunci dimaksud, tergantung kompetisinya, namun yang pasti relevansi halaman tersebut akan meningkat untuk keyword yang diinginkan.</p><h3>4. Gunakan <em>absolute link</em></h3><p style="padding-left: 30px;">Alih-alih menggunakan <em>mypage.htm</em> pada konten/artikel, cantumkan URL lengkap <em>www.mysitex.com/mypage.htm</em>. Bayangkan kalau ada orang yang meng-copas konten anda untuk situsnya (legal ataupun tidak), maka setidaknya anda mendapat backlink yang benar.</p><h3>5. Gunakan atribut <em>nofollow</em></h3><p style="padding-left: 30px;">Tambahkan atribut nofollow untuk semua tautan yang dianggap tidak penting untuk tercantum di mesin pencari. Seperti halaman <em>privacy policy</em> atau <em>terms and conditions</em>.</p><h3>6. Hapus tautan yang tidak diperlukan</h3><p style="padding-left: 30px;">Semakin sedikit tautan pada sebuah halaman, semakin penting nilainya tautan yang ada pada halaman tersebut. Hapus tautan-tautan &#8220;tidak penting&#8221; yang ada di halaman web anda, apalagi link yang menaut ke situs/halaman bersifat spam.</p><h3>7. Hapus halaman-halaman duplikat dan irelevan dari indeks</h3><p style="padding-left: 30px;">Gunakan file <em>robots.txt</em> atau <em>meta tag </em>robots untuk mengecualikan halaman-halaman duplikat atau tidak relevan dari sistem indexing mesin pencari. Kalau search engine tidak harus melirik halaman yang tidak penting maka halaman lain akan lebih diperhatikan.</p><h3>8. Hidupkan atau matikan halaman-halaman yang hilang</h3><p style="padding-left: 30px;">Periksa situs anda kalau ada tautan yang menghasilkan galat <em>404 not found</em>, lalu arahkan ulang (redirect) tautan mati tersebut ke halaman lain yang relevan pada situs anda, atau hapus saja sekalian. Anda bisa mengeceknya secara otomatis, cepat dan gratis dengan tool favorit saya: <a href="http://home.snafu.de/tilman/xenulink.html" target="_blank">Xenu&#8217;s Link Sleuth</a>.</p><p><em>Link optimization</em> dipastikan bisa meningkatkan posisi/ranking situs anda di mesin pencari. Jangan lupa optimalkan pula konten halaman-halaman web anda agar Google dan search engine lain mencantumkan situs/halaman web anda untuk kata kunci yang tepat.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/8-cara-menampilkan-halaman-terpenting-untuk-se.html.pdf"> <span>8 Cara Menampilkan Halaman Terpenting (Untuk SE)</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/8-cara-menampilkan-halaman-terpenting-untuk-se.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>SEO: Sudahkah Anda Lakukan Dengan Benar?</title><link>http://dhany.web.id/seo-sudahkah-anda-lakukan-dengan-benar.html</link> <comments>http://dhany.web.id/seo-sudahkah-anda-lakukan-dengan-benar.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 11 Aug 2010 10:47:33 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Blogging]]></category> <category><![CDATA[kata kunci]]></category> <category><![CDATA[page optimization]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1404</guid> <description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" height="150" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2010/08/piramida-seo-150x150.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="piramida-seo" title="" />SEO bukan hal yang sulit tapi harus dilakukan secara benar dalam urutan yang benar juga. Salah satunya tidak benar maka upaya SEO akan sia-sia. &#160; 1. Keywords Keywords atau kata kunci yang anda pilih adalah fondasi aktivitas SEO anda selanjutnya dan sangat mempengaruhi kesuksesan proyek SEO anda. Menyasar kata kunci yang salah, maka semua upaya <a href="http://dhany.web.id/seo-sudahkah-anda-lakukan-dengan-benar.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>SEO bukan hal yang sulit tapi harus dilakukan secara benar dalam urutan yang benar juga. Salah satunya tidak benar maka upaya SEO akan sia-sia.</p><p><img class="aligncenter size-full wp-image-1562" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2010/08/piramida-seo.jpg" alt="piramida-seo" width="377" height="302" /></p><p style="text-align: center;">&nbsp;</p><h2>1. Keywords</h2><p>Keywords atau kata kunci yang anda pilih adalah fondasi aktivitas SEO anda selanjutnya dan sangat mempengaruhi kesuksesan proyek SEO anda. Menyasar kata kunci yang salah, maka semua upaya anda akan percuma.</p><p>Pilih keyword secara bijak. Tidaklah tepat<span id="more-1404"></span> mengoptimalkan halaman-halaman web anda untuk kata kunci yang terdiri dari satu kata saja. Optimalkan halaman-halaman situs untuk kata-kata kunci yang sangat terarah dan menarik pengunjung yang tepat. Anda menginginkan pembeli, bukan cuma pengunjung situs. Semakin terarah kata kunci yang dipilih semakin baik.</p><h2>2. On-page optimization</h2><p>Setelah anda tahu kata kunci yang hendak digarap, anda harus mengoptimasi halaman-halaman situs untuk kata-kata kunci ini. Optimalkan sebanyak mungkin halaman yang berbeda untuk keyword yang berbeda. Sebaiknya satu halaman optimal untuk satu kata kunci.</p><p>Munculkan kata kunci pada elemen halaman yang tepat dan dapat dikunjungi oleh mesin pencari.</p><p>Arsitektur website adalah bagian dari on-page optimization. Navigasi situs web anda sebaiknya mengandung kata kunci kemudian halaman-halaman situs saling terkait topiknya agar mesin pencari dapat mengkategorisasi halaman-halaman tersebut secara tepat.</p><h2>3. Usability and conversion optimization</h2><p>Atau diterjemahkan menjadi optimalisasi konversi dan usabilitas (kegunaan). Maksudnya bahwa kalaupun situs anda mendapat ratusan pengunjung setiap hari, belum tentu menghasilkan penjualan satu pun karena halaman-halamannya tidak user friendly.</p><p>Halaman web anda harus mempunyai penampilan menarik, harus mudah digunakan, harus membangkitkan kepercayaan pengunjung, dan harus membuat orang tertarik untuk membeli apa yang ditawarkan secara mudah.</p><h2>4. Link building</h2><p>Setelah semua elemen berada pada tempatnya, anda bisa mulai membangun backlink. Aturan sederhananya; kalau ada lebih dari satu halaman dengan tingkat optimalisasi yang sama, maka halaman dengan backlink terbaik yang akan dipilih untuk menempati posisi lebih tinggi oleh Google.</p><p>Backlink sebaiknya mengandung keyword yang sama dengan poin 2 (On-page optimization). Misal kalau sebuah halaman sudah dioptimalkan untuk kata kunci &#8220;batik madura terbaik&#8221; maka tautan yang menaut ke halaman tersebut harus mengandung kata kunci itu juga.</p><h2>Semua elemen harus pada tempatnya dan dengan urutan yang benar</h2><p>Kalau situs anda mendapat banyak backlink tapi halaman web anda tidak mampu mengkonversi, maka penjualan tidak akan terjadi. Begitupun kalau halaman web sangat teroptimalisasi tapi keywordnya salah.</p><p>Kalau keyword yang anda pilih sudah tepat dan halaman-halaman web yang dibuat sudah optimal dan menarik pengunjung untuk membeli, maka langkah terakhir adalah mendapat backlink yang berkualitas untuk mengangkat posisi halaman tersebut di Google.</p><p>Ingat, semuanya harus berada pada tempatnya dan dilakukan dengan urutan kerja yang benar.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/seo-sudahkah-anda-lakukan-dengan-benar.html.pdf"> <span>SEO: Sudahkah Anda Lakukan Dengan Benar?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/seo-sudahkah-anda-lakukan-dengan-benar.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>10</slash:comments> </item> <item><title>(Bukan Cuma) Riset Keyword dengan Market Samurai</title><link>http://dhany.web.id/bukan-cuma-riset-keyword-dengan-market-samurai.html</link> <comments>http://dhany.web.id/bukan-cuma-riset-keyword-dengan-market-samurai.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 23 Jun 2010 06:34:36 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[keyword research]]></category> <category><![CDATA[market samurai]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1393</guid> <description><![CDATA[<img align="left" hspace="5" width="150" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2010/06/market-samurai-menu-113x300.png" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="market-samurai-menu" title="market-samurai-menu" />Alat bantu riset keyword (keyword research) favorit saya adalah Market Samurai (MS), sudah cukup lama saya menggunakan alat bantu yang satu ini. Hampir sejak pertama dirilis. Tujuan utama Market Samurai adalah upayanya dalam men-streamline-kan proses kerja internet marketer. Dengan tool ini bila anda berkutat dengan SEO dan niche marketing maka cukup dengan menggunakan satu software <a href="http://dhany.web.id/bukan-cuma-riset-keyword-dengan-market-samurai.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2010/06/market-samurai-menu.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-1565" title="market-samurai-menu" src="http://dhany.web.id/wp-content/uploads/2010/06/market-samurai-menu-113x300.png" alt="market-samurai-menu" width="113" height="300" /></a>Alat bantu riset keyword (<em>keyword research</em>) favorit saya adalah <strong>Market Samurai</strong> (MS), sudah cukup lama saya menggunakan alat bantu yang satu ini. Hampir sejak pertama dirilis. Tujuan utama <a href="http://dhany.web.id/marketsamurai" target="_blank">Market Samurai</a> adalah upayanya dalam men-<em>streamline</em>-kan proses kerja <em>internet marketer</em>.</p><p>Dengan tool ini bila anda berkutat dengan SEO dan <em>niche marketing</em> maka cukup dengan menggunakan satu <em>software</em> saja. Tidak usah lagi membuka banyak <em>window</em> dan program lainnya untuk proses (1) <em>keyword research</em>, (2) analisis kompetisi, (3) menemukan konten dan (4) <em>tracking/monitoring</em>.</p><p>Memang masih banyak fitur lain yang didukung aplikasi luar biasa ini. Namun proses dasar SEO adalah empat langkah tersebut, dan semuanya ter-<em>cover</em> oleh Market Samurai ini dengan baik.</p><p>Sebelum menggunakan MS, untuk keyword research saya biasa menggunakan <a href="https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal" target="_blank">Google Adwords Keyword Tool</a>.</p><p>Untuk Analisa persaingan membandingkan berbagai situs yang muncul pada top 10 SERP dan mencatat berbagai metrik pada <em>sheet</em> Excel.</p><p>Kemudian untuk menemukan ide konten,<span id="more-1393"></span> <em>googling</em> dan <em>browsing</em> kesana kemari dengan membuka beberapa jendela peramban, belum lagi untuk mengecek PageRank dan backlink/popularitas serta duplikasi konten tersebut dengan <em>tool</em> atau membuka berbagai situs lainnya seperti <a href="http://www.checkpagerank.net/" target="_blank">CheckPageRank</a>, <a href="http://copyscape.com/" target="_blank">CopyScape</a>, dan <a href="http://siteexplorer.search.yahoo.com/" target="_blank">Yahoo Site Explorer</a>.</p><p>Terakhir untuk monitoring dan tracking dengan memantau posisi halaman teroptimasi pada SERP mesin-mesin pencari dan mencatatnya pada sheet Excel secara mingguan.</p><p>Sungguh menyita tenaga dan waktu, serta perlu disiplin kerja yang teratur.</p><p>Software yang nyaris tanpa cela, namun Market Samurai bukan tanpa kelemahan, kekurangan utama adalah penggunaan database <em>keyword</em> Google dan tidak ada sumber lain (tentu, karena sumber data keyword gratis dan terbesar saat ini masih Keyword Tool dari Google). Sehingga kurangnya variasi data, namun saya kira ini bukan masalah sama sekali. Kemudian ada satu proses SEO yang kurang ter-<em>cover</em> dengan baik, yaitu proses <em>link building</em>. Padahal optimasi yang satu ini sangat penting dalam teknik SEO modern.</p><p>Kemudian <em>platform</em> yang digunakan adalah Adobe Air, kelebihannya berarti <em>Market Samurai</em> bisa dijalankan di mesin Mac atau Linux selain pada PC berbasis Windows, kekurangannya MS sering terasa lambat, terutama bila dilakukan riset intensif dengan membuka banyak tab.</p><p>Kelebihan utamanya adalah aliran kerja yang praktis pada satu aplikasi dan <em>training</em> gratis di blog-nya dengan <em>video tutorial</em> yang lengkap dan jelas tanpa harus menjadi anggota. Kemudian <em>update</em> yang rutin. Dan terpenting adalah <em>support team</em>-nya yang responsif dan memuaskan.</p><p>Sangat <em>worth the price</em>, <em>free</em> alias gratis selamanya (untuk modul <em>Keyword Research</em> dan <em>Rank Tracker</em>). Oh ya, kalau anda memutuskan untuk membeli versi berbayarnya, Noble Samurai mengharuskan anda membayar hanya sekali dan pemakaian selamanya. Tidak seperti <em>keyword research tool</em> lain seperti Wordtracker yang berbasis pembayaran bulanan.</p><p>Jadi kalau anda serius soal SEO dan <em>niche marketing</em>, coba saja dulu <a href="http://dhany.web.id/marketsamurai" target="_blank">Market Samurai</a> (affiliate link).</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/bukan-cuma-riset-keyword-dengan-market-samurai.html.pdf"> <span>(Bukan Cuma) Riset Keyword dengan Market Samurai</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/bukan-cuma-riset-keyword-dengan-market-samurai.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>12</slash:comments> </item> <item><title>Keyword Tools: WordTracker dan Keyword Discovery</title><link>http://dhany.web.id/keyword-tools-wordtracker-dan-keyword-discovery.html</link> <comments>http://dhany.web.id/keyword-tools-wordtracker-dan-keyword-discovery.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 24 Mar 2010 09:01:26 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[keyword discovery]]></category> <category><![CDATA[keyword research]]></category> <category><![CDATA[sem]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[wordtracker]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1245</guid> <description><![CDATA[WordTracker WordTracker menawarkan tools yang cukup lengkap untuk menghasilkan list kata kunci (keyword) dan juga unggul untuk membandingkan popularitas kata kunci vs kompetisi (jumlah halaman yang harus &#8220;dilewati&#8221; untuk sebuah keyword). Nilai popularitas pencarian yang dihasilkan WordTracker agak kurang berguna pada skala &#8216;absolut&#8217;, karena sumber datanya sangat terbatas. Namun anda bisa menggunakan WordTracker untuk melihat <a href="http://dhany.web.id/keyword-tools-wordtracker-dan-keyword-discovery.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<h2>WordTracker</h2><p>WordTracker menawarkan <em>tools</em> yang cukup lengkap untuk menghasilkan list kata kunci (<em>keyword</em>) dan juga unggul untuk membandingkan popularitas kata kunci vs kompetisi (jumlah halaman yang harus &#8220;dilewati&#8221; untuk sebuah keyword).</p><p>Nilai popularitas pencarian yang dihasilkan WordTracker agak kurang berguna pada skala &#8216;absolut&#8217;, karena sumber datanya sangat terbatas. Namun anda bisa menggunakan WordTracker untuk melihat popularitas &#8216;relatif&#8217;.</p><p>Bagusnya WordTracker adalah kemampuannya dalam menemukan kata kunci terkait (<em>related terms</em>) berkat kamus internal dan fasilitas <em>lateral searh</em> yang dimilikinya. Artinya,<span id="more-1245"></span> dengan kedua fungsi ini, <a href="http://www.wordtracker.com" target="_blank">WordTracker</a> adalah alat bantu riset kata kunci yang baik karena alternatif pilihan kata kunci terkait yang dihasilkan sangat banyak dan anda bisa lebih mudah menemukan subtopik terkait untuk &#8220;ditembak&#8221;.</p><p>Singkatnya, WordTracker memiliki fasilitas lebih daripada jasa <em>keyword research online</em> (berbasis web) lainnya, tapi juga punya keterbatasan pada nilai popularitas pencarian.</p><p>Cost: Free trial/Paid &#8211; multiple subcscription options</p><h2>Keyword Discovery</h2><p>Keyword Discovery adalah pesaing terberat WordTracker (WT) dan meng-klaim bisa melakukan apapun yang WT bisa secara lebih baik.</p><p>Kalau anda ingin tahu cara kerja Keyword Discovery dan sumber datanya, ini penjelasan dari pihak Keyword Discovery sendiri.</p><blockquote><p>&#8220;Keyword Discovery collects search term data from over 200 search engines world wide. As a result we have the largest keyword database that contains nearly 38 billion searches.</p><p>We do not use other keyword research sources like Google or the Overture search term suggestion tools in our data. These may be provided as part of the Keyword Discovery service, but are separate from our core database.</p><p>How we collect the data</p><p>The search engines listed below either provide their complete search logs and these are imported in full into our database, or samples are collected by scraping search statistics from ISP logs and other sources.</p><p>Data is collected on daily basis however due to the index size, the online database is updated monthly.</p><p>Premium Database</p><p>If you are looking for a pure search results without skew caused by automated web agents, we also have the Premium Database (http://keyworddiscovery.com/premium-keyword-database.html). It contains over 600 million keyword searches based purely on user panel data.&#8221;</p></blockquote><p>Anda bisa melihat daftar mesin pencari yang dilacak oleh Keyword Discovery di: <a href="http://www.keyworddiscovery.com/engines.html?id=563974" target="_blank">http://www.keyworddiscovery.com/engines.html</a></p><p>Keyword Discovery juga meng-klaim bahwa pihaknya melacak setidaknya 38 milyar pencarian. Angka ini mungkin lebih besar lagi saat anda membaca artikel ini. Ini bagus kalau dibandingkan <em>database</em> layanan <em>keyword research</em> lainnya.</p><p><a href="http://www.keyworddiscovery.com/?id=563974" target="_blank">Keyword Discovery</a> menawarkan juga fasilitas <em>spelling mistake research, seasonal search trends, industry specific keywords, related terms</em> dan <em>tools</em> lainnya (termasuk <em>keyword reports</em> untuk industri tertentu).</p><p>Cost: Paid &#8211; Subscription options</p><p>WordTracker adalah pilihan &#8216;tradisional&#8217; para pelaku SEO profesional, dan termasuk favorit saya, tapi Keyword Discovery juga sangat layak dicoba kalau anda peduli dengan kelengkapan dan kualitas sumber data.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/keyword-tools-wordtracker-dan-keyword-discovery.html.pdf"> <span>Keyword Tools: WordTracker dan Keyword Discovery</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/keyword-tools-wordtracker-dan-keyword-discovery.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Keyword Research dengan Google</title><link>http://dhany.web.id/keyword-research-dengan-google.html</link> <comments>http://dhany.web.id/keyword-research-dengan-google.html#comments</comments> <pubDate>Sat, 20 Mar 2010 04:54:50 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[google adwords]]></category> <category><![CDATA[google suggest]]></category> <category><![CDATA[keyword research]]></category> <category><![CDATA[pay per click]]></category> <category><![CDATA[sem]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1111</guid> <description><![CDATA[Google Adwords Keyword Tool Tool keyword research ini disediakan Google untuk membantu pengguna Google AdWords dalam mengestimasi volume pencarian kata kunci dan kompetisi iklan untuk kata kunci tersebut. Anda mendapat perspektif umum tentang kata kunci mana yang banyak dicari. Google Adwords Keyword Tool juga memberi gambaran persaingan pengiklan (advertiser) pada kata kunci terkait. Banyaknya advertiser <a href="http://dhany.web.id/keyword-research-dengan-google.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<h2>Google Adwords Keyword Tool</h2><p><em>Tool keyword research </em> ini disediakan Google untuk membantu pengguna Google AdWords dalam mengestimasi volume pencarian kata kunci dan kompetisi iklan untuk kata kunci tersebut. Anda mendapat perspektif umum tentang kata kunci mana yang banyak dicari. <a href="https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal" target="_blank">Google Adwords Keyword Tool</a> juga memberi gambaran persaingan pengiklan (<em>advertiser</em>) pada kata kunci terkait. Banyaknya <em>advertiser</em> dapat dianggap sebagai nilai komersial sebuah <em>keyword</em>.</p><p>Kalau anda hendak menghasilkan <span id="more-1111"></span>trafik berbayar (<a id="aptureLink_etlnRqcS0r" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pay%20per%20click">PPC &#8211; Pay Per Click</a>) ke situs anda, maka <em>Google AdWords Keyword Tool</em> sangat berguna sebagai langkah awal dalam memilih kata kunci untuk kampanye promosi, karena datanya berdasarkan pencarian melalui Google. Dan karena pengguna Google sangat banyak maka anda mendapat kedalaman dan akurasi data yang berkualitas untuk mengembangkan daftar kata kunci.</p><h2>Google Suggest</h2><p>Ini mungkin alat bantu <em>keyword research</em> paling sederhana dan paling mudah digunakan. Anda tinggal membuka halaman pencarian Google atau bisa juga menggunakan form pencarian pada peramban internet (biasanya pada pojok kanan atas dan berlogo Google). Kemudian masukkan kata kunci pencarian. <em>Tool</em> ini juga dapat menunjukkan &#8216;persaingan&#8217;, yaitu jumlah halaman yang mengisi indeks Google untuk <em>keyword</em> yang dicari.</p><p>Saat anda menambahkan huruf dan kata, saran/<em>suggestion</em> yang ditampilkan akan semakin menyempit, Gunakan ini untuk melihat dengan cepat berbagai &#8216;istilah&#8217; yang populer pada sebuah <em>niche</em>/subtopik.</p><p><em>Google Suggest</em> dapat dimanfaatkan untuk menilai &#8216;<em>search demand</em>&#8216; secara cepat dan  idealnya anda menggunakan <em>tool</em> ini pada awal proses <em>keyword research</em> untuk segera membantu anda menambahkan kata-kata kunci &#8216;tingkat tinggi&#8217; ke daftar yang dibuat. Walaupun tidak selalu bahwa <em>keyword</em> dengan banyak hasil/<em>result</em> itu banyak dicari, tapi umumnya memang begitu, sehingga secara alami/organik bermunculanlah halaman yang mengandung <em>keyword</em> tersebut.</p><h2>Kesimpulan</h2><p>Manfaatkan kedua alat bantu riset kata kunci ini untuk mengembangkan <em>list keyword</em>. <em>Google Adwords Keyword Tool</em> lebih spesifik untuk mengevaluasi nilai komersial kata kunci, sedangkan <em>Google Suggest</em> untuk mengevaluasi &#8216;kompetisi&#8217; organik yang akan anda hadapi.</p><p><strong>Update</strong>: Google Suggest tidak lagi menampilkan &#8216;results&#8217; atau jumlah halaman yang ditemukan pada indeks untuk suatu kata kunci. Berikut ini informasi tentang <a href="http://googleblog.blogspot.com/2009/05/faster-is-better-on-google-suggest.html" target="_blank">menghilangnya results pada Google Suggest</a>. Sayang sekali. Meski demikian, alat bantu ini masih berguna untuk menambahkan kata kunci populer yang terkait sebuah keyword dan memfokuskan koleksi kata kunci yang harus anda kuasai pada sektor industri anda.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/keyword-research-dengan-google.html.pdf"> <span>Keyword Research dengan Google</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/keyword-research-dengan-google.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>12</slash:comments> </item> <item><title>Alat Bantu Riset Kata Kunci</title><link>http://dhany.web.id/alat-bantu-riset-kata-kunci.html</link> <comments>http://dhany.web.id/alat-bantu-riset-kata-kunci.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 14 Mar 2010 11:49:39 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[keyword research]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1104</guid> <description><![CDATA[Ada beberapa alat bantu riset kata kunci (keyword research tools) baik gratis maupun berbayar yang tersedia di internet untuk membantu anda mengembangkan daftar kata kunci sekaligus memperoleh data pencarian tentang kata-kata kunci tersebut. Anda bisa menggunakan tools ini sebagai tambahan (atau bahkan menggantikan) proses keyword research yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Idealnya anda kombinasikan kedua <a href="http://dhany.web.id/alat-bantu-riset-kata-kunci.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Ada beberapa alat bantu riset kata kunci (<em>keyword research tools</em>) baik gratis maupun berbayar yang tersedia di internet untuk membantu anda mengembangkan daftar kata kunci sekaligus memperoleh data pencarian tentang kata-kata kunci tersebut.</p><p>Anda bisa menggunakan <em>tools</em> ini sebagai tambahan (atau bahkan menggantikan) proses <em>keyword research</em> yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Idealnya anda kombinasikan kedua teknik riset kata kunci ini; alat bantu riset sebagai pembangkit ide untuk mendapat gambaran umum, kemudian <a title="Riset Kata Kunci (Keyword Research)" href="http://dhany.web.id/riset-kata-kunci-keyword-research.html">teknik <em>keyword research</em> manual</a> untuk kustomisasi daftar <em>keyword</em> yang lebih cocok dengan <em>target audience</em> anda.<span id="more-1104"></span></p><p>Masing-masing <em>tools</em> ini menggunakan <em>base keyword</em> untuk membangkitkan daftar frase terkait berdasarkan basis data internal masing-masing. Semua <em>tools</em> yang akan saya paparkan memberi peringkat pada kata-kata kunci berdasarkan perkiraan popularitas pencarian (jumlah pencarian yang menggunakan suatu kata kunci dalam periode waktu tertentu). Metode tepatnya bisa berbeda pada masing-masing <em>tools</em>.</p><p>Bagaimana cara menggunakannya? Tinggal buka program/situsnya, masukkan <em>base keyword</em>, kemudian masukkan satu atau beberapa variabel tambahan dan muncullah hasilnya. Beberapa software <em>keyword research</em> menyediakan opsi ekspor, dimana anda bisa menampung hasilnya pada file teks atau Excel (.csv). Kalau tidak bisa, tinggal <em>copy-paste</em>.</p><p>Untuk mengembangkan list lebih luas, anda tinggal memilih <em>keyword</em> yang bersifat &#8220;<em>top category</em>&#8221; pada list yang dihasilkan. Ini berupa sub-topik yang bisa langsung anda kenali hanya dengan melihat sekilas.</p><p>Misalnya, kalau <em>base keyword</em> anda adalah &#8220;<em>home theater system</em>&#8221; maka sub-topik anda adalah &#8220;<em>home theater audio</em>&#8220;, &#8220;<em>home theater speakers</em>, &#8220;<em>home theater design</em>&#8220;, dll. Menggali sub-topik lebih dalam, dan membuat daftar kata kunci yang terarah/fokus di sekitar sub-topik ini sangat berguna kalau anda ingin meliput semua kemungkinan preferensi pencarian yang dilakukan <a title="Siapa Target Audien Anda?" href="http://dhany.web.id/siapa-target-audience.html">audien topik atau situs anda</a>.</p><p>Sementara segini dulu, <em>keyword research tools</em> yang akan saya bahas dalam artikel-artikel berikutnya adalah <em>Google Adwords Keyword Tool, Google Suggest, WordTracker, Keyword Discovery, Digital Point Keyword Suggestion Tool, Keyword Elite</em>, dan <em>Market Samurai</em>. Sebagian alat bantu ini berupa software/program yang terpasang pada komputer pengguna, sebagian lagi berupa <em>script</em> atau <em>tool</em> yang di-<em>host</em> oleh situs tertentu, dan sebagian memang berbayar.</p><p>Kalau ada <em>tools</em> riset kata kunci  lainnya yang pernah anda gunakan dan ingin berbagi, silakan <a title="guest blogging" href="http://dhany.web.id/guest-blogging">jadi guest blogger</a> di Dhany.Web.id. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/alat-bantu-riset-kata-kunci.html.pdf"> <span>Alat Bantu Riset Kata Kunci</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/alat-bantu-riset-kata-kunci.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Riset Kata Kunci (Keyword Research)</title><link>http://dhany.web.id/riset-kata-kunci-keyword-research.html</link> <comments>http://dhany.web.id/riset-kata-kunci-keyword-research.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 05 Mar 2010 15:53:30 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Manajemen]]></category> <category><![CDATA[brainstorming]]></category> <category><![CDATA[keyword research]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[planning]]></category> <category><![CDATA[sem]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=1024</guid> <description><![CDATA[Riset keyword masih memegang peranan penting walaupun peta dan strategi SEO sudah banyak berubah (dari optimalisasi on-page menjadi link building dan sekarang ini social marketing). Sejak awal, Panduan SEO ini hanya membahas analisis topik dan bagaimana melakukan optimalisasi pada subtopik tertentu. Masalahnya, cara berpikir casual searcher seringkali tidak sesuai dengan optimalisasi yang kita lakukan, mereka <a href="http://dhany.web.id/riset-kata-kunci-keyword-research.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Riset <em>keyword</em> masih memegang peranan penting walaupun peta dan strategi SEO sudah banyak berubah (dari optimalisasi <em>on-page</em> menjadi <em>link building</em> dan sekarang ini <em>social marketing</em>). Sejak awal, <a href="http://dhany.web.id/panduan-seo">Panduan SEO</a> ini hanya membahas analisis topik dan bagaimana melakukan optimalisasi pada subtopik tertentu.</p><p>Masalahnya, cara berpikir <em>casual searcher</em> seringkali tidak sesuai dengan optimalisasi yang kita lakukan, mereka menggunakan pencarian sederhana yang kadang sulit dipahami atau tidak tepat (misal; &#8220;mesin pencari selain mozilla&#8221;) atau malah memasukkan setumpuk kata (misal; &#8220;cara penggunaan dan teknologi dari website-website pencari (search engine)&#8221; &#8211; <em>long tail anyone</em>?).</p><p>Penentuan <a title="Apa Tujuan Situs Anda? " href="http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html">tujuan situs web</a> dan identifikasi audien adalah satu aspek dari SEO untuk membuat anda fokus, adapun <em>keyword research</em> bertujuan untuk memperluas cakupan &#8216;bahasa&#8217; dan &#8216;istilah&#8217; yang digunakan target audien saat mereka menggunakan mesin pencari.</p><p>Proses utama dalam riset kata kunci adalah sebagai berikut:<span id="more-1024"></span></p><ol><li>Membuat list kata kunci &#8211; yang mungkin digunakan audien situs anda.</li><li>Menghitung perkiraan jumlah pencarian harian &#8211; pada <em>major search engines</em> untuk kata-kata kunci tersebut.</li><li>Mengevaluasi persaingan &#8211; yaitu situs-situs web yang akan anda hadapi untuk mendapat <em>ranking</em> pada setiap keyword.</li><li>Dari data yang terkumpul kemudian pilih sejumlah kata kunci dengan volume pencarian tinggi (banyak pencari yang menggunakan <em>keyword</em> tersebut setiap harinya) tapi dengan kompetisi yang rendah (tidak terlalu banyak situs yang mempromosikan dirinya untuk kata kunci tersebut).</li></ol><h2>Membuat list <em>keyword</em></h2><p>Tidak ada rumus baku untuk membuat list <em>keyword</em> &#8211; saya coba rangkum beberapa strategi saja. Idealnya semua strategi ini digunakan untuk konfirmasi dan pengayaan. Pada proyek kecil bisa saja beberapa langkah dilewat dan digunakan saat situs mulai berkembang.</p><h3><em>Brainstorming</em></h3><ul><li>Siapa anda? Nama perusahaan anda (singkatan dan nama lengkap)? Untuk bisnis kecil barangkali perlu juga dicantumkan nama pemilik atau pengurusnya.</li><li>Produk/jasa apa yang ditawarkan? Tuliskan istilah yang biasa digunakan pada industri anda dan nama produk yang ditawarkan.</li><li>Dimana posisi anda? Optimalisasi lokasi geografis (<em>geo-targetting</em>) sangat penting kalau jenis bisnis/organisasi anda adalah <em><a id="aptureLink_8XANAQPd55" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brick%20and%20mortar%20business">brick and mortar</a></em>.</li><li><em>Special needs</em> apa yang hendak dipenuhi situs/bisnis anda? Ide kata kunci bisa banyak diperoleh kalau anda sudah menentukan tujuan dan <a title="Siapa Target Audien Anda?" href="http://dhany.web.id/siapa-target-audience.html">target audien</a> situs anda.</li><li>Posisikan diri anda sebagai pencari atau <em>target audience</em>, dan bayangkan diri anda sebagai orang yang akan dilayani. Apa yang akan anda ketik pada kotak pencarian?</li><li>Gunakan variasi semua kata kunci yang sudah dibuat. Misal; &#8216;<em>search engine marketing</em>&#8216; dan &#8216;<em>search engine optimization</em>&#8216; bisa dianggap hal yang sama dan varian satu sama lain (begitu pula &#8216;<em>search marketing</em>&#8216;). Gunakan bentuk tunggal dan jamak (tergantung bahasa).</li><li>Perhatikan tema dan <em>event</em> yang biasa mempengaruhi bisnis anda (<em>seasonal</em>, misal; Ramadhan, Halloween, atau Natal).</li></ul><p>Namanya juga <em>brainstorming</em>, intinya adalah membuat list sebesar mungkin. Memang kesannya repot dan membosankan, tapi anda tidak usah takut kelupaan sesuatu &#8211; cantumkan saja semua yang terpikirkan.</p><p>Langkah berikut? Gunakan bantuan.</p><h3>Mengembangkan list</h3><p>Ada banyak <em>resource</em> yang bisa anda gunakan untuk mengembangkan <em>master list</em>. Dalam beberapa kasus sumber-sumber ini tahu lebih banyak atau &#8211; kadang &#8211; hanya memberi tambahan minor. Meski begitu, tambahan minor bisa memberi perspektif berbeda dan sering cukup berharga untuk dimasukkan.</p><ul><li><strong>Tim anda</strong> &#8211; siapapun. Kalau anda bekerja pada konsultan SEO (atau mengerjakan SEO dalam sebuah tim), lebih baik lakukan <em>brainstorming</em> bersama. Atau kalau anda anggota tim khusus di organisasi/perusahaan yang sedang dikembangkan situsnya, lakukan <em>brainstorming</em> dengan karyawan lain.</li><li><strong>Media industri</strong> &#8211; Gunakan forum <em>online</em>, situs berita, situs referensi dan media <em>offline</em> untuk mengembangkan daftar terminologi yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan produk atau jasa anda.</li><li><strong>Customer</strong> &#8211; Konsumen berpengalaman akan mengenal istilah canggih yang anda gunakan, tapi orang kebanyakan tidak akan paham. Kalaupun tahu, mungkin mereka cuma pernah mendengar tanpa tahu artinya, dan kemungkinan tidak akan pernah menggunakannya pada saat melakukan pencarian umum.</li><li><strong>Kompetitor</strong> &#8211; Cara cepat dan mudah melakukan <a id="aptureLink_ATHWRNcnSB" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Keyword%20research">keyword research</a> adalah dengan menemukan <em>top 5 competitor</em> (pilih kata kunci paling luas maknanya dalam industri anda, misal; &#8220;golf&#8221;, lakukan pencarian di Google,  ambil 5 situs yang ditampilkan paling atas) dan perhatikan <em>keyword</em> apa saja yang mereka gunakan.</li></ul><p>Terakhir, kalau <em>website</em>-nya sudah ada dan terpasang program <em>traffic monitoring</em>, catat kata kunci pencarian yang digunakan oleh pengunjung (soal <em>webstat</em> kita perdalam nanti).</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/riset-kata-kunci-keyword-research.html.pdf"> <span>Riset Kata Kunci (Keyword Research)</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/riset-kata-kunci-keyword-research.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>18</slash:comments> </item> <item><title>Apa Tujuan Situs (Website) Anda?</title><link>http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html</link> <comments>http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 19 Feb 2010 07:17:31 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Manajemen]]></category> <category><![CDATA[backlink]]></category> <category><![CDATA[controlling]]></category> <category><![CDATA[conversion rate]]></category> <category><![CDATA[google adsense]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[long tail keywords]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=963</guid> <description><![CDATA[Pada artikel seri Panduan SEO kali ini akan dibahas tentang tujuan &#8211; atau tepatnya adalah kegunaan &#8211; dari situs anda. Untuk siapa? Pada gilirannya adalah untuk anda, tapi sebelum anda &#8216;mendapat&#8217; giliran anda harus &#8216;memberi&#8217; dulu. Jadi tujuan atau kegunaan situs ini pada awalnya adalah untuk user/audien. Bagaimana situs anda memecahkan masalah utama para target <a href="http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Pada artikel seri <a href="http://dhany.web.id/panduan-seo">Panduan SEO</a> kali ini akan dibahas tentang tujuan &#8211; atau tepatnya adalah kegunaan &#8211; dari situs anda. Untuk siapa? <strong>Pada gilirannya</strong> adalah untuk anda, tapi sebelum anda &#8216;mendapat&#8217; giliran anda harus &#8216;memberi&#8217; dulu. Jadi tujuan atau kegunaan situs ini pada awalnya adalah untuk user/audien.</p><ul><li>Bagaimana situs anda memecahkan masalah utama para target audien-nya?</li><li>Informasi apa yang disajikan untuk pengguna?</li><li>Tindakan pengguna apa yang anda inginkan pada tiap halaman yang disajikan, dan bagaimana tindakan ini terkait dengan tujuan utama anda?</li></ul><p>Mungkin sekarang anda berpikir; itu bukan SEO!</p><p>Anda benar. Poin-poin di atas memang bukan SEO tradisional. Hanya harus dipahami bahwa SEO sudah sangat banyak berubah sejak beberapa tahun terakhir, saat para pelakunya sadar bahwa SEO hanyalah satu bagian saja dari proses monetisasi situs. Skill SEO berbeda dengan skill web desain atau <em>copywriting</em>, tetap anda harus tahu elemen keduanya (web desain/copywriting dan SEO) agar hasil SEO terkonversi dengan baik.</p><p>Apa gunanya trafik gratis (dari SEO) kalau tidak ada mekanisme untuk mengubahnya menjadi income?<span id="more-963"></span></p><p>Kita akan bicara tentang <em>conversion analysis</em> nanti, untuk saat ini buatlah list tentang:</p><ul><li>Informasi/fungsi/halaman apa yang akan disajikan situs anda pada penggunanya?</li><li>Bagaimana poin-poin pertama di atas berperan dalam mencapai tujuan primer (dan sekunder) situs anda?</li><li>Langkah apa yang anda ingin para pembaca lakukan di halaman-halaman tersebut?</li></ul><p>Setelah membuat list, waktunya mengevaluasi situs anda untuk menilai kondisinya saat ini dan membandingkannya dengan kondisi yang seharusnya.</p><h2>Analisa Situs yang Sudah Ada (<em>Existing</em>)</h2><p>Evaluasi situs anda dengan mengikuti ceklis berikut:</p><ul><li>Apakah sudah fokus pada masalah utama audien? Kalau belum, kenapa, dan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya?</li><li>Apakah sudah memberikan semua informasi yang diperlukan? Kalau belum, kenapa, dan bagaimana anda akan melakukannya?</li><li>Apakah setiap halaman ada hubungannya dengan <a title="SEO: Penentuan Tujuan" href="http://dhany.web.id/seo-penentuan-tujuan.html">tujuan primer/sekunder</a> yang ditetapkan? Kalau tidak ada, berarti tidak ada gunanya. Bisakah dihilangkan atau ditempatkan di halaman yang lebih relevan?</li><li>Apakah setiap halaman punya satu tujuan yang jelas? Halaman depan dan halaman kategori biasanya memang kurang fokus, tapi tiap halaman internal sangat bisa dibuat fokus dan memang seharusnya punya satu (dan hanya satu) tujuan dari eksistensinya.</li></ul><p>Sekarang posisikan diri anda sebagai pengguna, yang baru saja &#8216;mendarat&#8217; pada sebuah halaman internal melalui pencarian di mesin pencari.</p><p>Apa yang kira-kira anda inginkan?</p><p>Tentu jawabannya tergantung pada konteks dan manfaat situs tersebut, tapi kalau anda bisa mengadopsi landasan berpikirnya dan menerapkannya pada setiap halaman, maka anda akan memiliki situs yang sangat fokus, yang tidak hanya menghasilkan trafik tapi juga meng-konversi-nya menjadi <em>income</em>.</p><h2>Situs Baru</h2><p>Biasanya lebih mudah membangun situs dari nol yang langsung fokus pada konversi dan <em>on-site SEO</em> yang baik daripada mengoptimasi dan mengembangkan situs yang sudah eksis.</p><p>Di sisi lain, <em>existing website</em> biasanya sudah memiliki <em>backlink</em> sehingga upaya <em>link building</em> selanjutnya bisa lebih mudah (atau mungkin masalah saat URL banyak berubah), plus sudah &#8216;dikenal&#8217; mesin pencari.</p><p>Kalau sudah dipertimbangkan dengan matang dan ada gambaran tentang tujuan situs anda, maka saat <em>redesign</em> adalah waktu yang tepat untuk fokus ulang. Anda bisa melakukan proses SEO, <em>content writing</em> dan konversi sejak dari awal.</p><h2>Indikator Keberhasilan dan Monitoring</h2><p>Konsekuensi penetapan tujuan adalah anda juga harus menentukan indikator keberhasilan dan memantau perkembangannya.</p><p>Misal, untuk sebuah situs, saya menetapkan indikator keberhasilannya (dalam 1 tahun) sebagai berikut:</p><ul><li>3.000 <em>hits per day</em>. Niche yang digarap punya ruang yang lebih besar, tapi kisaran tersebut saya tetapkan sebagai target minimum.</li><li>$500 per bulan. Saya menggunakan <a id="aptureLink_TMTsiFlSYm" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Affiliate%20Program">affiliate program</a><em>, direct advertising</em> dan AdSense.</li><li>Menempati halaman #1 (top 10) untuk kata kunci utama, dan top 5 untuk kata-kata kunci lapis kedua dan ketiga (<a title="Menurunkan Biaya Promosi AdWords Sambil Meningkatkan Penjualan" href="http://dhany.web.id/menurunkan-biaya-adwords-meningkatkan-penjualan.html"><em>long tail keywords</em></a>).</li><li>Terbentuk komunitas (forum) dengan sedikitnya 250-500 member aktif.</li></ul><p>Tujuan di atas sangat mungkin dicapai, itu adalah target minimum (trafik dan <em>revenue</em>) yang bisa saya harapkan kalau melakukannya secara <em>fulltime</em>.</p><p>Bagaimana anda mengukur sukses? Untuk sebagian item &#8211; seperti AdSense dan <em>keyword ranking</em>, tujuan anda mungkin sangat berbeda, tergantung pada seberapa kompetitif <em>target niche</em> dan sebanyak apa trafik harian yang bisa diharapkan dari kata-kata kunci yang diincar. Posisi #1 untuk keyword populer bisa menghasilkan 10.000 <em>hits per day</em> dengan mudah, tapi kompetisinya juga pasti sengit.</p><p>Anda harus melakukan <em>keyword research</em> dan analisa persaingan sebelum bisa mematok indikator keberhasilan.</p><p>Kalau indikator keberhasilan sudah ditentukan, lakukan <em>monitoring</em> bulanan (untuk trafik dan <em>search ranking</em> akan saya tunjukkan <em>tools</em>-nya). Kalau tidak terlihat ada perkembangan setiap bulannya, maka anda harus melakukan evaluasi dan cari tahu di mana masalahnya.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html.pdf"> <span>Apa Tujuan Situs (Website) Anda?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/apa-tujuan-situs-anda.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>29</slash:comments> </item> <item><title>Siapa Target Audien Anda?</title><link>http://dhany.web.id/siapa-target-audience.html</link> <comments>http://dhany.web.id/siapa-target-audience.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 11 Feb 2010 22:34:35 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Manajemen]]></category> <category><![CDATA[planning]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[strategi seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=896</guid> <description><![CDATA[Setelah anda memutuskan tujuan SEO-isasi, maka langkah selanjutnya adalah menentukan siapa target audien situs anda. Tidak masalah apakah situs  tersebut menjual sepatu atau hendak menggalang dana, anda harus menentukan siapa target pengunjungnya. Biasanya orang menggambarkan target audience secara luas, misal: Seorang developer software pembuat resume/CV misalnya mendefinisikan pengunjung situsnya sebagai orang-orang yang butuh resume yang <a href="http://dhany.web.id/siapa-target-audience.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Setelah anda memutuskan <a title="SEO: Penentuan Tujuan" href="http://dhany.web.id/seo-penentuan-tujuan.html">tujuan SEO</a>-isasi, maka langkah selanjutnya adalah menentukan siapa target audien situs anda. Tidak masalah apakah situs  tersebut menjual sepatu atau hendak menggalang dana, anda harus menentukan siapa target pengunjungnya.</p><p>Biasanya orang menggambarkan <em>target audience</em> secara luas, misal:</p><ul><li>Seorang developer software pembuat <a id="aptureLink_WPLkaHbKGJ" href="http://en.wikipedia.org/wiki/R%C3%A9sum%C3%A9">resume</a>/CV misalnya mendefinisikan pengunjung situsnya sebagai orang-orang yang butuh resume yang lebih baik</li><li>Perusahaan yang menjual peralatan stereo <em>high-end</em> mendefinisikan audien situsnya sebagai para penggemar audio fanatik</li></ul><p>Sebetulnya akan lebih sederhana dan lebih berpeluang sukses nantinya kalau<span id="more-896"></span> menentukan jenis audien yang lebih spesifik, kemudian membangun image dari karakter audien tersebut dan melayani klien dari audien spesifik tersebut. Setelah anda menguasai ceruk pasar yang kecil, anda akan lebih mudah melebarkan sayap dan memperluas fokus. Tapi sebelum anda bisa terbang jauh, semuanya adalah tentang <em>niche, niche, niche</em>, fokus, fokus, dan fokus.</p><p>Mbah Urip (sang <em>web developer freelance</em> kita) menceritakan target audien yang ada di benaknya:</p><blockquote><p>&#8220;Mbah ini mengincar <a id="aptureLink_pqIEYCuE0T" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Entrepreneur">entrepreneur</a> dan bisnis kecil yang serius mengembangkan usahanya, mereka yang butuh tampil mengesankan dan berkualitas tinggi di dunia maya, yang mana hal tersebut akan membantu pencapaian tujuan bisnisnya. Mbah ingin menarik perhatian orang-orang berselera tinggi dan menghargai kualitas.</p><p>Tapi, Mbah juga tahu bagaimana sulitnya orang-orang ini mau merogoh kocek mereka untuk membeli desain web berkualitas, jadi Mbah mau memberikan sesuatu dengan biaya murah agar mereka bisa segera memulai bisnisnya dan Mbah juga ingin mengajarkan mereka cara Mbah membangun situs.</p><p>Target Mbah juga adalah orang-orang yang cukup mengerti cara kerja situs. Usia bukan masalah, dan berkat internet Mbah ini bisa punya audien potensil di seluruh dunia. Meski demikian, Mbah akan fokus pada <em>audience</em> berbahasa Inggris saja, karena soal desain dan mendapat klien yang paham web saja sudah cukup sulit, apalagi ditambah hambatan bahasa.&#8221;</p></blockquote><p>Sebagai tambahan untuk menarik jenis audien lain, Mbah Urip menggunakan <em>skill</em>-nya dengan menyediakan <em>template</em> situs dan tips <em>web design</em> di situs/<a id="aptureLink_13C10Scgga" href="http://www.amazon.com/gp/product/078521576X?tag=stillunderdev-20">blognya</a>. Ini membuat skill Mbah Urip lebih ter-ekspos lagi dan kliennya juga mendapat manfaat tambahan.</p><p>Dari contoh di atas, anda melihat bahwa anda harus menggunakan tujuan situs sebagai patokan dalam menggambarkan target audien secara detail &#8211; <em>web savvy, English speaking</em>, dan pemahaman dasar tentang web-design. Sayangnya, kita lihat bahwa meskipun tujuan Mbah Urip ini cukup detail, tetap <strong>masih kurang terarah</strong>, sehingga dia akan kesulitan nantinya dalam bersaing di ceruk pasar (<em>niche</em>) yang sudah kompetitif tersebut.</p><p>Jadi apa yang Mbah Urip harus lakukan?</p><p>Beliau berpikir lagi tentang tujuan dan target audiennya, kemudian sampai pada kesimpulan bahwa dia akan lebih mem-fokuskan keahlian desainnya pada <em>software</em> ngeblog populer saat ini, <a href="http://wordpress.org" target="_blank">WordPress</a>.</p><p>Langkah cerdas, karena makin banyak orang yang beralih menggunakan WordPress sebagai platform blogging, kemudian semakin banyak juga perusahaan yang mulai ngeblog sebagai bagian dari strategi pemasaran dan branding. Maka desainer berkualitas seperti Mbah Urip akan selalu dibutuhkan.</p><p>Mbah Urip kemudian juga memutuskan bahwa ia akan mengincar komunitas lokal dulu, agar bisa membangun profil dirinya (branding), dan kemudian memanfaatkan profil tersebut sebagai landasan.</p><p>Anda tidak harus meniru langkah &#8216;<em>go local</em>&#8216; Mbah Urip ini, tapi idenya memang bagus yaitu memberi perhatian pada komunitas sendiri dulu (memilih ceruk pasar yang lebih sempit untuk tahap awal). Biasanya menggarap ceruk lokal jauh lebih mudah karena kondisinya lebih dipahami, kemudian penguasaan ini juga bisa memberi momentum kuat untuk menguasai segmen yang lebih besar di masa yang akan datang.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/siapa-target-audience.html.pdf"> <span>Siapa Target Audien Anda?</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/siapa-target-audience.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>11</slash:comments> </item> <item><title>SEO: Penentuan Tujuan</title><link>http://dhany.web.id/seo-penentuan-tujuan.html</link> <comments>http://dhany.web.id/seo-penentuan-tujuan.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 04 Feb 2010 12:21:52 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Manajemen]]></category> <category><![CDATA[planning]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[strategi seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=821</guid> <description><![CDATA[Upaya SEO tidak ada gunanya kalau anda tidak punya gambaran jelas tentang: tujuan situs yang di-SEO-kan siapa yang menjadi target pengunjungnya apa yang anda ingin mereka lakukan apa tujuan jangka panjang anda kemajuan yang dicapai dari waktu ke waktu Selain itu, anda harus tahu cara terbaik untuk menarik perhatian audien (kata kunci yang paling menarik <a href="http://dhany.web.id/seo-penentuan-tujuan.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Upaya SEO tidak ada gunanya kalau anda tidak punya gambaran jelas tentang:</p><ul><li>tujuan situs yang di-SEO-kan</li><li>siapa yang menjadi target pengunjungnya</li><li>apa yang anda ingin mereka lakukan</li><li>apa tujuan jangka panjang anda</li><li>kemajuan yang dicapai dari waktu ke waktu</li></ul><p>Selain itu, anda harus tahu cara terbaik untuk menarik perhatian audien (kata kunci yang paling menarik perhatian) dan berapa besar upaya yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan (analisa persaingan/<em>competitive analysis</em>). Ini akan dibahas nanti, sabar ya.</p><h2>Apa Tujuan Situs Anda?</h2><p>Tentukan tujuan yang hendak dicapai oleh situs anda, tuliskan besar-besar pada kertas atau whiteboard atau media apapun yang mudah terlihat, jangan menulisnya pada komputer kalau harus membuka filenya dulu secara manual.</p><p>Bagi sebagian orang, situs adalah perpanjangan kehidupan/minat/bisnis mereka, bertujuan untuk mempublikasikan dan menarik perhatian atas apa yang dikerjakan di dunia <em>offline</em>. Untuk yang lainnya, situs ADALAH minat/bisnis itu sendiri. Perbedaan ini tentu mempengaruhi banyak hal dan prioritas.</p><p>Apa tujuan utama situs anda? Apakah untuk <span id="more-821"></span>menjual sesuatu? Apakah untuk menarik subscriber ke <em>mailing list</em>? Apakah sebagai etalase <em>online </em>untuk menyediakan informasi dasar tentang produk anda pada kustomer?</p><p>Untuk sebagian perusahaan, <em>branding </em>adalah tujuan utama memiliki situs. Untuk perusahaan lain, situs berfungsi sebagai sarana pembangun komunitas untuk produk dan/atau jasa mereka.</p><p>Tujuan anda (atau tujuan perusahaan ) dan strategi bisnis yang digunakan memiliki pengaruh besar pada cara <em>setup</em> dan kegunaan situs tersebut.</p><p>Untuk mempermudah, saya beri dua contoh, berupa kasus ril sebuah perusahaan <em>online</em>, dan contoh fiktif sebuah bisnis <em>offline </em>yang ingin memanfaatkan website untuk menghasilkan klien.</p><h2>Contoh #1:</h2><p>Misal StatCounter, sebuah perusahaan <em>online </em>yang dikenal menyediakan jasa <em>traffic tracking</em>. StatCounter menyediakan layanan <em>hit counter</em> yang mudah digunakan, non-intrusif dan gratis, tentu saja itu cuma &#8216;pemanis&#8217; agar orang mencoba layanan mereka sebelum menjual jasa berbayarnya (yang menghilangkan berbagai limitasi versi gratis).</p><p>Jadi kira-kira apa tujuan utama StatCounter?</p><p><strong>Tujuan Utama:</strong> Menyediakan layanan <em>hit tracking</em> berbayar terbaik</p><p>Tujuan utama akan membantu anda fokus dan tetap pada jalur yang benar ketika anda memutuskan apa yang hendak dilakukan dengan situs tersebut. Tujuan bisa lebih dari satu, untuk itu anda membaginya menjadi satu tujuan utama dan satu (atau lebih) tujuan sekunder.</p><p>Kembali pada contoh StatCounter, <em>secondary goal</em> mereka kira-kira adalah:</p><p><strong><em>Secondary Goal</em>:</strong> Menjual ruang iklan untuk monetisasi popularitas dan trafik pengunjung sebagai <em>income</em> tambahan.</p><h2>Contoh #2:</h2><p>Bayangkan kasus imajiner tentang desainer web <em>freelance</em>; Mbah Urip, yang ingin menggunakan situsnya untuk presentasi portofolio (hasil karya). Kebetulan Mbah Urip ini punya hasrat mengajar dan ingin membagikan pengetahuan melalui situsnya. Tambahan lagi, Mbah Urip ingin mendapat <em>income </em>ekstra selain dari jasa desain, maka ia juga ingin menjual <em>template </em>situs dan <em>custom script</em> di websitenya.</p><p><strong>Tujuan Utama:</strong> Untuk menarik perhatian calon klien</p><p><strong>Secondary Goal #1:</strong> Menulis tentang teknik-teknik desain web dan berbagi pengetahuan</p><p><strong>Secondary Goal #2: </strong>Mendapat <em>income </em>dari menjual <em>script </em>dan <em>template</em></p><p>Yang bagus dari contoh kedua ini bahwa tujuan-tujuan sekunder mbah Urip mendukung dan masih berhubungan erat dengan tujuan utamanya &#8211; <em>template </em>dan artikel adalah sarana tambahan untuk menarik lebih banyak kustomer/klien.</p><p>Idealnya tujuan sekunder dibatasi sampai paling banyak 3 (lebih sedikit lebih baik). Fokus tunggal sangat membantu dalam mempertajam upaya-upaya SEO anda.</p><p>Tentu saja memiliki banyak tujuan dan berharap banyak hal dari situs anda juga bukan sesuatu yang terlarang. Kalau begitu, bagaimanapun caranya pastikan bahwa anda tidak kehilangan fokus dan membiarkan tujuan berkembang terlalu banyak sehingga tidak satupun yang tercapai.</p><p>Langit boleh saja jadi tujuan, tapi ingat bahwa anda harus menempuhnya langkah demi langkah. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/seo-penentuan-tujuan.html.pdf"> <span>SEO: Penentuan Tujuan</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/seo-penentuan-tujuan.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> <item><title>Membuat Rencana SEO</title><link>http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html</link> <comments>http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 29 Jan 2010 12:14:34 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[Manajemen]]></category> <category><![CDATA[arsitektur situs]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[duplicate content]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[planning]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[sitemap]]></category> <category><![CDATA[trust]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=676</guid> <description><![CDATA[Sia-sia saja punya informasi tapi tidak punya pengetahuan dan keinginan untuk menggunakannya secara efektif. Anda sedang membaca salah satu artikel Panduan SEO, jadi saya anggap anda punya keinginan untuk memanfaatkan ilmu SEO. Setelah punya keinginan, anda harus punya rencana. Dalam ilmu manajemen, rencana terbaik adalah rencana yang fleksibel, tapi mengandung detail yang cukup untuk memandu <a href="http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Sia-sia saja punya informasi tapi tidak punya pengetahuan dan keinginan untuk menggunakannya secara efektif. Anda sedang membaca salah satu artikel <a href="http://dhany.web.id/panduan-seo">Panduan SEO</a>, jadi saya anggap anda punya keinginan untuk memanfaatkan ilmu SEO.</p><p>Setelah punya keinginan, anda harus punya rencana. Dalam ilmu manajemen, rencana terbaik adalah rencana yang fleksibel, tapi mengandung detail yang cukup untuk memandu anda dan memungkinkan anda untuk memodifikasinya sesuai kebutuhan.</p><p>Artikel ini akan memperkenalkan 4 fase dalam perencanaan SEO.</p><p>Kenapa 4, bukan 5 atau 3? Yah, karena buat saya 4 langkah ini memberikan hasil terbaik &#8211; dan 4 langkah ini adalah <em>template </em>dasar untuk kampanye SEO yang biasa saya lakukan. Empat fase ini bukan sesuatu yang baku, silakan saja anda ubah (bukan dikurangi substansinya). Misal pada fase peluncuran situs, kalau anda merasa fase tersebut sebaiknya dipecah menjadi 2, lakukan saja. Kemudian kalau anda mau menggabungkan langkah 2 dan 3 (optimalisasi situs dan peluncuran situs), silakan gabungkan. Bebas.</p><p>Apapun perubahan yang anda buat, tetap lakukan langkah-langkah yang harus dilakukan, diubah boleh, dikurangi jangan. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-676"></span></p><h2>Fase 1: Riset</h2><p>Ini bagian penting pertama dari perencanaan SEO dan sebetulnya tidak terlalu sulit dan membosankan seperti yang diduga banyak calon pejuang SEO.</p><p>Harus diakui, saya bukan orang yang suka tenggelam dalam perencanaan dan riset ini. Saya sendiri biasanya &#8216;<em>just do it</em>&#8216; dan memperbaiki berbagai hal belakangan. Riset harus dilakukan, tapi jangan sampai membuat anda terlalu banyak menimbang sehingga tidak pernah beraksi.</p><p>Fase riset ini juga sangat mudah dilewatkan, bisa karena tidak tahu caranya, bisa karena godaan untuk &#8216;<em>just do it</em>&#8216; terlalu tinggi pada saat menemukan sesuatu yang menurut anda menarik.</p><p>Apapun alasannya, ingat satu hal; kalau anda ingin menaklukkan segmen pasar yang diincar, anda HARUS melakukan riset. Titik.</p><p><strong>Penentuan Tujuan</strong></p><p>Apa tujuan situs anda, bayangkan audien ideal untuk situs tersebut.</p><p><em><strong>Keyword Research</strong></em></p><p>Kalau anda sudah tahu topik yang akan diambil (dan punya gambaran tentang audien anda), kumpulkan kata kunci apa saja yang biasa digunakan dan data yang terkait dengan <em>keyword </em>tersebut.</p><p><em><strong>Competitive Analysis</strong></em></p><p>Analisis persaingan yang akan dihadapi. Siapa yang menjadi pesaing, dan apa yang sudah mereka lakukan dalam SEO/<em>online marketing</em>.</p><h2>Fase 2: Membangun/Optimalisasi Situs</h2><p>Fase ini berbeda untuk tiap proyek SEO, tergantung pada apakah situs tersebut baru atau lama/mapan.</p><p><strong><em>Keyword </em>dan Konten Situs</strong></p><p>Bagaimana cara menggunakan <em>keyword </em>pada situs anda, bagaimana memecah kata-kata kunci tersebut pada beberapa halaman dan bagaimana cara mengorganisir situs berdasarkan kata kunci.</p><p><em><strong>On-Page SEO</strong></em></p><p>Optimalisasi elemen halaman situs; tag title, tag meta, penggunaan keyword dan hindari duplikasi konten.</p><p><strong>Arsitektur Situs</strong></p><p><a title="SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Situs" href="http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html">Arsitektur situs</a> adalah tentang bagaimana anda mengatur halaman-halaman situs (<em>internal linking</em>), <em>search engine friendly</em> URL dan penggunaan <em>sitemap</em>.</p><h2>Fase 3: Peluncuran Situs</h2><p><strong>Dasar-dasar <em>Link Building</em></strong></p><p>Hal-hal dasar pada praktek <em>link building</em> yang efektif, jenis tautan yang dibutuhkan, dan bagaimana anda akan melakukannya dalam jangka panjang.</p><p><em><strong>Site Launch Links</strong></em></p><p>Jenis-jenis tautan yang dibutuhkan saat situs diluncurkan (<em>go online</em>) agar eksistensinya diketahui mesin pencari, agar halaman-halaman situs ter-indeks dan sekaligus terdongkrak posisinya karena <a title="trust dan authority - Apa sih yang Google mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html"><em>trust </em>dan </a><em><a title="trust dan authority - Apa sih yang Google mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html">authority</a> </em>yang diperoleh.</p><h2>Fase 4: SEO Jangka Panjang</h2><p>Sudah dijelaskan dari awal bahwa <a title="Pola Pikir SEO" href="http://dhany.web.id/pola-pikir-seo.html"><em>Search Engine Marketing</em> adalah komitmen jangka panjang</a> dan harus dilakukan secara konsisten. Ini berarti anda harus konsisten membangun konten, konsisten melakukan <em>link building</em> dan konsisten memonitor hasil pekerjaan anda (berdasarkan trafik dan posisi pada SERP), kemudian lakukan <em>fine tuning</em> (penyempurnaan) pada aktivitas SEO anda.</p><p><strong>Sumber-sumber Tautan</strong></p><p>Dari mana situs anda mendapat tautan? Nanti akan ditunjukkan 10 sumber tautan dan cara menemukannya.</p><p><em><strong>Link Partner</strong></em></p><p>Bagaimana menggunakan mesin pencari untuk menemukan <em>link partner</em> yang potensial.</p><p><strong>Penilaian Tautan</strong></p><p>Bagaimana menilai kualitas sebuah tautan, dan bagaimana kualitas ini mempengaruhi praktek <em>link building</em>.</p><p><strong>Konten Berkualitas</strong></p><p>Konten bagaimana yang tepat untuk menyisipkan tautan dan bagaimana membentuk kebiasaan untuk membuat konten berkualitas.</p><p><em><strong>Monitoring</strong></em></p><p>Menggunakan <em>tools analisis</em> dan <em>search ranking data</em> untuk mempersempit dan mengarahkan kampanye SEO/<em>link building</em>.</p><p>Itulah hal-hal yang harus anda ketahui dan cantumkan pada saat membuat rencana SEO. Ini hanya gambaran dulu. Setiap fase diatas akan dijelaskan dalam artikel-artikel tersendiri.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html.pdf"> <span>Membuat Rencana SEO</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/membuat-rencana-seo.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>13</slash:comments> </item> <item><title>SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Tautan Bag.2</title><link>http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-22.html</link> <comments>http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-22.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 22 Jan 2010 00:11:40 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[co-citation]]></category> <category><![CDATA[derajat referensi]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[relevansi]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=629</guid> <description><![CDATA[Masih tentang faktor penilaian mesin pencari berdasarkan tautan (link-based ranking factors) menyambung artikel sebelumnya. Relevansi halaman yang menaut Relevansi halaman yang menaut dinilai berdasarkan: Konten dari halaman tersebut Link profile halaman yang menaut (untuk menentukan topik kunci halaman tersebut). Tautan dari halaman-halaman yang terkait lebih bernilai daripada halaman-halaman off-topic (misal halaman tentang wedding menaut ke <a href="http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-22.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Masih tentang faktor penilaian mesin pencari berdasarkan tautan (<em>link-based ranking factors</em>) menyambung <a title="SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Tautan" href="http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-2.html">artikel sebelumnya</a>.</p><h2>Relevansi halaman yang menaut</h2><p><a title="Relevansi - Apa sih yang Google Mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html">Relevansi</a> halaman yang menaut dinilai berdasarkan:</p><ul><li>Konten dari halaman tersebut</li><li><em>Link profile</em> halaman yang menaut (untuk menentukan topik kunci halaman tersebut).</li></ul><p>Tautan dari halaman-halaman yang terkait lebih bernilai daripada halaman-halaman <em>off-topic</em> (misal halaman tentang <em>wedding </em>menaut ke halaman tentang <em>cat food.</em></p><h2>Relevansi situs yang menaungi halaman yang menaut</h2><p>Sama, kecuali relevansi yang satu ini berlaku untuk website itu sendiri secara menyeluruh alih-alih satu halaman tertentu.<span id="more-629"></span></p><h2><em>PageRank</em> (PR) halaman yang menaut</h2><p><em><a title="Google Pagerank Masih Penting" href="http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html">PageRank</a> </em>halaman yang menaut punya pengaruh langsung terhadap nilai tautan yang dihasilkan halaman tersebut.</p><h2><em>PageRank</em> (PR) situs yang menaungi halaman yang menaut</h2><p>Sama, kecuali yang satu ini berlaku untuk website itu sendiri secara menyeluruh alih-alih satu halaman tertentu. (copy &#8211; paste mode: on) <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p><h2>Derajat referensi</h2><p>Nah loh&#8230; makhluk apa pula? Sederhanyanya; derajat kepercayaan/<em>trust </em>yang &#8216;dianugerahkan&#8217; mesin pencari pada sebuah tautan berdasarkan penggunaan tautan tersebut di sebuah halaman.</p><p>Masih belum jelas? Jadi begini, contoh menu navigasi. Link menu ini &#8211; yang biasanya mengarah ke halaman-halaman internal &#8211; tentu saja adalah komponen penting (susah kan kalo halaman web ngga ada menunya), oleh karena itu tautan pada menu mendapat gelar <em>trusted</em> secara tersirat, walaupun tidak <em>in-context</em> atau &#8216;sesuai topik&#8217;.</p><p>Adapun daftar <em>link </em>pada <em>sidebar </em>biasanya tidak terlalu berharga kalau tidak ada konten editorial di sekitarnya, alasannya karena tautan-tautan ini dipandang tidak punya fungsi penting pada sebuah situs.</p><p><em>In-context link</em> adalah hal penting, tapi ada dua hal yang harus diperhatikan; (1) <em>topical relevance</em> dan (2) riwayat situs. Daftar tautan pada <em>sidebar </em>yang dianggap paling tidak bernilai tapi tercantum pada situs dengan sejarah tautan yang baik bisa diberi status &#8216;<em>trusted</em>&#8216;, sebaliknya <em>in-context link</em> yang dianggap punya nilai terbesar tapi tercantum pada situs yang punya kebiasaan &#8216;asal naut&#8217; bisa diabaikan sama sekali oleh mesin pencari (<em>discounted</em>).<br /> Sekali lagi, perhatikan &#8216;cara bergaul&#8217; situs anda.</p><h2><em>Co-Citation</em></h2><p><em>Co-citation</em> adalah metode yang digunakan untuk menentukan kesamaan topik (<em>topical similarity</em>) antara dua item (dalam urusan SEO berarti dua halaman web atau dua situs).</p><p>Misal, kalau A dan B dikutip oleh C, maka A dan B ini dianggap terkait meskipun tidak saling menaut secara langsung. Kalau A dan B dikutip oleh lebih banyak halaman/situs (X, Y, dan Z), maka relasi A dan B semakin kuat (bisa dianggap mirip). Kemiripan ini dimanfaatkan untuk menilai kualitas sebuah halaman/situs/sumber.</p><p>Banyak ya poin-poin nya. Sekarang bagaimana itu semua mempengaruhi praktek <em>link building</em> anda?</p><p><em>In-context link</em> memang penting, tapi &#8216;mencari&#8217; situs yang biasa me-referensikan sumber-sumber yang punya otoritas dalam topik niche anda dan menghindari situs-situs yang tidak ada hubungan dan tidak punya otoritas juga sama pentingnya dalam upaya <em>link building</em> yang penuh seni ini. Dengan kata lain, coba upayakan tautan dari situs-situs yang biasa menaut ke situs-situs utama pada niche anda.<br /> Diskriminatif? Mungkin, tergantung segmentasinya juga. Kalau kita bicara SEO, seperti inilah dunianya saat ini.</p><p>Okey, sekarang kita punya pemahaman mendasar tentang cara kerja dan faktor-faktor penilaian utama mesin pencari, lanjut ke seluk beluk menjalankan kampanye SEO dalam artikel-artikel selanjutnya.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-22.html.pdf"> <span>SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Tautan Bag.2</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-22.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>7</slash:comments> </item> <item><title>SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Tautan</title><link>http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-2.html</link> <comments>http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-2.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 21 Jan 2010 05:51:13 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[anchor text]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[link age]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[link growth]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[sandbox]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[topical authority]]></category> <category><![CDATA[trust]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=625</guid> <description><![CDATA[Link based analysis membentuk inti algoritma penilaian oleh mesin pencari, bahkan site based factors yang dijelaskan sebelumnya memperhitungkan tautan/link pada satu atau beberapa bagian. Nah, saya tidak ingin terobsesi dengan urusan link, tapi tetap harus dijelaskan sepenting apa link-based factors ini terhadap posisi situs anda di mesin pencari. Jadi bagaimana cara membangun tautan (link building) <a href="http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-2.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><em>Link based analysis</em> membentuk inti algoritma penilaian oleh mesin pencari, bahkan <em>site based factors</em> yang dijelaskan sebelumnya memperhitungkan tautan/link pada satu atau beberapa bagian.</p><p>Nah, saya tidak ingin terobsesi dengan urusan <em>link</em>, tapi tetap harus dijelaskan sepenting apa <em>link-based factors</em> ini terhadap posisi situs anda di mesin pencari.</p><p>Jadi bagaimana cara membangun tautan (<em>link building</em>) yang tepat? Silakan lahap artikel 2 bagian ini sampai habis.<span id="more-625"></span></p><h2>Usia Tautan (<em>Link Age</em>)</h2><p>Seiring dengan perkembangan teknologi pencarian, mesin-mesin pencari terus berupaya untuk menyaring konten spam dari <a title="Komponen SERP: Search Engine Results Page" href="http://dhany.web.id/komponen-serp-search-engine-results-page.html">halaman hasil pencarian (SERP &#8211; <em>Search Engine Result Page</em>)</a>, salah satu caranya berdasarkan otoritas (<em>authority</em>) dan kualitas tautan dengan menilai <em>link age</em>. Apa itu <em>link age</em>? Yaitu waktu sejak pertama kali ditemukannya sebuah tautan oleh mesin pencari.</p><p>Ini terkait erat dengan <a title="Google Sandbox – Indikator Kualitas Berbasis Waktu" href="http://dhany.web.id/google-sandbox-indikator-kualitas-berbasis-waktu.html">penjelasan tentang <em>Sandbox</em></a>. Situs-situs yang sudah <em>online </em>cukup lama dan mapan biasanya punya sifat berikut; tautan yang sudah &#8216;berumur&#8217;, halaman-halaman internal yang saling terkait, dan &#8216;gelar&#8217; <em>topical authority</em>. Mesin pencari menggunakan profil generik ini sebagai ukuran kepercayaan (<em>trust</em>). Bagi anda pelaku SEO, tautan berkualitas harus punya usia tertentu sebelum efeknya dapat dirasakan secara maksimal.</p><p>Aspek usia tautan juga berkaitan dengan penilaian atas seberapa permanen tautan tersebut merujuk sumber lainnya. Suka atau tidak, tautan yang berumur diberi nilai lebih karena dianggap memiliki nilai referensi jangka panjang &#8211; Perihal apakah tautan ini sebetulnya lupa dihapus oleh pemilik situs atau memang sengaja dipelihara, itu lain cerita.</p><h2><em>Link Growth</em></h2><p>Terjemahan langsungnya apa ya? Intinya, mesin pencari &#8216;memantau&#8217; apakah tautan ke sebuah situs atau halaman web terus bertambah dalam suatu periode.</p><p>Sebuah situs atau web page (sudah tahu bedanya kan?) yang terus mendapat tautan (dijadikan referensi) di masa yang akan datang adalah indikasi kuat bahwa informasinya masih relevan dan berguna, ini kunci untuk mendapatkan otoritas di mata mesin pencari.</p><p>Mesin-mesin pencari sangat efektif dalam mengukur pertumbuhan tautan&#8230; halah&#8230; <em>link growth</em> dan dalam menganalisis apakah pola pertumbuhannya alami atau artifisial (buatan).</p><p>Kekurangan metode ini adalah bahwa situs-situs populer akan terus mendapat tautan, sementara situs-situs yang kurang populer dan tidak banyak menawarkan nilai tambah tidak akan sesukses itu karena hanya sedikit orang yang menemukan dan menaut. Yang &#8216;kaya&#8217; makin kaya dengan cepat, yang &#8216;miskin&#8217; lama kayanya.</p><h2><em>Anchor text</em> pada tautan</h2><p><em>Anchor text</em> digunakan untuk &#8216;menjelaskan&#8217; tujuan sebuah tautan &#8211; misal sebuah link ke halaman yang berisi review tentang headset Bluetooth, idealnya memiliki <em>anchor text</em> &#8216;Review headset Bluetooth&#8217; atau &#8216;Bluetooth headset reviews&#8217; kalau halaman tersebut in English.</p><p>Mesin pencari menggunakan <em>anchor text</em> untuk men-judge topik tautan dari &#8216;penjelasan&#8217; yang diberikan situs yang menaut. Tentu saja ini mudah dimanipulasi. Dugaan saya, untuk meminimalisirnya mesin pencari menggabungkan kepercayaan (<em>trust</em>) terhadap halaman dan situsnya dengan <em>anchor text</em> yang ditampilkan.</p><p>Maksudnya, mesin pencari bukan hanya melihat <em>anchor text</em>-nya, tapi juga konten yang mengelilingi tautan tersebut &#8211; dan sebetulnya konteks konten ini lebih efektif dalam &#8216;menjelaskan&#8217; tautan daripada <em>anchor text</em> tautan itu sendiri.</p><h2><em>Topical authority</em> halaman yang menaut</h2><p>Seperti yang dijelaskan dalam artikel sebelumnya tentang <a title="SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Situs" href="http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html">faktor-faktor penilaian mesin pencari pada sebuah situs</a>, <em>topical authority</em> ditentukan dengan mengevaluasi nilai agregat/umum seluruh referensi ke sebuah halaman, baik dari lingkup <em>topical community</em> dan dari luar.</p><p>Mendapat link dari halaman dengan topical authority yang sesuai dengan niche situs atau topik halaman web anda adalah cara fokus (walaupun relatif lebih sulit) untuk memapankan otoritas situs atau halaman web anda dibandingkan dengan hanya mengandalkan <a title="Google Pagerank Masih Penting" href="http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html">PageRank/PR</a>, meski PageRank mempengaruhi <em>link value</em> juga (dan lebih gampang karena PageRank mudah terlihat).</p><h2><em>Topical authority</em> situs yang menaungi halaman yang menaut</h2><p>Bingung? <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> Intinya sama dengan di atas, hanya, yang satu ini diterapkan dengan fokus website secara menyeluruh alih-alih satu halaman tertentu.</p><p>Sementara sudah dulu. Lanjut ke Faktor Penilaian Berdasarkan Tautan Bagian 2 dalam artikel berikutnya.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-2.html.pdf"> <span>SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Tautan</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/seo-faktor-penilaian-berdasarkan-tautan-2.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>8</slash:comments> </item> <item><title>SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Situs</title><link>http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html</link> <comments>http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 15 Jan 2010 01:33:50 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[arsitektur situs]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[link building]]></category> <category><![CDATA[link popularity]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[topical authority]]></category> <category><![CDATA[trust]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=561</guid> <description><![CDATA[Selain faktor pemeringkatan on-page dan link based (link based ranking factors &#8211; akan dibahas dalam artikel selanjutnya), ada sejumlah faktor yang diperhitungkan untuk menilai domain (website) itu secara menyeluruh (bukan halaman secara individu &#8211; web page). Memang faktor domain/situs ini kemudian mempengaruhi lagi halaman web. Sebelum diteruskan, harap pahami dulu perbedaan website dan web page. <a href="http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Selain faktor pemeringkatan <em>on-page</em> dan <em>link based</em> (<em>link based ranking factors</em> &#8211; akan dibahas dalam artikel selanjutnya), ada sejumlah faktor yang diperhitungkan untuk menilai domain (<em>website</em>) itu secara menyeluruh (bukan halaman secara individu &#8211; <em>web page</em>). Memang faktor domain/situs ini kemudian mempengaruhi lagi halaman web. Sebelum diteruskan, harap pahami dulu perbedaan <em>website </em>dan <em>web page</em>.</p><h2>Link Popularity</h2><p><em>Link popularity</em> adalah ukuran yang menyatakan jumlah tautan yang menunjuk/mengarah ke sebuah website. Mesin pencari melibatkan kualitas tautan (<em>link quality</em>)  untuk mengevaluasi nilai dan seberapa penting tautan-tautan ini, kemudian memberi bobot yang berbeda pada tiap tautan tergantung pada kualitasnya (<em>link quality</em> akan dibahas lebih lanjut dalam artikel tentang <em>link building</em>).</p><p>Kenapa <em>link popularity</em> ini harus diperhatikan? <span id="more-561"></span>Karena seperti halnya <em>link quality</em>, punya banyak <em>inbound links</em> &#8211; artinya banyak situs lain yang &#8216;<em>vote</em>&#8216; untuk situs anda &#8211; adalah sesuatu yang sangat diperhatikan oleh mesin pencari. Dan seperti yang akan atau mungkin sudah anda pahami, kalau anda bisa menghindari tautan yang &#8216;tidak berkualitas&#8217;, maka link yang anda dapat akan mendongkrak posisi di mesin pencari, dan memang itu yang anda mau kan?</p><h2>Topical authority</h2><p>Pertama harus dijelaskan dulu tentang <em>topical community</em>, yaitu perspektif yang dimiliki mesin pencari terhadap sekelompok website yang saling menaut dan memiliki kesamaan topik/tema.</p><p>Bisa dipastikan bahwa untuk setiap <em>niche</em> akan terbentuk komunitas atau hub inti dengan banyak situs dan tautan yang saling terhubung. Situs-situs ini dianggap sebagai <em>topical authority sites</em>, dan untuk <em>niche</em> atau sektor apapun yang anda terjuni, tujuan anda adalah untuk menempatkan situs anda sebagai bagian dari <em>authority </em>pada <em>niche</em> tersebut.</p><p>Tautan dari situs-situs dalam <em>topical community</em> punya nilai lebih karena dianggap besar kemungkinannya situs-situs tersebut saling mengevaluasi secara kritis dan objektif daripada situs lain yang tidak familier dengan topik komunitas tersebut.</p><h2>Topik Situs</h2><p>Topik utama sebuah situs (yang ditentukan mesin pencari dengan menganalisis halaman-halaman yang terkandung di dalamnya) mempengaruhi seberapa kuat halaman-halaman tersebut mampu menanjak menuju posisi puncak untuk pencarian <em>on-topic</em> (serupa) dan <em>off-topic</em> (beda niche).</p><p><em>Website </em>dengan sub-topik khusus mampu menempati posisi lebih tinggi daripada situs dengan topik umum (seperti blog bala-bala ini). Tapi ini bisa saja tidak berlaku bagi situs yang memang sudah mendapat <em>trust</em> dan <em>authority</em>. Contohnya <a href="http://www.bbc.co.uk" target="_blank">BBC</a> atau <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama" target="_blank">Wikipedia</a> yang meliput banyak topik yang luar biasa luasnya, walaupun sangat luas, situs-situs seperti ini mampu mendominasi mesin pencari untuk kebanyakan atau bahkan semua topik yang ada di dalamnya.</p><p>Yah&#8230; <em>big deal</em>, kebanyakan dari kita tidak akan membuat situs seperti kedua situs besar tersebut, jadi usahakan fokus saja.</p><h2>Arsitektur Situs</h2><p>Tentang struktur internal situs &#8211; bagaimana halaman saling terkait, bagaimana kategorisasi digunakan dan bagaimana konten tersegmentasi pada berbagai kategori.</p><p>Seperti halnya tautan eksternal yang dianggap sebagai <em>vote</em>, tautan dari satu halaman pada situs yang sama juga dianggap sebagai <em>vote</em>. <em>Internal linking</em> seperti ini diperhitungkan oleh mesin pencari sebagai poin tersendiri dalam kemudahan navigasi.</p><p>Cara anda men-<em>setup </em>situs menentukan; seberapa cepat situs tersebut dijelajah oleh bot mesin pencari, apakah semua halaman internal dapat ditemukan atau tidak, dan seberapa dominan halaman-halaman tersebut pada <a title="Komponen SERP: Search Engine Results Page" href="http://dhany.web.id/komponen-serp-search-engine-results-page.html">SERP</a>. Tentu hal ini harus didukung oleh kuantitas, <a title="Google Pagerank Masih Penting" href="http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html">Pagerank</a> dan kualitas tautan eksternal yang &#8216;menunjuk&#8217; situs anda.</p><p><strong>Tips:</strong></p><ul><li>Buat seksi-seksi/kategorisasi berbeda kemudian masukkan konten yang &#8216;cukup&#8217; ke dalam kategori-kategori tersebut. Lakukan <em>cross-link</em> (bisa dengan cara membuat halaman yang cocok untuk dua kategori atau lebih) tapi pastikan bahwa kategorisasi (dan sub-kategorisasi), serta konten yang dibuat jelas, bukan sekedar suka-suka dan tidak terkait (sekali lagi, blog bala-bala ini bukan contoh yang baik).</li><li>Gunakan menu navigasi untuk menandai seksi-seksi atau kategori utama dan munculkan navigasi ini pada seluruh halaman situs.</li><li>Kembangkan <em>reusable system</em> &#8211; kombinasi yang sudah dijelaskan di atas, yaitu strategi <em>internal linking</em> + navigasi standar agar halaman-halaman utama bisa terekspos secara maksimal.</li><li>Gunakan <em>sitemap</em> untuk membantu mesin pencari menemukan semua halaman pada situs (tanpa <em>sitemap</em> ranking situs tidak akan melorot, adapun tidak akan mendongkrak, tapi keberadaan <em>sitemap </em>mempermudah mesin pencari untuk menemukan dan meng-indeks halaman-halaman baru).</li></ul><h2>Kepercayaan (Trust)</h2><p>Lagi-lagi soal <em>trust</em>. Bagaimana cara mesin pencari menilai &#8216;<em>trust</em>&#8216;? Ini bukan pertanyaan yang gampang dijawab, dan jujur saja saya tidak tahu dan tidak ada yang tahu jawaban tepatnya (kecuali Google <em>dong</em>).</p><p>Bagaimana kita menganggap sebuah situs &#8216;terpercaya&#8217;? Nah, untuk ini lazimnya ada tiga cara:</p><ol><li>Sebuah situs kita percayai karena menyediakan informasi akurat, dapat diandalkan (<em>reliable</em>) dan tepat waktu.</li><li>Kita mempercayai sebuah situs karena hanya merekomendasikan situs-situs yang sesuai kriteria pertama di atas.</li><li>Sebuah situs mendapat <em>trust </em>dari kita karena direkomendasikan oleh situs-situs yang punya otoritas.</li></ol><p>Dengan kata lain, <em>trust </em>ditetapkan berdasarkan <em><a title="Relevansi - Apa sih yang Google Mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html">relevancy</a>, <a title="Authority: Apa sih yang Google Mau? - Bagian 2" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html">authority</a> </em>(poin 1 dan 3) dan &#8216;pola pergaulan&#8217; (poin 2). Kalau sebuah situs mendapat status <em>topical authority</em> dan menaut hanya ke situs-situs yang punya otoritas juga, maka situs tersebut &#8216;dipercaya&#8217; oleh mesin pencari.</p><p><strong>Tapi apa artinya kepercayaan ini?</strong></p><p><em>Trust </em>digunakan dalam konteks ini untuk mengevaluasi tautan yang menunjuk ke sebuah situs &#8211; sebuah <em>link </em>dari situs yang &#8216;terpercaya&#8217; akan punya nilai lebih daripada tautan dari situs yang &#8216;tidak terpercaya&#8217;.</p><p>Praktisnya: kalau Site A konsisten menaut ke situs-situs berkualitas tinggi (yang ditetapkan mesin pencari) dan kemudian Site A ini menaut ke situs anda, maka tautan yang anda dapat dari Site A punya nilai lebih di mata mesin pencari. Sedangkan <em>link </em>dari misal Site B, yang biasa menaut ke siapa saja tanpa peduli siapa yang ditaut dan bagaimana &#8216;reputasinya&#8217;, dianggap tidak berharga.</p><p>Jadi, <span style="text-decoration: underline;"><em>jaim </em>itu memang perlu</span>. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p><p><em>Trust </em>atau kepercayaan ini menjadi faktor yang semakin penting di masa yang akan datang, dengan berbagai perubahan pada algoritma mesin pencari yang mulai memperhitungkan dan memberi bobot besar pada sejarah situs (ranking, pola <em>link building</em>, pola menaut/<em>link-out</em>, pola penambahan konten, dlsb).<br /> Nah, cobalah untuk menjaga dan memperhatikan <em>track-record</em> situs anda dengan baik.</p><p>Fiuh&#8230; tepat 900 kata. Kurang lebihnya, hitung aja sendiri. <img src='http://dhany.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> Saatnya diakhiri &amp; have a nice weekend.<br /> Artikel selanjutnya tentang <em>link based ranking factors</em>. Jangan lupa <a title="Pantau Dhany.web.id via email" href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=dhany&amp;loc=en_US" target="_blank" rel="nofollow">pantau</a> ya.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html.pdf"> <span>SEO: Faktor Penilaian Berdasarkan Situs</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/seo-site-based-ranking-factors.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>6</slash:comments> </item> <item><title>Faktor Pemeringkatan On-Page &#8211; Bag. 2</title><link>http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage-bag2.html</link> <comments>http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage-bag2.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 13 Jan 2010 00:47:26 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[duplicate content]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=545</guid> <description><![CDATA[Pada artikel sebelumnya kita membahas 3 faktor pemeringkatan onpage dalam konteks SEO; Tag Title, Penggunaan Keyword, dan Struktur URL. Pada bagian ini kita lanjutkan tentang Tag Meta Description dan Duplicate Content. Tag Meta Description Tag Meta Description kecil pengaruhnya terhadap ranking di mesin pencari. Loh&#8230; terus kenapa dibahas? Ya, karena meta description ini sangat penting <a href="http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage-bag2.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Pada artikel sebelumnya kita membahas 3 faktor pemeringkatan onpage dalam konteks SEO; <em>Tag Title</em>, Penggunaan Keyword, dan Struktur URL. Pada bagian ini kita lanjutkan tentang <em>Tag Meta Description</em> dan <em>Duplicate Content</em>.</p><h2>Tag Meta Description</h2><p><em>Tag Meta Description</em> kecil pengaruhnya terhadap ranking di mesin pencari. Loh&#8230; terus kenapa dibahas? Ya, karena <em>meta description</em> ini sangat penting dalam menghasilkan deskripsi halaman <a title="Komponen SERP: Search Engine Results Page" href="http://dhany.web.id/komponen-serp-search-engine-results-page.html">pada SERP</a>. Di artikel sebelumnya dijelaskan bahwa <em>tag Title</em> harus ditulis dengan mengacu pada <em>branding value</em> dan mampu menarik minat pengguna mesin pencari untuk meng-klik judul tersebut, <span style="text-decoration: underline;"><em>meta description</em> juga harus menghasilkan nilai dan daya tarik yang sama</span>.</p><p>Penggunaan <em>keyword </em>pada tag ini (dan juga penggunaan <em>tag meta keywords</em>) memang tidak punya <em>impact </em>yang cukup untuk mendongkrak posisi, sehingga<span id="more-545"></span> bisa dianggap investasi waktu yang dikeluarkan kurang sepadan &#8211; tapi kalau anda membangun situs baru, pastikan setiap halaman situs anda memiliki <em>tag title, tag meta description</em> dan <em>tag meta keywords</em> yang unik.</p><p>Kalau anda punya kesempatan untuk mengatakan sebanyak mungkin tentang topik situs anda dan menarik sebanyak mungkin pengunjung yang terarah, kenapa tidak? Dan kalau tidak, kenapa juga anda pusing-pusing dengan SEO.</p><p>Peran utama <em>tag meta description</em> adalah untuk menghasilkan deskripsi halaman/situs pada hasil pencarian, dan satu alasan ini cukup untuk membuat saya mencantumkannya sebagai poin tersendiri.</p><h2>Duplicate Content</h2><p>Tiap mesin pencari punya cara berbeda untuk mengurus <em>duplicate content</em> dan memang sulit untuk melakukan eksperimen tersendiri atau memperhitungkan semua faktor-faktor yang mempengaruhinya.</p><p>Dua hal yang harus diingat:</p><ul><li>Meskipun mesin pencari melakukan tugasnya dengan baik dalam menyaring <em>duplicate content</em>, beberapa (bahkan banyak) halaman duplikat yang bisa &#8216;bertahan hidup&#8217;, dan memang ada sebabnya. Yaitu karena website atau halaman-halaman tersebut secara umum menyediakan konten unik milik mereka sendiri.<br /> Kalau anda mengkhawatirkan penalti <em>duplicate content</em> ini, pikirkan apa yang diberikan situs/halaman web anda pada pengguna/pengunjungnya. Kalau anda menawarkan sesuatu yang cukup signifikan untuk membuatnya unik, maka tidak usah khawatir dengan filter ini.</li></ul><ul><li>Filter <span style="text-decoration: underline;"><em>duplicate content</em> bersifat <em>negative-only</em></span>, artinya penalti akan diberikan hanya kalau halaman-halaman situs berisi salinan dari halaman-halaman lain, tapi kalau anda lolos dari filter ini tidak ada pengaruhnya terhadap ranking.</li></ul><p>Jadi dapat disimpulkan, ada 5 onpage ranking factor yang harus diperhatikan dalam SEO; <strong><a title="Faktor Pemeringkatan On-Page" href="http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage.html"><em>Tag Title</em>, Penggunaan Keyword, Struktur URL</a>, <em>Tag Meta Description</em>, dan <em>Duplicate Content</em></strong>.</p><p>Artikel berikutnya akan mengupas tentang <em>site-based ranking factors</em>. Btw. sudah <em>subscribe</em>? Kalau belum silakan pantau blog ini <a title="Pantau Dhany.web.id via email" href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=dhany&amp;loc=en_US" target="_blank" rel="nofollow">via email</a> atau <a title="Pantau Dhany.web.id via feed" href="http://dhany.web.id/feed" target="_blank" rel="nofollow">feed</a> reader. Salam.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage-bag2.html.pdf"> <span>Faktor Pemeringkatan On-Page - Bag. 2</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage-bag2.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Faktor Pemeringkatan On-Page</title><link>http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage.html</link> <comments>http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 10 Jan 2010 22:47:24 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[duplicate content]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=533</guid> <description><![CDATA[Berikut ini adalah item-item on-page (elemen-elemen halaman web) yang mempengaruhi posisi halaman tersebut pada SERP. Tag Title Pada kode HTML anda akan melihat tag Title sebagai &#60;title&#62;, tag ini tampil pada bagian atas jendela peramban dan muncul juga di SERP sebagai judul halaman web. Tag Title ini menunjukkan pada mesin pencari dan user tentang konten <a href="http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah item-item <em>on-page</em> (elemen-elemen halaman web) yang mempengaruhi posisi halaman tersebut pada SERP.</p><h2>Tag Title</h2><p>Pada kode HTML anda akan melihat <em>tag Title</em> sebagai <em>&lt;title&gt;</em>, tag ini tampil pada bagian atas jendela peramban dan muncul juga di <em><a title="Komponen SERP: Search Engine Results Page" href="http://dhany.web.id/komponen-serp-search-engine-results-page.html">SERP</a></em> sebagai judul halaman web. Tag Title ini menunjukkan pada mesin pencari dan user tentang konten halaman tersebut, jadi penting untuk:</p><ul><li>Membuat kata kunci (<em>keyword</em>) utama halaman web tercantum pada tag Title</li><li>Membuat judul halaman menarik untuk di-klik</li><li>Membuat tag Title se-unik dan sejelas mungkin untuk setiap halaman</li></ul><p>Upaya yang dikeluarkan untuk &#8216;mengasah&#8217; judul halaman ini sepadan dengan hasilnya, dan waktu yang diperlukan untuk &#8216;membetulkan&#8217; juga tidak lama. <span style="text-decoration: underline;">Tag title adalah elemen SEO penting pada semua mesin pencari utama</span>. Apa yang anda lakukan pada Title mempengaruhi posisi di mesin pencari.</p><h2>Penggunaan Keyword</h2><p>Optimalisasi keberadaan kata kunci pada suatu halaman web. Walaupun <span id="more-533"></span>halaman-halaman yang tidak terkait bisa saja punya posisi untuk <em>query </em>pencarian (<em>flaw </em>pada mesin pencari ketemu eksploitasi secara sengaja ataupun tidak), tapi secara normal penggunaan <em>keyword </em>memberi petunjuk pada mesin pencari tentang topik halaman tersebut (<a title="Relevansi - Apa sih yang Google Mau?" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau.html">relevansi</a> terhadap query pencarian).</p><p><span style="text-decoration: underline;">Frekuensi kata kunci</span> (jumlah kemunculan) harus diperhatikan, berikut ini patokannya:</p><ul><li>Mesin-mesin telusur internet menggunakan ambang frekuensi <em>keyword </em>yang berbeda untuk menentukan apakah kata kunci &#8216;terlalu sedikit&#8217; (kurang relevan) atau &#8216;terlalu banyak&#8217; (spam), jadi anda harus menemukan titik tengah.</li><li>Variasi <em>keyword </em>(penggunaan kata yang berbeda namun serupa artinya dengan <em>keyword </em>utama &#8211; sinonim) berdasarkan klusterisasi/kelompok kata kunci, punya pengaruh lebih besar di Google daripada mesin pencari lain.</li><li>Istilah terkait (kata-kata kunci yang tidak terlalu erat kaitannya dengan kata kunci utama &#8211; bedakan dengan kluster) juga penting karena mendukung relevansi topik dan digunakan untuk menentukan &#8216;kedalaman pengetahuan&#8217; (karenanya bisa dianggap sebagai ukuran <span style="text-decoration: underline;"><em>on-page topical authority</em></span>).</li></ul><p>Aplikasi praktisnya adalah dengan membuat halaman yang sangat fokus pada keyword tertentu &#8211; ini membuat anda (bisa sebagai webmaster bisa juga sebagai <em>content writer</em>) untuk: 1) mengulang kata kunci utama secara alami dan 2) menggunakan variasi kata kunci dan istilah-istilah terkait pada saat menulis tentang topik tersebut.</p><p>Dengan metode natural ini anda a) tidak akan terlalu dipusingkan tentang tema penulisan konten dan b) sudah cukup upaya (dalam hal penggunaan keyword) untuk mendapat posisi bagus pada ketiga mesin pencari utama.</p><h2>Struktur URL</h2><p>Seperti halnya <em>tag Title</em>, optimalisasi struktur URL adalah upaya SEO sederhana, waktu setup yang singkat, dan punya benefit jangka panjang (dalam hal branding dan peringkat di mesin pencari) namun masih banyak webmaster yang mengabaikannya atau malah mengacaukannya.</p><p>Berikut ini beberapa tips dalam mengelola URL yang <em>search engine friendly</em>:</p><ul><li>Gunakan URL statik alih-alih <em>database driven dynamic URL</em>. Kalau tidak memungkinkan, gunakan parameter dinamis sesedikit mungkin</li><li>Upayakan sesingkat (alih-alih menggunakan kalimat atau struktur folder yang panjang) dan se-deskriptif mungkin (alih-alih berupa angka)</li><li>Cantumkan kata kunci</li><li>Gunakan tanda sambung (<em>hyphen</em>) untuk pemisahan kata</li><li>Hilangkan <em>extra data</em> (alih-alih misal <em>dhany.web.id/category/category1/page1.htm</em>, lebih baik <em>dhany.web.id/category1/page1.htm</em>)</li></ul><p>Tentu saja walaupun anda tidak sepenuhnya mengikuti tips di atas, situs anda masih bisa dapat ranking bagus. Meski demikian, kalau anda memulai situs baru, upayakan untuk melakukan &#8216;hal benar&#8217; sebanyak mungkin sejak mula, lagipula <span style="text-decoration: underline;">optimalisasi struktur URL bukan hal sulit</span> untuk &#8216;dibuat benar&#8217;.</p><p>Artikel selanjutnya masih tentang Faktor Pemeringkatan On-Page, ngebahas soal <em>Tag Meta Description</em> dan <em>Duplicate Content. Don&#8217;t forget to check it out!</em></p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage.html.pdf"> <span>Faktor Pemeringkatan On-Page</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/faktor-pemeringkatan-onpage.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Google Pagerank Masih Penting</title><link>http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html</link> <comments>http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 07 Jan 2010 23:19:50 +0000</pubDate> <dc:creator>Dhany</dc:creator> <category><![CDATA[Belajar SEO]]></category> <category><![CDATA[authority]]></category> <category><![CDATA[crawling frequency]]></category> <category><![CDATA[link popularity]]></category> <category><![CDATA[mesin pencari]]></category> <category><![CDATA[pagerank]]></category> <category><![CDATA[seo]]></category> <category><![CDATA[serp]]></category><guid isPermaLink="false">http://dhany.web.id/?p=365</guid> <description><![CDATA[Belakangan ini berkembang pandangan bahwa PageRank (PR) sudah tidak penting, tapi kalau saya amati pernyataan tersebut seringkali terlalu didramatisir dan mencerminkan persepsi terbatas (mungkin juga disebabkan frustasi karena periode pembaruan nilai PageRank yang terlalu lama, sehingga efeknya sulit diamati). Google PageRank masih penting. Pernyataan ini bukan karena alasan komersil penggunaan PageRank untuk patokan harga dalam <a href="http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html#more-'" class="more-link">more pictures... »</a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini berkembang pandangan bahwa <em>PageRank</em> (PR) sudah tidak penting, tapi kalau saya amati pernyataan tersebut seringkali terlalu didramatisir dan mencerminkan persepsi terbatas (mungkin juga disebabkan frustasi karena periode pembaruan nilai PageRank yang terlalu lama, sehingga efeknya sulit diamati).</p><p><span style="text-decoration: underline;">Google PageRank masih penting</span>. Pernyataan ini bukan karena alasan komersil penggunaan PageRank untuk patokan harga dalam aktivitas jual beli tautan, namun karena kenyataannya Google juga masih menggunakan PageRank dalam <span id="more-365"></span>proses <em>crawling, indexing, dan ranking</em>-nya.</p><h2>Bagaimana PageRank (PR) mempengaruhi situs anda?</h2><ul><li>Sebuah halaman situs (<em>web page</em>) butuh level PR tertentu sebelum <a title="memahami mesin pencari" href="http://dhany.web.id/memahami-mesin-pencari-search-engine.html">Google bot</a> mengunjunginya &#8211; jadi agar situs anda terjelajah sepenuhnya oleh Google (Google membaca semua halaman pada situs), situs tersebut harus mendapat PageRank tertentu. Perhatikan, tool apapun yang anda pakai untuk melihat PageRank <span style="text-decoration: underline;">semuanya menampilkan PR yang sudah <em>out-of-date</em>,</span> tapi itulah indikator terbaik yang kita punya.</li><li>Walaupun tidak selalu benar, PageRank tinggi sering dihubungkan dengan situs-situs yang <a title="Apa sih yang Google Mau? - Bagian 2" href="http://dhany.web.id/apa-sih-yang-google-mau-bag-2.html">punya otoritas (<em>authority</em>)</a>. Tautan dari halaman/situs dengan PR tinggi (tentu bila sekaligus relevan dan tepat konteks) adalah cara yang baik untuk membangun <em>authority links</em>.</li><li>Kalau semua aspek dianggap sama, tautan dengan PageRank tinggi lebih berharga daripada tautan dengan PR rendah.</li><li>PageRank sekaligus berperan dalam mengukur <strong><em>link popularity</em></strong> (berapa banyak tautan &#8216;menunjuk&#8217; sebuah situs/halaman web), dan setelah kita tahu bahwa <a title="Faktor yang dinilai oleh mesin telusur Internet selain Google" href="http://dhany.web.id/bagaimana-dengan-mesin-pencari-lain.html">Yahoo dan MSN</a> memberi bobot lebih pada <em>link popularity</em>, maka PR dapat menjadi indikator yang baik untuk mengetahui bagaimana situs anda akan tampil di mesin pencari.</li></ul><p>PageRank kalau berdiri sendiri tidak menjamin posisi di mesin pencari. Situs dengan PR tinggi belum tentu posisinya top pada <a title="Komponen SERP: Search Engine Results Page" href="http://dhany.web.id/komponen-serp-search-engine-results-page.html">SERP</a>. Jadi jangan terlalu &#8216;membanggakan dan mendambakan&#8217; PageRank tinggi.</p><p>Meski demikian <em>Google PageRank</em> masih menjadi metrik penting dalam memperhitungkan nilai tautan dan berperan terbatas dalam memberi peringkat pada halaman hasil pencarian.</p><p>Catatan: Untuk mengetahui<em> Google Pagerank</em> situs anda, gunakan tool gratis <em><a href="http://toolbar.google.com/" target="_blank">Google toolbar</a></em> atau favorit saya <em><a href="https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/321" target="_blank">plugin Search Status</a></em> untuk peramban Firefox.</p><div id="br_pdf_link"> <a href="http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html.pdf"> <span>Google Pagerank Masih Penting</span> </a></div>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://dhany.web.id/google-pagerank-masih-penting.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Dynamic page generated in 6.672 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-17 22:04:34 -->
<!-- Compression = gzip -->
