Update PageRank – Matinya Bisnis Jual Beli Link?

Cukup lama saya tidak mem-posting tulisan baru. Alasannya selalu sama; busy… busy… busy… alias sibuk! Kebetulan Minggu malam ini tidak seperti biasanya saya kehabisan ide :D dan timbul keinginan untuk update blog ini.

Kejadian paling menarik di dunia SEO ala Google akhir-akhir ini (setelah ramainya update Panda) adalah update PageRank (PR). Ya, tentu saja ini menarik bagi para webmaster yang juga sedikit banyak mendalami SEO karena walaupun PR sebetulnya tidak secara langsung mempengaruhi posisi pada SERP tapi masih banyak yang bangga bila situs atau blognya ber-PR, apalagi bila mendapat peningkatan.

Yang membuat update PageRank belakangan ini menarik adalah karena rajinnya Google meng-update PR, sampai dua kali dalam satu bulan. Bahkan ada yang mengalami dua kali update dalam waktu hampir dua minggu. Aneh, karena selama ini Google hanya meng-update PR enam bulan sekali (sebelumnya 3 bulan sekali).

Tentu saya tidak akan sok tahu dengan menyebut penyebabnya, karena saya memang tidak tahu. Selain karena sedang tidak ada kerjaan (sesuatu yang sangat jarang terjadi :D ), juga update PR yang membingungkan ini rupanya memakan banyak korban, terutama domainers yang menyewakan link dari domain ber-PageRank yang mereka miliki.

Hal ini juga menimpa saya. Beberapa domain ber-PR yang baru saya beli mengalami penurunan PR. Walaupun ini biasa terjadi saat terjadi perubahan ownership pada sebuah domain, namun update dan drop PR yang cepat belakangan ini membuat pusing karena tidak jelas apa yang ada di benak matematis Google.

Apakah update PR nantinya akan dibuat realtime?
Apakah PR akan dibuat “tidak dapat diandalkan” agar webmaster tidak lagi “mengagungkan” dan menyalahgunakannya?
Yang jelas Google memang semakin cerdas, dan semakin/sedang tidak jelas (terkait urusan update PR ini). Mungkin PR memang seharusnya tidak usah dipublikasikan saja oleh Google. Toh mesin pencari lain pun tidak. Tujuan penting dalam SEO kan hanya posisi pada SERP untuk sebuah kata kunci dalam rangka menghasilkan traffic yang dapat dikonversi menjadi income.

Untuk sementara, para domainers sebaiknya menahan diri dulu dari urusan pembelian domain, sampai segala sesuatunya menjadi lebih jelas.

Dilihat dari persepsi bisnis, barangkali memang industri jual beli link tinggal menghitung hari, dan content is the king even more. Juga jangan “menaruh semua telur dalam satu keranjang”. Dilihat dari persepsi kreatif, jangan sampai anda meninggalkan blog yang selama ini anda pelihara hanya karena PR nya turun atau masih tetap nol, dan selalu buat yang terbaik karena memang seharusnya begitu, bukan karena Google bilang itu baik atau harus dilakukan.

Tinggalkan Balasan