Latent Semantic Indexing (LSI) – Apa dan Bagaimana?

Latent Semantic Indexing (LSI) adalah algoritma yang dikembangkan mesin-mesin pencari utama sekarang ini. Apakah situs anda sudah siap menghadapinya? Bagaimana pengaruhnya terhadap posisi halaman web anda di SERP?

Apa itu latent semantic indexing?

LSI berarti bahwa mesin telusur internet mencoba mengaitkan sebuah istilah dengan suatu konsep saat mengindeks halaman situs. Misal, Paris dan Hilton dihubungkan dengan nama seorang perempuan, alih-alih nama kota atau hotel, Tiger dan Woods diasosiasikan dengan golf.

Untuk mengetahui keyword lain yang terkait dengan sebuah kata kunci, lakukan pencarian untuk kata kunci tersebut dengan menambahkan tilde (~) di depan kata kunci tersebut. Google akan menebalkan (bold) keyword terkait pada SERP. Contohnya, Google menemukan bahwa kata “Nokia” terkait dengan “phone“.

Teknik yang digunakan webmaster untuk menghadapi LSI biasa disebut metode siloing.

Bagaimana Google mengaitkan keyword dengan konsep?

Google punya milyaran halaman situs dalam database indeks-nya. Kalau Google menemukan banyak halaman yang mengandung kata Paris dan Hilton sekaligus maka Google mengasumsikan bahwa kedua kata ini terkait. Kata-kata lain yang terkandung bersamaan pada sebuah halaman memberi petunjuk pada Google bahwa kombinasi kedua kata ini secara sekaligus adalah tentang seorang perempuan.

Kata-kata yang sering muncul berdekatan satu sama lain menunjukkan hubungan keeratan relevansi. Google punya sangat banyak data yang memungkinkannya mengkalkulasi relasi antar kata.

Apa artinya untuk posisi halaman web anda di hasil pencarian?

Kalau ingin tercantum untuk sebuah kata kunci, anda harus menunjukkan pada Google bahwa situs anda relevan dengan sebuah topik. Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan relevansi:

  1. Optimasi halaman-halaman situs untuk kata-kata kunci berbeda. Kalau anda menyasar kata kunci “used cars” maka anda juga perlu membuat halaman-halaman lain yang relevan dengan kata kunci tersebut, seperti “auto”, “suv”, dll.
    Semakin banyak halaman situs yang relevan dengan sebuah topik, semakin besar kemungkinannya situs anda akan tercantum untuk kata kunci yang terkait dengan topik tersebut (lihat contoh Nokia di atas).
  2. Mendapat backlink dari halaman-halaman yang terkait semantik. Kalau anda anda menjual mobil (“cars”), maka tautan dari halaman lain seharusnya bukan tentang film (“movie”). Tautan dari halaman-halaman dengan topik sejenis akan menguntungkan secara semantik.
    Backlink dari sebuah halaman yang mengandung tautan ke halaman-halaman web lain dengan topik sejenis akan memberi efek lebih besar untuk peringkat situs daripada backlink dari halaman yang menaut ke sembarang halaman dan juga menaut ke halaman/situs anda.
    Karena itu, upayakan mendapat backlink dari situs-situs sejenis. Dan kalau anda memanfaatkan direktori (direktori internet dan direktori artikel) tempatkanlah pada kategori yang tepat. Penempatan pada kategori yang salah akan berpengaruh negatif untuk ranking situs di mesin pencari.
  3. Terapkan arsitektur situs yang “bermakna”. Tata konten situs secara logis. Buat kategorisasi atau seksi yang tepat untuk menampung keragaman topik utama dan tempatkan sedemikian rupa agar mudah ditemukan baik oleh pembaca (manusia) dan mesin pencari.
  4. Cari tahu kenapa situs lain menempati posisi lebih tinggi. Kalau anda bertanya-tanya kenapa halaman situs lain punya ranking lebih tinggi daripada halaman situs anda meskipun anda sudah sesempurna mungkin mengoptimalkan halaman-halaman situs untuk kata kunci yang diincar, maka anda harus menganalisa backlink yang diperoleh halaman-halaman tersebut.
    Jumlah dan “power/authority” yang dimiliki sebuah tautan sangat penting. Demikian, sama pentingnya bahwa tautan berasal dari halaman-halaman yang terkait secara topik dan semantik.

Kesimpulan

Dalam menghadapi latent semantic indexing jangan fokus hanya pada satu kata kunci saat mengoptimalkan halaman situs. Algoritma canggih mesin pencari terkini berarti anda harus membuat situs yang dioptimasi untuk beragam kata kunci berbeda tapi terkait.

Tambahan lagi, tautan yang “masuk” ke situs anda berasal dari halaman/situs yang berhubungan topiknya dengan situs anda agar mesin telusur internet menempatkan situs anda pada konteks yang tepat.

Tinggalkan Balasan