Google Real Time – Perlukah Optimalisasi?

Bulan Desember kemarin Google mulai menampilkan hasil pencarian real-time pada SERP-nya.

Kotak hasil pencarian real-time ini ditampilkan untuk kata kunci yang sedang dibahas di situs-situs jejaring sosial. Untuk membentuk hasil pencarian ini Google bermitra dengan Facebook, Myspace, FriendFeed, Jaiku, Identi.ca dan tentu saja Twitter.

Bagaimana cara tampil di Google Real-time?

Google belum mengungkapkan bagaimana sumber informasi real-time dipilih tapi jelas ada beberapa hal yang mempengaruhinya. Kalau mau tweet anda muncul di halaman hasil pencarian Google Real Time, ketahui hal-hal berikut:

  1. Google menganalisa teks yang digunakan pada artikel blog, tweet, dll untuk menentukan kualitas posting. Kalau posting kelihatan seperti spam, posting tersebut tidak akan dipilih.
  2. Google nampaknya mengembangkan profil user yang sering di-tweet ulang (re-tweet). Juga kalau seorang pengguna Twitter punya banyak pengikut ‘orang penting’ (high authority follower), besar kemungkinannya tweet orang tersebut muncul di hasil pencarian real-time.
  3. Google menyaring spammer berdasarkan kualitas pengikut/follower dan kualitas pesannya.

Informasi yang terkumpul ini digunakan untuk menghitung “Update Rank” untuk tiap profil pengguna yang terpilih.

Berapa banyak waktu yang harus dikeluarkan?

Masalah dari Google real-time result ini untuk pejuang SEO adalah bahwa hasil yang ditampilkan tidak berlaku untuk seluruh kata kunci pencarian, dan sepertinya tergantung posisi geografis juga, saya belum menemukan kata kunci dalam Bahasa Indonesia yang menampilkan real-time result. – Screenshot yang ditampilkan diatas saya ambil menggunakan plugin Google Global (experimental) untuk Firefox dan mensimulasikan pencarian dari USA. – Kemudian yang paling penting untuk dicatat adalah bahwa tampilan Google real-time ini cepat tergantikan oleh update yang lebih baru.

Karena alasan terakhir itu, anda tidak bisa berharap hasilnya tahan lama. Lebih baik investasikan waktu untuk meng-optimalkan hasil pencarian reguler. Listing pada posisi top 10 akan menghasilkan pengunjung terarah yang jauh lebih banyak daripada posisi pada hasil pencarian real-time.

Bagi Google sendiri tentu teknologi pencarian real-time baru ini menambah portofolio. Tapi juga menimbulkan masalah besar baru terutama berkaitan dengan kualitas pencarian yang saat ini saja belum memuaskan banyak pengguna. Bagaimana bila ada poster dengan otoritas tinggi menjual tautan pada tweet-nya untuk menampilkan informasi yang tidak tepat (kebanyakan mesin pencari tidak suka ini dan kebanyakan user juga tidak suka ‘ditipu’). Kemudian bagaimana Google menyaring kebenaran posting yang dikirim? Seperti yang baru saja terjadi tentang berita kematian artis Natalie Portman yang ternyata cuma hoax (berita bohong).

Mungkin daripada memikirkan bagaimana agar profil Twitter anda ‘terpakai’ oleh Google, lebih baik fokus saja lagi untuk membuat konten yang memang menawarkan sesuatu dan membuat orang membahas dan nge-tweet konten tersebut.

Bagaimana menurut anda?

Tinggalkan Balasan